Senin, 28 November 2011

Al-Shabaab Somalia Tutup 16 Lembaga Bantuan Internasional


Pejuang Islam Somalia Al-Shabaab memerintahkan untuk menutup 16 lembaga bantuan internasional Senin kemarin (28/11) di daerah yang mereka kontrol, dan memperingatkan akan melakukan tindakan tegas bagi mereka yang tidak mengikuti arahan ini.
"Setiap organisasi yang ditemukan mendukung atau aktif terlibat dalam kegiatan yang dianggap merugikan pencapaian suatu negara Islam, atau melakukan tugas lain dari yang secara resmi mereka nyatakan, akan dilarang segera tanpa peringatan terlebih dahulu," kata Al-Shabaab dalam sebuah pernyataan.
Pekerja bantuan dan saksi mata sebelumnya mengatakan bahwa pria bersenjata Al-Shabaab menyerbu kantor beberapa lembaga bantuan internasional dalam serangan terkoordinasi di wilayah yang dikendalikan Al-Shabaab pada hari Senin kemarin.
"Tiga kendaraan lapis baja dengan orang-orang bersenjata mengepung kantor-kantor, termasuk kantor UNICEF," kata Adulahi Idle, seorang warga di Baidoa. "Saya melihat banyak milisi masuk ke dalam kantor dan memaksa orang di sana untuk pergi."
Sebuah sumber keamanan regional mengatakan serangan di selatan dan tengah Somalia terencana dan terkoordinasi, di mana sekelompok orang bersenjata menyita komputer, telepon dan peralatan lainnya dari pekerja bantuan. Tidak ada penangkapan yang dilaporkan.
"Ini merupakan kejutan, tetapi sesuatu yang jelas direncanakan," kata seorang pejabat badan bantuan yang bekerja di Somalia.
Al-shabaab telah memblokir staf internasional yang bekerja untuk badan bantuan di wilayah mereka, tetapi memungkinkan operasi terbatas yang dilakukan oleh warga negara Somalia.
"Mereka datang dengan senjata ke kantor dua lembaga bantuan dan memerintahkan semua staf untuk pulang, dan merek kemudian mengambil alih kontrol dari kantor," kata seorang warga lokal yang bekerja untuk badan bantuan internasional di Dinsor, di wilayah Teluk.
Namun, beberapa lembaga dilaporkan terhindar dari penggerebekan menurut warga, termasuk Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dan Medecins Sans Frontieres.(fq/afp/eramuslim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar