Rabu, 08 Februari 2012

ISLAM MENGGUGAT, Anak Negeri Yang Terzhalimi (Naskah Pledoi Seorang Tertuduh Teroris di Persidangan)


Segala puja dan puji hanya milik Allah Rabb semesta alam, kepadaNyalah kami menyembah, ta’at dan patuh, kepada agamaNyalah kami beridiologi, kepadaNyalah kami beriman dan beramal shaleh dan kepadaNya pula segala urusan kami serahkan, baik senang maupun susah, baik pahit maupun manis. Dialah Allah yang maha kuat dan kuasa atas segala makhluqNya. Laa haulaa walaa quwwata illah billah…
Shalawat dan salam semogat tetap tercurah kepada yang diamanahi Al islam dan Al-Qur’an sebagai kebenaran dan timbangan keadilan yang hakiki, yaitu Nabiyullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam
.
Bapak hakim, pak jaksa dan kepada siapa pun…
Pada kesempatan ini, mungkin ini yang pertama dan yang terakhir dan semoga kesempatan ini tidak kita sia siakan sebelum ketemu rabb yang maha adil atas segala keadilan dan ditanganNyalah akan mengadili setiap kejahatan dan kezhaliman, baik kejahatan makhluq atas makhluq lainya maupun kejahatan dan kezhaliman makhluq terhadap sang khaliq. Pada hari ini saya yang sedang bapak dakwahi dan adili dengan kesempatan ini sebagai orang lemah lagi tak berdaya saya menyeru dan memanggil: mari bertaubat dan kembali kepada Islam dan Al-Quran, kaji dan renungi, apa dan bagaimana sesungguhnya Al Islam menurut versi Allah dan rasulNya bukan versi akal pikiran Snouck Horgronje dan akal akalan anak-cucuknya sukarnoisme seperti yang terakomudir dalam ajaran NASAKOM dan ajaran turunannya.
Bapak hakim, pak jaksa dan kepada siapapun…
Ketahuilah bahwa islam agama paripurna dan sumber kebenaran, kebenarannya tidak terbantahkan, keadilan tidak tertandingi dan inilah yang diakui oleh fithrah manusia baik kawan maupun lawan, orang islam maupun orang kafir, dan seluruh manusia memang pantas unuk mengakuinya kecuali mereka yang sombong, angkuh dan tidak waras. Saya pun yakin bapak hakim dan pak jaksa mengakuinya sebagaimana kepala bapak sekalian mengangguk ngangguk saat membaca sejarah Emas kejayaan islam dan kaum muslim, kejayaannya menguasai 2/3 dunia dlm masa yang pajang, dengan keadilannya dapat menekan angka kezholiman, kejahatan dan kriminalitas bahkan kasus-kasus maksiat lain hanya dalam hitungan jari jumlahnya. Ini sejarah fakta bukan fiktif dan musuhpun mencatatnya dengan tinta emas.
Bapak hakim, pak jaksa dan kepada siapapun…
Ketahuilah bahwa islam bukan agama ritual belaka, islam bukan dipesantren dan di masjid saja sebagaimana defenisi agama menurut selera kaum sekuler yang dipahami budak dunia pada umumnya. Islam adalah Ad dien yang definisinya berdasarkan selera Allah dan nabi-Nya adalah sistem, hukum dan pedoman bagi kehidupan bernegara dsb. Hukum dan negara adalah nafas islam karena didalamnya ada kejujuran dan keadilan bagi semua, baik muslim maupun non muslim, kaya maupun miskin, hitam maupun putih dsb.
Bapak hakim, pak jaksa dan kepada siapapun…
Coba sejenak diingat, apa yang pernah bapak sekalian baca dalam Al-Qur’an, Allah berfirman : “Alaa lahul khalqu wal amru = Ingatlah, menciptakan dan memerintah/mengatur adalah hak Allah”. (QS. Al-A’raf : 54)
Ini firman Allah yang menjadi tolak ukur setiap akal sehat pada setiap kaum musliman dan umumnya makhluq yang berakal. Allah yang menciptakan langit dan bumi serta isinya (manusia dll) maka Dia pula yang lebih tahu kondisi makhluqNya, sebagai yang Maha Tahu maka logislah Dia dengan hukum-Nya berhak menata dan mengatur makhluqNya. Tidak seorang pun memiliki hak yang sama dengan-Nya dan siapapun tidak berhak pula mengklaim dan mencampuri urusanNya, hak intereogatifNya adalah hak muthlaq dan jika ada makhluq yang mencoba merampas, apa lagi merampok maka itulah syirik dan pelakunya disebut musyrik. Jika org islam yang melakukanya maka itu perbuatan kufur dan orang/pelakunya disebut murtad sekalgus menjadi musuhnya Allah (tidak diragukan lagi).
Wahai jiwa, engkau bernapas lega dan leluasa itu semua pemberian Allah yang harus engkau syukuri dengan memberikan keta’atan dan patuh hanya kepada-Nya sebagai bentuk ibadah muthlaq yang tinggi disisiNya, sebagai timbal balik yang layak di tujukan kepadaNya oleh dan setiap makhluqNya dimana saja berada.
Wahai jiwa, engkau sadar bahwa dirimu diciptakan dan Allah Ta’ala yang menciptakannya, tapi knp tidak engkau sadari bahwa dirimu ada yang berhak mengatur? Knp wahai jiwa?. Dialah Allah ‘azzawajalla yang pada setiap do’amu engkau katakana : ”Yaa Allah, Engkaulah yang menciptakanku, memberi rezeki, hidup dan mematikan ku”.
Wahai jiwa, ada apa dengan dirimu? Apakah engkau berbuat seperti ini hanya karena secuil dunia yang miskin? Jika iya, maka sungguh hina jiwa-jiwa ini, sungguh kasihan dan ironis. Falsafah dan ideologi bumi dimuliakan, Islam agama langit pun dihinakan. Dunia diraih, akhirat dilepas. Neraka diambil surgapun dibuang. Allahu akbar wal ‘iyadzubillah.
Kepada mu wahai jiwa-jiwa, kembali saya tegaskan agar disadari. Islam agama yang hak dan punya hak untuk mengatur, islam pandangan hidup, acuan hukum dan barometer keadilan. Wahai jiwa yang kembali padaNya, Allah tidak memiliki sekutu dlm menentukan hukum/aturanNya. Maha benar Allah dengan firmanNya : “Dan Dia -Allah- tidak mengambil seorang pun menjadi sekutuNya dlm menetapkan hukum”. (QS. Al-Kahfi : 26). Dan firmanNya : “Sesungguhnya dien (sistem/aturan) yang diterima di sisi Allah hanyalah (aturan) islam”. (QS. Ali-‘Imran : 19). Bagi mereka (siapa saja) yang mengambil selain aturan islam maka Allah menantang dengan firmanNya : “Maka (apa saja aturan dan ideologi selain islam) tidak akan diterima darinya dan diakhirat dia termasuk orang-orang yang merugi“. (QS. Ali-‘Imran : 85)
Bapak hakim, pak jaksa dan kepada siapapun….
Islam agama yang tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya, islam agama keadilan dan sumber keadilan itu sendiri, islam agama solusi dan tempat curahan untuk masyarakat, negara dan dunia. Dengan islam maka “rahmatan lil ‘aalamin” tidak sekedar teoritis tapi aplikasi, tidak sekedar nyanyian kosong tapi penuh makna. Praktis, simple dan hak asasi sang khaliq dan makhluqNya terjaga di dalam nya. Itulah islam dan kehebatan hukumnya.
Bapak hakim, pak jaksa dan kepada siapapun…
Demi Allah, jiwa keadilan tidak akan lahir dan tidak akan pernah ada, kapan dan dimana pun, seiring dengan dasyatnya arus penentangan makhluq terhadap sang khaliq, seiring mengalirnya kebodohan, kedustaan dan kepalsuan dan derasnya kezhaliman terhadap islam dan kaum muslimin serta jeritan orang-orang lemah tidak berhenti dan air matanya tidak mengering.
Bapak hakim, pak jaksa dan kepada siapapun…
Sebagai orang islam dan anak Negri yang terzhalimi dengan ini agamaku menggugat :
Islam menggugat…
kepada penegak keadilan semu dan parsial yang bersumber dari akal penjajah dan akal-akalan manusia turunannya, padahal akal mereka lemah tidak lebih kuat dari sarang laba laba, tidak lebih hebat dari seekor lebah dan tidak lebih bermanfaat dari pada sari patu madunya.
Islam menggugat…
Kepada siapa saja yang menolak hukum Allah dan menggantikanya dengan hukum bumi yang hina lagi rusak.
Islam menggugat…
Kepada siapa saja yang menimpakan kejahatan atas hamba-hamba Allah, hanya karena mereka membela yang benar (islam) dan menolak kezhaliman.
Islam menggugat…
Setiap putusan berdasarkan hawa nafsu dan atas motif kepentingan yang merugikan islam, kaum muslimin dan orang-orang lemah.
Islam menggugat…
Setiap peradilan yang penuh dusta dan kepalsuan.
Islam menggugat…
Siapapun yang menghukum kaum muslimin dan anak negri yang lainya dengan hukum produk bumi, baik dari timur maupun barat.
Islam menggugat…
Kepada siapapun yang menjadi corong dan kacung bagi musuh2 islam, kaum muslimin dan kaum lemah yang lainnya.
Islam menggugat dan terus menggugat…
Atas terhempas dan terzhaliminya saya sebagai anak negri dan umumnya kaum lemah yang lainnya.
Islam, akan terus menggugatmu wahai pelaku kezhaliman…
Sampai kapan islam berhenti menggugat? Sampai kalian kembali kepada Allah dan menjadikan dien Al islam sebagai ideologi dan sumber hukum, kapan dan dimana pun…
Tentu sampai kezhaliman kalian berhenti…
Berhenti menyakiti kaum muslimin dan kaum lemah dari anak negri yang lainnya
Bapak hakim, pak jaksa dan kepada siapa pun…
Gugatan belum berakhir seiring kezhaliman masah berlanjut. Sejenak anak negri berdo’a kepada rabb sang pemilik nusantara ini.
Yaa Allah, kabulkan permohonan hamba, tidak ada yang dapat mengabulkan dan menolak do’a kecuali Engkau, tidak ada waktu yang lebih Engkau kabulkan do’a kecuali diwaktu antara azan dan iqamat, tidak ada saat yang lebih Engkau kabulkan do’a kecuali disaat berpuasa dan terzhalimi. Yaa Rabb yang maha mendengar…ditengah kezhaliman yang sedang berlangsung ini, hamba tidak lupa dengan waktu Mu yang dengannya Engkau kabulkan setiap permintaan hamba. Munajat kepada Mu belum berakhir seiring kezhaliman masih berlanjut.
Yaa Allah…
Hamba Mu dalam kungkungan jeruji dan kezhaliman.
Hamba Mu disakiti dan dirampas hak hak kebebasan.
Hamba Mu dipaksa dan dipisahkan dari istri, anak-anak dan keluarga.
Hamba Mu dibuat negativ dan dirusak nama baik dimata keluarga dan masyarakat.
Hamba Mu dilabeli dengan sebutan “TERORIS” dan penjahat.
Hamba Mu diperdaya dengan tipu daya dan segala kejahatan lainnya.
Hamba Mu dipaksa masuk dalam persoalan yang didalamnya hamba tidak tahu dan sedikitpun tidak terlibat dengannya. Meski demikian mereka tetap mengkaitkan hamba dengan persoalan (bom cirebon) ini.
Hamba Mu lemah dan dengan segala kelemahan ini mereka berbuat sewenang-wenang diluar kemampuan hamba.
Yaa Allah…
Engkau maha melihat dan maha tahu atas segala kezhaliman.
Engkau tidak pernah ridha atas segala kejahatan dan kezhaliman.
Engkau yang memberi ganjaran atas segala kezhaliman kaum.
Engkau dan ditangan Mu kezhaliman hancur dan binasa.
Dengan maha melihat, ketidak keridhaan Mu, dan dengan ganjaran Mu maka hancurkanlah setiap kejahatan dan kezhaliman yang ada, siapapun pelakunya…
Yaa Allah…
Kepada Mu urusan ini hamba serahkan dan Engkau maha adil.
Bapak hakim, pak jaksa dan kepada siapapun…
Sebagai anak negri, saya memanggil kepada siapapun yang masih memiliki hati nur’ani: Wahai jiwa yang lemah takutlah kepada Allah atas setiap keputusan dan tindakan yang diambil, fikirkanlah sebelum datang hari penyesalan. Dunia fana, tidak pantas mengemis atasnya dan tidak layak hanya karena prestise, materil dan jabatan jika harus mengorbankan anak negeri dengan menzhaliminya. Tidak logis dan jauh dari nilai kejujuran jika urusan kecil dibesar besarkan demi titah sang atasan/sponsor dengan segala kepentingan dan kepuasannya. Wal’iyadzubillah…
Bapak hakim dan pak jaksa…
Sebagai anak negri yang lemah dan terzhalimi, silakan dengan kelemahan dan ketidak berdayaan ini, apa saja yang bapak inginkan dari saya karena saya dengan kelemahan ini tidak bisa apa-apa. Cukuplah Allah sebagai penolong saya… Laa haulaa walaa quwwata illaa billah… Hasbunallah ni’mal wakil, ni’mal maulaa wa ni’man nashir…
Yaa Allah…
Hidayah Mu begitu luas, rahmat dan kasih sayang Mu tidak terputus bagi hamba2 Mu yang taat dan shaleh, oleh karenanya janganlah Engkau cabut hidayah dan rahmat ini selagi hamba berada di jalan Mu
Bapak hakim, pak jaksa dan kepada siapa pun…
Demikianlah coretan dan ocehan anak negri yang terzhalimi…
Anak Negri yang dirampas hak haknya…
Anak Negri yang istri-anaknya di pisahkan dari nakhkodanya…
Anak Negri hanya menyembah yang ESA…
Anak Negri yang menjadikan islam sebagai way of life/pandangan hidup…
Anak Negri yang menginginkan negara ini BALDATUN TAYYIBATUN WA RABBUN GHAFUR dengan islam dan syari’atnya…
Anak Negri yang ingin merdeka dari penjajahan ideologi, fisik, ekonomi, politik dan budaya…
Anak Negri yang menginginkan kebathilan hancur lebur…
Anak Negri yang menginginkan kejujuran dan anti kedustaan…
Akulah anak Negeri itu, anak Negeri yang masih tersisa fitrah TAUHID “Yakfur bit thagut wa yu’minu billah” …
Anak Negri dari generasi Nabiyullah Yusuf Alaihis salam, dengan fithrah tauhid tetap lantang menolak hukum/UU raja, amir, presiden dan ikon kejahatan lainnya sepanjan masa. Maha benar Allah dengan firmanNya : “Tidaklah Yusuf menghukum saudaranya dengan hukum/UU Raja”. (QS. Yusuf : 76)
Demikian pledoi “FITHRAH” ini saya buat dari balik hotel prodeo.
Semoga bermanfaat.
Depok-Mako Brimob klp dua, 16 Januari 2012.
Yang terzhalimi, Anak Negri.
(DZULKIFLY LUBIS alias Abu Irhab Al Bimawy)
NB: pledoi ini kami ringkas krn sbgian besar isinya berkaitan dengan fakta yuridis bahwa al akh sebenarnya memang tidak terlibas Bom polresta Cirebon Namun demikian tetap saja beliau dituntut 10 oleh JPU sebanding dengan tuntutan yang diberikan kepada adiknya M. Sarif dll.
Allahu’musta’an.
Wallahu’alam bis shawab
 
source : http://www.acehloensayang.com/2012/02/islam-menggugat-anak-negeri-yang.html

1 komentar:

  1. Ustman Abdillah9 Maret 2012 21.15

    Semoga kesabaranmu wahai saudaraku yang sedang diuji, dibalas sebagai amal shalih di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala.

    BalasHapus