Syaikh 'Allaamah Abdul Kariim bin Sholih Al Humaid -fakkalloh asroh-
Beliau berusia 70-an, berasal dari Buraidah, sebuah kota di Saudi yang banyak menelorkan Ulama-ulama Kaliber. Beliau dari keluarga kaya namun memilih hidup zuhud dan sederhana, dimana rumahnya terbangun dari tanah liat dan tak mau menggunakan perkakas-perkakas elektronik.

Kesholihan, kealiman dan kefaqihan beliau dalam Bidang Syari'ah dan Hadits diakui oleh Kibarul 'Ulama. Syaikh bin Baz semasa hidupnya menaruh hormat kepada beliau. Jika ada Thoolibul 'Ilmi yang hendak berkunjung kepada beliau, Syaikh bin Baz selalu menitipkan Salam untuk beliau. Beliau dikenal tegas dalam Amar Ma'ruf Nahi Mungkar.

Sebab ditangkapnya beliau dan dipenjara hingga kini, banyak yang tidak diketahui banyak orang, yaitu karena mimpi yang beliau alami pasca Amaliyah Istisyhadiyah di Komplek Pemukiman Amerika di Riyadh tahun 2003 yang lalu yang dikenal dengan 'Ghozwah Badru Riyadh'. Saat dimana membanjirnya kecaman keras dari para Ulama Sulthon dan Du'at (Dai-dai) kepada Mujahidin karena Amaliyah tersebut. Adapun Syaikh justru bangkit dan memberi pembelaan serta pembenaran. Ditantanglah Haiah Kibaril Ulama dan Para Mufti untuk menunjukkan Hujjah-hujjah Syar'i atas keharaman Amaliyah Jihad tersebut di wilayah Saudi. Bahkan Syaikh menantang diadakannya Mubahalah, namun tak ada satu Ulama pun yang berani menerima tantangan beliau.

Di saat kondisi memanas pasca Amaliyah Badru Riyadh' ini, Syaikh bermimpi ditemui dua pelaku Istisyhadiyyah yang berpesan kepada beliau agar mengabari keluarga mereka bahwa mereka berada di Jannah dan meminta Syaikh agar terus mentahridh Ummah untuk Berjihad. Kisah mimpi Syaikh inipun menyebar di Saudi yang kemudian menyebabkan beliau ditangkap dan dipenjara hingga saat ini.


Kesholihan dan kedekatannya dengan Allah diakui oleh kawan maupun lawan. Seorang Masyayikh berkata, "Tidaklah ada orang mengganggu Syaikh kecuali mesti celaka. Beliau itu saya lihat ada rahasia (baca: kedekatan) antara beliau dengan Allah". Maka tak heran jika terkadang ada Amir Kerajaan yang datang berkunjung kepada beliau di Buraidah untuk minta didoakan.

Dikisahkan, suatu hari Pangeran Nayif bin Abdul Aziz Menteri Dalam Negeri (sekaligus Putra Mahkota Saudi) yang menjadi sosok paling bertanggungjwab atas Pemenjaraan dan Penyiksaan Para Ikhwah Mujahidin dan Para Du'at meminta izin untuk menemui Syaikh. Namun beliau menolak dengan keras, para pengawalnya pun mendesak Syaikh yang akhirnya beliaupun meizinkan. Namun begitu berjumpa, Syaikh langsung marah, dan dengan nada keras beliau mengata-ngatai si Nayif. Beliau katakan di muka Nayif, "Kalian tidak takut kepada Allah. Kalian memerangi wali-wali Allah. Kalian buru mereka dan kalian penjarakan mereka". Si Nayif buru-buru memotong, "Berdoalah untuk kebaikan kami". Syaikh pun menjawab, "Setiap hari aku selalu terus mendoakanmu dan juga bapakmu dengan keburukan dan kecelakaan". Nayif berkata, "Apakah ada (materi) yang anda minta ?". Syaikh pun marah, "Enyahlah kau dari mukaku".

Berikut terjemahan .Potongan Surat ajakan Mubahalah beserta Teks Bunyi Mubahalah :

"Berdasarkan hal ini, maka ini adalah Seruan Mubahalah yang ditujukan khususnya dan pertama-tama kali kepada mereka yang disebut dengan "Haiah Kibaril Ulama" yang berbicara, berfatwa dan menulis tentang Mujahidin fi Sabilillah dan menamainya dengan Teroris, Khowarij, orang-orang yang melakukan kerusakan, orang-orang yang berniat membunuh orang-orang Islam dan bahwa mereka itu susupan dari sebagian Negara Asing dan semisalnya. Demikian pula seruan juga teruntuk bagi siapa saja yang berpandangan seperti mereka (Haiah Kibaril Ulama, -pent) dari kalangan Ulama, Masyayikh dan yang lainnya. Dan sebelum saya sebutkan bunyi Mubahalah, maka saya akan sebutkan di sini -Insya Alah Ta'ala- beberapa Faedah Mubahalah, hukumnya dan contoh-contoh tentang hal tersebut yang kebanyakannya telah saya sebutkan dalam dua tempat di kitab-kitab saya. Dan sekarang saya akan sebutkan keduanya karena betapa pentingnya hal ini.

Permasalahan (Amaliyah Jihad yang ada, pent) tidak butuh diskusi, sebab dari kedua belak pihak (pro dan kontra) telah berbicara dan menulis tentang hal tersebut, jadi tinggalah Mubahalah. Maka mari kita berkumpul di suatu perkumpulan yang dihadiri manusia dan jika kalian pun mau di sisi Ka'bah. Lalu kita bermubahalah (berdoa) kepada Dzat yang tidak mendzalimi satu dzarrah pun. Kita berdoa kepada-Nya dengan kami dan kalian mengucapkan :
'Ya Allah , jika orang-orang dari penduduk Jazirah ini (Saudi, pent) yang melakukan aksi yang mereka sebut Jihad fi Sabilillah berupa aksi yang mereka lakukan di sini (di wilayah Saudi, pent) dan juga di tempat yang mereka pergi ke sana seperti di Iraq dan Afghanistan, itu Benar / Haq yang membuat Engkau ridho dan merupakan pelaksanaan perintah-Mu dan perintah Rasul-Mu, maka binasakanlah kami segera tanpa ditunda. Namun jika perbuatan mereka ini merupakan aksi teror, kerusakan dan bahwa mereka itu Khowarij dan orang-orang yang berniat membunuh Kaum Muslimin serta merupakan susupan dari sebagian Negara Asing yang memusuhi, maka binasakanlah Abdul Karim Al Humaid'.
Lalu kita mengaminkan dan diamini manusia".

Mohon dengan sangat kepada Para Ikhwah wa Akhwat untuk mengkhususkan doa buat keteguhan dan kebebasan beliau. Kita harus merasa memiliki beliau dan Masyayikh senasib beliau.
Allah Musta'an. Jika kita mengetahui lebih dalam sosok-sosok seperti beliau ini, kita akan merasa seakan mereka Ulama yang hidup di Zaman Salafus Sholih.

Ditulis dan diterjemahkan oleh Akhi Abu 'Abdillah [Facebook]