Selasa, 06 Desember 2011

Seorang komandan milisi Syiah Houtsi tewas bersama 25 anak buahnya

SHO’DAH – Sumber-sumber lokal di distrik Damaj, propinsi Sho’dah menyebutkan pada hari Ahad (4/12/2011) bahwa komandan militer milisi Syi’ah Houtsi yang memblokade dan menyerang kaum muslimin sunni di distrik Damaj, Abu Ali al-Hakim, tewas akibat ranjau yang ditanam oleh kelompok bersenjata penduduk Damaj.
Sumber-sumber tersebut mengungkapkan, komandan militer milisi Syi’ah Houtsi yang juga menjadi penguasa sebenarnya dari propinsi Sho’dah tersebut tewas dalam perjalanan menuju distrik Kataf, untuk mengendalikan pertempuran milisi Syiah melawan suku-suku setempat yang hendak menolong kaum muslimin di distrik Damaj.
Sementara itu kelompok sunni Jama’ah Anshar Sunnah beserta para pemuda distrik Damaj melancarkan serangan balasan terhadap milisi Syiah Houtsi, yang menewaskan sekitar 25 milisi Syiah tersebut.
Tewasnya seorang komandan dan beberapa anggota milisi telah meledakkan kemarahan milisi Syiah dukungan Iran tersebut. Setelah tembak-menembak berhenti selama beberapa jam oleh diplomasi Palang Merah Yaman dan gubernur Faris Manna’, Ahad sore (4/12/2011) kemarin milisi Syiah kembali menghujani kaum muslimin Damaj dengan tembakan persejataan berat dan mortar.
Diplomasi yang menghentikan baku tembak selama beberapa jam telah memberi peluang kepada Palang Merah untuk mengirimkan bantuan obat-obatan dan makanan bagi penduduk muslim Damaj.
Juru bicara kelompok Salafi Yaman di Damaj, Abu Ismail menjelaskan bahwa milisi Syiah Houtsi telah menempatkan persenjataan berat di sekeliling Damaj untuk mengetatkan blokade dan membantai kaum muslimin Damaj. Penempatan persenjataan berat yang paling menojol terjadi di arah Jamimah. Di kawasan itu, Milisi Syiah Houtsi menempatkan meriam anti pesawat udara (anti air-craft), meriam mortar kaliber 23, meriam mortar kaliber B-10, meriam Howen, pelontar roket, dan kendaraan militer Hamer.
Meski blokade total dan serangan mematikan milisi Syiah Houtsi terhadap kaum muslimin di distrik Damaj, propinsi Sho’dah sudah berjalan selama 50an hari, namun pemerintah Yaman dan militer Yaman dari pusat Shan’a maupun popinsi Sho’dah tidak tergerak sedikit pun untuk menolong rakyatnya dan mencegah kebiadaban milisi Syiah dukungan Iran tersebut. Mereka hanya memikirkan keselamatan kekuasaannya sendiri dan sedikit pun tidak peduli dengan bencana yang dialami rakyatnya sendiri.

Milisi Syiah Houtsi merampas bantuan Palang Merah, kaum muslimin Dammaj semakin terjepit

Juru bicara kelompok Salafi Yaman di distrik Damaj, Abu Ismail, menjelaskan bahwa obat-obatan dan bahan makanan yang dibawa oleh kendaraan Palang Merah telah ditahan dan dirampas oleh milisi Syiah Houtsi. Milisi Syiah Houtsi telah memblokade total dan menyerang kaum muslimin Damaj selama 50an hari dengan persenjataan berat.
Palang Merah hanya diperbolehkan oleh milisi Syiah Houtsi untuk membawa obat merah dan kapas kepada kaum muslimin Damaj. Sementara seluruh obat-obatan yang lain dan bahan makanan telah dirampas oleh milisi Syiah dukungan Yaman tersebut. Padahal sebagian besar korban di pihak kaum muslimin Damaj mengalami luka serius akibat tembakan sniper, mortar, dan roket milisi Syiah. Mereka memerlukan banyak dokter, operasi bedah, dan obat-obatan yang layak.
Organisasi Palang Merah dan Pengawas HAM telah melakukan diplomasi untuk membawa para korban luka ke rumah sakit As-Salam di ibukota propinsi Sho’dah. Milisi Syiah hanya memperbolehan enam korban dibawa ke rumah sakit As-Salam. Puluhan korban luka berat di pihak kaum muslimin Damaj tetap dihalangi untuk dibawa ke rumah sakit, sehingga jumlah korban syahid masih sangat mungkin terus bertambah.
Sementara itu, tembakan sniper dan meriam anti pesawat (anti air-craft) milisi Syiah Houtsi terus menghujani para mahasiswa Ma’had Darul Hadits Damaj dan penduduk muslim Damaj. Dalam serangan Sabtu sore (3/12/2011) seorang mahasiswa asal Sudan dan Libya mengalami luka tembak yang serius. Kebiadaban kelompok Syiah terhadap kaum muslimin ahlus sunnah sudah terjadi sepanjang sejarah. Jika baru berbentuk milisi saja kebiadaban mereka telah seperti ini, tak heran apabila negara Syiah Imamiyah Iran ‘menggerus’ 75 % ahlus sunnah Iran sehingga kini menjadi warga minoritas yang hanya berjumlah 25 % saja. Pemenjaraan, pembunuhan, dan penyiksaan terhadap ahlus sunnah sudah menjadi kewajiban menurut keyakinan agama Syiah Imamiyah.
(muhib al-majdi/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar