Senin, 07 November 2011

Pengungsi Muslim Ambon Rayakan Idul Adha di Tengah Puing-puing Ratusan Rumah


Pengungsi Muslim Ambon Rayakan Idul Adha di Tengah Puing-puing Ratusan Rumah

AMBON – Semarak perayaan Idul Adha menjadi penghiburan sejenak bagi ribuan pengungsi Muslim yang berduka pasca penyerbuan Salibis yang menghanguskan rumah-rumah mereka dalam insiden 9/11.
Suasana ceriah dan suka cita bercampur haru terlihat di wajah para pengungsi Muslim, ketika shalat Id dan menyembelih qurban di tengah puing-puing ratusan rumah Kampung Waringin Ambon.
Ahad pagi (6/11/2011), bertepatan dengan tanggal sepuluh Dzulhijjah, suasana mulai ramai di kampung yang hampir seluruhnya rumahnya telah musnah dibakar Salibis. Kampung Waringin yang tidak berpenghuni lagi menjadi saksi bisu kekejaman kaum salibis yang telah melakukan penyerbuan dengan keji pada tanggal 11 September lalu. Penyerangan kaum salibis tersebut telah menghanguskan masjid dan ratusan rumah kaum muslimin, ratusan orang terluka dan 8 orang tewas dalam peristiwa Ahad kelabu tersebut.
Kini ratusan keluarga muslim kampung Waringin hidup di dua tempat pengungsian yaitu di gedung Telkom dan pasar Gotong-royong.
Namun pagi tanggal 10 Dzulhijjah itu ratusan warga Waringin yang berada di pengungsian berbondong-bondong mendatangi kampung Waringin yang kini tinggal puing-puing. Mereka datang hendak menunaikan shalat Idul Adha di Masjid Al-Mukhlisin. Meski beberapa bagian sempat hangus terbakar, tapi masjid ini masih berdiri kokoh di tengah ratusan rumah yang telah menjadi puing. Bagian-bagian itu telah diperbaiki, salah satunya atas bantuan donasi pembaca voa-islam.com. Masjid Al-Mukhlisin adalah satu-satunya bangunan yang selamat dalam peristiwa penyerangan oleh laskar Salib pada 11 September lalu.
Ustadz Drs Hasan Latuapo bertindak sebagai imam dan khatib dalam sholat Idul Adha yang diikuti oleh sekitar 250 jama’ah itu.
Para jamaah mendengarkan dengan khusyuk dan penuh khidmat terhadap uraian khatib tentang keteladanan Nabiyullah Ibrahim ‘alaihissalam dalam ketaatan dan pengorbanan.
Usai melaksanakan shalat Idul Adha, para jamaah melanjutkan kegembiraan dengan menyembelih hewan qurban. Alhamdulillah, terkumpul 11 ekor sapi dan 9 ekor untuk disembelih dan dibagikan kepada pengungsi Muslim Kampung Waringin.
Penyembelihan hewan qurban dilakukan selama dua hari. Hari pertama, penyembelihan 6 ekor sapi dan 5 ekor kambing pada hari Ahad. Disusul penyembelihan 5 ekor sapi dan 4 ekor kambing pada hari kedua, Selasa (8/11/2011).
Selanjutnya daging-daging qurban tersebut akan dibagikan kepada 350 Kepala Keluarga pengungsi Waringin yang bertempat di gedung Telkom dan Pasar Gotong-Royong.
Meskipun merayakan Idul Adha di tengah-tengah puing perkampungan mereka yang telah hangus terbakar, namun di hari raya Idul Adha ini mereka tetap menampakkan kegembiraan dan kebahagiaan.
Kepada voa-islam.com, seorang pengungsi mengungkapkan perasaan harunya ketika merayakan Idul Adha tahun ini. “Ada sesuatu yang berbeda pada Idul Adha kali ini, karena saya tak bisa berkumpul dengan keluarga di dalam rumahnya seperti tahun-tahun yang lalu,” ungkap warga yang rumahnya hangus terbakar itu. Di pengungsian, ia tak satu lokasi dengan keluarganya yang mendapat jatah menghungsi di tempat lain.
Karenanya, pria yang aktif menjadi pengurus masjid ini berharap agar pemerintah menepati janjinya untuk segera membangun kembali rumah-rumah di kampung Waringin yang habis terbakar. “Pemerintah harus penuhi apa yang mereka janjikan supaya warga bisa kembali hidup secara normal dan tidak lagi menjadi pengungsi di negeri sendiri,” ujarnya.
Sama seperti pengungsi Muslim lainnya, ia juga berharap agar pemerintah tidak berbelit-belit dalam menyalurkan dana bantuan untuk para pengungsi.
Melalui berita ini, ia berharap agar pemerintah mendengar keluh-kesah pengungsi Muslim. “Semoga harapan para pengungsi muslim Ambon tidak menjadi harapan yang kosong. Dan semoga apa yang dijanjikan oleh Pemerintah Daerah bukan sekedar pepesan kosong,” pungkasnya. [taz, af, voa-islam]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar