Jumat, 31 Desember 2010

Nasihat Bagi Ahlul Jihad

Nasehat bagi Ahlul Jihad

Oleh Syaikh Manshur as-Syamiy –semoga Alloh menjaga beliau-


بسم الله الرحمن الرحيم

Kepada saudara-saudara kami yang berjihad lagi ber-ribath


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Segala puji bagi Alloh, sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Rosululloh. Kemudian…

Sesungguhnya Alloh ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia,

"Dan kalau saja Alloh tidak menolak sebagian manusia dengan sebagian yang lain, sungguh bumi ini (pasti) rusak. Akan tetapi Alloh memiliki karunia atas alam ini.” (QS. Al-Baqoroh: 251)

As-Sa’diy rohimahulloh berkata,

"Maksudnya kalau saja Dia tidak menolak tipu daya orang-orang jahat dan permusuhan orang-orang kafir, pastilah bumi ini rusak karena orang-orang kafir menguasainya, menegakkan syi’ar-syi’ar kekafiran, melarang beribadah kepada Alloh dan (melarang) menampakkan diin-Nya. Akan tetapi Alloh memiliki karunia untuk alam ini, di mana Dia syariatkan jihad kepada mereka kaum muslimin yang di dalamnya terdapat kebahagiaan dan pembelaan terhadap (diri) mereka. Dan Alloh akan memberikan tamkin (kekuasaan) kepada mereka kaum muslimin dengan sebab-sebab yang mereka ketahui dan sebab-sebab yang tidak mereka ketahui.” (Hingga di sini perkataan as-Sa’diy rohimahulloh)

Sungguh Nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam telah memberikan informasi, bahwa ada sekelompok (thoifah) dari ummat ini yang Alloh ta’ala jalankan untuk melaksanakan urusan yang penting lagi mulia ini. Mereka akan membela umat yang mulia ini dengan senjata, lalu Alloh menangkan mereka dalam (melawan) musuh-musuh mereka dan Dia berikan rizki kepada mereka dari naungan tombak. Beliau berkata,

“Dan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang berperang di jalan Alloh dan orang-orang yang menyelisihi mereka tidak akan memberikan marabahaya kepada mereka. Alloh akan mencondongkan hati suatu kaum untuk memberikan rizki kepada sekelompok (yang berperang) itu dari mereka dan (kelompok itu) akan (terus) berperang hingga hari kiamat.” [HR. at-Thobroniy dalam al-Kubro]

Thoifah (kelompok) ini yang paling awalnya, penghulunya dan teladannya adalah Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam dan para sahabat beliau rodhiyallohu ‘anhum yang mulia. Hari ini, semua yang menegakkan  dalam peperangan besar ini demi (membela) islam dan kaum muslimin dengan sabar lagi berharap (ridho Alloh), maka dia adalah bagian dari thoifah manshuroh (kelompok yang mendapat kemenangan) insya Alloh. Beruntunglah seorang hamba yang dijadikan oleh Alloh bagian dari mereka dan diteguhkan hingga (wafat) bertemu dengan-Nya, serta melihat janji dan kabar gembira-Nya.

Orang yang rugi adalah orang yang tidak pernah memukulkan anak panah (senjata) dalam peperangan besar ini. Para mujahid adalah pelopor umat islam, keturunan dan bagian dari umat ini. Mereka berperang hanya untuk (membela) diin-nya, kemuliaannya, dan (untuk) mengangkat musibah darinya. Mereka (para mujahidin) adalah orang yang paling berhak dan paling baik terhadap umat ini. Mereka (para mujahidin) adalah orang yang paling peduli dan paling simpati terhadap umat ini. Tidak ada yang lebih menunjukkan hal itu selain mereka mengerahkan darah, harta dan jiwa yang mereka miliki untuk (membela) islam dan kaum muslimin.

Imam Ahmad bin Hanbal rohimahulloh berkata,

“Tidak ada suatu apapun yang menandingi bertemu musuh. Langsung berperang dengan jiwanya adalah amal yang paling utama. Orang-orang yang memerangi musuh adalah orang-orang yang membela islam dan kehormatan mereka. Maka amal apa yang lebih utama dari jihad? Orang-orang dalam keadaan tenteram sedangkan mereka (yang berperang) dalam keadaan takut. Sungguh mereka telah mengerahkan darah jiwa mereka.” [Hingga di sini perkataan beliau rohimahulloh]

Hari ini, Ahlul Jihad (orang yang berjihad) pada satu fase yang tidak sama seperti fase-fase terdahulu. Fase itu adalah fase sebelum kemenangan insyaAlloh. Fase itu adalah fase hilangnya kekuatan musuh, hancurnya ketajaman mereka dan hilangnya daulah mereka insyaAlloh. Akan tetapi semua ini bermakna, bahwa musuh itu akan mengerahkan segala kekuatan dan strategi mereka dalam usaha meraka yang sia-sia, insyaAlloh, untuk membinasakan kita dan menjaga sisa kehidupan mereka. Mereka akan memberontak ketika urat mereka dipotong dan darah mereka muncrat (keluar).

Dalam menghadapi ini maknanya kita harus mengambil persiapan untuk fase ini dan bekerja sebaik-baiknya pada fase ini. Kita juga harus mengerahkan segala kemampuan yang masih tersisa pada peperangan besar ini sebagaimana musuh mengerahkan segala kemampuannya yang masih tersisa. Meskipun hal itu penuh dengan luka yang hampir tidak bisa selamat (dari luka itu). Jangan sampai musuh yang kafir itu lebih bersabar dari kita, lebih konsisten, lebih kuat tekatnya dan lebih banyak pengorbanannya. Mereka itu hanyalah Ahlul Bathil (orang yang bersalah), perang mereka untuk dunia dan mereka yang mati masuk nereka. Sedangkan kita adalah Ahlul Haq (orang yang benar), perang kita untuk Alloh dan orang yang mati di antara kita masuk surga.

Marilah wahai hamba-hamba Alloh, teguhlah dan bertaqwalah kepada Alloh, karena tidak ada yang tersisa kecuali sedikit insyaAlloh. Kezholiman telah lenyap dan islam lah yang tinggi.

“pada hari itu orang-orang beriman gembira dengan (datangnya) pertolongan Alloh. Dia menangkan siapa yang Dia kehendaki dan Dia lah Yang maha mulia lagi penyayang.” (QS. Ar-Rum: 4-5)

Ketika pagi kaum memuji orang yang dermawan
Dan hilanglah dari mereka ketiadaan serangan[2]

Hendaknya seorang hamba mengetahui bahwa kerasnya ujian bermakna dekatnya kelapangan sebagaimana Alloh ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya kemudahan bersama dengan kesulitan.” (QS. Al-Insyiroh: 6)

Sesungguhnya, bagian dari sunnah Alloh ta’ala adalah menguji hamba-hamba-Nya agar terpisah antara yang jujur dengan yang bohong dan antara mu’min dengan munafiq sebagaimana Alloh ta’ala berfirman,

“Alloh tidak akan membiarkan kaum mu’minin dalam Keadaan kalian sekarang ini[3], sehingga Dia memisahkan yang buruk (munafik) dengan yang baik (mu’min). dan Alloh tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rosul-rosul-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rosul-rosu-Nya; dan jika kalian beriman dan bertaqwa, Maka bagimu pahala yang besar.” (QS. Alu ‘Imron: 179)

Jalan jihad adalah jalan yang berhamburan dengan duri, penuh dengan resiko dan bertabiat susah. Akan tetapi rasa takut dan rasa sakit pada beban-beban itu akan hilang ketika seorang mujahid melihat akhir jalan(nya) dan buah kesabaran(nya) yang gigih. Akhir jalan ini adalah salah satu di antara dua kebaikan; kemenangan atau kesyahidan. Akhir jalan ini adalah tamkin bagi kaum mu’minin di dunia dan kesuksesan dengan (mendapat) surga dan derajat yang tinggi di akhirat sebagaimana Alloh ta’ala berfirman, “

“Maka Alloh berikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. dan Alloh menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Alu ‘Imron: 148)

Ujian yang menimpa pada orang yang berjihad bertingkat-tingkat dan bervariasi. Maka wajib bagi mujahid agar mengkondisikan dirinya untuk menghadapi semua ujian, meminta bantuan kepada Alloh ketika susah dan lapang, bersabar dan mengharap (ridho Alloh). Karena sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan diberikan (haknya) tanpa disangka-sangka. Termasuk ujian yang hampir tidak terlepas dari jihad adalah eksistensi para penggembos, para pelemah semangat dan orang-orang yang berusaha merusak (hubungan) antara mujahidin. Akan tetapi tipudaya ini akan hilang bersama dengan (hembusan) angin di depan keteguhan para mujahidin yang jujur, (di depan) ke-tawakkal-an mereka pada Robb penguasa alam dan (di depan) kesadaran mereka terhadap makar para pembuat makar.

Di antara ujian yang hampir tidak terlepas dari setiap masa adalah eksistensi orang-orang yang bersembunyi dengan busana kaum muslimin padahal pada hakikatnya mereka adalah serigala pembuat makar yang memata-matai cela kaum muslimin untuk membunuh orang-orang terbaik mereka, memecahkan kekuatan mereka dan meninggikan kalimat orang-orang kafir. Janganlah usaha mereka membuat kalian takut, karena sesungguhnya Alloh menjamin untuk membela orang-orang yang beriman.

Alloh ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya Alloh akan membela orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai pengkhianat lagi kafir.” (QS. Al-Hajj: 38)

Dari Ibnu ‘Umar rodhiyallohu ‘anh berkata, “Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam naik ke minbar lalu menyeru dengan suara keras seraya berkata,

“Wahai orang-orang yang telah masuk islam dengan lisannya padahal ke-imanan belum sampai kepada hatinya, janganlah kalian mengganggu kaum muslimin, janganlah mencela mereka dan janganlah perhatikan cela-cela mereka. Karena sesungguhnya siapa yang mengawasi cela saudaranya yang muslim, Alloh akan mengawasi celanya. Dan siapa yang Alloh awasi celanya, Alloh akan menampakkannya meskipun di dalam rumahnya.”[4]

Jika siapa saja yang mengawasi cela seorang muslim saja Alloh akan menampakkan celanya, lalu bagaimana dengan orang yang mengawasi cela kaum muslimin agar kalimat orang-orang kafir yang tinggi dan kalimat Alloh menjadi rendah?

Sedangkan kewajiban kita adalah mengambil sebab. Di antara sebab-sebab ini adalah bertindak hati-hati dan waspada dan hendaknya kita buka mata kita, malam dan siang, hingga kita melewati kesempatan para pembuat makar dan kita tidak membuat saudara-saudara kita kaum muslimin risau dengan terbunuhnya kita. Layaknya juga kita menyebut bahwa kita adalah orang-orang yang membela islam dan kaum muslimin sehingga mereka tidak menyerang dari arah kita. Dan sebelum itu, wajib bagi kita untuk meminta pertolongan kepada Alloh ta’ala dan bersungguh-sungguh minta kepada-Nya agar Dia mencukupi kita dari kejahatan mereka dan agar Dia buka penghalang (yang menutup) aib mereka. Termasuk dari (meminta pertolongan) itu adalah (membaca) qunut di setiap sholat.

Ketahuilah wahai saudaraku yang berjihad, bahwa diin ini terjaga dengan penjagaan dari Alloh ta’ala bukan denga penjagaan dari manusia. Kalau saja diin ini terjaga dengan penjagaan dari manusia, niscaya diin ini hilang dengan hilangnya orang terbaik dan penghulu manusia Muhammad shollalloh ‘alayhi wa sallam. Karena kebenaran tidak akan mati dengan matinya para komandan (yang membela)nya, atau dengan terbunuhnya mereka atau dengan ditinggalkan oleh mereka. Karena diin ini adalah diin Alloh. Alloh subhanahu wa ta’ala itu hidup dan tidak mati. Kepergian para komandan atau sedikitnya pengemban al-haq tidak akan membahayakan Ahlul Haq (pemegang kebenaran). Dan siapa yang meninggalkan al-haq karena kepergian kawan-kawannya, hal itu tidak akan membahayakan siapapun kecuali dirinya sendiri. Kita mohon keselamatan (dari hal itu) kepada Alloh.

Oleh karenanya Alloh ta’ala berfirman,

“Muhammad tidak lain adalah seorang rosul (utusan) yang sebelumnya telah berlalu para Rosul. Apakah jika dia mati atau terbunuh kalian akan mundur kebelakang? Barang siapa yang mundur ke belakang maka tidak akan membahayakan Alloh sedikitpun. Dan Alloh akan membalas orang-orang yang bersyukur.” (QS. Alu ‘Imron: 144)

Oleh karenanya, Ahlul Haq akan bertambah teguh dan (tambah kuat) berpegang kepada al-haq ketika kehilangan para komandan dan (ketika) orang-orang yang teguh menjadi sedikit.

Sebagaimana yang terjadi pada Ghozwah Uhud tatkala tersebar isu bahwa Nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam telah meninggal, lalu ada seorang dari kalangan muhajirin yang melewati seorang dari kalangan dari anshor yang berlumuran darah. (Muhajir itu) berkata, “wahai fulan, apakah Anda merasa bahwa Muhammad shollallohu ‘alayhi wa sallam telah terbunuh?” Maka seorang anshor itu menjawab,

“Jika Muhammad shollallohu ‘alayhi wa sallam telah terbunuh, maka sesungguhnya beliau telah menyampaikan. Berperanglah kalian untuk (membela) diin kalian.”

Maka turunlah (ayat),

“Muhammad tidak lain adalah seorang rosul (utusan) yang sebelumnya telah berlalu para Rosul. Apakah jika dia mati atau terbunuh kalian akan mundur kebelakang? Barang siapa yang mundur ke belakang maka tidak akan membahayakan Alloh sedikitpun. Dan Alloh akan membalas orang-orang yang bersyukur.” (QS. Alu ‘Imron: 144)

Dari Ibnu ‘Abbas, bahwa ‘Aliy pernah berkata ketika Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam masih hidup

“Lalu apakah jika dia (Rosululloh) terbunuh atau mati kalian mundur ke belakang?” Demi Alloh kami tidak akan mundur ke belakang setelah Alloh memberikan petunjuk kepada kami. Demi Alloh jika beliau mati atau terbunuh, sungguh aku akan berperang di atas (jalan) beliau berperang hingga aku mati. Demi Alloh sesungguhnya aku adalah saudara beliau, wali beliau, putera paman beliau dan ahli waris beliau. Siapa yang lebih berhak terhadap beliau dari-ku?”

Ahlul Haq akan bertambah sabar dan teguh setiap kali ujian terhadap mereka bertambah keras dan luka mereka bertambah. Sebagaimana Alloh ta’ala memuji para nabi dan sahabat-sahabat mereka ketika mereka bersabar dan teguh meskipun terbunuh atau terluka. Alloh ta’ala berfirman,

“Dan berapa banyak Nabi yang berperang bersama-sama mereka banyak dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena apa yang menimpa mereka di jalan Alloh, dan tidak takut dan tidak (pula) lemah (menghadapi musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Alu ‘Imron: 146)

Sebagaimana Alloh ta’ala juga memuji para sahabat nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam yang memenuhi perintah Nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam untuk keluar dalam Ghozwah Hamroul Asad meskipun mereka terluka dan dalam kekalahan yang menimpa mereka. Lalu Alloh ta’ala berfirman,

“(Yaitu) orang-orang yang memenuhi perintah Alloh dan Rosul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan di antara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.” (QS. Alu ‘Imron: 172)

Ahlul Haq juga bertambah teguh dan tawakkal terhadap Alloh setiap kali orang-orang menakut-nakuti mereka dalam kesiapan dan jumlah sebagaimana Alloh ta’ala berfirman mengenai sahabat-sahabat Nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam,

“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Alloh dan Rosul) yang orang-orang mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan (pasukan) untuk (menyerang) kalian, karenanya takutlah kepada mereka", Maka Perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Alloh menjadi penolong Kami dan Alloh adalah Sebaik-baik Pelindung". (QS. Alu ‘Imron: 173)

Ahlul Haq juga bertambah kepercayaan dan keimanan mereka terhadap Alloh ta’ala dan janji-nya dengan adanya ujian. Mereka menjadikan ujian itu sebagai bukti adanya dan dekatnya kemengan itu. Sebagaimana Alloh ta’ala berfirman,

“Tatkala orang-orang beriman telah melihat kelompok-kelompok (musuh), mereka berkata, “inilah apa yang dijanjikan Alloh dan Rosul-Nya kepada kami.” Dan benarlah Alloh dan Rosul-Nya. Hal itu tidak menambah kepada mereka kecuali keimanan dan ketundukan.” (QS. Al-Ahzab: 22)

Ibnu Katsir rohimahulloh berkata, “Ibnu ‘Abbas dan Qotadah berkata (dalam) memaknai firman Alloh ta’ala dalam surat al-Baqoroh,

“Apakah kalian mengira akan masuk surga padahal belum datang kepada kalian (ujian) yang serupa dengan orang-orang yang sebelum kalian? Mereka itu ditimpa kesulitan, marabahaya dan di guncang. Hingga Rosul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, ‘kapan (datangnya) pertolongan Alloh?’ Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Alloh itu dekat.” (QS. Al-Baqoroh: 214)


Maksudnya, inilah ujian, cobaan dan tes yang akan datang kemenangan yang dekat setelahnya. Oleh karenanya Alloh berfirman, “benarlah Alloh dan Rosul-Nya.” Hingga di sini perkataan beliau rohimahulloh.

Ahlul Haq itu (bagaikan) pasak. Ketukan dan tekanan tidak menambah kepada mereka kecuali keteguhan dan kekokohan. Kekerasan tidak menambah pada mereka kecuali kekerasan. Ujian menjadi bagi mereka obat. Cobaan bagi mereka adalah pemberian. Keselamatan bukanlah dalam uluran tangan manusia ketika ujian itu bertambah keras dan keadaan bertambah gelap (sulit).

Sekali-kali tidak!

Bahkan hal itu adalah kebinasaan, kerendanhan dan kekerdilan di mata Ahlul Haq.

Akan tetapi keselamatan adalah dalam kesabaran dan keteguhan sebagaimana Alloh ta’ala berfirman mengenai para nabi dan sahabat-sahabatnya ketika sabar dan teguh,

“Maka Alloh berikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. dan Alloh menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Alu ‘Imron: 148)

Dia juga berfirman mengenai sahabat-sahabat nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam ketika mereka bersabar dan tawakkal kepada-Nya,

“Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Alloh, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Alloh. dan Alloh mempunyai karunia yang besar.” (QS. Alu ‘Imron: 174)

Sungguh dalam hati orang-orang yang yakin dan dalam dada orang-orang yang bertauhid telah mantap bahwa tidak ada yang memiliki kemenangan kecuali Alloh ta’ala sebagaimana firman Alloh ta’ala,

“Kemenangan itu tidak lain (datang) dari sisi Alloh Yang maha mulia lagi bijaksana.” (QS. Alu ‘Imron: 126)

Kemenangan itu hanya di tangan Alloh saja. Sedangkan seorang hamba tidak dapat menimpakan bahaya dan manfa’at kepada dirinya sendiri. Maka yang menjadi kewajiban bagi hamba itu adalah mengusahakan sebab-sebab yang dapat mendatangkan pertolongan Alloh ta’ala. Inilah yang mampu diperbuat seorang hamba dan yang Alloh bebankan kepadanya. Di antara sebab-sebab ini adalah doa kepada Alloh ta’ala, berlindung kepada-Nya dengan bersungguh-sungguh memohon dan merengek, serta merasa bahwa kita fakir, lemah dan membutuhkan-Nya. Demi Alloh, jika Alloh ta’ala tidak menolong kita, maka kita tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain-Nya. Doa adalah senjata yang paling kuat yang kita gunakan untuk menyerang musuh kita.

Sebagaimana Alloh ta’ala berfirman,

“(ingatlah) ketika kalian meminta pertolongan kepada Robb kalian, lalu Dia jawab (permintaan) kalian, ‘bahwa Aku bantu kalian dengan seribu malaikat yang berurutan (datangnya).’” (QS. Al-Anfal: 9)

Di antara sebab-sebab (datangnya kemengan) adalah sabar. Alloh ta’ala berfirman,

“Dan bersabarlah kalian, sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang bersabar.” (QS. Al-Anfal: 46)

Alloh ta’ala juga berfirman,

“Ya (cukup), jika kalian bersabar dan bertaqwa, dan mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba ketika itu juga, niscaya Robb kalian akan menolong kalian dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda.” (QS. Alu ‘Imron: 125)

Alloh ta’ala juga berfirman,

“Berapa banyak kelompok yang (berjumlah) sedikit mengalahkan kelompok yang (berjumlah) banyak dengan izin Alloh. Dan Alloh bersama orang-orang yang bersabar.” (QS. Al-Baqoroh: 249)

At-Thobari rohimahulloh berkata dalam (mengomentari) firman Alloh ta’ala, “dan Alloh bersama orang-orang yang bersabar.” (QS. Al-Baqoroh: 249),

“(ini) bermakna, dan Alloh menolong orang-orang yang bersabar dalam jihad fii sabilillah dan (yang bersabar dalam) ketaatan kepada-Nya. (Dia juga akan) membantu dan memenangkan mereka dalam (melawan) musuh-musuh-Nya yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan-Nya serta menyelisihi konsep diin-Nya.” Hingga di sini perkataan beliau rohimahulloh.

Sungguh Nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam telah bersabda,

“Dan ketahuilah bahwa kemenangan (datang) bersama kesabaran.”[5]

Di antara sebab-sebab (datangnya) kemengan adalah taqwa sebagaimana Alloh ta’ala berfirman,

“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian bertaqwa kepada Alloh, (niscaya) Dia akan memberikan penerang[6],mengeluarkan keburukan-keburukan kalian dan mengampuni (dosa-kesalahan) kalian. Dan Alloh memiliki karunia yang sangat besar.” (QS. Al-Anfal: 29)

Alloh ta’ala juga berfirman,

“Dan perangilah seluruh orang-orang musyrik sebagaimana mereka memerangi kalian secara keseluruhan. Dan ketahuilah bahwa Alloh bersama orang-orang yang bertaqwa.” (QS. At-Taubah: 36)

Dalam memaknai firman Alloh ta’ala, “dan ketahuilah bahwa Alloh bersama orang-orang yang bertaqwa.” (QS. At-Taubah: 36), at-Thobariy berkata,

“Dan ketahuilah wahai orang-orang yang beriman terhadap Alloh, bahwa jika kalian memerangi seluruh orang-orang musyrik, kalian bertaqwa kepada Alloh, kalian mentaati-Nya dalam apa yang Dia perintahkan dan Dia larang, serta kalian tidak menyelisihi perintah-Nya dengan bermaksiat kepada-Nya, (niscaya) Alloh bersama kalian dalam (melawan) musuh kalian dan musuh-Nya dari kalangan orang-orang musyrik. Dan siapa yang Alloh bersamanya, dia tidak akan dikalahkan oleh suatu apapun karena Alloh bersama orang yang bertaqwa kepada-Nya, takut pada-Nya, dan menta’ati-Nya terhadap apa yang Dia bebankan berupa perintah dan larangan-Nya.” [Hingga di sini perkataan beliau rohimahulloh]

Di antara sebab-sebab (datangnya) kemenangan adalah tawakkal kepada Alloh ta’ala. Alloh ta’ala berfirman,
“Jika Alloh menolong kalian, maka tidak ada yang (bisa) mengalahkan kalian. Dan jika Dia membiarkan kalian, maka siapa yang akan menolong kalian selain Dia. Dan kepada Alloh lah hendaknya orang-orang yang beriman tawakkal.” (QS. Alu ‘Imron: 160)

Alloh ta’ala juga berfirman,

“Dan siapa yang tawakkal kepada Alloh maka Dia cukup baginya.” (QS. At-Tholaq: 3)

Di antara sebab-sebab (datangnya) kemenangan adalah bersatu dan meniggalkan perselisihan. Alloh ta’ala berfirman,

“Dan taatlah kepada Alloh dan Rosul-Nya, serta janganlah kalian berselisih, sehingga kalian menjadi takut (atau lemah) dan kekuatan kalian hilang. Dan bersabarlah, sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang bersabar.” (QS. Al-Anfal: 46)

Di antara sebab-sebab (datangnya) kemenangan adalah taubat dari (perbuatan) dosa. Oleh karena itu kaum mu’minin (harus) memohon ampun untuk (perbuatan) dosa mereka, agar mendapatkan kemenangan. Alloh ta’ala berfirman,

Tidak ada doa mereka selain ucapan, "wahai Robb kami, ampunilah dosa-dosa Kami dan tindakan-tindakan Kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan teguhkanlah kaki kami, dan menangkanlah kami dalam (melawan) kaum kafir." (QS. Alu ‘Imron: 147)

Ketahuilah bahwa (perbuatan) dosa sangatlah berbahaya, memperlambat kemenangan dan menghancurkan jalan (kemengan). Kecuali jika Alloh memberikan ampunan, maghfiroh dan kemurahannya kepada kita. Sesungguhnya Alloh maha memberi ampun lagi penyantun.

Dosa juga merupakan sebab yang paling besar (dalam membuat kita) takut dan lari sebagaimana firman Alloh ta’ala,

“Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kalian pada hari bertemunya dua pasukan itu, mereka itu digelincirkan oleh syaithon, disebabkan sebagian yang telah mereka perbuat.”

Maksudnya adalah disebabkan sebagian perbuatan dosa mereka di masa lampau. Sebagaimana sebagian salaf berkata, “sesungguhnya sebagian balasan (berbuat) baik adalah (mendapat) kebaikan setelahnya. Dan sesungguhnya sebagian balasan (berbuat) buruk adalah (mendapat) keburukan setelahnya.”

Di antara perbuatan dosa berbahaya yang membuat pasukan kalah adalah tidak taat kepada pemimpin. Sangat jelas bagi kalian apa yang menimpa kaum muslimin di Uhud setelah Alloh memperlihatkan kepada mereka sesuatu yang mereka sukai[7]. Hal itu di sebabkan ketidak taatan para pemanah terhadap perintah Nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam. Padahal ketidak taatan dan kesalahan dalam jihad memiliki (efek) madhorroh yang (menimpa) seluruh (pasukan). Ini bermakna memperlambat (menunda) kemenangan. Maka jauhilah ketidak taatan dan perpecahan.

Hendaklah kalian taat kepada pemimpin-pemimpin kalian dengan baik dalam keadaan susah dan mudah, senang dan benci. Permudahlah dan jangan mempersulit. Taatlah dan janganlah berselisih. Karena tidak ada yang tersisa kecuali sedikit dan seluruh (kenikmatan) dunia ini sedikit. Waspadalah (jangan sampai) kita menjadi sebab dalam memperlambat kemenangan dan berkuasanya islam[8].

Ummat yang terluka ini telah memandang kalian dengan matanya, menunggu kalian dengan kesabaran. Sedangkan penjara berteriak-teriak dengan rintihan para tawanan dan teriakan wanita-wanita suci yang meminta pertolongan. Ingatlah Alloh mengenai (urusan) ummat yang telah melahirkan kalian.


Di antara (perbuatan) dosa yang berbahaya adalah (berbangga diri), bersandar pada diri sendiri, kekuatan dan senjata. (Penyebab) pertama tidak mendapat pertolongan adalah bersandarnya manusia kepada dirinya sendiri. Ketahuilah bahwa bersandar pada sebab-sebab tidak akan bermanfaat sedikitpun bagi seseorang sebagaimana Alloh ta’ala berfirman,

“Sungguh Alloh telah memenangkan kalian di banyak tempat. Dan (ingatlah) pada hari (perang) Hunayn ketika kalian bangga dengan (jumlah) banyak kalian, padahal hal itu tidak lah bermanfaat sedikitpun bagi kalian, dan bumi yang luas ini terasa sempit bagi kalian, kemudian kalian mundur (lari) ke belakang.” (QS. At-Tawbah: 25)

Yang wajib (bagi kita) adalah melaksanakan ibadah tawakkal dengan mengambil sebab-sebab dan bersandar (hanya) pada Alloh ta’ala dalam hal yang bermanfaat dan berbahaya. Melaksanakan sebab adalah bagian dari amal zhohir (yang tampak) sedangkan bersandar kepada Alloh bagian dari amal bathin (yang tidak tampak dan itu (letaknya) adalah hati. Sedangkan tawakkal adalah mengumpulkan (antara) keduanya.

Di antara (perbuatan) dosa yang membinasakan adalah ketertipuan yang kadang menimpa sebagian manusia karena eksistensi mereka sebagai mujahid. Kadang dalam hati sebagian mereka ada (perasaan) bahwa seorang mujahid boleh melakukan sesuatu yang tidak boleh dilakukan oleh orang lain (yang bukan mujahid). (Ada juga perasaan) bahwa mujahid telah melewati jembatan, sehingga dia boleh tidak melakukan amal sholih dan boleh berhibur dan melakukan tindakan sia-sia!!!

Ini tidak lain adalah satu jerat dari jerat-jerat setan yang dia gunakan untuk memburu orang-orang yang lalai. Maka waspadalah wahai hamba Alloh, (jangan sampai) Anda jatuh pada perangkap itu karena penilaian adalah pada akhirnya. Anda juga tidak tahu apakah amal Anda diterima atau tidak.

(Teruslah) beramal semoga Alloh menerima amal Anda, sehingga dengan sebab amal itu Anda bisa masuk surga. Seorang mu’min tidaklah akan merasa aman terhadap makar Alloh. Dia senantiasa takut terhadap tidak diterimanya amal dan terhadap akhir buruk hingga dia melihat berita gembira (di akhirat kelak). Seorang mu’min hanya hidup antara (rasa takut) dan roja’ (pengharapan). Maka sibukkanlah (diri Anda) dengan amal sholih dan persiapkanlah amal itu agar diterima dengan membetulkan niyat (Anda) dalam segala keadaan dan waktu, juga dengan mengikuti (amal) apa saja yang Alloh cintai dan Alloh ridhoi, serta dengan menjauhi apa yang Dia benci dan Dia murkai. Semoga Alloh memberikan taufiq kepada kami dan kepada Anda.

Di antara (perbuatan) dosa yang membinasakan adalah (sombong), yaitu menolak kebenaran dan meremehkan / merendahkan manusia sehingga tidak menganggap mereka sedikitpun. Kadang dalam angan-angan sebagian mujahidin terkena sesuatu yang didiktekan oleh jiwa yang memerintahkan pada kejelekan, yaitu bahwa dia lebih mulia dari kaum muslimin yang lain karena dia melaksanakan jihad sedangkan seluruh kaum muslimin meninggalkan jihad, sibuk dengan dunia dan bergelimangan kotoran dosa. (Disebutkan) dalam Shohih Muslim dari Abu Huroyroh, bahwa Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Jika ada seorang yang mengatakan, ‘manusia telah binasa’ maka dialah orang yang paling celaka di antara mereka.”

Artinya, orang yang sangat celaka di antara mereka. Para ulama’ telah sepakat bahwa celaan ini adalah bagi orang yang mengatakannya dengan tujuan meremehkan dan menghina manusia, menganggap dirinya lebih mulia dari mereka, dan menjelek-jelekkan keadaan mereka karena orang ini tidak mengetahui rahasia Alloh pada makhluq-Nya.

Para ulama’ berkata,

“Adapun orang yang mengatakan hal itu karena sedih terhadap apa yang dia lihat pada dirinya dan pada (diri) manusia yang berupa kekurangan dalam perkara diin ini, maka tidak mengapa.”[9]

Maka hendaknya Anda tawadhu’, karena siapa yang tawadhu’ karena Alloh, akan Dia angkat. Sibukkanlah diri (Anda) dengan mensucikan dosa-dosa Anda, membersihkan ‘aib-‘aib Anda, dan bersyukur pada Alloh ta’ala karena Dia telah memilih Anda sebagai pembela islam dan pemeluknya, (terhadap) ni’mat yang telah Dia segerakan, dan (terhadap) kebesaran taufiq-Nya! Sibuklah diri (Anda) dengan mengambil faidah dari akademi jihad, untuk melengkapi kekurangan Anda dan untuk membersihkan diri Anda. Janganlah Anda lalai sehingga zaman ini berlalu, sedangkan Anda tidak berubah.

Jihad adalah sebuah akademi tempat orang-orang beriman mempelajari hakekat makna keimanan dan (tempat) memahami hakikat ‘ubudiyyah (peribadahan). Jihad adalah tempat pengobatan bagi kesehatan hati, tempat menghilangkan kotoran dan ‘aib, serta tempat meluruskan pemikiran yang bengkok. Dengan jihad pula akal yang bingung menjadi terang sebagaimana Alloh ta’ala berfirman,

“Dan orang-orang yang berjihad di (jalan) Kami, sungguh akan Kami beri mereka petunjuk terhadap jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Alloh bersama orang-orang yang bebuat baik.” (QS. Al-‘Ankabut: 69)

Jihad adalah akademi, tempat kesembuhan, makanan hati, hidayah, dan cahaya. Efek jihad adalah (sesuatu) yang terpuji di dunia dan di akhirat. Oleh karena itu orang-orang yang berakal tamak (sangat menginginkan)nya dan orang-orang yang mulia saling berlomba-lomba mendapatkannya. Cukup bagi Anda (mengerti) fadhilahnya dengan perkataan penghulu para nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam,

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, kalau saja tidak memberatkan kaum muslimin, aku tidak akan (pernah) duduk meninggalkan suatu pasukan yang berperang di jalan Alloh selamanya. Akan tetapi aku tidak mendapatkan kelapangan sehingga aku mendorong mereka (untuk jihad) dan mereka tidak mendapatkan kelapangan dan (memang) berat bagi mereka untuk meninggalkanku. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sungguh aku ingin berperang di jalan Alloh lalu terbunuh, kemudian aku berperang lalu terbunuh, kemudian aku berperang lalu terbunuh.” (HR. Muslim)

Maka kita memohon kepada Alloh ta’ala agar Dia ampuni dosa-dosa kita dan sikap berlebihan kita (yang melampui batas) dalam urusan kita, agar Dia meneguhkan langkah kita, memenangkan kita dalam (melawan) kaum kafir, dan agar Dia berikan syahadah kepada kita sebagai rizki dalam keadaan sabar, mengharap (ridho Alloh), menghadapi (musuh) dan tidak mundur.

Segala puji hanya milik Alloh, sholawat dan salam (semoga tetap tercurah) kepada Rosululloh.


والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

  =========
============


[1] Nahr adalah bagian bawah leher dan di atas dada.

[2] Syair ini tercamtum dalam Majma’ul Amtsal karya al-Maydani. Dalam kitab itu disebutkan bahwa syair ini merupakan perumpamaan bagi orang yang mengemban beban berat yang menginginkan istirahat. –pent.

[3] Yaitu: Keadaan kaum muslimin bercampur baur dengan kaum munafikin. Penjelasan ini diambil dari al-Qur-an tarjamah. –pent.

[4] HR. at-Tirmidzi. –Pent.

[5] HR. al-Hakim, at-Thobroniy dan al-Bayhaqiy. –pent.

[6] Penerang antara terhadap hal-hal yang kalian khawatirkan, sehingga kita kalian bisa selamat. (Tafsir Jalalayn). –pent.

[7] Yang dimaksud apa yang mereka sukai adalah ghonimah. –pent.

[8] Maksud kata-kata pemimpin / amir di sini adalah amir dalam jihad atau daulah islamiyyah. Bukan amir organisasi / tanzhim / harokah yang sedang tidak berjihad. Bagi Anda yang berada di suatu organisasi / tanzhim / harokah yang sedang tidak berjihad, kemudian melihat organisasi / tanzhim / harokah lain yang berjihad, maka hendaknya anda keluar dari tanzhim lama anda dan berpindah ke tanzhim yang berjihad itu, dan ini bukan termasuk dalam ketidak-taatan yang dimaksud dalam nasehat di atas.. Atau Anda serukan kepada tanzhim Anda untuk berjihad mengikuti tanzhim yang berjihad itu atau membantu tanzhim itu yang berjihad itu dengan segala yang anda mampu, jika Anda memandang hal ini lebih bermanfaat bagi kedua belah pihak. Wallohu a’lam. –Pent.

[9] Syarhun Nawawiy ‘ala Muslim. –pent.

Catatan Ummu Syuhada'

Read More..

Kamis, 30 Desember 2010

// Pernyataan Pertanggung-jawaban atas Serangan pada Kereta Api Israel oleh Para Pelaku Amaliyah Gunung Karmel //

بسم الله الرحمن الرحيم


Segala Puji bagi Allah yang telah Menyempurnakan Kemenangan Dien-Nya dan Meninggikan Kalimat-Nya walaupun dibenci oleh Orang-orang Kafir. Wa Ba'du.

Pada saat ini, di saat Negara-negara mulai berkumpul menghadapi Kaum Muslimin, dengan Bantuan Yahudi yang telah merampas segala milik kami, rumah kami, diri kami, kehormatan kami dan harta kami, Allah memunculkan di Palestina satu Golongan yang Berjihad dan berperang di jalan Allah dalam membela Diennya, yang tidak takut dari Celaan orang yang Mencela. Mereka bekerja keras untuk bisa menjangkau Wilayah Penjajah untuk dijadikan Medan Jihad mereka dan Allah telah memberi mereka kesempatan untuk mengadakan Amaliyah Jihadiyah di Wilayah Orang Kafir, yang telah membakar hati orang-orang yang Melampaui Batas dan menohok Hidung Para Pendengki serta melegakan hati Kaum Muslimin.
Orang-orang Kafir telah memobilisasi Penduduk mereka, Bala Tentara mereka, partai-partai mereka dalam Sebuah Kampanye Terbesar untuk membungkam Dunia yang dipimpin oleh Tuan mereka Yahudi, yaitu setelah besarnya Amaliyah kemaren (Amaliyah Pembakaran Gunung Karmel -pent) dan banyak hasil yang diperoleh, dimana Yahudi telah mengingkari bahwa Pembakaran itu adalah buah dari Amaliyah Jihadiyah padahal mereka sebelumnya telah membenarkannya. Akan tetapi para Tentara Allah tidak berkecil hati dengan Pengingkaran ini dan tidak pula turut berbondong-bondong mencoba menyelamatkan Mayat Orang Kafir Yahudi (seperti yang dilakukan oleh beberapa Negara -pent.) dan mereka tidak pula menyerah, akan tetapi sebaliknya terus melakukan Amaliyah yaitu pada Hari Selasa 22 Muharram 1432 H di jam yang sama seperti Amaliyah sebelumnya (yaitu Jam 10 pagi -pent.) dengan melakukan Pembakaran terhadap Sebuah Kereta Api di Daerah Syafayim saat melintas dari Haifa menuju Tel Aviv sebagai Bentuk Risalah Penegasan bahwa mereka dari Al-Ma'sadah lah yang bertanggung-jawab sepenuhnya dalam Amaliyah yang Pertama (Amaliyah Pembakaran Gunung Karmel -pent.) dengan kata lain mereka mencoba untuk menjelaskan kepada Para Pengingkar bahwa yang telah melakukan Amaliyah Sebelumnya adalah dari Pihak mereka, maka dengan itu Allah menyingkap Aib mereka dan Maha Benar Allah yang telah berfirman :

{لَوْ خَرَجُواْ فِيكُم مَّا زَادُوكُمْ إِلاَّ خَبَالاً ولأَوْضَعُواْ خِلاَلَكُمْ يَبْغُونَكُمُ الْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّاعُونَ لَهُمْ وَاللّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ }

"Jikalau mereka ikut berangkat bersama kalian, niscaya mereka tidak akan memberikan Kontribusi kepadamu melainkan Kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju dari celah-celah Barisanmu untuk menimbulkan Fitnah / Kekacauan diantara kalian sedangkan diantara kalian ada yang mentaati mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang Dholim"
(QS. At-Tawbah : 47)
Allah juga Berfirman :
{يُرِيدُونَ لِيُطْفِؤُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ}

"Mereka hendak memadamkan Cahaya Allah dengan mulut mereka, akan tetapi Allah justru menyempurnakan Cahaya-Nya walaupun dibenci Orang Kafir"
(QS. As-Shoff : 8)

Dan benarlah perkataan seseorang yang berbunyi :
Jika Allah ingin menyebarkan sebuah Kemuliaan, terkadang keluar dari Lisannya Para Pendengki.
Dengan Pernyataan ini kami umumkan bahwa kami Bertanggung-jawab atas Dua [2] Pembakaran ini, dan kami katakan kepada yang mengingkarinya, Ini adalah Risalah Penegasan, jika kalian ingin lebih detail maka tunggu saja dan tidak akan berguna Kedustaan kalian itu serta tidak akan memberikan Efek sedikit pun terhadap Serangan kami ini.

Kami pun ingin mengabarkan kepada Kaum Muslimin bahwa kami tetap Teguh dalam jalan ini dengan karunia Allah dan tidak ada yang bisa menghalangi kami untuk tetap Melaksanakan Faridhoh Jihad ini serta tidak ada alasan yang bisa menghentikan kami untuk tetap membersihkan Negeri Palestina kami dari Para Penjajah Yahudi hingga kami mendapatkan salah satu dari dua Kemuliaan (Menang atau Mati Syahid -pent.).

Dan Allah Maha Kuasa atas Perkara-Nya akan tetapi Kebanyakan Manusia tidak Mengetahuinya

Senin, 22 Muharram 1432 H
Bertepatan dengan, 28 Desember 2010 M


Forum Syumukh Islam

Read More..

Rabu, 29 Desember 2010

10 Metode Mendeteksi dan Menggagalkan Rencana Mata-Mata

Dengan menyebut nama Allah Yang Pemurah lagi Maha Penyayang.   
Segala puji bagi Allah, Maha Pencipta dan Penopang Alam Semesta. Segala puji bagi-Nya yang telah berfirman:

"Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati." (QS Al Mulk [67]: 13)

Dan shalawat serta salam senantiasa dicurahkan kepada Nabi Terakhir, Muhammad SAW, yang bersabda:

"Peliharalah kebenaran, karena kebenaran mengarah pada kebaikan, dan kebenaran mengarah pada Surga. Seseorang yang terus mempertahankan kebenaran sampai dia dicatat dalam buku Allah sebagai orang yang shalih. Ia selalu Menahan diri dari berbohong. Karena letaknya berbohong mengantarkan pada kejahatan secara terang-terangan, dan keburukan mengantarkan pada api neraka. Seorang pria yang terus berbohong sampai dia dicatat dalam buku Allah sebagai pembohong." (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Al-Tirmidzi).

..dan semoga rahmat juga senantiasa tercurah atas keluarganya dan para sahabatnya serta para pengikutnya.

Allah berfirman dalam Kitab-Nya:

"Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya." (QS Al Anfal [8]: 30)

Dengan pemikiran ini, dan mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi baru-baru ini, terutama penangkapan saudara kita di Oregon (semoga Allah meneguhkannya dan segera membebaskannya), saya telah memutuskan untuk merekam dan menuliskan 10 metode --yang, melalui pengalaman pribadi saya sendiri-- akan memberikan pencerahan seputar taktik yang sering digunakan oleh mata-mata atau informan untuk menjebak dan akhirnya menangkap Muslim, dan berikut inilah cara untuk menggagalkan rencana ini.

#Satu#

Seorang mata-mata akan selalu memulai aksinya dengan "mencari muka". Proses ini memakan waktu beberapa bulan. Mereka bergabung dan aktif di forum atau di masjid beberapa bulan saja sebelum mereka melakukan kontak dengan individu yang akan mereka jebak. Begitu mereka membuat kontak, mereka biasanya membuat dialog-dialog kecil. Seperti topik terjemahan, menemukan nasyid, mencari suami/istri, atau tempat-tempat terbaik untuk menemukan makanan halal, dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk memperoleh kepercayaan dan agar tidak terus terang. Karena keterusterangan (yaitu berbicara tentang jihad dari hari pertama) akan memunculkan kecurigaan. Mata-mata itu kemungkinan akan melakukan pendekatan terhadap target mereka selama berbulan-bulan sebelum menyebutkan jihad, dan bahkan kemudian, mereka akan mulai dengan hal-hal kecil, dengan topik-topik seperti "apakah Anda menyukai video baru As-Sahab" atau "apa nasyid Jihad favorit anda."

#Dua#

Anda mungkin bisa juga mendeteksi dan memberikan bendera merah kepada mata-mata dari kebohongan dan inkonsistensi. Inkonsistensi ini dapat dilihat termasuk perubahan dalam cerita, yang biasanya dielaborasi setelah anda menyadari perubahan dalam cerita mereka. Sebagai contoh, mata-mata mungkin adalah mahasiswa di sebuah universitas Amerika. Namun, anda melihat dia online atau di masjid selama jam kuliah. Ketika anda mengatakan "Saya pikir kamu di sekolah" mereka dengan cepat akan mengubah cerita mereka dengan pernyataan seperti "Saya mengambil kelas online" atau "Saya mengambil kuliah malam." Perhatikan hal-hal kecil yang mungkin tampak tidak berarti, seperti menyebutkan anggota keluarga, pekerjaan, atau pengetahuan tentang suatu topik tertentu. Jika diketahui bahwa orang tersebut sudah melakukan suatu kebohongan, bahkan meskipun kebohongan itu kecil, maka ambillah tindakan pencegahan.

#Tiga#

Hal lain yang harus diwaspadai adalah pernyataan-pernyataan besar. Ini biasanya mencakup klaim untuk menjadi anggota suatu organisasi mujahidin, atau untuk berhubungan dengan Mujahidin atau 'Shayook' tertentu, atau mengaku sudah tahu pribadi atau bertemu dengan berbagai pemimpin Mujahidin. Ini harus dipastikan. Siapapun yang membuat klaim ini adalah pembohong, atau jika mereka jujur, maka mereka sangat Jahil ketika mereka ingat masalah keamanan, baik bagi dirinya dan bagi para mujahidin.

#Empat#

Seorang mata-mata biasanya akan mengaku sibuk, kemungkinan besar dengan studi sekolah. Secara pribadi ia akan sering meminta maaf karena tidak bisa sering ditemukan karena sibuk dengan berbagai ujian atau harus belajar untuk ujian tengah semester atau mengerjakan pekerjaan rumah. Mata-mata menggunakan taktik ini untuk membuat diri mereka tampak normal. Ini tidak berarti bahwa seorang Mujahidin bukan selalu mahasiswa dan tidak bekerja keras dengan studi mereka. Namun, jika seseorang benar-benar ingin terlibat dalam jihad, dan Syahadah khususnya melalui misi Istisyhadi atau 'Fidaye', tidak mungkin fokus utama mereka adalah sekolah. Alasan sekolah ini paling sering digunakan, bukan alasan kesehatan atau pekerjaan, karena mungkin target mata-mata mungkin merasa bahwa orang yang tidak sehat tidak layak untuk jihad atau orang yang memiliki pekerjaan ikut membayar pajak adalah kolaborator. Mereka sering meminta maaf atas ketidakhadiran atau keterlambatan, bahkan pemberitahuan ini dilakukan satu atau dua hari setelah pesan anda dikirim kepada mereka, ini adalah hal yang sangat umum.

#Lima#

Mata-mata akan bertanya pada target mereka menjadi lebih "spesifik" dan "jelas." Misalnya, jika anda mengatakan anda tertarik dalam Jihad, mereka akan bertanya apakah yang anda maksud Jihad fisik. Jika anda menyebutkan anda memiliki pengetahuan senjata api, mereka akan menanyakan senjata api jenis apa dan apa saja yang anda ketahui. Kita harus benar-benar mencermati kata-kata mereka setiap saat, atau lebih baik tidak berkata apapun. Alasan mereka mempertanyakan hal semacam ini bukan karena mereka mengerti, tetapi lebih karena jika dan ketika anda tertangkap, mereka ingin memastikan bahwa hakim akan semakin mudah menjatuhkan anda. Jika anda terus mulut Anda tertutup, maka ada kemungkinan anda bahkan tidak akan ditangkap. Mata-mata itu mungkin tidak membuat ancaman itu sendiri, tapi akan menunggu anda berbicara terlebih dahulu. Mereka ingin membuat anda membicarakan hal-hal yang lebih spesifik.

#Enam#

Dalam proses pendekatan ini, mata-mata akan selalu menerima anda. Mereka akan menerima manhaj anda dan tidak memperdebatkannya, bahkan saat mereka mengatakan manhaj tersebut berbeda dari mereka sendiri. Perilaku khas seperti merokok, mendengarkan musik, atau menempelkan foto, tidak pernah dikutuk oleh mata-mata. Mereka selalu akan menjawab pertanyaan-pertanyaan pribadi dan tidak tersinggung ketika anda bertanya, karena mereka akan menjawabnya dengan kebohongan. Jika anda kembali pada Islam dan menyebut perilaku berdosa dalam hidup anda sebelum menerima Islam, mata-mata tidak akan peduli sama sekali. Spies tidak pernah tampak marah atau tidak setuju dengan target mereka, kecuali dengan satu syarat. Kondisi ini jika mereka menemukan targetnya akan melepaskan diri dari jihad. Kemudian mata-mata akan berusaha untuk mengingatkan target mereka, biasanya dengan membawa kata-kata masa lalu mereka atau menggunakan teknik untuk membuat target mereka merasa bersalah. Hanya jika target mereka terlihat seperti menentang jihad --apakah al Qaeda maupun Jaisy Muhammad-- maka mata-mata itu akan terlihat marah dan kecewa.

#Tujuh#

Tanyakan kepada diri sendiri, apakah orang yang anda percaya? Dalam dunia di mana setiap orang dapat benar-benar menjadi mata-mata, mengapa orang ini yang anda percaya? Mengapa mereka mengaku sebagai seorang mujahid, dan menceritakan ini pada orang-orang yang mereka temui melalui komputer atau di masjid-masjid? Mengapa mereka mengatakan mereka ingin melakukan operasi Jihad atau hijrah? Anda tidak bisa mengetahui apakah ada orang yang ikhlas, dan ini adalah kenyataan yang menyedihkan. Pikirkan tentang mengapa mereka akan mempercayai anda dari semua orang, dan bukan orang lain. Jawabannya adalah karena mereka sedang berusaha untuk menangkap anda, dan ini adalah bagian dari proses pendekatan mereka.

#Delapan#

Sekarang tanyakan pada diri anda, jika mereka sudah mempercayai anda, mengapa mereka membutuhkan anda? Jika mereka ingin anda untuk berhijrah dengan mereka, tanyakan pada diri anda mengapa mereka tidak pergi sendirian atau dengan orang lain. Jika mereka membutuhkan seseorang untuk melaksanakan operasi, apakah mereka menjemput anda. Jika anda melihat peristiwa dari Oregon dan belajar dari mereka, Anda akan melihat bahwa itu adalah kelompok dari orang-orang yang telah direkrut menjadi mata-mata, semoga Allah membebaskannya. Siapapun saat ini bisa bertanya kepada dirinya sendiri "jika sudah ada sekelompok saudara, dan di antara mereka ada seorang pembuat bom, mengapa mereka membutuhkan orang lain untuk mengemudikan mobil? Jika seseorang sudah mengklaim tahu bagaimana membangun bom, mengapa mereka meminta anda untuk menanamnya? Apakah karena mereka takut mati? Apakah karena mereka ingin membuat lebih banyak bom? Atau, atau mungkin, karena mereka ingin menjebak anda? Hal ini sering terjadi dalam skenario beberapa mata-mata. Jika sudah ada kelompok yang mengaku mujahidin dan menyiapkan serangan, lantas apa yang mereka butuhkan dari anda?

Jika mereka mengaku 'Fidayeen', mengapa mereka membutuhkan satu lagi?

Mengapa tidak merekrut lebih banyak, mengapa tidak menggunakan satu orang saja?

Mengapa mereka meminta anda untuk membantu mereka melatih jika mereka telah mengklaim memiliki pengetahuan tentang senjata api dan bahan peledak?

Mengapa mereka membutuhkan seorang kameraman, tidak bisakah salah satu dari mereka merekamnya?

Kadang-kadang ketika operasi harus dilakukan, jika anda yang diminta untuk menanam bom, tanyakan pada diri anda mengapa mereka ingin anda menanam bom mereka atau menjadi 'Fidaye'? Dan jika mereka sudah punya rencana, kenapa mereka mempercayai anda, sedang anda adalah orang yang relatif asing untuk membantu mereka? Pertanyaan-pertanyaan harus diajukan.

#Sembilan#

Mata-mata akan berbicara dan berlatih berlebihan. Kebanyakan operasi, terutama operasi istisyhadi, tidak perlu latihan berbulan-bulan, tetapi mata-mata akan membuatnya tampak seolah-olah harus seperti itu. Perhatikan juga mata-mata akan meminta untuk dilatih menggunakan properti dan senjata api yang anda miliki. Jenis operasi biasanya tidak memerlukan perencanaan seperti yang ditentukan oleh mata-mata. Alasan pertama mereka untuk melakukan hal ini adalah untuk mendapatkan kepercayaan anda. Dan alasan kedua adalah pada akhirnya menunda operasi itu sendiri. Berkaitan dengan berbicara yang berlebihan, lakukanlah metode pencegahan yang kelima. Mata-mata ingin anda melakukan semua mereka bicarakan. Mereka biasanya akan meminta ide dan masukan anda. Mereka akan menanyakan apa yang anda pikirkan dan akan menjadi sasaran yang cocok. Mereka ingin anda mengatakan anda ingin menjadi pelaku istisyhadi atau anda ingin berusaha untuk membunuh orang lain. Ingat, diam adalah emas.

#Sepuluh#

Akhirnya, jika Anda menduga bahwa anda telah jatuh ke dalam mata-mata, ada tindakan yang harus diambil. Pastinya, anda harus memotong semua kontak dengan orang yang anda dicurigai mata-mata. Namun, sebelumnya mungkin bermanfaat untuk berpura-pura memberitahu mereka bahwa anda sebenarnya telah kecewa dengan Jihad. Bahkan mungkin bijak untuk mengklaim bahwa anda telah kehilangan minat dalam Islam! Berbohong, berbohong, berbohong! Ingat, mata-matalah yang anda ajak bicara. Setelah itu, mungkin lebih baik untuk menghilang. Tidak perlu memberikan alasan, atau mereka mungkin akan menggunakan alasan seperti istrinya hamil atau mereka yang pindah untuk membuat mereka tetap menghubungi anda. Mungkin bijaksana untuk mengubah nama pada forum atau mengganti email. Juga penting, jika mungkin, jangan biarkan orang ini tahu bahwa anda menyadari mereka adalah mata-mata. Jika tidak, mereka mungkin menyadari bahwa anda berbohong kepada mereka, dan masih akan terus menyelidiki anda. Dan terakhir, memperingatkan orang lain yang mungkin telah jatuh menjadi korban mata-mata, dan mengungkapkan kepada mereka metode yang bisa digunakan oleh mata-mata.

Saya memohon agar Allah menerima semua amal ibadah saya dan menjadikan informasi ini bermanfaat bagi saudara-saudara yang lainnya, insyaAllah.

Saudaramu dalam Islam

Sumber: Theunjustmedia diterjemahkan oleh Althaf, redaktur pelaksana arrahmah.com


Source: http://arrahmah.com/index.php/blog/read/10501/10-metode-mendeteksi-dan-menggagalkan-rencana-mata-mata#ixzz19Zp8yRFM
Read More..

Film-Film Tadrib dan Mu'askar Mujaahidiin Bagian 2

إنهم قادمون
Mereka Kembali Datang
(Film Tadrib yang diterbitkan oleh Departement "Labbayk")





2.5 GB
http://www.archive.org/download/They-R-Coming/1.mpg


205 MB
http://www.archive.org/download/they...ming204mb.rmvb


48 MB
http://www.archive.org/download/they...-coming48MB.rm


17 MB
http://www.archive.org/download/they...-are-coming.rm












معسكر الشهيد بإذن الله أبو إبراهيم مصطفى
Camp Pelatihan
as-Syahid dengan izin Alloh Abu Ibrohim Mushthofa
(diterbitkan oleh al-Qo'idah di Maghrib Islamiy)







(510.3 M)
DivX


(230.7 M)
Real Media





[ ( إلــحـــــق بالقـــافـــلـــة ) ]
Bergabunglah dengan Kafilah Ini

(diterbitkan oleh al-Qo'idah di Maghrib Islamiy setelah memakai nama Departement "al-Andalus")











Bagian pertama
(700.6 M)
Cinepack

(250.8 M)
MPEG4



Bagian kedua
(712.6 M)
Cinepack

(255.1 M)
MPEG4









Insya Alloh Bersambung
Read More..