Senin, 21 Maret 2011

JIHAD FARDIYAH Antara Sebuah Kewajiban DAN Strategi Perang

JIHAD FARDIYAH
Antara Sebuah Kewajiban DAN Strategi Perang



Oleh : Akh jaisy_554

Jum’at, 18 Maret 2011 M / 14 Rabi’ul Akhir 1432 H



فَقَاتِلْ فِى سَبِيْلِ اللهِ لاَ تُكَلَّفُ إِلاَّ نَفْسَكَ وَ حَرِّضِ الْمُؤْمِنِيْنَ عَسَى اللهُ أَنْ يَّكُفَّ بَأْسَ الَّذِيْنَ كَفَرُوا وَاللهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنْكِيْلاً
“Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Dan kobarkanlah semangat Para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah Amat besar kekuatan dan Amat keras siksaan(Nya)”.
(QS. An Nisa : 84)





Ikhwah sekalian….


Ayat di atas menerangkan tentang Perintah agar berperang (meski seorang diri) dan mentahridh orang-orang yang Beriman untuk berperang, dan dalam hal ini tidak ada perbedaan pendapat dalam kondisi jihad difa’i. Ketika kita mendengar kata Amaliyah Jihad, maka yang ada di benak kebanyakan kita adalah berupa suatu serangan sekelompok Mujahidin atau sebuah ledakan IED atau sebuah Aksi Istisyhad yang spektakuler terhadap target musuh. Sehingga jika ada niatan untuk membuat suatu Amaliyah Jihad, maka mayoritas kita selalu terpaku pada bentuk-bentuk serangan seperti di atas. Ini akan membuat kita berpikir bahwa untuk membuatnya mestilah diperlukan persiapan yang banyak, meliputi : personal, logistik, safe house (markas yang aman), strategi, dst dst… Yang tentunya membutuhkan waktu yang tidak sebentar, khususnya jika kita ingin melakukannya di Negeri ini (Indonesia).


Kita seakan-akan lupa bahwasanya Amaliyah Jihad di Fase Jihad Difa’i (fardhu’ain) itu boleh dan bisa dilakukan oleh seorang diri saja dan ini sah dilakukan, bisa dalam bentuk personal assasination atau operasi ightiyal terhadap Target Individu Musuh, atau Aksi Istisyhad yang semua persiapannya dilakukan seorang diri. Persoalannya ialah : Bagaimana membuat sebuah Aksi Individual itu bisa menimbulkan Efek Irhab (teror) yang besar terhadap musuh...??? Di sinilah peran Media Jihad dan Ummat Islam Para Simpatisan Jihad sangat dibutuhkan. Hal inilah yang akan kita coba bahas dalam makalah ini, kita akan coba menguraikan teknis bagaimana membuat sebuah Aksi Individu itu bisa berefek besar terhadap musuh dan apa peran ummat dan Media Jihad dalam hal ini.


Pertama, kita akan sebutkan beberapa contoh Amaliyah Jihad Fardiyah (Jihad Perorangan / Individual) yang sudah pernah terjadi. Yang kedua kita bahas tentang kelebihan jihad yang dilakukan secara Fardiyah dibandingkan dengan Jihad yang dilakukan oleh sebuah Sariyah Jihad. Dan yang ketiga adalah tentang peran Ummat dan Media serta apa yang harus kita lakukan ketika ada saudara kita yg melakukan Jihad secara Fardiyah.


Ikhwah sekalian, sebelum kita lanjutkan pembahasan, perlu kita ingat satu hal berikut : Uraian ini bukan bermaksud merendahkan Amaliyah yang dilakukan oleh sebuah Sariyah Jihad, akan tetapi sebagai alternatif strategi perang melawan Thoghut Lokal maupun Internasional di tengah keterbatasan dan kesulitan yang melanda Para Aktivis Jihadi di Negeri ini. Janganlah kesempitan yang ada membuat kita berudzur untuk tidak melakukan Amaliyah, karena Seorang Muslim itu cerdik. Jika suatu strategi gagal (dan ini adalah sebagai ujian dan pelajaran yang diberikan Allah SWT kepada kita), maka kita harus bangkit dengan strategi yang berbeda. Dan untuk tujuan inilah makalah ini dibuat.


Berikut ini kita ambil beberapa contoh Amaliyah Jihad Fardiyah yang pernah terjadi di Negeri ini berikut pelajaran yang bisa kita ambil darinya :

· Kisah Hasyim Yahya ( 1974 )


Mungkin kebanyakan dari kita tidak mengetahui kisah ini, karena memang pada waktu itu media tidak sebanyak sekarang dan juga kasus ini terkesan ditutup-tutupi oleh segolongan orang. Kita akan review sedikit aja, untuk lebih jelasnya bisa dicari sendiri di link yang ana sertakan.


Pada pertengahan tahun 1974, Jakarta dihebohkan dengan Kematian seorang Pendeta Gereja Anglikan asal Australia yang bernama Eric Constable yang di kemudian hari terungkap bahwa Pembunuhan itu dilakukan oleh seseorang bernama Hasyim Yahya yang sehari-harinya ia bekerja sebagai seorang Direktur Sebuah Perusahaan di Surabaya. Yang membuat kasus ini menjadi heboh adalah karena Motivasi apa yang membuat seorang Hasyim Yahya Sang Direktur itu membunuh pendeta tersebut. Dan akhirnya di kemudian hari terungkap bahwa beliau punya pemikiran untuk memberi pelajaran kepada musuh-musuh Dien yang pada waktu itu dengan Arogannya mau menyelenggarakan Sidang Dewan Gereja Dunia yang akhirnya batal dengan adanya kasus tersebut. Kisah lengkap dari Hasyim Yahya ini bisa antum dapatkan di arsip Majalah Tempo : http://ip52-214.cbn.net.id/id/arsip/...I64960.id.html atau antum search di Google dengan keyword “ pembunuhan pendeta eric constable”.



Pelajaran yang bisa kita ambil dari kasus Hasyim Yahya ini adalah :


a. Kemandirian dalam pelaksanaan
b. Kerahasiaan rencana
c. Keberanian mengambil risiko
d. Pengorbanan, dia berani mengambil risiko dan meninggalkan pekerjaannya sebagai direktur hanya utk membunuh seorang pendeta.


· Bom Sepeda Kalimalang ( 2010 )


Pada tanggal 30 September 2010 jam 08.00 WIB di kawasan pasar Sumber Artha Kalimalang Jakarta Timur tiba-tiba dikejutkan oleh sebuah ledakan yang berasal dari sebuah sepeda yang dikendarai oleh Ahmad bin Abu Ali. Ledakan itu mengakibatkan si pengendara sepeda terluka parah di bagian kepala dan patah tulang. Yang mengejutkan adalah ketika ditemukan di dalam tasnya secarik kertas bertuliskan :

Lembar Pertama :


"Ini adalah pembalasan pada kalian sekutu-sekutu setan karena menghukum mati dan membunuh mujahidin kami. Kami siap mati demi agama yang mulia".

Lembar Kedua :


"Bom syahid ini adalah untuk kalian semua orang-orang kafir, kalian akan kami kejar walaupun kalian ke awan. Kematian kalian pasti. Mujahidin masih hidup di Indonesia".



Polisi kemudian melakukan penyelidikan terhadap pembawa bom ini hingga sampai dilimpahkan ke pengadilan, yang kabarnya diancam dengan Hukuman Mati. Antum bisa melihat atau mencari berita-berita tentang peristiwa ini dengan searching di Google atau pada beberapa link berikut :

ü http://news.okezone.com/read/2010/10...arena-benturan
ü http://www.tribunnews.com/2010/09/30...bom-kalimalang
ü http://www.detiknews.com/read/2011/0...m-hukuman-mati
ü http://berita.liputan6.com/hukrim/20....Tak.Konsisten



Pelajaran dari kasus Bom Kalimalang ini adalah :


a. Kemandirian Sang Mujahid, mulai dari perencanaan, persiapan, sampai pada pelaksanaan eksekusi lapangan semua dilakukan seorang diri.

b. Kecerdikan dia dalam beralibi dan bagaimana ketabahan dia menghadapi perlakuan Thoghut yang “mengadilinya”.


· Bom Buku ( 2011 )


Dan contoh yg terakhir adalah Bom Buku yang baru saja terjadi beberapa hari yang lalu dan masih menghiasi Berita di Media Massa. Silahkan antum cermati sendiri perkembangannya. Satu hal yang sudah jelas bisa kita ambil pelajarannya adalah tentang Modus Serangan yang sama sekali baru dan tak terduga oleh Thoghut.


Ikhwah sekalian…..


Aksi-aksi Amaliyah Individual seperti inilah yang semestinya kita gencarkan saat ini. Karena di tengah kesulitan dan minimnya sumber daya yang ada seperti saat ini, Amaliyah seperti inilah yang paling pas dan tepat (tanpa merendahkan dan mengesampingkan Jenis Amaliyah yang lebih besar lainnya). Karena bisa dibuat dengan biaya yang murah dan terbukti cukup efisien dalam mengacaukan Barisan Musuh, serta memecah konsentrasi mereka. Selain itu Amaliyah model ini lebih sulit dideteksi dan diungkap oleh Thoghut, sebagaimana diungkapkan oleh mereka dalam kasus Bom Buku yang terakhir ini. Andai pun terungkap, Amaliyah Jihad Fardiyah ini risikonya bisa diminimalisir sedemikian rupa karena pelakunya mungkin hanya 1-2 orang saja. Tanpa ada rantai komando dan keterlibatan banyak oran. Inilah kelebihan dari Amaliyah jenis ini.


Ikhwah sekalian….


Kemudian untuk selanjutnya, bagaimana membuat Efek dari Amaliyah Jihad Fardiyah ini bisa semaksimal mungkin menggentarkan musuh sekaligus juga bisa mentarbiyah Ummat agar terinspirasi oleh Amaliyah model ini dan mengembalikan kepercayaan diri Ummat bahwa sebenarnya kita masih mampu memukul mereka, dan bahwasanya musuh itu tak sehebat yang kita kira.


Di sinilah Peranan Media Jihadi dengan segenap Para Aktivisnya sangat diperlukan. Karena melalui Media lah kita bisa menyampaikan pesan kepada masyarakat dan semua orang yang bisa membacanya. Jadi Peran Media itu haruslah seperti Pisau bermata Dua, di satu sisi dapat menggentarkan musuh dan di sisi lain bisa mentarbiyah Ummat. Untuk itu, hal-hal yang perlu dilakukan Media Jihadi adalah :

1. Membuat dan menyebarkan berita-berita tentang Amaliyah Jihad Fardiyah ini seluas-luasnya.

2. Mengolah Berita / Topik terkini yang berkaitan dengan Amaliyah Fardiyah agar bisa menginspirasi para Muwahhid Mujahid yang punya niat dan kemauan untuk beramal namun barangkali masih bimbang dalam menentukan Model Amaliyah.

3. Cepat dalam membuat publikasi yang berisi dua poin di atas agar tidak kehilangan momentum.


Nah, untuk itu, kepada Para Aktivis Media Jihadi (bloger, Admin / Anggota Forum, Facebooker, dsb) agar mulai sekarang melatih kepekaan membaca situasi, kemampuan Analisys masalah, dan olah kata agar dapat melakukan tiga hal di atas dengan cepat dan akurat. Jadi kita berharap, Para Aktivis Media Jihad ini tidak hanya pandai copy-paste Artikel Mujahidin luar, copy-paste link, atau menterjemahkan artikel berbahasa asing saja (tapi juga dibutuhkan Para Analisator Perkembangan Ummat Islam, -ed).

Selama ini kita selalu bergantung pada Media Thoghut, ketika mereka menghentikan pemberitaan kita pun juga ikut kehilangan informasi. Lihatlah Kasus Bom Kalimalang, hampir-hampir kita kehilangan informasi, coba saja antum googling, hanya sedikit berita yang kita peroleh. Alangkah bagusnya lagi jika kita bisa mempunyai Tim Investigsi sendiri (tapi ini tidak harus). Kita bisa memainkan berita yang sudah terekspose tapi dengan gaya bahasa yang berbeda, gaya bahasa bernada Tahridh dan Mengancam Musuh.


Ikhwah sekalian…

Jika Amaliyah Jihad Fardiyah dan Peran Media dalam mentahridh dan menggentarkan musuh ini bisa kita gencarkan, Insya Alloh kita telah menunaikan dua Faridhoh yang tertera dalam Surah An-Nisa:84 yaitu : BERPERANGLAH MESKIPUN SEORANG DIRI dan MENGOBARKAN SEMANGAT ORANG BERIMAN UNTUK BERPERANG sebagaimana yang ana kutip di awal tulisan ini.


Kita cukupkan dulu pembahasan kita sampai di sini dulu, ana berharap ada tanggapan dan masukan dari antum semua agar amal kita ini bisa semakin sempurna dan segala kesempurnaan hanya milik Allah SWT. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Jika ada kesalahan ana memohon ampun kepada-Nya, dan jika ada kebaikan dan manfaat semua itu dari Allah SWT. Barokallohu fiekum.




Diterbitkan oleh



www.al-busyro.com
 
sumber : forum at-tawbah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar