Kamis, 08 Desember 2011

Ahli Terorisme Amerika Berkumpul Bahas 'Jihadis Social Media'


Pesan 'propaganda' online yang rutin dirilis gerakan Al Qaidah merupakan sumber berharga bagi badan intelijen dan pesan itu memang akhirnya memantik beberapa pemuda untuk benar-benar melakukan serangan, hal ini disampaikan para ahli masalah terorisme di Amerika, pada Selasa kemarin.

William McCant, seorang analis untuk Pusat Analis Angkatan Laut (CNA), kepada sebuah panel kongres menjelaskan hal tersebut, namun "untungnya sebagian besar pemuda yang menonton dan membaca propaganda Al Qaidah banyak yang tidak terpengaruh dan memilih untuk tidak bertindak."

"Ada sebagian kecil orang yang merespon positif pesan-pesan propaganda Al Qaidah, namun jumlah mereka yang bersedia melakukan serangan tersebut tidak akan mampu membuat kekerasan luas," tambahnya.

Para pengamat terorisme, kemarin berkumpul di Washington pada pertemuan yang mengambil tema "Jihadis Menggunakan Sosial Media". Acara tersebut untuk merekomendasikan pembersihan internet dari situs-situs Al Qaidah.

"Prioritas utama yang harus dilakukan adalah pengamatan, dan bukannya menghapus kontent," kata analis dari CNA, pusat penelitian dan pengembangan yang didanai pemerintah federal untuk korp Marinir dan Angkatan Laut Amerika.

Sementara itu, Brian Jenkins, penasihat senior RAND Corporation mengatakan, "banyak calon pelaku jihad memulai perjalanan mereka dari Internet."

"Dari jumlah tersebut, beberapa dari mereka mencari pelatihan militer di luar negeri melalui internet, untuk merencanakan serangan teroris disini," imbuh Jenkins. "Tapi sejauh ini, respon para Al Qaidah Amerika tidak terlalu besar dan tidak banyak."

"Dalam rentang waktu pasca serangan 9 September 2001 hingga akhir 2010, ada total 176 orang Amerika, yang diidentifikasi sebagai jihadis," masih kata Jenkins.

"Al Qaidah telah menciptakan tentara virtual, yang hanya tetap virtual saja."

Para penasihat di RAND Corporation juga mengatakan, diskusi online yang terjadi di forum-forum jihad adalah "sumber intelijen yang sangat berharga."

Dalam diskusi kemarin, para pengamat terorisme merasa lebih baik memasang seorang agen di forum-forum jihad, atau secara berkala mengawasi mereka, daripada menutup situs-situs Al Qaidah. Karena para milisi virtual itu akan terus membuat situs baru, jika situs mereka sebelumnya ditutup paksa. [muslimdaily.net]

Sumber: AFP

Tidak ada komentar:

Posting Komentar