Kamis, 15 Desember 2011

Hari Ini Ambon mencekam, Salibis Kembali Lakukan Provokasi


Hari Ini Ambon mencekam, Salibis Kembali Lakukan Provokasi

AMBON – Ketegangan yang terjadi di kota Ambon sejak tadi malam terus berlanjut hingga siang hari ini. Peristiwa di depan perempatan Al-Fatah di jalan AY Patty yang dituding oleh pihak Kristen sebagai kejadian penikaman yang menewaskan sopir angkot Kristen bernama Valdo Petta (18) pada Rabu (14/12/2011) pukul 21.30 WIT.

Sejak pagi suasana Ambon sudah mencekam, menyusul ancaman massa Kristen tadi malam untuk melakukan aksi demo besar-besaran.
Suasana semakin mencekam ketika dua buah angkutan kota milik warga muslim jurusan Batumerah–STAIN dan angkot jurusan Batumerah Dalam–Soabali dilempar oleh massa Kristen di permukiman Kristen Belakang Soya.
Akibat lemparan batu dari massa Kristen itu, dua angkot tersebut mengalami kerusakan cukup parah, sebagian besar kacanya hancur. Peristiwa pelemparan terhadap angkot milik warga muslim membuat suasana semakin mencekam, karena terjadi konsentrasi massa muslim di beberapa tempat yang membuat kemacetan yang cukup parah di daerah Batu Merah.
Di lain pihak, pada saat yang sama massa Kristen juga berkumpul dalam jumlah yang cukup banyak di sekitar tugu Trikora. Konsentrasi massa Kristen sudah terjadi sejak pukul 09.00 WIT. Mereka berunjuk rasa di Polda Maluku, menuntut agar polisi segera menangkap pelaku penikaman yang menewaskan Valdo Petta.
Ketegangan kota Ambon sempat membuat arus lalulintas dari luar kota terhambat beberapa jam. Sampai pukul 14.00 WIT angkutan kota dari permukiman Kristen Kudamati tidak ada yang melintas melalui perkampungan Muslim seperti hari biasanya.
Ketegangan kota Ambon juga membuat toko-toko di pusat perbelanjaan terbesar di Ambon yaitu Amplaz (Ambon Plaza) tutup dan menghentikan aktivitas jual beli. Namun demikian sampai berita ini dimuat di dalam kota Ambon belum terjadi bentrokan antara massa Kristen dan massa Islam seperti yang dikhawatirkan oleh banyak pihak.
Keadaan Ambon yang belum pasti keamanannya sangat memungkinkan akan terjadi kerusuhan susulan secara tiba-tiba. Kesigapan aparat keamanan dan kewaspadaan dari kaum muslimin sangat diperlukan untuk mengantisipasi terjadinya bentrokan massa yang tidak diinginkan. [af/voa-islam]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar