Kamis, 20 Oktober 2011

Calon Pembom "Bom Syahid" Palestina Minta Anak-Anak Meniru Dirinya

 
Seorang calon pembom syahid diri Palestina yang dibebaskan oleh Israel dalam pertukaran tahanan untuk prajurit Gilad Shalit mengatakan kepada anak-anak sekolah yang menyambutnya di Jalur Gaza sehari setelah pembebasannya pada Rabu kemarin (19/10) bahwa ia berharap mereka (anak-anak sekolah) akan mengikuti teladannya.
"Saya harap kalian akan berjalan di jalan yang sama yang kami ambil dan Insya Allah, kita akan melihat beberapa dari kalian sebagai syuhada," kata Wafa al-Biss kepada puluhan anak-anak yang datang ke rumahnya di utara Jalur Gaza.
Setelah dia berbicara, anak-anak bersorak dan melambaikan bendera Palestina dan meneriakkan: "Kami akan menyerahkan jiwa dan darah kami untuk menebus para tawanan. Kami akan menyerahkan jiwa dan darah untuk Anda, Palestina."
Biss sedang melakukan perjalanan ke rumah sakit Soroka Bersyeba untuk perawatan medis pada tahun 2005 ketika tentara Israel di perbatasan Erez melihat dia berjalan dengan langkah yang mencurigakan. Tentara Israel menemukan 10 kg bahan peledak telah dijahit ke pakaian dalamnya.
Biss sendiri merupakan seorang anggota Brigade Syuhada Al-Aqsha, salah satu sayap militer dari gerakan Fatah partai, oleh pemerintah Israel Biss akhirnya dijatuhi hukuman 12-tahun untuk perencanaan melakukan aksi bom bunuh diri.
Biss adalah salah satu dari 477 warga Palestina yang dibebaskan oleh Israel pada hari Selasa lalu dalam tahap pertama dari sebuah pertukaran dengan penguasa Hamas di Gaza yang mengakhiri lima tahun penahanan Shalit. 550 warga Palestina lain akan dibebaskan pada tahap kedua akhir tahun ini.(fq/ynet)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar