Jumat, 30 Desember 2011

Tiga orang tertuduh “teroris” ditangkap Densus 88


JAKARTA – Detasemen Khusus anti teror 88 menangkap tiga orang, Kamis 29 Desember 2011. Salah seorang adalah pelajar dan ditangkap karena diduga sebagai calon “pengantin”  yang akan meledakkan diri.
Mereka adalah Rifqi Azizi alias Abdul Ghofur yang diduga sebagai calon pelaku bom isytihadi di malam Natal lalu dan dua orang yang belum diketahui identitasnya, demikian informasi yang dihimpun arrahmah, Jumat.
Rifqi Azizi diketahui sebagai salah seorang pelajar sekolah menengah kejuruan di daerah Mangkang, Semarang, dan tinggal bersama dua tertuduh teroris lainnya yang berprofesi sebagai pedagang di Pasar Mangkang.
Ketiga pemuda yang ditangkap tersebut berencana melakukan aksi bom isytihadi di Gereja Kristen Indonesia di Semarang pada perayaan malam Natal, namun dibatalkan karena penjagaan aparat kepolisian pada saat itu cukup ketat.
Kemudian mereka mengubah rencana dan merencanakan peledakan bom pada perayaan malam tahun baru.
Para pemuda yang ditangkap diduga terkait dengan kelompok jihad yang meledakkan bom di Masjid Ad Dzikra di Mapolresta Cirebon dan Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton Solo beberapa waktu lalu.
Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Tengah Kombes Bambang Rudi Pratiknyo membenarkan penangkapan itu.
“Memang benar ada penangkapan terduga teroris yang saat ini telah dibawa ke Jakarta dan dalam penanganan Mabes Polri,” ujarnya.(berbagai sumber).
(Bilal/arrahmah.com)
 
Read More..

Khabar AFGHANISTAN....


Allahu Akbar! Mujahidin Imarah Islam tembak jatuh lagi Heli milik musuh

AFGHANISTAN – Sebuah helicopter Chinook milik penjajah ISAF ditembak jatuh oleh mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) pada Jum’at pagi (30/12/2011) di area Kami berlokasi di dekat pusta distrik Siyad, kata salah seorang pejabat setempat.
Helikopter itu jatuh di dekat sebuah pangkalan musuh yang bernama Pashtani Bagh, semua pasukan penjajah yang berada di dalamnya tewas seketika,namun belum diketahui berapa jumlah mereka, karena area tersebut langsung didatangi dan ditutup oleh pasukan musuh.
Sebelumnya pada (24/12) sebuah Helikopter  milik salibis AS ditembak jatuh oleh mujahidin IIA saat sedang terbang rendah di daerah Awpashak, dan semua pasukan salibis yang berada di dalamnya tewas ditempat.

(siraaj/arrahmah.com)



Bom tewaskan lagi tentara salibis AS di Afghanistan Selatan

 
AFGHANISTAN – Ledakan bom menewaskan tentara salibis AS-NATO di Afghanistan, jumlah korban tewas tentara salibis meningkat hingga 26 pada bulan ini.
“Anggota layanan Bantuan Tentara Keamanan Internasional (ISAF) tewas akibat sebuah alat meledak di Afghanistan Selatan,” kata ISAF dalam pernyataannya yang dirilis pada hari jum’at (30/12/2011).
Tapi ISAF tidak mengatakan kewarganegaraan korban tersebut, namun diketahui kontingen yang ditempakan di Afghanistan Selatan kebanyakan adalah dari Amerika Serikat, Inggris dan Australia.
Berdasarkan iCasualities.org, sedikitnya 558 tentara salibis AS telah tewas selama perang di Afghanistan.
Meskipun musuh menempatkan sekitar 150.000 pasukannya di Afghanistan, mereka tidak mampu melumpuhkan perjuangan mujahidin Afghanistan, bahkan mereka berada di ambang kekalahan.
Meningkatnya jumlah korban pasukan penjajah di Afghanistan, telah menyebabkan kemarahan di AS dan negara-negara anggota NATO lainnya.
(siraaj/arrahmah.com)
  Read More..

Shaikh Ayman al-Zawahiri kirim mujahidin ke Libya untuk bangun kekuatan jihad


LIBYA –  Al Qaeda mengirim pasukan mujahidin ke Libya untuk membangun kekuatan tempur disana, menurut sumber pengarahan “kontra-terorisme” Libya.
Diantara mujahidin yang dikirim adalah salah seorang mujahid yang pernah ditahan di penjara Inggris atas tuduhan “terorisme”. Sumber itu menggambarkan bahwa mujahid ini berkomitmen kuat untuk menyerang kepentingan AS.
Sumber itu mengatakan kepada CNN bahwa pemimpin Al Qaeda, Shaikh Ayman al-Zawahiri, secara pribadi mengirim mantan tahanan Inggris ke Libya awal tahun 2011 pada saat rezim Gaddafi kehilangan kendali di sebagian besar negara itu.
Mujahid ini tiba yang dikenal sebagai “AA” di Libya pada bulan Mei lalu dan sejak saat itu ia mulai merekrut para pejuang di daerah Libya Timur, di dekat perbatasan Mesir. Alhamdulillah, sekarang mujahidin yang direkrutnya biidznillah telah berkembang menjadi 200 pejuang, Agen Intelijen Barat sangat mengkhawatirkan kiprah mujahid ini, demikian penjelasan sumber tersebut.
“AA” telah dekat dengan Shaikh Ayman al-Zawahiri sejak tahun 1980-an dan melakukan perjalanan pertama ke Afghanistan pada awal tahun 1990-an untuk bergabung bersama mujahidin melawan penjajahan Uni Soviet seperti yang dilakukan ratusan mujahidin Arab lainnya.
“AA” kemudian pindah ke Inggris, di mana ia mulai menyebarkan ideologi jihad untuk para pemuda muslim disana. Ia adalah seorang pengagum Asy Syahid Abu Musab al-Zarqawi rahimahullah, yang muncul sebagai pemimpin Al Qaeda di Irak.
Mujahidin Libya sekarang sedang berjuang membangun  kekuatan jihad disana.
Allahu Akbar!

(siraaj/arrahmah.com)

Read More..

Vatikan akui Islam menjadi agama terbesar di Dunia

ROMA – Kota Vatikan, markas besar Gereja Katolik Roma, akhirnya mengakui bahwa Islam sekarang telah menjadi agama terbesar di dunia.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kita tidak lagi berada di posisi teratas: umat Islam telah menyusul kami,” kata Monsignor Vittorio Formenti dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Vatikan L’Osservatore Romano.
Setelah menunggu lama secara resmi Vatikan akhirnya mengakui bahwa Islam adalah agama yang paling lazim di dunia, dan melewati kristen lebih dari tiga juta di seluruh dunia selama hampir setahun yang lalu, dan menjadi agama yang banyak dianut oleh warga barat menurut pernyataan Vatikan, karena jumlah Muslim di dunia telah melampaui 1,3 miliar jiwa.
Vatikan mencatat adanya permintaan yang luar biasa oleh warga Barat Kristen dan Yahudi serta agama-agama dan kepercayaan lain untuk masuk Islam dalam beberapa tahun terakhir, meskipun kampanye negatif terhadap Islam masiv dilakukan, dan sejumlah besar uang yang dihabiskan untuk mendakwahkan agama Kristen. (era/arrahmah.com)
 
Read More..

Rabu, 28 Desember 2011

Israel siap-siap untuk perang Gaza yang lain


TEL AVIV  – Israel telah mengancam akan melancarkan perang habis-habisan di Jalur Gaza. Menurut negara iblis Zionis itu, menyerang wilayah Palestina bukanlah soal pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi Tel Aviv.
Menandai ulang tahun ketiga serangan mematikan Israel di Gaza, kepala staf militer Israel, Letnan Jenderal Benny Gantz, mengatakan pada Selasa (27/12/2011) bahwa Tel Aviv cepat atau lambat akan perlu untuk memulai operasi besar-besaran terhadap Hamas, kelompok yang berkuasa di Gaza karena Tel Aviv khawatir bahwa kehadiran Hamas akan menghambat cengkeramannya di jalur pantai tersebut.
Gantz mengatakan Operasi Cast Lead, yang diluncurkan Israel terhadap Gaza pada tanggal 27 Desember 2008 dan berlangsung selama tiga minggu, memiliki efek jera pada keamanan Israel, di mana retakan mulai menunjukkan dari waktu ke waktu, memaksa Israel untuk memulai perang lain.
Gantz juga mengatakan bahwa Tel Aviv sedang mencari waktu yang tepat untuk melancarkan serangan militer terhadap Jalur Gaza dan juga menyatakan bahwa “perang baru ini harus diprakarsai oleh Israel, harus cepat, dan menyakitkan.”
Rezim Israel melancarkan perang 22 hari di wilayah pesisir yang padat penduduknya pada tahun 2008, menewaskan lebih dari 1.400 warga Palestina tewas, termasuk setidaknya 300 anak-anak.
Serangan itu juga menghancurkan 4.000 rumah dan menghancurkan sebagian besar infrastruktur di Jalur Gaza. Pasukan militer Israel juga menargetkan sekolah yang dikelola PBB. Sementara, lebih dari 50.000 orang juga mengungsi akibat perang tiga minggu ini.
Tel Aviv juga menggunakan senjata yang dilarang secara internasional, termasuk bom fosfor putih, terhadap warga Gaza dalam perang tersebut. (althaf/arrahmah.com)
Read More..

Sekolah milik syi’ah di bakar massa


 
JAKARTA  – Konflik Sunni-Syi’ah yang sudah memasuki tahap benturan fisik, ternyata tak melulu terjadi di Iraq dan timur tengah, Kali ini terjadi pula di pelosok pedesaan negeri kita Indonesia.
Dilaporkan seebuah rumah dan lembaga pendidikan madrasah kelompok sesat Syiah di Desa Karang Gayam, Kecamatan Karangpenang, Sampang, Madura, Jawa Timur, Kamis, sekitar pukul 09.30 WIB dibakar massa.
“Kami sudah menerjunkan personel gabungan ke lokasi kejadian guna mengamankan aksi tersebut,” kata Kapolres Sampang AKBP Solehan, Kamis siang seperti dilansir Antaranews.
Belum diketahui pelaku pembakaran lembaga pendidikan, rumah dan mushalla milik pimpinan Islam Syiah itu, dan petugas saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Benturan antara masyarakat Muslim Sunni dan sekte murtad syi’ah kerap kali terjadi di wilayah Jawa Timur. Sebelumnya, pada medio Februari 2011, Pondok Pesantren Al Ma’hadul Islami milik Yayasan Pesantren Indonesia (YAPI) diserang sekelompok pemuda selepas mereka menghadiri acara maulidan.
Serangan mereka tujukan, karena kegeraman masyarakat muslim Ahlussunnah, atas dakwah syi’ah yang sering mencaci maki para sahabat Nabi Sholallahu alaihi Wassalam.
Wallahu ‘alam bishshowab.
(Bilal/arrahmah.com)
Read More..

Tegaskan berniat i’dad, tujuh aktivis Islam bantah rencanakan meracuni polisi


JAKARTA – Tidak hanya pelatihan militer di Aceh yang dijerat undang-undang terorisme, rencana I’dad tujuh aktivis pengajian di Jakarta juga dijerat undang-undang tersebut dengan tuduhan merencanakan peracunan di beberapa kantin kantor kepolisian. Serta merta, merekapun membantahnya. Hal ini terungkap dalam eksepsi mereka di persidangan kasus terorisme kali kedua di PN Jakarta Pusat.
“Keliru dan tidak tepat (dakwaan JPU), sebab salah satu unsur penting dalam tindak pidana terorisme adalah adanya maksud atau niat melakukan tindak pidana terorisme,” kata kuasa hukum para terdakwa Tamin Idrus, saat membacakan eksepsinya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (27/12).
Ketujuh peserta I’dad tersebut adalah Santhanam, Martoyo, Jumarto, Umar, Paimin, Budi Supriadi serta Ali Miftah didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) melanggar Pasal 13 Huruf c UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2002 tentang pemberantasan terorisme.
Menurut Tamin, berbagai senjata yang dimiliki oleh para terdakwa yang ditemukan oleh polisi tidak dimaksudkan untuk menyebarkan teror.
“Tidak pernah dimaksudkan atau diniatkan untuk dipakai sebagai alat untuk melakukan tindak pidana terorisme,” kata Tamin.
Ia juga mengatakan bahwa kegiatan pelatihan militer yang dilakukan para terdakwa hanyalah sebatas bertujuan untuk membantu warga Muslim yang tertindas di Palestina.
Terkait bantahan terdakwa ini, JPU akan menanggapi eksepsi ini dalam sidang lanjutan yang akan digelar pada Selasa (3/1/) mendatang.
Dalam sidang sebelumnya, JPU mendakwa tujuh pengamal syari’at I’dad ini akan melakukan kegiatan terorisme yang akan merencanakan meracuni polisi.
JPU menyebut para terdakwa ini memiliki racun sianida yang akan disebarkan melalui kantin kantor Polsek, Polres, dan Polda di Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah.
JPU menguraikan bahwa racun sianida itu berasal dari buah jarak yang diproses menjadi cairan yang berbahaya.
Menurut hasil Puslabfor Polri, racun dari buah jarak itu mengandung senyawa ricin yang berbahaya jika terhirup, disuntikan atau tertelan.
JPU mengungkapkan bahwa senyawa ricin yang dibuat para terdakwa tersebut hingga saat ini belum ada antitoksinnya.
Dalam dakwaannya, JPU juga mengungkapkan penangkapan Santhanam dan Paimin pada 10 Juni 2011, ditemukan sejumlah senjata api model pulpen, delapan senjata api rakitan dan lima butir peluru.
Selain itu ditemukan pula pelarut toluena, metanol, benzena, etil benzena, trimetil benzena, p-xilena, phospire (PH3), arsenic.Bahan kimia tersebut tergolong pelarut kimia dan bahan kimia beracun.
Kewajiban I’dad
Sebagaimana kita ketahui I’dadul Quwwah (Persiapan Kekuatan) merupakan kewajiban yang diperintahkan langsung Allah SWT di dalam Al Qur’an surat Al-Anfal:60 dan dijelaskan oleh para ulama Rabbani kepada kaum Muslimin untuk menghadapi makar jahat para musuh-musuh Allah dikemudian hari.
Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi hafidhahullah dalam Aisar al-Tafasir mengatakan terhadap ayat Al-Anfal:60 , “Wajibnya menyiapkan kekuatan, dan itu berlaku pada setiap masa sesuai dengan kondisinya. Jika kekuatan pada zaman dahulu adalah tombak dan pedang serta kuda-kuda perang, maka kekuatan pada hari ini adalah jet tempur dan rudal, roket, tank, kapal selam, dan kapal perang.”
Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa’di rahimahullah menafsirkan kekuatan apa saja yang kamu sanggupi maksudnya: setiap apa yang kamu sanggup menyiapkannya berupa kekuatan akal, badan, dan berbagai persenjataan dan yang semisal itu yang dapat digunakan untuk memerangi mereka. Masuk di dalamnya, berbagai industri yang memproduksi komponen senjata, senapan, senapan mesin, pesawat tempur, tank, kapal perang, . . .” Sampai beliau meringkaskan, bahwa sesuatu yang lebih bisa menakut-nakuti musuh seperti kendaraan dan pesawat tempur yang disiapkan untuk berperang yang lebih berpotensi mengalahkan musuh, adalah diperintahkan untuk menyiapkannya dan berusaha mengadakannya, sampaipun apabila itu tidak diperoleh kecuali dengan belajar tehnik industri, maka itu juga wajib. Alasan beliau, “Karena sesuatu yang kewajiban tidak bisa sempurna kecuali dengannya, maka ia menjadi wajib.”
Nampaknya, hal inilah yang tidak menyurutkan langkah ketujuh aktivis muda Islam tersebut untuk tetap mengadakan I’dad. Meskipun, perundang-undangan di Indonesia melarang hal demikian.
Memang suatu hal dilematis, ketika konstitusi Indonesia melegalkan kebebasan untuk melaksanakan ajaran agama bagi warga negaranya. Namun, masih belum secara komprehensif semua ajaran agama dapat dilaksanakan di Negara Indonesia ini.
Seharusnya, pemerintah Indonesia bersikap konsisten melaksanakan konsitusi tersebut, dengan membolehkan kaum muslimin melakukan kewajiban I’dad. Mengingat, I’dad pada dasarnya sangat bermanfaat bagi kepentingan umat dan bangsa apabila disuatu hari negara dibayang-bayangi ancaman militer negara aggressor.
Jangan lantaran takut distigma teroris oleh barat, kemudian kepentingan rakyat dalam menjalankan kewajiban agamanya serta kepentingan bangsa yang lebih luas dikorbankan.
Wallahu’alam bisshowab
(bilal/arrahmah.com)
Read More..

Pentingnya keamanan yang kuat di dalam tubuh kelompok jihad (1)

Tulisan ini menjelaskan tentang bagaimana pentingnya keamanan yang kuat di dalam tubuh kelompok jihad maupun di dalam setiap individu yang bergabung ke dalam kelompok jihad dan bagaimana teladan langkah-langkah keamanan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, para sahabatnya radialllahu ‘anhum, dan para mujahidin fiisabiilillah.  Semoga tulisan ini dapat menjadi salah satu pintu ilmu bagi siapa saja yang yang sedang dan ingin berjihad, agar menjadi lebih cerdas dan dewasa dalam melakukan operasi-operasi jihad di lini manapun. dan semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kaum muslimin yang tengah berusaha menapaki jalan jihad dan bagi kaum muslimin yang senantiasa mendukung operasi-operasi jihad dan membela mujahidin dimanapun mereka berada. Berikut terjemahan tentang pentingya keamanan yang kuat di dalam tubuh kelompok mujahidin yang dimuat oleh Forum Ansar Mujahidin.

As salaamu ‘alaykum wa rahmatullah wa barakatuh,
Bissmillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah, yang Maha Pencipta, dan yang Maha Melindungi orang-orang beriman dan orang-orang yang lemah. Yang akan mengancurkan para tiran dan memenangkan kaum muslimin dari para tiran. Sholawat serta salam tercurahkan kepada Nabi dan Rasul tercinta Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam dan para pendahulunya, keluarganya, dan para sahabatnya radiallahu’anhum, dan kepada para imam mujahidin semoga rahmat Allah terlimpah atas mereka, dan kepada siapa saja yang berjalan di atas petunjuk, menghidupkan kembali Sunnah hingga hari pembalasan.
Amma ba’du
Allah berfirman dalam Al Qur’an:
“dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. dan Allah Sebaik-baik pembalas tipu daya.” (8:30)
Pertahankan Spesialisasi dalam Jihad
Dalam sepuluh tahun terakhir, banyak mujahidin telah ditangkap oleh para salibis dan antek-antek mereka. Jika kita melihat kepada dokumen-dokumen milik badan intelijen kafir, kita akan menemukan banyak alasan tak mendasar dalam penangkapan saudara-saudara kita. Banyak diantara saudara-saudara kita yang memiliki motivasi (tujuan) yang benar namun tidak fokus dalam hal keamanan.
Yang saya perhatikan di dalam laporan-laporan adalah kebanyakan mujahid hanya berfikir tentang bagaimana mencapai kesyahidan. Tidak ada keraguan bahwa kesyahidan adalah hal terbesar yang harus dicapai, tetapi hal ini bukanlah alasan utamanya. Alasan utama dalam jihad fisabiilillah adalah untuk menegakkan kalimatullah di atas muka bumi ini.
Jika kita melihat kelompok jihad Al Qaeda, kita akan menemukan banyak hal yang menakjubkan yang ditunjukkan oleh pemimpin cerdas Al Qaeda yakni Shaikh Usamah bin Laden rahimahullah. Banyak ikhwah yang bergabung dengan barisan mujahidin ini (Al Qaeda) untuk melakukan operasi-operasi kemartiran. Banyak dari mereka yang ditolak “dewan pencari kemartiran” untuk melakukan operasi martir.
Dalam perang gerilya sangatlah  penting untuk tetap melakukan spesialisasi dan menggunakannya dalam medan jihad yang berbeda. Jika kita belajar dari buku-buku yang berbeda tentang perang gerilya, ini adalah hal yang penting yang harus dipersiapkan oleh mujahidin di dalam medan keamanan. Aturan terpenting di dalam tahap pertama adalah “Melawan musuh untuk tetap hidup”.
Dalam tahap pertama, kelompok berjumlah kecil dan memilik peralatan sedikit. Tidak ada keraguan bahwa kemenangan datangnya dari Allah Ta’ala, tetapi kita harus untuk mengambil langkah tepat untuk menggapai kemenangan dari musuh-musuh kita.
Sekarang ini, sangat sulit menemukan muslim yang ingin untuk mengabdi demi agamnya dan mati untuk agamanya. Jika kaum muslimin memilik dua karakteristik ini, kepemimpinan akan sepenuhnya menjaga mereka. Motivasi (tujuan) dari orang-orang yang memilik karakteristik seperti ini adalah sesuatu yang tidak dapat dibeli dengan uang. Itu adalah hadiah dari Sang Pencipta langit dan bumi untuk umat ini.
Untuk membuat hal ini lebih jelas lagi, saya akan memberikan sebuah contoh: “anggaplah engkau sedang berjalan-jalan melalui sungai dengan teman-teman mu. Engkau melihat sesuatu yang mengambang di kejauhan tetapi engkau ragu apa itu. Setelah beberapa detik engkau melihat  bahwa itu adalah seorang anak kecil yang tenggelam di sungai. Apa yang akan terjadi kemudian? Beberapa detik sangatlah berharga dalam situasi seperti itu. Salah seorang dari kelompok itu harus bertindak dalam jalan yang berbeda. Pemimpin kelompok itu akan melakukan pembagian tugas, dia akan meminta yang lainnya untuk memanggil ambulans dan memilih orang terkuat untuk operasi penyelamatan. Apa yang kita pelajari dari contoh diatas adalah bahwa jika pemimpin tidak melakukan langkah yang tepat, anak itu akan tenggelam (tak terselamatkan). Tetapi marilah kita membuat pembagian tugas. Apa yang akan terjadi jika pemimpin menyuruh seorang yang lemah untuk menyelamatkan anak itu? Hal itu akan berakhir pada kematian dua orang.”
“seorang ahli adalam seseorang yang telah sukses dalam membuat keputusan dan penilaian sederhana untuk mengetahui apa yang harus diperhatikan dan apa yang harus diabaikan”.
Fondasi Keamanan
Keamanan adalah salah satu pilar yang paling penting untuk seorang mujahid atau kelompok jihad. Tanpa kemananan, sebuah kelompok jihad akan menjadi sangat buruk dan mudah ditargetkan oleh musuh. Setiap kelompok jihad harus menulis perencanaan  terkait keamanan. Tetapi saya tidak sedang berbicara tentang menulis rencana hanya untuk memilikinya saja.
Saya berbicara tentang apa yang harus diimplementasikan oleh setiap anggota sebuah kelompok. Keamanan (risalah amniyah) adalah sesuatu yang kalian tidak temukan di dalam buku atau pedoman. Keamanan adalah sesuatu yang perlu kalian kembangkan dengan menggunakan langkah-langkah perlawanan terhadap musuh. Maka dari itu, sangat penting untuk memiliki pengetahuan (ilmu) mengenai keamanan dalam peperangan, tetapi jika tidak mengimplementasikan ilmu dengan kebodohan. Contohnya, kita dapat membandingkannya dengan seorang ulama yang tahu akan banyak hal tentang ilmu dien ini, tetapi tidak melaksanakan sholat meski sat raka’at kepada Allah.
“perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat, kemudian mereka tiada memikulnya[1474] adalah seperti keledai yang membawa Kitab-Kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.” (62:5)
Setiap fondasi jihad membutuhkan fondasi kemanan yang kuat. Apa yang akan terjadi jika gedung besar dengan fondasi yang lemah? Gedung itu akan runtuh dan akan melukai orang-orang di sekitarnya.  Hal yang sama akan terjadi dengan kelompok jihadatau perorangan yang melakukan operasi yang besar dengan fondasi keamanan yang lemah.
Pelaksanaan langkah-langkah keamanan
Seberapapun tingginya posisi seorang anggota dalam sebuah kelompok jihad, langkah-langkah keamanan harus dilaksanakan oleh sebuah organisasi/kelompok. Langkah-langkah keamanan yang diterapkan untuk seorang komandan tentu tidak sama dengan pejuang dibawahnya. Langkah-langkah keamanan harus melindungi setiap indivu dan melindungi informasi mereka.
“ Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!” (4:71)
Langkah-langkah keamanan harus layak di dalam lingkungan individu. Jika seseorang diketahui oleh musuh, kelompok jihad itu harus mengambil langkah langkah-langkah keamanan yang berbeda dari orang lain yang belum diketahui oleh musuh. Contohnya, juru bicara dari Gerakan Pemuda Mujahidin (Al Shabaab) diketahui oleh musuh, tetapi pemimpin Al Shabaab tidak diketahui oleh musuh. Ada ratusan gambar dari juru bicara, namun tidak satupun gambar pemimpin mereka dipublish. Hal ini menunjukkan bahwa juru bicara diizinkan untuk menampilkan dirinya kepada dunia, sedangkan pemimpinnya tidak. Ini adalah taktik baru yang digunakan banyak kelompok jihad setelah kematian Asy syahid Abu Mus’ab rahimahullah.
Rasa keamanan dan Infiltrasi 
Hal pertama dan terpenting untuk keamanan seorang mujahid adalah mengetahui dengan siapa kalian bekerja. Jika kalian tidak mengetahui rekan kerja kalian, hal itu akan menyebabkan ketidakamanan. Kalian dapat mengekspos diri kalian dan kelompok kalian untuk mata-mata dari berbagai badan intelijensi. Jika kelompok itu diinfiltrasi (adanya penyusupan) oleh agen intelijen kemudian kalian tidak punya pilihan lain untuk menghancurkan kelompok itu.
Dalam buku peperangan kita menemukan bahwa, serangan kejutan (mendadak) adalah yang paling efektif untuk tentara atau kelompok perlawanan. Jika musuh sukes dalam infiltrasi terhadap mujahidin atau kelompok jihad, hal ini akan mengakibatkan efek besar pada setiap individu. Setiap orang akan fokus satu sama lainnya dan melupakan penyebab utama dari kelompok itu. Sementara, kelompok yang lain sibuk mencari informasi-informasi, dan musuh akan mempersiapkan serangan kejutan lainnya yang akan menimbulkan ketakutan dan teror di hati-hati mujahidin.
Jika kita membaca laporan-laporan tentang serangan mujahidin di New York dan Washington, kita akan menemukan bahwa pemerintah Amerika telah dikejutkan oleh serangan-serangan mujahidin. Setelah serangan terjadi, Amerika mengkhawatirkan serangan berikutnya yang berbeda di kota lain. Ketakutan dan teror yang telah masuk ke dalam pembuluh darah Amerika setelah serangan mematikan adalah  lebih berat daripada hari dimana serangan-serangan itu  terjadi. Al Qaeda berhasil menyusup ke Amerika dan menyerang mereka dan melumpuhkan teknologi super mereka.
Jika ada rasa keamanan antara mujahidin, hal itu akan memotivasi mereka melanjutkan operasi jihad melawan musuh. Jika anggota kelompok jihad disingkirkan/dibunuh setiap hari oleh musuh, hal itu akan menurunkan motivasi mujahidin dan menimbulkan ketakutan dan ketidakamanan diantara mereka.
Teladan keamanan dari Sirah Nabi Muhammad shalallahu ’alaihi wa salam
Jika kita mempelajari biografi Nabi kita tercinta Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, kita akan menemukan banyak teladan terkait dengan keamanan. Jika kita mempelajari tahap pertama dari persiapan beliau untuk hijrah ke Madina, kita akan menemukan langkah-langkah keamanan yang hebat dilaksanakan oleh Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam.
Fondasi keamanan dipersiapkan di rumah Abu Bakar radiallhu ‘anhu. Langkah pertama adalah menyuruh Ali radiallahu ‘anhu untuk tidur di tempat tidur Rasulullah shallahu ‘alaihi wa salam. Orang-orang musyrik Quraisy mengintip melalui pintu kamar yang masih terkunci untuk memastikan bahwa Rasulullah masih tertidur. Langkah kedua adalah mencari tempat untuk bersembunyi selama tiga hari.
Banyak orang tidak memperhatikan biografi beliau shalallahu ‘alaihi wa salam secara rinci. Mengapa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam memilih gua di gunung Tsur sebagai tempat untuk bersembunyi? Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam berjalan ke gua tersebut pada saat gembala-gembala berjalan ke gunung Tsur. Beliau shalallahu ‘alaihi wa salam melakukan hal itu karena domba dan unta akan menghapus jejak beliau dan Abu Bakar. Ini hanyalah dua teladan dari ratusan teladan yang dapat kita temukan di Sirah Rasulullah Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam terkait dengan keamanan di dalam operasi jihad.
Pengembangan Keamanan
Perang antara mujahidin dan pasukan salibis adalah “perang intelijen”. Aturan pertama perang intelijen adalah “siapa yang akan menemukan yang lainnya pertama”. Jika kita melihat ke dalam perang antara Amerika dan Al Qaeda di Afghanistan/Pakistan, kita akan menemukan perang pesawat pembunuh tanpa awak dan mata-mata melawan musuh tersembunyi yang hanya diketahui operasi militer mereka dengan para mujahidin yang memiliki peralatan terbatas.
Amerika tidak memerangi orang-orang yang memiliki seragam dan pangkalan militer. Mereka memerangi orang-orang yang tinggal dekat dengan musuh. Beberapa dari mereka tidak hanya tinggal dekat dengan musuh, tetapi bahkan berada dengan musuh di pangkalan militer mereka. Contoh yang terbaik dari “perang intelijen” adalah operasi yang membunuh tujuh komandan CIA di provinsi Khost. Operasi ini adalah operasi yang paling sulit di saat itu yang dilakukan mujahidin Al Qaeda.
Jika kita ingin melakukan operasi dalam level tinggi, kita harus mempelajari teknologi musuh yang digunakan untuk menyerang pemimpin-pemimpin kita, mujahidin, dan para pendukung mereka. Tidak mungkin untuk melaksanakan langkah-langkah keamanan tanpa pengetahuan tentang teknologi yang digunakan musuh untuk melawan kita.
Jika kita melihat kepada langkah-langkah yang kita gunakan sepuluh tahun lalu,hal  itu akan menjadi sia-sia hari ini. Sebagai contoh: kita menggunakan handphone sepuluh tahun lalu untuk berkomunikasi satu sama lain. Jika kita menggunakan handphone hari ini di dalam medan perang, pasti akan menyebabkan kerusakan dan kehancuran terhadap mujahidin. Karena itu, kita menggunakan alat-alat yang berbeda untuk mengakali musuh. Terkadang, lebih baik untuk menggunakan alat yang sederhana daripada alat-alat yang rumit dan menghambur-hamburkan uang banyak.
“kalian dapat menemukan apa yang membuat musuh ketakutan dengan mengamati cara-cara yang mereka gunakan untuk menakuti kalian”
Demikian apa yang dapat saya sampaikan tentang pentingnya keamanan di dalam medan jihad. Jika saya memiliki waktu luang lain, saya akan menulis bagian ke dua, insya Allah.
“dan Allah berkuasa terhadap urusan-Nya, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahuinya.” (12:21)
“Ya Allah berikanlah kemenangan kepada mujahidin atas musuh-musuh mereka., jangan membuat mereka bergantung kepada perkataan dan perbuatan mereka, dan rahmati lah mereka dan jangan menghukum mereka, Ya Allah buatlah mereka mengingat Mu dan takut kepada Mu dan bergantung hanya kepada Mu, buatlah mereka jama’ah yang senantiasa bertaubat kepada Mu, takut kepada Mu dan mentaati Mu, Ya Allah buatlah mereka termasuk orang-orang yang pantas Engkau menangkan, Ya Allah yakinkan mereka bahwa Engkau akan memenangkan orang-orang yang yakin kepada Mu Wahai Tuhan semesta alam, Ya Allah buatlah mereka bersabar dan mengguncang kaki-kaki musuh mereka, Wahai Yang Maha Penolong lagi Maha Pemberi.”
Wallahu a’lam bisshowab dan shalawat serta salam tercurah kepada Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alahi wa salam, keluarga serta para sahabatnya radiallahu ‘anhum dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik.
Jangan lupa mengingat saya di dalam do’a-do’a kalian
Wa salaamu’alaykum

Al Faqir Abdullah
Ahad 11 Desember 2011

(siraaj/arrahmah.com)
Read More..

Peta Gerakan Sepilis 2012: Menyusup dalam Program Deradikalisasi


Peta Gerakan Sepilis 2012: Menyusup dalam Program Deradikalisasi

Jakarta – Pengamat Sepilis (Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme) Adian Husaini membenarkan, jika gerakan Sepilis telah menyusup dalam program deradikalisasi yang digulirkan BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme). Terbukti, dalam buku yang diterbitkan oleh Lazuardi Birru, penulisnya menggadang-gadang pemikiran Nasr Hamid Abu Zaid yang telah melecehkan Al-Quran dan divonis murtad oleh Mahkamah Mesir.
Sejak awal, Adian yang ditemui Voa-Islam di Masjid UI Depok, menaruh curiga, para pengasong sepilis telah memanfaatkan isu terorisme untuk menyebarkan paham sepilis tanpa kita sadari. Mulai dari mempelintir ayat-ayat jihad hingga menafirkan Al Qur’an dengan cara hermeneutika.
Jika menyimak buku yang diterbitkan oleh Lazuardi Birru berjudul “Memutus Mata Rantai Radikalisme dan Teroris” -- dari beberapa artikel yang ada --  terdapat tulisan Mu’ammar Zayn Qadafy yang diberi judul “Aplikasi Teori Interpretasi Nashir Hamid Abu Zaid Dalam Ayat-ayat Qital”. Kenapa, seorang Nashir Hamid Abu Zaid yang jelas-jelas melecehkan Al Qur’an itu malah disusupkan dan digadang-gandang dalam program deradikalisasi. Aneh!
Mungkin tak semua pembaca tahu, siapa Nashir Hamid Abu Zaid itu (atau maksudnya Nasr Hamid Abu Zayd)? Menurut Adian Husaini dalam bukunya “Membendung Arus Liberalisme di Indonesia” (Penerbit Pustaka Al-Kautsar), Nasr Hamid Abu Zayd adalah tokoh-tokoh liberal yang pendapat-pendapatnya sangat ekstrim, sehingga dia divonis murtad oleh Mahkamar Mesir. Dia lalu melarikan diri ke Leiden University. Dari sanalah, ia dengan dukungan negara Barat, mendidik beberapa dosen UIN/IAIN. Beberapa muridnya sudah kembali ke Indonesia dan menduduki posisi-posisi penting di UIN.
Di Indonesia, para penghujat Al-Qur’an di kampus-kampus UIN/IAIN hampir selalu menjadikan Abu Zayd sebagai rujukan. Menurut Nasr Abu Zayd, Al Qur’an bukan lagi dianggap sebagai wahyu suci dari Allah kepada Muhammad Saw, melainkan produk budaya. Metode tafsir yang digunakan adalah hermeneutika, karena metode tafsir konvensional dianggap sudah tidak sesuai dengan zaman. Juga dikatakan Abu Zayd, “Sebagai budaya, posisi Al Qur’an tidak berbeda dengan rumput.”
Apalagi, Nasr Hamid Abu Zayd pun melecehkan metodelogi Imam Syafi’I, dan menyimpulkan poligami bukan ajaran Islam. Juga dalam hal warisan, hukum 2:1 dinilai belum final.
Atas pemikirannya, kunjungan Nasr Hamid Abu Zayd ke Indonesia ditolak di sejumlah daerah, seperti Riau dan Malang. Pada 23 November 2007, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menerima pernyataan sikap dari MUI Riau dan sejumlah ormas Islam lainnya tentang penyelenggaraan Konferensi Tahunan Studi Islam ke-7 yang diselenggarakan di UIN Riau. Dalam pernyataan sikapnya, ditegaskan: “Umat Islam Riau Tolak Kehadiran Nasr Hamid Abu Zayd. MUI Riau mempersoalkan mengapa dalam acara tersebut akan diundang Prof. Dr. Nasr Hamid Abu Zayd, ilmuwan Mesir yang divonis murtad oleh Mahakamah Mesir karena tulisan-tulisannya dinilai melecehkan Al-Qur’an.
Setelah ditolak di Riau, Nasr Hamid Abu Zayd, juga ditolak umat Islam di Malang yang direncanakan akan hadir dalam Konferensi Internasional di Unisma (Universitas Islam Malang), 27-29 November 2007.
Lazuradi Birru Besarkan Nama Nasr Hamid Abu Zayd
Kehadiran Abu Zayd ke Indonesia – disadari atau tidak – adalah sebuah konspirasi untuk merusak pemikiran Islam di Indonesia dengan menyebarkan paham-paham liberal.  Terlebih, tidak dihadirkan pembanding yang mengkritisi pemikiran sesat Abu Zayd tersebut.
Semakin jelas, program deradikalisasi adalah kedok untuk menyusupkan paham sepilis kepada kaum intelektual, terutama mahasiswa di berbagai kampus di Indonesia dengan membesar-besarkan pemikiran Nasr Hamid Abu Zayd terkait ayat-ayat Qital.
Menurut Mu’mmar Zayn Qadafy, yang menulis artikelnya “Aplikasi Teori Interpretasi Nashir Hamid Abu Zaid Dalam Ayat-ayat Qital”, dipilihnya metode tafsir hermeneutika ala  Nasr Hamid Abu Zayd dianggap penafsiran baru yang lebih tepat, relevan untuk dijadikan pisau analisis, terutama ayat-ayat qital.
Desastian/ voa-islam
Read More..

Palang Merah: "Tubuh Taliban tidak membusuk!"



Oleh: Doktor Muhammad Andar

Komite Palang Merah Amerika telah mengeluarkan laporan dalam lamanwebnya mengenai mayat-mayat (syuhada) Taliban dibandingkan mayat pasukan asing. Komite tersebut yang memiliki tugas mengambil dan mengubur mayat di provinsi Mazar Sharif Afghanistan, menunjukkan keheranannya mengapa tubuh mayat Taliban tidak rusak maupun mengeluarkan bau busuk?!
Laporan tersebut mengatakan bahwa investigator awalnya mengira bahwa karena cuaca dinginlah adanya fenomena itu, hanya saja teori tersebut hancur berkeping-keping karena tubuh pasukan dari sekutu utara yang tergeletak di area yang sama telah rusak dan mengeluarkan bau yang menjijikkan.
Laporan tersebut terus menyatakan bahwa mereka ingin melakukan penelitian tentang makanan yang dimakan oleh pejuang Taliban! Para peneliti juga ingin mencari tahu apakah adanya korelasi antara makanan dan darah karena darahnya beberapa Taliban tetap hangat walau setelah kematiannya!
(Sumber: Al-Misryoon, Ana Muslim dan beberapa website lainnya)
Adalah hadiah dari Allah SWT apabila musuh mengakui di depan teman-temannya mengenai mukjizat yang ditunjukkan melalui syuhada Taliban karena pembantaian pasukan salib. Harus dikemukakan bahwa jika semua peneliti maupun ilmuan biologi di planet ini mau bergabung dan meneliti seumur hidupnya, mereka tidak akan pernah menemukan jawabannya terhadap kasus yang membingungkan ini. Tanpa kita ketahui, bisa jadi mereka malah mencoba untuk menemukan tubuh Ibrahim AS yang penuh berkah dan mempelajari struktur biologinya sehingga mereka bisa membuat baju anti api untuk para prajuritnya.
Teringat pidato dari ulama terkenal, Ustaz Yasir, pada saat pemakaman komandan terbaik dari Imarah Islam, Syahid Mullah Abdul Manaan Ahmad rahimahullah: “Di sini saya akan memberikan sedikit contoh yang dapat dimengerti semua orang dan tidak ada yang bisa mengingkari tentang kenapa Taliban adalah di sisi yang benar dan rezim Kabul di sisi yang bathil; Kenapa mayat kami tidak rusak dan mengeluarkan bau busuk sedangkan mayat oposisi kami membusuk dan baunya sangat menyengat?!”
Berhubung aroma dari syahid Mullah Abdul Manaan terus-terusan semerbak, ustad yang disegani itupun menambahkan: “Saya tantang semua orang untuk datang! Mari ambil satu mayat dari sisi kami dan satu dari sisi musuh yang terbunuh pada saat bersamaan dan oleh senjata yang sama. Kita akan meninggalkan mereka dalam kondisi fisik dan kimia yang sama. Lalu mari kita perhatikan, bahwa mayat dari sisi kami mewangi seperti misik dan tampa lebih indah dan mayat lainnya menggembung dan mulai rusak dan baunya busuk! Sekarang biarkan spesialis dunia dalam bidang sains dan kimia menginvestigasi dan temukan alasannya.”
Kita juga jangan lupakan salah satu faktor desersi dalam pasukan Kabul adalah karena mukjizat yang ditunjukkan melalui para syuhada Taliban. Satu kelompok prajurit ANA (Afghan National Army) di provinsi Nangarhar, distrik Ghani Khel yang meninggalkan tugasnya memberitahukan alasan dari desersi mereka yaitu: “Satu ketika kita bertarung hadap-hadapan dengan Taliban di provinsi Kandahar,  Taliban mundur sedangkan mayat dari sisi kami dan mereka tergeletak di medan perang. Lalu kami diperintahkan untuk berdiam di area tersebut pada malam hari. Waktu pun berlalu, mayat kami mulai rusak dan mengeluarkan bau sangat menyengat yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Di sisi lain, mayat Taliban mulai mengeluarkan bau yang asing tapi harum dan indah. Saat itu juga, teman-teman kami meninggalkan mayat temannya dan duduk di sebelah mayat syuhada Taliban”. Prajurit itu menambahkan: “Jadi pada pagi harinya, aku dan teman-temanku mengemas barang-barang pribadi kami dan meninggalkan semuanya, padahal tinggal dua atau tiga hari lagi mendapatkan gaji dan pulang!!”
Satu buku tentang mukjizat yang ditunjukkan melalui syuhada dalam jihad melawan soviet telah dirangkum oleh ulama syahid terkenal Syaikh Abdullah Azzam rahimullah dalam sebuah judul “Ayat ar Rahmaan fi Jihad al Afghan” yang dalamnya ratusan insiden telah disampaikan. Jadi semoga Allah memberikan ulama zaman ini keteguhan untuk menyingsingkan lengan bajunya dan menulis tentang mukjizat-mukjizat yang ditampakkan dalam medan perang dan oleh para syuhada dalam jihad saat ini, sehingga manusia dapat membedakan antara kebenaran dan kebathilan dan akhirnya akan bergabung dengan kebenaran.
Akhir kata, saya memohon dengan sangat kepada seluruh pembaca agar dengan ikhlas mendoakan saya untuk dapat melaksanakan jihad dan pada akhirnya mendapatkan karunia sebagai syuhada, sebuah status yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan diimpikan oleh beliau.
Imarah Islam Afghanistan
(ibnusyahin/arrahmah.com)
Read More..

Syaikh Anwar Al-Awlaqi (rahimahullah): “Pahala yang menanti para syuhada’”


Dikutip cari ceramah beliau pada pembahasan kitab Masyari’ul Asywaq CD 3
Allah berfirman : “(yaitu) syurga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”[ keselamatan atasmu berkat kesabaranmu]. Maka Alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS 13:23-24)
Surga itu berbeda dengan dunia dalam empat hal :
  1. Dunia ini sementara, dan akhirat itu abadi. Allah berkata tentang dunia, mataa’ul ghurur
    – kesenangan yang menipu. Dan Allah berkata tentang surga, wal akhirotu khoiruw wa abqo – akhirat itu lebih baik dan kekal
  2. Perbedaan dalam kualitas
  3. Perbedaan dalam kuantitas
  4. Segala hal di dunia telah terkontaminasi, sementara segala hal di akhirat itu murni
Dunia sementara sedangkan akhirat abadi. Berapa lama engkau tinggal di dunia? Saya pernah menyaksikan kilasan berita di Al Jazeera, dikatakan bahwa orang paling tua di dunia baru saja meninggal di Jepang pada usia 114 tahun. Itu manusia dengan usia tertua. Seratus empat belas tahun. Berapa lama kita tinggal di akhirat? Selama-lamanya.
Nah sekarang jika kita hendak membuat rasio perbandingan antara dunia dan akhirat, bagaimana caranya? Engkau membagi dunia dengan akhirat, jadi 114 tahun dibagi dengan bilangan tak terhingga. Apa jawabannya?
Matematika mengatakan kepada kita hasilnya zero, kosong, hampa. Bahkan mungkin tidak ada rasionya! Tetapi Rosululloh SAW lebih pemurah ketika beliau bersabda, “Seandainya dunia lebih berharga meski hanya seberat satu sanyap nyamuk…”, Tetapi tentu engkau akan menyadari bahwa dengan satu sayap nyamuk tidak mungkin bisa terbang, sementara Rosululloh tidak berkata dua sayap! Maka dunia itu kosong, tidak berharga, hampa.
Di surga, sesala sesuatunya bersih, murni. Bahkan tidak ada keringat, atau ‘panggilan alam’ (maksudnya seperti buang air kecil dan besar). Tubuh kita dirubah dalam bentuk yang baru. Kehidupan disana abadi. Tidak ada waktu yang menekan. Penduduk surga bebas melakukan apa saja, kapan saja dan selama apapun yang mereka mau. Salah seorang mereka (diriwayatkan) dapat duduk di singgasananya selama empat puluh tahun bercakap-cakap gembira dengan isterinya.
Subhanallah! Ketika engkau berpikir tentang waktu seperti itu… tak dapat dibayangkan! Karena di akhirat tidak ada batas. Tidak terbatas! Karena akhirat itu abadi, kekal! Engkau akan keluar dari istanamu, sebagai contoh, dan menikmati sekuntum bunga indah yang sedang mekar yang engkau sukai, engkau dapat duduk menikmatinya 10 tahun! Atau engkau dapat menikmatinya, melihat selama 100 tahun jika engkau mau.
Tidak ada waktu yang menekan, tidak ada pekerjaan yang mengejarmu, tidak ada janji yang harus dikejar. Ya, memang ini konsep yang sulit untuk dibayangkan. Lalu jika engkau lebih jauh lagi, engkau bisa membayangkan menghabiskan seluruh waktu (yang abadi itu) bersama Muhammad SAW. Beliau akan dengan senang hati menemanimu.
Contoh yang lain, jika engkau suka membaca sejarah dan siroh, dan ada sesuatu yang engkau ingin klarifikasi tentang Umar bin Khathab, engkau dapat dengan segera mengunjungi beliau rodhiyAllahu’anhu di istananya dan menghabiskan waktu sebulan, setahun, atau sepanjang waktu yang engkau suka mendiskusikannya. Tidak ada waktu yang membatasi, tidak akan tergesa-gesa. Dan tidak alasan penawaran ini akan diturunkan. Jika mereka kebetulan sedang sibuk pada sejuta tahun pertama, engkau tetap masih bisa datang pada kesempatan sesudahnya.
Tidak ada waktu yang membatasi, itulah sebabnya Ibnul Qoyyim meriwayatkan tentang surga, bahwa seseorang dapat tidur bersama isterinya selama delapan puluh tahun! Ibnul Qoyyim mengatakan bahwa keterangan ini ada di sebuah hadits, tetapi mungkin hadits ini lemah. Tetapi segala sesuatunya mungkin karena tidak ada waktu yang membatasi. Engkau bebas melakukan apa saja yang engkau sukai. Engkau diberi empat sungai, dan engkau dapat pergi berlibur musim panas di sungai tersebut selama apapun yang engkau mau.
Pikiran kita di dunia tidak akan mampu membayangkan apa yang terjadi di luar kotak, hingga saatnya tiba… (saatnya keluar dari kotak dunia ini, yaitu kematian, menuju hidup akhirat yang abadi, pent). Keabadiannya tidak akan berhenti, terus berlangsung… Kelinci baterai Energizer sudah mati sementara engkau tetap hidup di surga!
Tidak ada sesuatu pun yang menghalangimu dengan seluruh kenikmatan itu, tidak ada yang membatasinya kecuali menyambut maut sebagai syahid! Pikiran kita di dunia tidak akan mampu membayangkan apa yang terjadi di luar kotak, hingga saatnya tiba… (saatnya keluar dari kotak dunia ini, yaitu kematian, menuju hidup akhirat yang abadi, pent). Keabadiannya tidak akan berhenti, terus berlangsung… Kelinci baterai Energizer sudah mati sementara engkau tetap hidup di surga!
Tidak ada sesuatu pun yang menghalangimu dengan seluruh kenikmatan itu, tidak ada yang membatasinya kecuali menyambut maut sebagai syahid!
Sumber: Inspire #2
(saif al battar/arrahmah.com)
Read More..

Pernyataan resmi Mujahidin peserta pelatihan militer asal Aceh


BANDA ACEH  – Berikut rilis resmi para tertuduh teroris (mujahidin) asal Aceh yang mengikuti pelatihan militer (i’dad) di Jantho 2010 lalu. Pernyataan ini dibuat ketika mereka berada di dalam Rumah Tahanan Polda Metro Jaya. Menurut kabar, para mujahidin asal Aceh tersebut kini akan dipindahkan ke LP Tanjung Gusta Medan. Berikut pernyataan resminya sebagaimana dikutip dari situs Aceh Loen Sayang.
Bismillahirrahmanirrahim
PERNYATAAN RESMI SEBAGAI KLARIFIKASI ATAS BERBAGAI PEMBERITAAN DAN TUDUHAN
Segala puji bagi Allah, yang memuliakan Islam dengan pertolongan-Nya, menghinakan kesyirikan dengan kekuatan-Nya, mengatur semua urusan dengan perintah-Nya, mengulur batas waktu bagi orang-orang kafir dengan makar-Nya, yang mempergilirkan hari-hari bagi manusia dengan dengan keadilan-Nya, dan menjadikan hasil akhir sebagai milik orang-orang bertakwa dengan keutamaan-nya.
Shalawat dan salam terhatur selalu kepada Nabi Muhammad, manusia yang dengan pedangnya Allah tinggikan menara Islam. Amma Ba’du :
Sehubungan dengan diadakannya I’dad Tadrib ‘Askary (Pelatihan Militer) di pegunungan Jalin Jantho pada bulan Februari 2010 yang lalu, serta munculnya berbagai pemberitaan dan tuduhan terhadapnya.
Maka, kami selaku putra-putra Aceh yang ikut serta didalamnya, ingin menerangkan beberapa hal, khususnya kepada masyarakat Aceh, sebagai berikut:
  1. Maksud dan tujuan yang sebenarnya dari diadakannya Tadrib ‘Askary (Pelatihan Militer) tersebut sejak awal adalah semata-mata sebagai persiapan untuk menolong saudara-saudara kita kaum muslimin yang tertindas dan terjajah dengan keji di berbagai belahan bumi Islam dan kaum muslimin, terutama bumi suci Palestina, yang dilakukan oleh koalisi penjajah Amerika Serikat, Israel, dan sekutu-sekutu mereka. hal ini, sebagaimana telah diperintahkan oleh Allah Ta’ala didalam firman-Nya :
    “Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka, apa saja yang kalian sanggupi dari kekuatan, dan dari kuda-kuda yang ditambat, (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh-musuh Allah, musuh-musuh  kalian, dan orang-orang selain mereka yang kalian tidak mengetahuinya akan tetapi Allah mengetahuinya”. (Qs. Al-Anfal : 60)
  2. Adapun mengenai pemberitaan yang menyatakan bahwasanya maksud dan tujuan kami mengadakan I’dad Tadrib ‘Askary tersebut adalah untuk melakukan penyerangan terhadap NGO-NGO (non-governmental organization / LSM, -red) asing yang ada di Aceh, maka dapat kami jelaskan sebagai berikut : Memang benar, ada di antara kami yang pernah mendengar pembicaraan mengenai NGO-NGO asing yang ada di Aceh ini dari beberapa pengurus program pelatihan militer. Namun sejauh yang kami ketahui adalah, pembicaraan ini muncul karena beredarnya isu mengenai adanya misi-misi ganda dari beberapa NGO asing yang ada di Aceh. Misi-misi ganda tersebut yaitu Balkanisasi Aceh, Eksploitasi kekayaan alam Aceh, dan Kristenisasi atau misi pemurtadan rakyat Aceh.
    Dan pada saat itu yang kami ketahui ada 2 point yang diambil oleh para pengurus pelatihan militer terkait dengan adanya isu-isu tersebut, yaitu :
    Pertama, kami akan mencari bukti yang kuat mengenai misi-misi ganda dari beberapa NGO asing ini. Karena kami mengetahui memang tidak semua NGO asing yang ada di Aceh memiliki misi-misi ganda. Ada NGO-NGO asing yang memang benar-benar murni ingin memberikan bantuan kepada rakyat Aceh yang tertimpa musibah gempa bumi dan gelombang tsunami. Namun, kita juga tidak bodoh seandainya ada diantara mereka yang ingin menipu kita. Maksudnya yaitu, mereka memberikan sedikit bantuan kepada kita, akan tetapi kemudian mereka memecah belah bangsa kita (Balkanisasi), merampok kekayaan alam kita (Eksploitasi), dan memurtadkan masyarakat kita /Kristenisasi.
    Kedua, jika memang kami bisa mendapatkan bukti yang yang kuat, maka tujuan kami adalah ingin menggagalkan misi-misi ganda dari beberapa NGO asing tersebut. Dan pada saat itu sama sekali belum ada pembicaraan mengenai bagaimana cara menggagalkannya jika memang misi ganda tersebut terbukti benar adanya. Jadi, jika dikatakan kami sudah merencanakan penyerangan terhadap NGO-NGO asing yang ada di Aceh, maka ini adalah sebuah kebohongan besar. Karena kami mengetahui dengan pasti, bahwasanya kebanyakan yang bekerja pada NGO-NGO asing yang ada di Aceh saat ini adalah rakyat Aceh sendiri, sehingga mustahil bagi kami melakukan sesuatu yang akan menyebabkan jatuhnya korban dari rakyat Aceh sendiri.
    Inilah yang kami ketahui dari program pelatihan militer di Jantho yang mana kami ikut serta didalamnya. Sesungguhnya kami bukan ingin berbuat zhalim ataupun teror, namun justru kami menginginkan agar penjajahan (khususnya terhadap umat Islam) dihapuskan dari muka bumi ini. Kami bukan ingin membuat kerusakan, namun justru kami ingin menjaga kekayaan alam dari tangan-tangan asing yang ingin merampasnya.
    Inilah kami apa adanya. Kami telah berijtihad menurut kemampuan dan pemahaman kami pada saat itu. Dan jika ternyata ijtihad yang kami ambil ini adalah salah, maka kami memohon kepada Allah ‘Azza Wa Jalla agar sekiranya berkenan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kami, serta memperbaiki keadaan kami.
  3. Di sini kami juga ingin menyampaikan, bahwasanya Pemerintah Aceh telah menolak kehadiran kami untuk menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (LP) yang ada di Aceh. Kepulangan kami dianulir oleh Pemerintah Aceh di detik-detik akhir ketika kami akan dipulangkan, padahal Pemerintah Pusat sendiri telah menyetujui bahkan mendesak Pemerintah Aceh untuk menerima penempatan kami di Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Aceh.
    Namun, Pemerintah Aceh tetap bersikeras untuk menolak, dan “membuang” kami ke LP Tanjung Gusta Medan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal lokasi kejadian kami di Aceh, persidangan kami di Jakarta, lalu mengapa kami harus “dibuang” ke Medan? Apakah ini semua karena Pemerintah Aceh takut kehadiran kami di Aceh akan berpengaruh kepada masuknya investor asing ke Aceh.
    Jika memang benar demikian, maka Pemerintah Aceh tega mengusir putra-putranya sendiri demi mencari muka dan menghiba sedikit harta dunia dari para investor asing tersebut. Padahal kita belum mengetahui dengan pasti, apa misi sebenarnya dari para investor asing tersebut di Aceh? Mengapa mereka sangat tertarik kepada Aceh?
    Tapi, yang sudah pasti dan terlihat dengan jelas dihadapan kita adalah, para investor asing tersebut tidak pernah rela jika Syari’at Islam di Aceh diterapkan secara Kaffah. Dan sungguh, apa yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh ini mengingatkan kami kepada salah satu lembaran sejarah kehidupan Nabi kita yang mulia, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu ketika para pemuka Quraisy mengambil sikap tidak mengizinkan beliau untuk kembali ke Mekkah karena keimanan beliau kepada ayat-ayat Allah.
  4. Imam Asy-Syafi’i (Rahimahullah) pernah berkata : “Kalaulah mencintai Ahlul Bait dikatakan sebagai rafidhi (Syi’ah), biarlah aku dikatakan rafidhi (Syi’ah)”.
    Maka, di sini pun kami akan berkata :
    “Jika ingin menolong umat Islam yang terjajah dengan keji oleh aliansi zionis-salibis, jika ingin menerapkan Syari’at Islam di Aceh secara kaffah, jika ingin menjaga kekayaan alam Aceh dari tangan-tangan asing penjajah, jika itu semua dikatakan Teroris, maka biarlah seluruh dunia dan masyarakat Aceh menyaksikan, BAHWASANYA KAMI ADALAH TERORIS.”
  5. Terakhir, sebelum kami menutup lembaran ini, kami ingin menyampaikan sesuatu :
    Pertama, kepada kedua orang tua dan keluarga kami : Bersabarlah wahai ayah dan ibu. Mungkin takdir Allah memang belum menghendaki untuk segera mempertemukan kita, atau bahkan mungkin kita tidak akan pernah bertemu lagi di dunia ini. Namun percayalah, Allah Ta’ala Rabb kita tidak pernah tidur dan Maha Mengetahui atas kezhaliman yang kita terima. Dan setiap kezhaliman, sekecil apapun pasti menuai balasannya cepat atau lambat, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
    Kedua, kepada masyarakat Aceh : Mari kita terapkan Syari’at Islam di Aceh secara kaffah sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah karena hal itu adalah kewajiban yang dibebankan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada kita semua. Dan senantiasalah waspada terhadap makar musuh-musuh Allah dari aliansi Zionis dan Salibis yang ada di negeri kita. Karena sesungguhnya, penjajahan terselubung mereka terhadap negeri-negeri umat Islam, bukanlah sebuah rahasia lagi bagi kita semua. Demikianlah klarifikasi yang dapat kami sampaikan.  Akhir kata, Alhamdulillahi rabbil ‘alamin..
ttd,

Peserta Tadrib ‘Askary (Pelatihan Militer) Asal Aceh

(M Fachry/arrahmah.com)
Read More..

Pernyataan Resmi Daulah Islam Irak Tentang Serangan Bom Terbaru di Baghdad


Daulah Islam Irak menyatakan bertanggung jawab atas serangan bom istisyhad di kota Baghdad pada hari Kamis (22/12/2011) pekan yang lalu. Serangan bom itu dilakukan untuk membalas kebiadaban pemerintahan boneka Irak Syiah Shafawiyah boneka Barat terhadap para tawanan muslim ahlus sunnah di penjara-penjara Irak. Berikut terjemahan pernyataan resmi Daulah Islam Irak yang dimuat oleh Forum Anshar Mujahidin dan Shumukh Media.
Selasa, 2 Shafar 1433 H / 27 Desember 2012 M
بسم الله الرحمن الرحيم
Penjelasan Tentang Serangan Kamis di Wilayah Baghdad
Allah SWT berfirman:
فَقَاتِلُوا أَئِمَّةَ الْكُفْرِ إِنَّهُمْ لا أَيْمَانَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنْتَهُونَ
Maka perangilah pemimpin-pemimpin kafir itu, karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak dapat dipegangi perjanjiannya, agar mereka berhenti (dari kekafiran dan pengkhianatan).
(QS. At-Taubah (9): 12)

Segala puji bagi Allah Rabb seluruh makhluk. Shalawat dan salam untuk Nabi kita Muhammad, keluarga, dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du…
Sebagai kelanjutan dari  operasi-operasi jihad sesuai arahan dari mentri perang Daulah Islam Irak, untuk menolong para ahlus sunnah yang ditindas di penjara-penjara pemerintahan orang-orang murtad, dan sebagai pembalasan atas para tawanan muslim yang dihukum mati oleh pemerintahan Shafawiyah (Irak, edt), dan setelah bertawakal kepada Allah serta mengambil sarana-sarana yang bisa dilakukan, maka peleton-peleton keamanan di wilayah Baghdad secara berkesinambungan melakukan operasi-operasi serangan terhadap target-target pilihan yang telah disurvei dan dikaji dengan cermat.
Operasi-operasi jihad tersebut dibagi dengan beberapa target; markas-markas aparat keamanan, patrol-patroli militer, tempat-tempat perkumpulan tentara-tentara Dajjal, dan pemimpin-pemimpin kekafiran baik dari pihak kepolisian, militer, maupun pemerintahan kawasan hijau (julukan untuk kota Baghdad, edt).
Di antara target operasi ini adalah gedung direktorat penyelidikan kriminal di daerah Rashafah, Baghdad, yang berada dalam kompleks bangunan yang secara palsu diberi nama ‘Dinas Kebersihan’. Pemerintahan Shafawiyah menjadikan bangunan tersebut sebagai salah satu alat terpenting untuk menegakkan hegemoni Syiah Rafidhah dan merubah wajah negeri ini untuk melakukan genosida terhadap setiap ahlus sunnah di negeri ini, atau untuk memaksa mereka agar tunduk terhadap program jahat mereka yang mengatas namakan memerangi dan mencabut kerusakan sampai ke akar-akarnya, di sebuah negeri yang menjadi contoh bagi tindakan pencurian harta dan penyia-nyiaan kekayaan negara.
Salah seorang pejuang Ahlus sunnah telah berhasil menerobos seluruh pengawalan aparat keamanan yang super ketat dan berlapis-lapis, sehingga sampai kepada bangunan target tersebut di kampung Karadah. Dengan kendaraan penuh muatan bahan peledak, ia memasuki halaman bangunan tersebut dan meledakkannya hingga menghancurkan bagian dalam bangunan tersebut dan menewaskan sebagian besar orang yang berada di dalamnya. Ledakan itu juga menghancurkan truk-truk militer dan kendaraan-kendaraan pengangkut personal milik sarang kejahatan tersebut. Segala puji dan karunia milik Allah semata.
Kami katakan kepada seluruh Ahlus sunnah: “Janganlah kalian mempercayai kebohongan media massa atau manipulasi para pengkhianat yang mengklaim dirinya bagian dari Ahlus sunnah. Karena dengan karunia Allah, Daulah Islam Irak mengetahui betul bagaimana, di mana, dan kapan harus melakukan operasi serangan jihad. Mujahidin tidak akan tinggal diam, karena program jahat Iran atas kaum muslimin Ahlsu sunnah Irak kini telah terbuka kedoknya dan menjadi terang benderang tanpa bisa ditutup-tutupi lagi.”
Laporan global dari hasil operasi-operasi jihad yang penuh berkah ini akan diumumkan dalam jurnal penjelasan resmi, yang dengan izin Allah akan dirilis menyusul. Segala puji bagi Allah atas bimbingan dan taufik-Nya.
Kami berdoa kepada Allah semoga menerima amal para ikhwah yang melakukan operasi isytisyhad dan orang-orang yang berperan serta dalam operasi jihad tersebut. Semoga Allah melipat gandakan mereka sebagaimana janji-Nya kepada para hamba-Nya. Sungguh Allah Maha Kuasa atas hal itu.
Kepada kaum Rafidhah, kami katakan kepada kalian: “Hari ini barulah satu hari dari hari-hari yang beritanya akan datang kepada kalian dalam waktu dekat, dengan bantuan dan kekuatan Allah SWt. Maka bergembiralah kalian dengan hal-hal yang akan menyusahkan kalian. Peristiwa yang akan dating, dengan izin Allah, akan lebih menyakitkan dan pahit.
Allahu Akbar!
{وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لا يَعْلَمُونَ}
Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mu’min, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.
(QS. Al-Munafiqun (63): 8)


Departemen Penerangan
Daulah Islam Irak

Sumber: Yayasan Al-Fajr Centre

(muhib al-majdi/arrahmah.com)
Read More..

Selasa, 27 Desember 2011

MAHASISWA DAN DOSEN ANTARA JIHAD, BANGKU KULIAH DAN TUTOR

Berkata Imam Nawawi: Jika jihad menjadi fardhu ain maka ia lebih afdhal dari pada ilmu, sama saja apakah itu ilmu fardhu ain atau fardhu kifayah (Qolu Faqul 70)

Syeikh Al-Mujahid Harist Abdus Salam Al-Mishriy berkata:

Betapa ramainya orang-orang mengaku-aku bahwa mereka dalam jihad. Mereka berkata: "Kami dalam jihad", pengakuan untuk menghiasi keengganan mereka mengikuti perang. Cobalah lihat gaya kehidupan mereka; pejabat aman bersama keluarganya, ini pedagang, lalu itu buruh, petani dan lihat disana mahasiswa Al-Azhar atau mahasiswa fakultas syareah (ushuluddin), kedokteran, ekonomi, ilmu politik atau ……Masing-masing menyangka dalam jihad, mereka boleh duduk meninggalkan perang, sedang dia di negerinya makan, minum, kuliah, kerja dengan senang santai menganggap apa yang mereka lakukan lebih baik dari perang. Mereka-mereka ini para pengubah dan penyeleweng harus duduk manis memperdalam Al-Kitab dan sunnah serta sirah tabi'in. (10)

"Jihad apabila menjadi fadhu ain, maka anak berangkat perang tanpa perlu mendapat ijin dari orang tuanya. Apakah hari ini mahasiswa berangkat kuliah dengan jarak begitu jauh untuk menempuh ilmu falsafat atau ekonomi harus meminta ijin kepda orang tuanya? Bila bunda melarang anak-anaknya untuk mengikuti ujian mata kuliah ekonomi, apakah harus dipatuhi hal ini? Begitu juga bila bunda melarang anak-anaknya untuk meninggalkan jihad ketika fardhu ain apa harus ditaati? Manakah yang paling urgen? Perang ataukah studi ekonomi? Apakah Anda tidak mengerti dari ungkapan saya itu bahwa sebenarnya persiapan-persiapan seperti ini di negerimu tidak lain kecuali pikiran yang salah mengalir menutupi akal sehat!! Sesungguhnya persiapan (idad) yang hakiki adalah persiapan untuk perang". (Ibid 11)

Bila jihad telah fardhu ain, seseorang boleh berangkat tanpa meminta ijin kepada orang yang menghutangi seperti dijelaskan oleh para ulama. Apakah kamu ketika akan berangkat kuliah mempelajari ekonomi sibuk dan cemas karena beban hutang dan memperberat studimu dari pada jihad dengan beralasan bahwa idad fikri (persiapan intelektual) lebih baik dari pada idad perang? Apakah hukum syareat telah diamandemen seiring bergulirnya zaman? (12)

Jihad ketika fardhu ain didahulukan daripada shalat menurut madzhab empat kecuali Hambali. Meninggalkan jihad fardhu ain berarti dosa sebagaimana meniggalkan shalat. Apakah perbuatan kamu ketika kuliah, diskusi dan praktek laborat kalian utamakan dari shalat, zakat dan puasa ketika itu semua berbenturan? Apa pendapat kalian? Sesungguhnya apa yang kalian perbuat hari ini lebih baik dan lebih bermanfaat bagi muslimin, benarkah begitu? Apakah benar kalian menetapkan maslahah yang lebih baik dari apa yang telah Alloh, rasul tetapkan dan diikuti para ulama? (12)

Seandainya diadakan ujian yang memerlukan waktu selama enam jam, dimulai dari sebelum azan dhuhur dan selesai ketika isya dengan melewati tiga shalat. Bolehkan seseorang meninggalkan shalat ini dengan alasan suatu ketika nanti bila ia lulus dan berhasil membuka praktek klinik pengobatan, maka ia akan sumbangkan 30% dari penghasilannya untuk jihad Palestina? Lalu apakah juga boleh mengikuti ujian perkuliahan di teknik sipil dan meninggalkan shalat jumat karena waktunya mepet? Namun dalam medan tempur, shalat boleh ditinggalkan bila kondisi peperangan berkecamuk sangat hebat (dengan shalat khaouf atau jamak ) seperti terjadi dalam perang Khandaq".(12)

Bila seseorang hendak mengikuti perkuliahan di universitas "Barat", namun dia harus meminum sedikit vitamin untuk menambah suplemen agar mampu mengikuti perkuliahan padahal hari itu puasa ramadhan, apakah boleh bagi dia untuk melakukan hal ini? Tapi jihad ketika fardhu ain dia diutamakan dari puasa dengan kesepakatan seluruh ulama dan dia boleh berbuka. Kalau begitu manakah yang lebih utama perang atau….?

Seandainya sebelum mengikuti suatu ujian, pihak universitas mensyaratkan telanjang untuk diperiksa didepan computer, apakah dibenarkan dia melakukan hal ini dengan alasan jika nanti behasil lolos masuk fakultas teknik nuklir maka dia kan mempelajari cara merakit rudal berhulu ledak nuklir dengan itu dia bisa menyerang Israel?"

Manakah yang terasa lebih menakutkan musuh, seorang pemuda yang mengendap-endap melaksanakan operasi peledakan pada sasaran Yahudi dan sukses tetapi pemuda tersebut tertangkap dan dieksekusi ataukah pemuda yang (terang-terangan) masuk (SPMB) di Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Teknik Arsitektur? (23)

Kepada para penyanjung peradaban (teknologi) aku ajukan soalan: Bila musuh melakukan suatu invansi ke dalam kotamu, apakah yang kamu lakukan maju memeranginya dengan sekuat tenagamu ataukah kamu diam tetap konsentrasi merampungkan kuliahmu? Apakah dalam Islam ada pemahaman tentang pembagian/batasan-batasan Negara (selain darul Islam atau harbi serta maridin). Sesungguhnya Negara Islam adalah satu kesatuan! Pantaskah kita berkata kepada anak-anak Palestina: Berangkatlah kalian pelajari ekonomi dan social dan kita akan mengobarkan perang peradaban bukan perang bersenjata!!! Subhanalloh! (27)

Rasululloh bersabda: "Jika kalian berjual beli inah, kalian mengikuti ekor sapi, kalian ridha pada pertanian dan kalian tinggalkan jihad, maka Alloh akan timpakan pada kalian suatu kehinaan yang tidak akan lepas sampai kalian kembali kepada agama kalian". (Abu dawud dengan isnad hasan. Syeikh Syakir berkata: shahih). Dalam riwayat lain: "Jika manusia telah tergantung pada dinar dan dirham….Allah akan turunkan padanya cobaan”. (Tirmidzi, Baihaqi: shahih). Kehinaan disebabkan oleh harta, ekonomi dan meninggalkan jihad, lalu kepiye kalian berstatemen bahwa idad ekonomi lebih diutamakan dari pada idad operasi militer? (28)

Kehinaan kita bermula dari meninggalkan jihad bukan dari kelalaian kita kan ekonomi, politik, teknologi atau informatika. (28)

Siapa yang ngomong bahwa jihad tidak mungkin bisa ditegakkan tanpa persiapan informasi dan ekonomi? Bukankah perang melawan komunisme di Afghan dimulai oleh 30 orang? Di Cechnya oleh 12 orang? Padahal sebelumnya kita pada perang Hunain memiliki jumlah sangat banyak tetapi kenyataan di lapangan memberikan efek sebaliknya? Siapa yang melarang berperang dan mengalihkan kepada pendapat yang kamu sebarkan? (29)

Sedangkan orang yang duduk-duduk ngoprek mempelajari ilmu informatika dan informasi yang peperangan senantiasa mempertautkannya dengan alasan bahwa computer merupakan alat yang paling penting dalam pertempuran. Maka kami jawab: janganlah kamu mentertawai dirimu sendiri, sebab tanpa diragukan lagi disana ada yang lebih penting dari semua itu. Mengapa kamu tidak mempelajari hal-hal yang langsung bermanfaat dalam kancah peperangan? Dengan kalimat yang lebih jelas: Mengapa kamu tidak mempelajari teknik-teknik nikayah (menceburkan diri) pada kerumunan kafirin? Misalanya dengan nikayah untuk merugikan perekonomian mereka…agar mereka sakit dan menderita.." (36)

***
Akhi muslim, perkataan-perkataan beliau ini rasanya tidak mungkin diucapkan oleh golongan manusia. Beliau sangat ringan dalam melontarkan kalimat-kalimat yang lebih tajam dari peluru karena beliau berada pada puncak ketinggian Islam – dzirwatu tsanamil Islam – diantara desingan misil, splinter dan kelaparan. Sedangkan kami merasa berberat hati menerimanya karena berada pada lembah dunia – Al-Wahn -.

Kitab setebal 154 halaman ini membantah para apriori jihad terkusus para pelajar, dosen dan intelektual muslim yang menyanyikan ribuan alasan dan Syeikh membahasnya secara tajam dan ilmiah. Buku ini bukan sembarang buku, tidak kaku bak desertasi penuh footnote, tapi ia hidup, benar-benar hidup. Antum wajib mempelajarinya dan silahkan bandingkan….

Ya Rabbi, bimbinglah daku untuk mendekat pada petunjukmu yang lurus ini



Oleh     : Syeikh Al-Mujahid Harist Abdus Salam Al-Mishriy

Source   : Qoluu Faqul! Anil Jihad

Catatan Kami Yang Terasing FB


Read More..

Jumat, 23 Desember 2011

Makar Busuk Pemisahan Antara Ulama Dengan Mujahidin


مؤامرة الفصل بين العلماء والمجاهدين

Makar Busuk Pemisahan Antara Ulama Dengan Mujahidin
Penulis:
Syaikh Abul Fadlli Al ‘Iraqi
Alih Bahasa
Abu Sulaiman

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanya milik Allah Rabbul ‘Alamin. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada penghulu para rasul, Muhammad dan kepada keluarganya serta para sahabat seluruhnya…
Wa ba’du:
Sesungguhnya Allah telah memberikan nikmat kepada umat ini dengan mengaruniakan kepadanya ulama ‘amilin yang menerangi bagi semua umat ini jalan kejayaannya, dan (jalan) keberkuasaannya serta keberlepasannya dari belenggu-belenggu penghinaan dan perbudakan (selama ini), tanpa campuran noda hawa nafsu, dan tanpa kabut penghalang produk ulama suu dan orang-orang sesat yang telah membutakan umat ini dari diennya sejak beberapa dekade -bahkan beberapa abad- dimana di masa-masa itu umat telah terpuruk jauh ke belakang…
Namun Allah tidak menginginkan kecuali Dia menyempurnakan cahaya-Nya; dimana Dia jalla wa ‘ala telah menetapkan sunnah kauniyyah yang pasti berjalan yang tidak bisa digugurkan oleh kedurjanaan orang yang durjana, tidak pula oleh pengintaian orang munafiq dan tipu muslihat orang yang busuk atau pedang (kekuatan) para thaghut atau pengkhianatan orang yang khianat dan kelemahan orang yang tsiqah atau kehebatan orang fajir; yaitu bahwa akan senantiasa sekelompok dari umat Muhammad Al Mushthafa ‘alaihis shalatu was salam nampak (unggul) di atas al haq lagi diberikan kemenangan, yang mana orang yang menyelisihinya dan orang yang menelantarkannya tidak akan memadlaratkannya sampai datang hari kiamat sedang mereka dalam kondisi begitu…
Ath Thaifah Al Manshurah itu memiliki dua sisi (yaitu) ilmi dan amali, adapun sisi ilmu maka ia tercermin pada ulama at tauhid wal jihad, merekalah ulama rabbaniyyin yang telah menjual dirinya kepada Rab mereka, yang mengetahui kebenaran (al haq) terus mereka mengamalkannya dan mereka mendakwahkannya serta bersabar terhadap penindasan di dalamnya, mereka tidak peduli dengan penyelisihan ahlul ahwa -para penyembah syahwat- dan dengan penelantaran para pengecut dan penakut…
(Mereka itu) yang tidak takut dengan ancaman para thaghut kepada mereka (dengan) pembunuhan atau pemenjaraan atau pengasingan, dan mereka tidak dibuat risau dengan kehilangan isteri atau harta atau anak, dan mereka tidak terpikat dengan kilauan jabatan yang dengannya mereka menjual akhirat mereka dengan dunia orang lain demi mendapatkan beberapa dirham yang nahas yang dilemparkan para thaghut kepada mereka dari secuil sisa-sisa kekayaan yang mereka jarah dari hak umat yang malang akibat ulama-ulamanya yang menyesatkan dan para penguasanya yang murtad…
Mereka itu ulama yang dengan tulisan-tulisan mereka yang penuh berkah telah menerangi bagi umat ini jalannya yang benar, dan membimbing shahwah jihadiyyah salafiyyah mubarakah, sehingga bertolaklah pasukan muwahhidin dan bataliyon-bataliyon mujahidin dalam keadaan bersinar dengan tulisan-tulisan yang penuh berkah itu supaya kembali mengangkat panji jihad seraya menghidupkan faridlah (kewajiban) yang dilupakan umat sejak waktu yang lama; yang dimanfaatkan oleh kekuatan kafir untuk menghinakan umat, menundukkannya dan menjauhkannya dari diennya secara total. Akan tetapi mana mungkin itu bisa terealisasi, karena sunggguh pasukan-pasukan tauhid dan jihad telah bertolak untuk merobohkan istana-istana kekafiran, kemusyrikan dan kezindiqan dan untuk mengembalikan kepada umat kejayaannya yang terampas.
Dan hal ini tidak mungkin terjadi seandainya tidak ada ulama rabbaniyyin itu -ulama at tauhid wal jihad- yang telah Allah Subhanahu wa ta’ala jadikan sebagai sebab bagi semua kebaikan ini yang telah merata di tengah umat dalam tenggang waktu yang sangat singkat bila dikiyaskan dengan kerusakan pemahaman dan aqidah yang telah menjalar di kalangan khusus umat ini apalagi kalangan awamnya…
Maka tergolong aib dan cacatlah sikap kita merendahkan hak para ulama itu, dan sebagian ikhwan -semoga Allah mengampuni mereka- berupaya menciptakan pemisahan yang buruk dan penghalang-penghalang rekaan antara ulama at tauhid wal jihad dengan mujahidin. Padahal seandainya kita mentadabburi Kitabullah baik-baik dan mengkaji benar Sunnatul Mushthafa shallallahu ‘alaihi wa sallam tentu kita mendapatkan kesimpulan dengan sangat jelas keutamaan orang ‘alim yang ‘amil di atas orang yang beramal saja, dan mudah-mudahan dengan izin Allah ta’ala saya bisa menulis secara khusus makalah yang didalamnya saya menjelaskan masalah ini dengan lebih terperinci.
Dan hal yang penting yang berkaitan dengan kita dari muqaddimah ini -wahai ikhwani fillah- adalah amat pentingnya keterjagaan yang disertai dengan kewaspadaan dari serangan yang dikendalikan oleh tangan-tangan tersembunyi yang dibaliknya memiliki tujuan menciptakan pemisahan yang buruk antara ulama dengan mujahidin. Dan di antara hal itu adalah mencap para ulama ‘amilin sebagai qo’idun dan mutakhadzilun  (yang mundur diri) dari jihad, padahal sesungguhnya seluruh mujahidin itu telah keluar lahir dari pangkuan para ulama itu dan dari kitab-kitab serta tulisan-tulisan para ulama itulah mereka telah mengambil sandaran keabsahan jihad mereka…
Dan kalau tidak begitu realitanya, maka siapa orangnya yang mengingkari keutamaan tulisan-tulisan Al Ustadz Sayyid (Quthub) -semoga Allah menerimanya dalam barisan syuhada- yang rabbaniyyah yang menelanjangi jahiliyyah modern dan menjabarkan kepada manusia mafhum al hakimiyyah dengan gambaran yang islamiyyah salafiyyah yang terang yang beliau berikan sebagai bayaran baginya kehidupan beliau rahimahullah ta’ala? Dan siapa yang mengingkari keutamaan tulisan-tulisan para syaikh at tauhid wal jihad  yang ditawan di penjara-penjara para thaghut kafir asli dan murtad -seperti Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisiy yang ditawan di penjara-penjara para thaghut Yordania, dan seperti Syaikh Abu Qatadah Al Filisthiniy yang ditawan di penjara “Belmarsh” di Inggris salibis, dan seperti Syaikh Abdul Qadir Ibnu Abdil Aziz yang ditawan di penjara para thaghut Mesir- dan begitu juga tulisan-tulisan Asy Syaikh Al Fadlil Abu Bashir Ath Thurthusiy semoga Allah ta’ala menjaganya dan menghalangi tangan setan-setan kafir darinya dan dari para ikhwannya dari kalangan ulama at tauhid wal jihad?
Sesungguhnya tulisan-tulisan para syaikh itu -semoga Allah memberikan balasan  kebaikan kepada mereka atas jasanya terhadap kami dan terhadap semua muwahhidin mujahidin- adalah memiliki pengaruh paling dominan dalam menyuburkan shahwah salafiyyah jihadiyyah mubarakah di Iraq, dimana kami telah melihat hal itu dengan sangat jelas.
Dan saya katakan -dengan tanpa basa basi atau berlebihan- sesungguhnya karena tulisan-tulisan mereka itu secara khususlah adanya pengaruh terbesar dalam membentuk bumi kami sebagai bumi jihadiyyah salafiyyah di negeri ini yang telah terpuruk dengan sebab pemerintahan kaum Bath yang murtad beberapa dekade yang sebelumnya juga pernah mengalami masa pemerintahan yang tidak lebih kecil kekafirannya, kezindiqannya dan kethaghutannya dari masa pemerintahan kaum Bath yang kafir kecuali beda sedikit saja…
Maka hendaklah semua mengetahui bahwa orang-orang yang memikul di atas pundak mereka beban tanggung jawab jihad di Iraq ini mereka telah terbina di atas tulisan-tulisan para imam yang tadi disebutkan, dan bahwa mereka itu seandainya mencukupkan diri terhadap apa yang mereka dapatkan dari ulama-ulama suu dan (ulama-ulama) kesesatan serta ulama-ulama yang pengecut dari menyampaikan al haq atau ulama-ulama yang menenggelamkan diri dan ilmu mereka dalam kesibukan di bidang buhuts (riset), pengkajian dan tahqiqat ilmiyyah yang tidak menusuk musuh dan tidak menyembuhkan orang yang sakit (pemahamannya) serta tidak menghilangkan orang yang dahaga dan juga tidak membina generasi rabbaniy, akan tetapi tujuan di dalamnya adalah mengalirnya harta kepada mereka yang tidak menambah diri mereka kecuali keberpegangan kepada dunia mereka yang fana, maka laa haula wa laa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘adhim…
Dan saya tidak ingin panjang lebar berbicara kepada kalian -wahai ikhwani al muwahhidin al mujahidin- akan tetapi masalah ini adalah masalah yang sangat rentan (berbahaya) bila kita mendiamkannya dan kita biarkan orang yang ada penyakit di dalam hatinya menciptakan tembok-tembok pemisah rekaan yang sama sekali tidak ada hakikatnya di antara kita dengan ulama-ulama kita..
Dan sesungguhnya kami di bumi jihad Iraq mengimani dengan keimanan yang pasti bahwa Ath Thaifah Al Manshurah itu adalah thaifah ilmu dan jihad, dan bahwa sesungguhnya al ulama al ‘amilin (tadi) itu adalah termasuk golongan yang terjun dalam kancah pertempuran (an nafirin). Dan tanpa keberadaan peranan mereka itu yang oleh sebagian orang dicap sebagai qa’idun maka berantakanlah untaian kalung itu,

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

“Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” [At Taubah: 122]
-begitulah syaikh kami yang tertawan Abu Muhammad Al Maqdisiy fakkallahu asrah mengisyaratkan di dalam tulisan “Al Waqafat”nya yang sangat berharga dan bermanfaat lagi mengesankan-
 Dan setiap upaya untuk memisah antara ilmu dengan ‘amal, dan antara dakwah dengan jihad; adalah upaya yang sudah dipastikan mendapatkan kegagalan yang fatal dan kematian yang mengenaskan sebelum ia dilahirkan.
 Ya Allah, jagalah ulama-ulama kami, panjangkanlah umur mereka, baikanlah amalan mereka, jadikanlah mereka bermanfaat, jadikanlah mereka sebagai menara-menara bagi petunjuk dan lemparan-lemparan bagi musuh, dan bebaskanlah orang yang ditawan di antara mereka dengan kebebasan yang segera lagi tidak ditangguhkan, serta terimalah orang yang terbunuh di antara mereka di medan-medan pertempuran atau di tangan para thaghut di barisan syuhada-Mu dengan karunia rahmat-Mu Ya Arhamarrahimin….
                Wa aakhiru da’waanaa anil hamdu lillaahi rabbil ‘aalamin

منبر التوحيد والجهاد

www.tawhed.ws
www.almaqdese.com
www.alsunnah.info
selesai diterjemahkan 22 Dzul Qa’dah 1432 H
                Mu’taqal Markaz Asy Syurthah – Jakarta Al Gharbiyyah

source : http://millahibrahim.wordpress.com/2011/11/19/makar-busuk-pemisahan-antara-ulama-dengan-mujahidin/
Read More..

Nikah Dengan Mujahid Yang Ditawan Tapi Keluarga Tidak Setuju?


Assalamu ‘alaikum
Saya memiliki pertanyaan yang semua imam di negeri saya tidak bisa menjawabnya karena mereka takut terhadap kedudukan mereka akibat menjawab pertanyaan semacam ini…
Seorang mujahid yang ditawan ingin menikahi saya, sedang ia memiliki banyak anak kecil yang sekarang diasuh oleh keluarganya… Keluarganya adalah orang-orang kafir tapi mereka itu santun-santun… Mereka mengajarkan kepada anak-anak itu dasar-dasar Islam dan mereka telah menyingkirkan dari rumah semua simbol-simbol nasrani, dan di hari raya mereka membawa anak-anak jalan dan membelikan makanan kue dan pakaian-pakaian baru bagi mereka, dan mereka juga menyemangati anak-anak untuk selalu mengerjakan shalat, sampai-sampai ibunya dan saudarinya mengatakan kepada saya bahwa saya harus memakai cadar kalau saya mau menikah dengannya…
Yang menjadi masalah adalah bahwa kedua orang tua saya menganggap kaum muslimin non arab itu bukan sebagai kaum muslimin sama sekali, dan mereka menolak menikahkan saya dengan orang-orang yang komitmen beragama yang dahulu pernah mau meminang saya dengan alasan bahwa mereka itu terlalu ekstrim dan memelihara jenggot sedang mereka itu masih kecil…
 Dan dari sebagian nash, saya mengetahui bahwa saya bisa mencari wali lain bagi saya seperti saudara saya atau paman saya bila ayah saya (wali saya) menolak menikahkan saya dengan pria yang sepadan dan saya ridla dengannya. Maka apakah saya boleh mencari wali lain untuk menikahkan saya dengan saudara (mujahid) ini? Wa jazakumullah khairan
Penanya: Tawhed.net.
Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisy menjawab:
Segala puji hanya milik Allah. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah.
Pertama-tama semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepadamu -saudari kami yang mulia- atas loyalitasmu kepada kaum mu’minin dan perhatianmu terhadap anak-anak saudara yang ditawan ini, dan sepertinya keinginan untuk menjaga mereka di saat ketertawanan saudara mujahid ini adalah salah satu tujuan keinginanmu untuk menikah dengan al akh ini; maka semoga Allah memberikan balasan kebaikan kepadamu atas maksudmu ini. Dan engkau bisa melakukan maksud baik ini dengan tetap berhubungan dengan anak-anak itu bila hal itu memungkinkan bagimu dan mengajari mereka tanpa perlu melakukan pernikahan yang tidak direstui keluargamu dan engkaupun tidak mendapatkan faidah dari pernikahan itu dari sisi tujuan-tujuan nikah karena keberadaan si suami di penjara…
Oleh sebab itu kami menasehatkanmu agar mentaati keluargamu selagi keluargamu itu muslim dan selagi mereka tidak memerintahkanmu kepada kemungkaran. Dan kamu boleh mengangkat seorang kerabatmu sebagai wali itu dan mengangkatnya sebagai wakil dalam pernikahanmu itu bila dia muslim dan keluargamu kafir, atau bila keluargamu memadlaratkan dirimu dan agamamu dalam sikap menahanmu dan menghalangimu dari menikah dengan pria yang sepadan. Dan kami menginginkan bagimu dalam keadaan ini dan sebelum mengangkat salah seorang kerabatmu sebagai wakil, agar engkau berupaya sungguh-sungguh dalam meyakinkan keluargamu untuk menikah dengan al akh ini dan memahamkan Islam kepada mereka dan bahwa Islam itu tidak ada kaitan dengan kebangsaan; dan bila keluargamu itu adalah muslim dan penolakan mereka terhadap sebagian orang yang ingin menikahimu itu karena perhatian diri mereka terhadapmu dan terhadap mashlahatmu sebagaimana dalam contoh yang engkau utarakan, maka engkau wajib mentaati mereka; karena tidak ada faidah pernikahan dari menikah dengan mujahid yang ditawan di zaman yang penuh fitnah dan kerusakan yang mana di dalamnya engkau membutuhkan kepada pria yang membantumu untuk menjaga ketaatan dan kesucian, melindungimu dan mengayomimu…
Dan hati-hatilah dari melakukan pernikahan tanpa wali, karena hal itu bukan tindakan dan cara wanita-wanita muslimat yang ‘afifah (menjaga kesucian). Semoga Allah melinndungimu dan melindungi anak-anak saudara kita itu… Dia subhanahu adalah sebaik-baiknya pelindung dan penolong…
Penterjemah: Abu Sulaiman 17 Dzul Hijjah 1432 H

source : http://millahibrahim.wordpress.com/2011/12/22/nikah-dengan-mujahid-yang-ditawan/
Read More..