Sabtu, 29 Oktober 2011

Amerika Serikat Bakal Tamat di Afghanistan

Sedikitnya 13 tentara Amerika Serikat tewas seketika, akibat serangan seorang pembom syahid, yang mengendarai mobil, dan menghantam kendaraan pasukan NATO di Kabul. Para pejabat Amerika Serikat mengatakan, ikut tewas dalam serangan yang sangat dahsyat itu satu polisi Afghanistan dan tiga warga sipil tewas.
Taliban menyatakan bertanggung jawab atas serangan itu. Serangan bom syahid itu merupakan serangan yang paling mematikan bagi pasukan Amerika Serikat, sejak Taliban berhasil menembak jatuh helikopter Chinook, pada 6 Agustus lalu, yang menewaskan 38 orang. Sebelumnya, Taliban menyerang kedutaan besar Amerika Serikat dan Markas Nato di Kabul.
Dengan kematian 13 tentara Amerika Serikat itu, maka jumlah pasukan Amerrika yang tewas mencapai 1.453, dan totalnya 1.824 di Afghanistan, termasuk 371 orang yang tewas dari kalangan sipil.
Hari Sabtu, di maa seorang pembom syahid pejuang Taliban bernama Abdul Rahman Hazarbos, bermodalkan bahan peledak seharga £ 1.500, menabrakan Toyota-nya ke arah bus di jalan utama yang sering digunakan oleh pelatih pasukan NATO, dan jalan itu merupakan  pusat pelatihan utama militer Afghanistan, ujar juru bicara Taliban.
Serangan itu berhasil menghancurkan bus baja pasukan Ameirka Serikat - bus lapis baja RhinoRunner, di mana kendaraan yang beratnya 13-ton digambarkan sebagai "Bus Terberat di Planet Bumi" - dan bus baja ini, mampu melindungi dari serangan bom syahid. Tetapi, pejuang Taliban berhasil menghancurkan kenderaan, kebanggaan pasukan Amerika Serikat itu.
Ledakan itu menandai korban terbesar Amerika Serikat di Afghanistan sejak 6 Agustus, ketika Taliban berhasil menjatuhkan helikopter, menewaskan 38 - termasuk 30 pasukan Amerika, di antaranya 17 anggota pasukan elite dari Navy SEAL, yang membunuh Osamah bin Laden.
Bagaimanapun kenyataan ini adalah serangan terbaru di jantung ibukota Kabul. Dan, hakekatnya Presiden Afghanistan Hamid Karzai selama bertahun-tahun hanya sebagai "walikota Kabul", karena pemerintahannya tidak mempunyai pengaruh apapun. Para pejabat AS sangat tertekan atas kemampuan Taliban yang berhasil menyerang dalam kota Kabul.
Dalam serangan terpisah, 3 orang pasukan Australia tewas ketika seorang pria dalam seragam tentara Afghanistan melepaskan tembakan. Dalam serangan lain lagi, yang terjadi di timur laut Afghanistan, seorang wanita meledakkan dirinya di dekat badan intelijen Afghanistan, melukai empat orang.
Nampaknya, sesudah keputusan Presiden Barack Obama yang mengakhiri perangnya di Irak, dan ini merupakan kegagalan Amerika Serikat, kini Amerika Serikat, tidak bakal mampu lagi berahan di Afghanistan. Taliban terus meningkatkan serangannya ke jantung ibukota Kabul. Usaha-usaha membawa kelompok pejuang Taliban, terutama dari kelompoknya Jalaluddin Haqqani ke meja perundingan, tidak mendapakan sambutan.
Sementara itu, hubungan Islambad dan Washington semakin memburuk, dan nyaris putus. Akibat tuduhan Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Laksamana Mike Mullen, yang berbicara bahwa badan intelijen Pakistna (ISI), terlibat dalam serangan di Kabul, yang menghantam kedutaan besar Amerika Serikat dan Markas Nato. Pakistan sekarang tidak lagi bergantung kepada Washington, dan mencari mitra baru, yaitu Cina dalam rangka memperkuat sistem pertahanan militerny. (mh/nwk)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar