Selasa, 27 Desember 2011

MAHASISWA DAN DOSEN ANTARA JIHAD, BANGKU KULIAH DAN TUTOR

Berkata Imam Nawawi: Jika jihad menjadi fardhu ain maka ia lebih afdhal dari pada ilmu, sama saja apakah itu ilmu fardhu ain atau fardhu kifayah (Qolu Faqul 70)

Syeikh Al-Mujahid Harist Abdus Salam Al-Mishriy berkata:

Betapa ramainya orang-orang mengaku-aku bahwa mereka dalam jihad. Mereka berkata: "Kami dalam jihad", pengakuan untuk menghiasi keengganan mereka mengikuti perang. Cobalah lihat gaya kehidupan mereka; pejabat aman bersama keluarganya, ini pedagang, lalu itu buruh, petani dan lihat disana mahasiswa Al-Azhar atau mahasiswa fakultas syareah (ushuluddin), kedokteran, ekonomi, ilmu politik atau ……Masing-masing menyangka dalam jihad, mereka boleh duduk meninggalkan perang, sedang dia di negerinya makan, minum, kuliah, kerja dengan senang santai menganggap apa yang mereka lakukan lebih baik dari perang. Mereka-mereka ini para pengubah dan penyeleweng harus duduk manis memperdalam Al-Kitab dan sunnah serta sirah tabi'in. (10)

"Jihad apabila menjadi fadhu ain, maka anak berangkat perang tanpa perlu mendapat ijin dari orang tuanya. Apakah hari ini mahasiswa berangkat kuliah dengan jarak begitu jauh untuk menempuh ilmu falsafat atau ekonomi harus meminta ijin kepda orang tuanya? Bila bunda melarang anak-anaknya untuk mengikuti ujian mata kuliah ekonomi, apakah harus dipatuhi hal ini? Begitu juga bila bunda melarang anak-anaknya untuk meninggalkan jihad ketika fardhu ain apa harus ditaati? Manakah yang paling urgen? Perang ataukah studi ekonomi? Apakah Anda tidak mengerti dari ungkapan saya itu bahwa sebenarnya persiapan-persiapan seperti ini di negerimu tidak lain kecuali pikiran yang salah mengalir menutupi akal sehat!! Sesungguhnya persiapan (idad) yang hakiki adalah persiapan untuk perang". (Ibid 11)

Bila jihad telah fardhu ain, seseorang boleh berangkat tanpa meminta ijin kepada orang yang menghutangi seperti dijelaskan oleh para ulama. Apakah kamu ketika akan berangkat kuliah mempelajari ekonomi sibuk dan cemas karena beban hutang dan memperberat studimu dari pada jihad dengan beralasan bahwa idad fikri (persiapan intelektual) lebih baik dari pada idad perang? Apakah hukum syareat telah diamandemen seiring bergulirnya zaman? (12)

Jihad ketika fardhu ain didahulukan daripada shalat menurut madzhab empat kecuali Hambali. Meninggalkan jihad fardhu ain berarti dosa sebagaimana meniggalkan shalat. Apakah perbuatan kamu ketika kuliah, diskusi dan praktek laborat kalian utamakan dari shalat, zakat dan puasa ketika itu semua berbenturan? Apa pendapat kalian? Sesungguhnya apa yang kalian perbuat hari ini lebih baik dan lebih bermanfaat bagi muslimin, benarkah begitu? Apakah benar kalian menetapkan maslahah yang lebih baik dari apa yang telah Alloh, rasul tetapkan dan diikuti para ulama? (12)

Seandainya diadakan ujian yang memerlukan waktu selama enam jam, dimulai dari sebelum azan dhuhur dan selesai ketika isya dengan melewati tiga shalat. Bolehkan seseorang meninggalkan shalat ini dengan alasan suatu ketika nanti bila ia lulus dan berhasil membuka praktek klinik pengobatan, maka ia akan sumbangkan 30% dari penghasilannya untuk jihad Palestina? Lalu apakah juga boleh mengikuti ujian perkuliahan di teknik sipil dan meninggalkan shalat jumat karena waktunya mepet? Namun dalam medan tempur, shalat boleh ditinggalkan bila kondisi peperangan berkecamuk sangat hebat (dengan shalat khaouf atau jamak ) seperti terjadi dalam perang Khandaq".(12)

Bila seseorang hendak mengikuti perkuliahan di universitas "Barat", namun dia harus meminum sedikit vitamin untuk menambah suplemen agar mampu mengikuti perkuliahan padahal hari itu puasa ramadhan, apakah boleh bagi dia untuk melakukan hal ini? Tapi jihad ketika fardhu ain dia diutamakan dari puasa dengan kesepakatan seluruh ulama dan dia boleh berbuka. Kalau begitu manakah yang lebih utama perang atau….?

Seandainya sebelum mengikuti suatu ujian, pihak universitas mensyaratkan telanjang untuk diperiksa didepan computer, apakah dibenarkan dia melakukan hal ini dengan alasan jika nanti behasil lolos masuk fakultas teknik nuklir maka dia kan mempelajari cara merakit rudal berhulu ledak nuklir dengan itu dia bisa menyerang Israel?"

Manakah yang terasa lebih menakutkan musuh, seorang pemuda yang mengendap-endap melaksanakan operasi peledakan pada sasaran Yahudi dan sukses tetapi pemuda tersebut tertangkap dan dieksekusi ataukah pemuda yang (terang-terangan) masuk (SPMB) di Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Teknik Arsitektur? (23)

Kepada para penyanjung peradaban (teknologi) aku ajukan soalan: Bila musuh melakukan suatu invansi ke dalam kotamu, apakah yang kamu lakukan maju memeranginya dengan sekuat tenagamu ataukah kamu diam tetap konsentrasi merampungkan kuliahmu? Apakah dalam Islam ada pemahaman tentang pembagian/batasan-batasan Negara (selain darul Islam atau harbi serta maridin). Sesungguhnya Negara Islam adalah satu kesatuan! Pantaskah kita berkata kepada anak-anak Palestina: Berangkatlah kalian pelajari ekonomi dan social dan kita akan mengobarkan perang peradaban bukan perang bersenjata!!! Subhanalloh! (27)

Rasululloh bersabda: "Jika kalian berjual beli inah, kalian mengikuti ekor sapi, kalian ridha pada pertanian dan kalian tinggalkan jihad, maka Alloh akan timpakan pada kalian suatu kehinaan yang tidak akan lepas sampai kalian kembali kepada agama kalian". (Abu dawud dengan isnad hasan. Syeikh Syakir berkata: shahih). Dalam riwayat lain: "Jika manusia telah tergantung pada dinar dan dirham….Allah akan turunkan padanya cobaan”. (Tirmidzi, Baihaqi: shahih). Kehinaan disebabkan oleh harta, ekonomi dan meninggalkan jihad, lalu kepiye kalian berstatemen bahwa idad ekonomi lebih diutamakan dari pada idad operasi militer? (28)

Kehinaan kita bermula dari meninggalkan jihad bukan dari kelalaian kita kan ekonomi, politik, teknologi atau informatika. (28)

Siapa yang ngomong bahwa jihad tidak mungkin bisa ditegakkan tanpa persiapan informasi dan ekonomi? Bukankah perang melawan komunisme di Afghan dimulai oleh 30 orang? Di Cechnya oleh 12 orang? Padahal sebelumnya kita pada perang Hunain memiliki jumlah sangat banyak tetapi kenyataan di lapangan memberikan efek sebaliknya? Siapa yang melarang berperang dan mengalihkan kepada pendapat yang kamu sebarkan? (29)

Sedangkan orang yang duduk-duduk ngoprek mempelajari ilmu informatika dan informasi yang peperangan senantiasa mempertautkannya dengan alasan bahwa computer merupakan alat yang paling penting dalam pertempuran. Maka kami jawab: janganlah kamu mentertawai dirimu sendiri, sebab tanpa diragukan lagi disana ada yang lebih penting dari semua itu. Mengapa kamu tidak mempelajari hal-hal yang langsung bermanfaat dalam kancah peperangan? Dengan kalimat yang lebih jelas: Mengapa kamu tidak mempelajari teknik-teknik nikayah (menceburkan diri) pada kerumunan kafirin? Misalanya dengan nikayah untuk merugikan perekonomian mereka…agar mereka sakit dan menderita.." (36)

***
Akhi muslim, perkataan-perkataan beliau ini rasanya tidak mungkin diucapkan oleh golongan manusia. Beliau sangat ringan dalam melontarkan kalimat-kalimat yang lebih tajam dari peluru karena beliau berada pada puncak ketinggian Islam – dzirwatu tsanamil Islam – diantara desingan misil, splinter dan kelaparan. Sedangkan kami merasa berberat hati menerimanya karena berada pada lembah dunia – Al-Wahn -.

Kitab setebal 154 halaman ini membantah para apriori jihad terkusus para pelajar, dosen dan intelektual muslim yang menyanyikan ribuan alasan dan Syeikh membahasnya secara tajam dan ilmiah. Buku ini bukan sembarang buku, tidak kaku bak desertasi penuh footnote, tapi ia hidup, benar-benar hidup. Antum wajib mempelajarinya dan silahkan bandingkan….

Ya Rabbi, bimbinglah daku untuk mendekat pada petunjukmu yang lurus ini



Oleh     : Syeikh Al-Mujahid Harist Abdus Salam Al-Mishriy

Source   : Qoluu Faqul! Anil Jihad

Catatan Kami Yang Terasing FB


Tidak ada komentar:

Posting Komentar