Senin, 05 Desember 2011

: : Terjemah Indonesia // The Post-Imprisonment Phase // Abu Sa'ad Al Amili // Nasihat untuk Ikhwah Yang Telah Bebas Dari Penjara : :


: : Terjemah Indonesia // The Post-Imprisonment Phase // Abu Sa'ad Al Amili // Nasihat untuk Ikhwah Yang Telah Bebas Dari Penjara : :

=====================

"Nasihat Untuk Para Ikhwah Yang Telah Bebas dari Penjara"

Oleh Syaikh Abu Saad al-Amili (Semoga Alloh Melindunginya)

Bismillahirrohmaanirrohiim
(Dengan Menyebut Nama Alloh Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang).

Segala puji bagi Alloh yang dengan Rahmat-Nya terjadilah hal-hal yang baik. Alloh menguji kita dengan cobaan berupa keburukan dan cobaan berupa kebaikan untuk melihat apakah kita akan bertahan atau menyerah. Orang yang bersabar, maka ia bersabar untuk dirinya sendiri, karena hal itu akan meninggikan derajat dirinya (kemuliaan) di mata Alloh dan manusia, memberinya lebih banyak pelajaran dan memperkaya jiwanya yang akan memungkinkan dirinya untuk melanjutkan perjalanannya menuju Alloh tanpa dirintangi dengan kelesuan, kelelahan atau putus asa.

Seseorang yang menyerah, ia hanya akan memperdalam kesengsaraannya dan menjauh dari Alloh. Ia gagal dalam ujian dan ia jatuh kepada kemasiatan. Dia tidak mampu menjaga dirinya dari berbagai fitnah (ujian) yang telah ditetapkan baginya. Ia juga tidak akan dapat mencapai derajatnya (kemuliaan) pada tingkat yang tinggi yang telah menanti untuk nya dari Robb-nya, seandainya dia lebih bersabar. Dan pasti itu akan dicatat sebagai pemberat timbangan kebaikan.

Musuh kami sangat giat membuat kaum muslimin dalam keadaan sulit sebagai upaya untuk memalingkan mereka dari jalan kebenaran berupa kesabaran dalam menghadapi kesulitan dan cobaan. Musuh sengaja memalingkan kaum muslimin yang jujur dari jalan kebenaran kepada kesulitan dan cobaan dengan melukiskannya sebagai tanda telah mengikuti jalan dan ideologi yang salah. Itulah sebabnya kaum muslimin terlalu tergesa-gesa dan melenceng menjauh dari jalan kebenaran di bawah penyiksaan dan intimidasi lalu bergabung dengan musuh-musuh agama Alloh. Mereka melakukannya dengan harapan menghilangkan kesulitannya dan mencari dunia yang hina. Dimana hal Ini hanya akan menyebabkan kehinaan dan keterpurukan di dunia serta kesedihan dan penyesalan di akhirat kelak.

Orang-orang yang beriman harus mampu mengatasi kesulitan selama berada dalam tawanan hingga bebas, Insya Alloh, ia akan menjadi lebih kuat dalam iman dan lebih yakin kepada Robb mereka yang Maha Mulia dan Maha Tinggi. Mereka harus menganggap kesulitan yang mereka lalui itu tak sebanding, bila dibandingkan dengan apa yang menanti untuk orang-orang yang beriman (yakni surga) pada jalan-Nya dalam Dakwah dan Jihad dan sebagai harga yang mesti dibayar (untuk ‘membeli’ surga).

Tidak peduli seberapa sulit atau seberapa besar kemungkinannya bagi kita, mungkin masih belum sampai ke tingkat yang dibutuhkan, yang mana kita akan layak untuk menjadi setara dengan orang-orang yang sabar, tabah dan dipuji oleh Alloh dalam firman-Nya:

"Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami." [As-Sajdah : 24]

Ini tingkat kepemimpinan dalam agama, yang dicapai melalui kesabaran dan ketabahan. Kami meminta kepada Alloh dalam rahmat dan karunia-Nya untuk menjadikan kita salah satu dari mereka.

Apa yang menjadi perhatian kita dan harus menempati pikiran kita serta apa tujuan yang ingin kita capai adalah ketabahan dan kejujuran dalam menaati apa yang diperintahkan Alloh. Segala sesuatu yang lain harus tampak ringan dan tampak lebih kecil dibandingkan dengan besarnya Agama yang agung ini dan besarnya pengorbanan dari orang-orang yang sholih sebelum kita, yang berusaha untuk menjadikan Agama ini menang dan menyebarkannya kepada kita lembut, murni dan sempurna.

Jalan kami adalah jalan panjang yang diliputi dengan tipu muslihat. Kami akan menghadapi banyak musuh dan sedikit penolong sepanjang jalan itu, tetapi itu adalah satu-satunya jalan menuju keridhoan Alloh yang Maha Perkasa dan Maha Agung. Mari kita menjadi bersemangat, menawarkan lebih banyak pengorbanan demi jalan ini dan membayar harga yang lebih tinggi secara material dan spiritual untuk mencapai tujuannya.

Penangkapan dan penahanan adalah salah satu cara yang digunakan musuh untuk menghalangi kita dari jalan Alloh dan mencegah kaum muslimin dari melaksanakan kewajiban mereka. Alloh Subhanahu Wata'ala menyebutkan dalam Firman-Nya:

"Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quroisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Alloh menggagalkan tipu daya itu. Dan Alloh lah sebaik-baik pembalas tipu daya." [Al-Anfal: 30]

Ini adalah suatu contoh yang berkelanjutan yang berdiri sampai akhir waktu dan sampai peperangan antara Kebenaran dan Kebatilan berakhir. Oleh karena itu, orang-orang yang lurus harus waspada dan tidak terpengaruh oleh segala makar ini. Ini adalah salah satu taktik perang standar. Kita perlu bertahan dan terbiasa untuk itu.

Mereka menggunakan metode penyiksaan yang paling kejam dan paling biadab pada tubuh dan jiwa di penjara untuk menggali informasi yang akan mengarah pada lebih banyak penangkapan terhadap Mujahidin dan mengungkap rencana-rencana mujahidin dan cara-cara mujahidin dalam beroperasi. Hal ini merupakan tambahan di samping berbagai metode untuk menarik dan mengendalikan tahanan serta upaya untuk merekrut mereka ke dalam barisan musuh dalam rangka membuat mereka menjadi kaki-tangan dan mata-mata di dalam ataupun di luar penjara.

Ketika metode-metode ini tidak ada yang berhasil, musuh berharap dan berusaha untuk melepaskan tahanan yang telah habis tenaganya (kelelahan dengan terpaan siksaan), yang kemauannya telah memudar dan mencari keamanan jauh dari kekhawatiran dalam berdakwah dan apa yang datang dengan itu. Dia kemudian mengisolasi dirinya dari orang-orang dan menjadi elemen yang ‘netral’ atau malah kadang-kadang menjadi orang yang menghambat perjuangan. Hal ini sendiri adalah sebuah cara untuk mencapai kemenangan bagi musuh, dimana mereka berhasil menghalangi para penceramah dari misi besar mereka, yaitu Dakwah. Hal ini dimaksudkan untuk mengubah keseimbangan kekuasaan di medan perang.

Ketika Ulama Mujahid, terutama yang telah unggul dalam Dakwah dan telah memiliki reputasi yang baik diantara para pemuda, memilih mundur menjauh dari prinsip-prinsipnya dan memilih hidup tenang serta istirahat daripada hidup dalam kesabaran dan Dakwah. Hal ini akan berdampak negatif yang luas pada seluruh kaum muslimin.

Muslim sejati harus sabar, tabah dan tetap lurus meskipun banyaknya ancaman, berapapun banyaknya penyiksaan yang mereka alami dan berapapun banyaknya mereka telah kehilangan orang-orang yang mereka cintai. Manhaj mereka menyatakan bahwa mereka harus bersabar, terus berada di jalan ini, dan tidak menyerah pada tekanan-tekanan dan tidak berlutut terhadap ancaman pada jalan ini.

Musuh-musuh kita tidak henti-hentinya berusaha untuk memadamkan cahaya Agama ini dan untuk mengubah orang-orang yang beriman jauh dari kemenangan. Para musuh membayar harga yang sangat mahal untuk mencapai tujuan tersebut. Haruskah kita menjadi kurang bersemangat dan kurang bersabar? Haruskah kita menjadi kurang berdedikasi dan sedikit memberikan pengorbanan kepada Agama ini ketika kita tahu balasan dari setiap tahap kehidupan di bumi dan pada Hari Pembalasan?

Kita harus berteriak lantang pada mereka, kami katakan:

Jika Anda kembali memenjarakan kami dalam rangka untuk menjauhkan kami dari umat dan untuk menghentikan misi dakwah kami, jika Anda melakukan itu untuk mencegah kami dari berbicara tentang Kebenaran, dari amar ma’ruf nahi munkar, jika Anda melakukan itu untuk mencegah kami dari mendorong orang-orang untuk mengikuti agama mereka dan untuk melaksanakan tugasnya; maka kami akan berpegang teguh pada kesabaran dan ketabahan, dan kami tidak akan menyerahkan prinsip (aqidah) kami, atau tunduk kepada Anda atau menghentikan misi kami. Kami akan tetap terjun kembali kepada Dakwah bahkan pada saat di penjara. Kami bahkan akan menasehati orang-orang untuk menyuarakan kebenaran dan menolak penipuan, mengekspos dan mengalahkannya. Ratusan atau ribuan lebih anak-anak umat ini akan membawa misi ini. Ini adalah orang-orang yang Anda tidak tahu apa-apa tentangnya, dan Anda belum memperhitungkannya. Alloh Subhanahu Wata'ala mengutus mereka dari mana-mana yang Anda tidak tahu, dan sehingga mereka menjadi pelindung dari Agama dan penyeru manhaj Tauhid wal Jihad:

".... Dan tidak ada yang mengetahui tentara Robbmu melainkan Dia sendiri. Dan (neraka) Saqor itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia." [Al-Muddatsir : 31]

Jika Anda kembali mengirim kami menjauh dari negeri kami dan dari keluarga kami (mengasingkan) untuk memutuskan hubungan kami dengan dakwah dan Jihad, kami tetap akan melanjutkan misi kami pada negeri yang jauh dari kekuasaan tirani Anda. Alloh akan menempatkan orang-orang di tempat pembuangan kami dan menciptakan keadaan yang akan membantu kami dalam melanjutkan perjalanan dan persiapan. Alloh lalu akan membuka berbagai cara dan sarana bagi kami untuk tetap dapat berhubungan dengan saudara-saudara kami di tanah air kami. Semua tanah Muslim adalah tanah air kami. Semua Muslim yang bertauhid adalah saudara kami. Kami tidak percaya pada perbatasan, dan kami tidak mengenal kebangsaan atau tanah air, kecuali kebangsaan Iman dan tanah air Islam.

Dimanapun kami berada, ia akan menjadi rumah bagi kami di samping saudara-saudara (seiman) kami. Kami akan mendirikan bangunan dari Tauhid bersama mereka. Kami akan menegakkan struktur Jihad dengan mereka. Kami akan mengembalikan umat ini kepada Kemuliaannya yang sah. Bersama, kita akan menghancurkan bangunan-bangunan dari penipuan dan penindasan. Kami akan berkata kepada saudara-saudara kami di mana pun: Penghancuran (dibalas) dengan penghancuran, darah (dibalas) dengan darah! Kami adalah satu dengan Anda, dan Anda adalah satu dari kami! Kami akan membuat perdamaian dengan mereka yang Anda telah membuat perdamaian dengannya, dan kami akan melawan mereka yang Anda lawan. Kami tidak percaya pada batas-batas palsu atau rintangan yang tak bisa ditembus atau simbol kejahiliyahan (apapun)! Kami memiliki satu tujuan, untuk menolong Agama Alloh Ta'ala. Kami adalah satu tubuh!

"Sesungguhnya (agama Tauhid) ini adalah agama kamu semua; agama yang satu dan Aku adalah Robbmu, maka sembahlah Aku." [Al-Anbiya : 92]

Dan sekarang inti dari artikel ini adalah: Di negara manakah orang-orang yang bertauhid harus berada setelah mengalami masa-masa sulit? Apa yang harus dilakukan setelah penahanan, penangkapan, berada di bawah pengepungan atau dikejar-kejar dan sejenisnya?

Saya ingin memberikan beberapa nasihat bagi mereka untuk membantu mereka tetap fokus pada kegembiraan saat kembali pulang dan kegembiraan saat bertemu kembali dengan keluarga mereka atau kembali kepada pekerjaan dan usaha mereka, semua hal yang mereka tinggalkan sebelumnya. Mereka harus mempertahankan agama mereka dan menjaga pengorbanan mereka dengan sekuat tenaga. Ini adalah tentang bagaimana mereka mendapatkan ridho dari Alloh dan Rosul-Nya. Mereka harus berjihad untuk menegakkan agama Alloh, sebagaimana Yang Maha Terpuji dan Yang Maha Tinggi telah perintahkan dalam firman-Nya:

Katakanlah: Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Alloh dan Rosul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Alloh mendatangkan keputusan-Nya. Dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." [At-Taubah: 24]

Ada sebuah penjelasan ayat diatas dalam Tafsir as-Sa’di, yang mengatakan:

“Dan ayat yang mulia ini adalah bukti terbesar dari tugas seorang hamba untuk mencintai Alloh dan Rosul-Nya dan untuk mencintai itu semua di atas segalanya. (Ayat) itu juga merupakan bukti terbesar betapa kerasnya ancaman dan kepastian adzab jika hal yang disebutkan di atas lebih penting baginya daripada cintanya untuk Alloh, Rosul-Nya, dan dari berjihad dijalan Alloh.

Sebagai contoh, jika seseorang ditawarkan salah satu dari dua pilihan: salah satu dari keduanya pilihan menurut apa yang Alloh dan Rosul-Nya cintai, meskipun itu ia sendiri tidak menginginkannya. Pilihan yang lainnya berupa apa yang di sukai dan di inginkan dirinya, tetapi meninggalkan atau membenci apa yang Alloh dan Rosul-Nya cintai. Jika dia menempatkan keinginannya diatas apa yang Alloh cintai, ini menjadi indikasi bahwa dia egois dan menyimpang dari tugasnya.”

Pertama: Mereka harus lebih bersungguh-sungguh dalam mencintai Alloh, wali-Nya dan Agama-Nya serta memiliki kebencian dan permusuhan terhadap musuh-musuh-Nya dan hukum mereka yang bertentangan dengan agama Alloh (hukum kafir). Mereka hanya berhijrah, berkorban dan dirampas serta disakiti karena mereka teguh pada agama mereka. Selama alasan di balik kebencian (oleh musuh) ini bertahan (karena mereka beriman dan berjihad), mereka akan selalu bertemu dengan penghinaan dan harus menghadapinya dengan tekad yang sama untuk terus berada di jalan Alloh dan bukan sebaliknya.

Oleh karena itu, orang-orang yang beriman perlu menyadari bahwa kemungkinan untuk kembali ke penjara atau kembali diburu bisa terjadi setiap saat. Dia harus mempersiapkan diri untuk bertahan atas kemungkinan-kemungkinan yang akan menimpa dirinya. Dia harus tetap gigih pada keyakinan yang tak tergoyahkan dan keimanan yang teguh kepada Robbnya.

Kedua: Mereka perlu mempertimbangkan dan memahami dengan keyakinan yang mendalam dan kepastian bahwa pembebasan mereka dari penjara hanya karena pemeliharaan oleh Alloh Ta'ala. Hal ini bukanlah karena kemurahan hati dan kehendak tiran. Mereka (para tiran) hanyalah alat dan sarana-Nya bahwa Ia menggunakan mereka untuk memaksakan kehendak-Nya di bumi ini. Selain itu, mereka tidak akan mampu menghentikan kehendak ilahi. Selama hal ini terjadi, para ikhwah yang telah dibebaskan tersebut perlu berterima kasih hanya kepada Alloh dan menahan diri dari semakin dekat dengan para tiran ini dengan berterima kasih kepada mereka dan merasa berhutang budi kemudian mendukung mereka.

Para musuh mungkin sengaja memberikan grasi untuk muslim, mengurangi penindasan mereka, atau berhenti mengepung mereka untuk menarik perhatian mereka dan merekrut mereka. Para tiran melakukan ini dalam rangka untuk menggoda orang-orang yang beriman untuk memuji agama musuh-musuh mereka dan hukum (kufur) mereka, bahkan itu bisa menjadi cara mereka (yang telah bebas) untuk mengekspresikan rasa syukur mereka atas apa yang telah mereka terima. Tindakan ini secara tegas dilarang dan menyebabkan mereka jatuh ke dalam perangkap musuh. Musuh tidak bisa berharap lebih baik daripada itu, terutama dari para Da’i, dan lebih-lebih apabila mereka memiliki reputasi yang terhormat di kalangan umat islam. Tindakan mereka akan menciptakan jalan pembuka untuk Setan masuk ke dalam hati umat Islam kebanyakan dan para tokoh mereka. Ini akan menarik umat Islam untuk meminta gencatan senjata dengan musuh-musuh Alloh serta berhenti dalam permusuhan dan peperangan dengan mereka. Ini adalah bentuk dukungan kepada musuh agama karena para Da’i memuji mereka dan memuji pujian dari para pemimpin mereka dan imam mereka.

Ketiga: Para Ikhwah yang telah dibebaskan dari penjara perlu memahami bahwa fase penangkapan, penahanan atau pengejaran hanya untuk me-recharge dan meneguhkan sebelum kembali kepada misi Jihad mereka. Mereka akan kembali dengan semangat yang lebih, lebih bertekad dengan intensitas yang lebih besar dan bukan sebaliknya. Para ikhwah yang telah dibebaskan, mungkin berpikir bahwa ia telah membayar kewajiban untuk agamanya dan bahwa periode penderitaan yang ia alami akan memberinya alasan dari melakukan pekerjaan lain untuk sisa hidupnya. Dia bahkan mungkin berpikir bahwa itu akan memberinya alasan untuk memanjakan dan membiarkan dirinya untuk berhenti berkorban dalam rangka berjuang untuk Agama ini. Ini adalah bagaimana kemalasan dan kelalaian menyusup ke dalam jiwanya dan membuatnya lalai dan membuat dia menganggur dan merasa cukup dengan hanya mengikuti berita atau mungkin “paling banter” ikut berkomentar tentang itu.

Saudaraku yang bertauhid: Anda harus tidak pernah meletakkan senjata Anda, kehilangan tekad Anda atau masuk ke dalam gencatan senjata khayalan sepihak dengan musuh hanya karena mereka memberi Anda kebebasan. Sementara, musuh Anda terus menghancurkan agama Anda, menyebarkan kejahatan di bumi dan menyerang umat agama Anda dan anak-anak Anda di sekitar Anda.

Masa hukuman penjara atau menjadi buron seharusnya memberi Anda banyak kekuatan dan meningkatkan tekad Anda untuk melanjutkan perjalanan. Anda tidak boleh menerima begitu saja atau menyia-nyiakan agama anda, karena itu adalah modal investasi Anda. Jika Anda membuang-buang modal tersebut, maka Anda tidak bisa mengharapkan imbalan apapun sesudahnya.

Keempat: Para ikhwah yang telah dibebaskan dari penjara harus terus berkomunikasi dengan saudara-saudara mereka di medan pertempuran Dakwah dan Jihad. Tujuannya adalah agar dapat berkonsultasi, untuk berdiskusi, dan untuk menasehati mereka dari setiap perkembangan baru di bidang dakwah. Mereka seharusnya tidak membuat pernyataan atau mencoba upaya apapun sebelum kembali ke orang yang mengetahui perkembangan dakwah, karena mereka adalah orang-orang yang tahu apa yang harus dilakukan.

Hal ini karena ada banyak hal baru yang berada dalam keadaan yang berubah-ubah, dan para ikhwah perlu menyadari dari mereka sebelum bergabung pada langkah mereka. Ini akan menghindari berbagai gesekan/pertentangan antara kata-kata para penceramah dengan tindakan-tindakan yang saudara-saudara mereka di medan pertempuran Dakwah, I’dad dan Jihad katakan atau lakukan.

Kelima: Para ikhwah yang telah dibebaskan dan kembali terjun ke lapangan, harus sangat bersemangat untuk amal jama’i (kerja tim) yang padu. Mereka harus menjadi rendah hati terhadap saudara-saudara mereka yang telah mengangkat bendera Dakwah dan Jihad selama ketidakhadiran mereka ketika di penjara. Jika mereka sangat mendalam dalam kerendahan hati dan ketaatan pada perintah Alloh serta sangat patuh kepada saudara-saudara mereka dalam amal, saudara-saudara mereka akan menunjukkan kepada mereka apa yang baik dan pekerjaan apa yang tepat untuk mereka lakukan dalam fase setelah penjara.

Ini adalah poin yang sangat penting dan sangat rentan yang bisa dimanfaatkan musuh-musuh kita jika masih ada perbedaan dan konflik di antara para ikhwah di lapangan dan di antara mereka yang telah dibebaskan dari penjara, terutama para Da’i yang eksis dengan reputasi yang baik dan sejarah yang bersih.

Kami telah melihat beberapa pernyataan yang sangat disayangkan, dibuat oleh beberapa syekh, ulama atau Da’i, yang telah kami anggap baik sebelumnya. Ini adalah pernyataan yang tidak diminta pada tingkat terendah dari suatu kebijaksanaan dan pengalaman tentang peristiwa-peristiwa saat ini yang pada dasarnya berkaitan dengan masa depan amal para mujahidin. Posisi mereka pada peristiwa ini terkait dengan gerakan Jihad yang memiliki keterkaitan dengan al-Qaeda berada di daftar paling atas. Akan lebih baik bagi mereka untuk tetap netral atau diam.

Ini adalah memang pernyataan yang memalukan dari para syaikh. Semua pernyataan mereka mendukung kepentingan musuh. Mereka hanya menyerang dan merusak reputasi Mujahidin dan menggembosi mereka. Mereka menghambat pendukung mujahidin dan memperingatkan mereka untuk menghindari konflik dengan rezim murtad. Mereka mengarahkan mereka –bahkan dengan sindiran halus– untuk bergantung pada proses damai dan untuk bergabung dengan proses politik bersama kaum murtad lainnya dan partai-partai sekuler. Namun, yang lebih penting dan lebih berbahaya adalah pernyataan oleh salah satu dari mereka bahwa perlu mengajukan pendirian sebuah partai muslim yang demokratis untuk nominasi ke kantor perdana menteri dan kementerian hukum di salah satu negara Arab. Ini adalah suatu kehinaan yang harus disesali, terutama ketika hal ini dinyatakan oleh seseorang yang dianggap sebagai seorang Syaikhnya Salafi Jihadi. Tampaknya pernyataan ini adalah harga atau uang muka agar dia dibebaskan dari penjara setelah bertahun-tahun berada dalam kurungan.

Kami telah melihat kemunduran yang signifikan dan parah di negara lain di mana sebagian besar pemimpin gerakan Islam percaya bahwa Jihad adalah satu-satunya solusi untuk perubahan. Namun, semangat mereka untuk mengubah lembaga-lembaga negara (yang sekuler) ke dalam lembaga-lembaga syariah tidak bertahan melalui tahun-tahun masa penjara dan kurungan. Mereka mencari akses politik untuk melindungi kepentingan umum nasional, dan mereka menolak kekerasan dalam segala bentuknya sebagai alat perubahan. Sebaliknya, mereka mengklaim bahwa partisipasi dan kerjasama dengan rezim saat ini diperlukan untuk melayani kepentingan-kepentingan para penyembah berhala tersebut.

Kami bertanya, kami ingin tahu dan berkata: Kepentingan apa? Apakah Anda melihat kepentingan-kepentingan ini seperti yang sedang kita cari untuk dibawa ditengah hilangnya penerapan hukum Alloh atau pengganti syari'at? Apakah itu adalah kepentingan untuk memberi tempat sebuah pemerintahan yang demokratis dan pluralis, yang memungkinkan Kristen, ateisme dan sekularisme? Haruskah mereka meniru setiap kantor pemerintah, bahkan kantor presiden atau perdana menteri, asalkan dipegang oleh seorang warga yang berkewarganegaraan resmi dari negara, yang berusaha untuk melayani dan mencapai kepentingan umum nasional?

Ini adalah kesalahan fatal yang mana intelijen dari rezim murtad kita mencoba untuk memalingkan para syaikh dan pendakwah yang telah dibebaskan. Rezim menggunakan dalih keterbukaan dan menyebarkan agama damai yang menolak kekerasan dan memerangi terorisme. Oleh karena itu, para syaikh dan pendakwah ini telah ikut membantu membangun sebuah pemerintahan yang berdasarkan pada kebenaran politiknya sendiri dan hukum dengan mengorbankan syariat, yang merupakan ikatan bersama yang karena hal ini mereka dipenjara, diperangi dan mengalami kekurangan dari kehidupan yang terhormat. Mereka telah mendeklarasikan suatu seruan kepada Alloh selama bertahun-tahun dan beberapa periode, hanya untuk ditundukkan pada akhir dan untuk bertekuk lutut dan bergantung pada para penindas mereka dan pada orang-orang yang mencambuki mereka, meskipun darah orang-orang beriman, yang datang sebelum mereka, masih belum mengering.

Sebenarnya, ini adalah suatu kajian cermat yang telah dipelajari dan merupakan rencana jangka panjang intelijen untuk menggunakan syaikh-syaikh ini sebagai perisai melawan ekspansi mujahidin di masa yang akan datang. Ini adalah upaya untuk menarik karpet dari bawah telapak kaki Mujahidin yang datang dan dari kaum muslimin yang teguh dalam penjara-penjara rezim. Ini adalah upaya untuk memberikan stempel syar’i untuk para rezim murtad dan hukum (kufur) yang melekat di ambang kehancuran yang pasti dari datangnya luapan Kebenaran yang hanya tinggal dua langkah lagi atau kurang (sudah dekat sekali, edt).

Ini hanyalah upaya untuk mencoba memperpanjang umur rezim usang dan untuk menghindari kejatuhan mereka yang tak terelakkan. Mereka melakukan ini dengan membawa kelompok-kelompok pengusung kebenaran dan jihad dalam pertempuran kecil di mana musuh utama mereka adalah para syaikh yang tak patuh ini. Setelah itu kelompok-kelompok ini akan berusaha untuk meyakinkan umat Islam, terutama para pemuda mereka, untuk mengikuti jalan Salafi Jihadi yang benar dan untuk meninggalkan agama para rezim dan menghardik mereka. Rezim berusaha untuk mempromosikan agama mereka melalui berbagai pernyataan dan tulisan-tulisan dari para syaikh tak patuh ini yang duduk di luar jihad.

Pertempuran harus dimulai dan disiapkan untuk sedemikian rupa untuk membuatnya lebih pendek daripada apa yang para tiran usahakan. Ini juga harus semurah mungkin. Kami benar-benar tulus dan rajin berusaha untuk mengembalikan para syaikh ini pada jalur Kebenaran, yang telah ia berikan pengorbanan dan ia upayakan dalam rangka untuk mewujudkan dan membuatnya menang. Dengan kekuasaan Alloh, kekuatan tiran tidak akan berhasil dalam mempengaruhi baik dengan rayuan ataupun rasa takut, karena mereka telah paham akan Kebenaran. Dengan izin Alloh, para tiran tidak akan pernah bisa untuk menakut-nakuti mereka sama sekali setelah hari ini. Seorang yang jujur akan tetap bertahan lebih tahan lama dengan Alloh. Matahari Kebenaran telah menyingkap fajar dan matahari kebohongan yang telah dimulai untuk diatur.

"Sesungguhnya Alloh pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Alloh benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa (mampu menegakkan kehendak-Nya)." [Muhammad : 7]

Ditulis dengan Iman dan Pengharapan

Abu Saad al-'Amili
10 Jumadil Akhir 1431 H

=========================

o – O – o

Dari terjemahan berbahasa inggris berjudul :
“The Post-Imprisonment Phase”
by Sheikh Abu Sa’d al-Amili
yang dirilis :
Voice of Shamikh Al Islam Network

Dipublikasikan pertama kali berbahasa arab oleh :
Al-Mas'ada Media Publication

Jangan Lupakan Kami dalam Doa Antum

Saudara Antum di
Ansar al-Mujahideen

www.ansar1.info
www.as-ansar.com

o – O – o

Saroya Media Istisyhadiyun

Download Terjemah;
http://www.mediafire.com/?el4w888xmu4ma75

Sumber:
Forum Islam At Tawbah
http://at-tawbah.net/vb/showthread.php?t=1476&p=5138#post5138

Tidak ada komentar:

Posting Komentar