Rabu, 19 Oktober 2011

Perkembangan Terakhir Bentrokan bersenjata Antara Mujahidin Morro dengan Tentara Kafir Filipina




Bentrokan bersenjata, 12 tentara Filipina tewas dan 19 mujahid syahid

BASILAN -  Sebanyak 12 tentara salibis Filipina tewas dan 19 mujahidin gugur sebagai syuhada’, dalam bentrokan bersenjata pada Selasa sore, 20 Dzulqa’dah 1432 H / 18 Oktober 2001 M di pulau Basilan. Demikian pernyataan resmi yang dirilis oleh markas besar tentara salibis Filipina.

Menurut juru bicara tentara nasional salibis Filipina, mereka mengerahkan pasukannya untuk mencari seorang warga Negara Amerika yang ‘diculik’ oleh kelompok bersenjata di wilayah Barakah, pulau Basilan, 900 km arah selatan dari ibukota Manila. Tentara salibis Filipina menuding mujahidin kelompok Abu Sayaf berada di balik peristiwa penculikan tersebut.
Dalam bentrokan bersenjata dengan kelompok mujahidin MILF tersebut, jubir militer Filipina menyebutkan sebanyak 12 tentara tewas, 11 tentara terluka, dan 10 tentara ‘hilang’. Di pihak mujahidin, masih menurut jubir militer Filipina, sebanyak 19 orang tewas.
Juru bicara kelompok mujahidin MILF menyebutkan, tentara salibis Filiphina-lah yang memulai terjadinya kontak senjata. Tentara Filipina menyerbu wilayah Barakah yang berada dalam kekuasaan MILF, mengepung desa-desa sekitarnya, dan menghentikan serangan dengan menarik mundur sementara tentara. Jubir MILF menegasikan hubungan kelompoknya dengan kelompok jihad Abu Sayaf. MILF juga menolak bertanggung jawab atas ‘hilangnya’ 10 tentara salibis Filiphina dalam bentrokan tersebut.
Kelompok jihad MILF adalah mujahidin Islam yang dibentuk oleh syaikh Salamah Hasyim rahimahullah.Berjuang di kepulauan Mindanao dan sekitarnya, kelompok ini bertujuan memerdekakan wilayah muslim Mindanao dan sekitarnya dalam sebuah daulah Islam yang menegakkan syariat Allah, terpisah dari penjajah salibis Filiphina sebagai pelanjut misi salibis penjajah Spanyol dan Amerika Serikat. (Muhib al-Majdi / Arrahmah.com)

Pejuang Muslim Moro Tewaskan 19 Tentara Filipina 

 
Militer Filipina menuduh pejuang Islam Rabu kemarin (19/10) menewaskan 19 tentara mereka di sebuah pulau terpencil di selatan dan insiden ini menjadi salah satu aksi kekerasan terburuk antara kedua belah pihak dalam beberapa tahun.
Pertempuran yang berlanjut menjadi semakin rumit dalam upaya untuk mengakhiri salah satu pemberontakan terlama di Asia, dengan Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dan militer saling tuduh telah melanggar gencatan senjata dalam upaya untuk mempromosikan pembicaraan damai.
Pihak militer mengatakan tentara mereka berburu anggota kelompok Al-Qaidah Abu Sayyaf di hutan pulau Basilan ketika gerilyawan MILF menyergap mereka, memicu bentrokan selama sembilan jam. Sembilan belas tentara Filipin tewas, 13 terluka dan tiga masih hilang, komandan militer Letnan Jenderal Raymundo Ferrer menyatakan kepada wartawan.
"Kami tidak hanya mendapatkan pelanggaran gencatan senjata melawan mereka, tetapi juga adanya pembunuhan yang dilakukan anggota mereka terhadap tentara kami," kata Ferrer.
Militer awalnya melaporkan bahwa 13 tentara telah tewas dalam pertempuran, dan enam tentara disandera. Tetapi tubuh dari enam tentara ditemukan pada Rabu kemarin, memicu tuduhan dari militer bahwa mereka telah dibunuh sewaktu di penahanan.
"Mereka pasti dibunuh ... mereka masih hidup tadi malam," kata juru bicara militer Antonio Parlade di Manila.(fq/pkstntoday/eramuslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar