Senin, 20 Februari 2012

NYPD intensif memata-matai mahasiswa Muslim di New York


NEW YORK   - Departemen Kepolisian New York  (NYPD) memata-matai mahasiswa Muslim di Universitas New York dan sedikitnya 14 perguruan tinggi lainnya di seluruh timur laut Amerika Serikat secara intesif, jauh melampaui yurisdiksinya.
NYPD menjaring website mahasiswa Muslim setiap hari dan bahkan mengirim agen rahasia ke Universitas. Saking intensifnya NYPD bahkan  mencatat dalam file intelijen polisi seperti berapa kali siswa Muslim melaksanakan shalat.
Agen rahasia menyimpan nama-nama mahasiswa dan profesor dalam laporan yang disiapkan untuk Komisaris NYPD, Raymond Kelly, meskipun tidak ada yang dituntut dengan kejahatan apapun.
Dokumen-dokumen yang baru telah diperoleh oleh Associated Press (AP) yang menunjukkan bagaimana NYPD telah memantau aktivitas kelompok-kelompok mahasiswa Muslim. Pembuktian itu telah membuat fakultas dan para Mahasiswa Muslim marah.
Universitas-universitas yang dipantau oleh NYPD meliputi,  University of Pennsylvania, New York University, Clarkson University, the Newark and New Brunswick campuses of Rutgers, and the State University of New York campuses in Buffalo, Albany, Stony Brook and Potsdam, Queens College, Baruch College, Brooklyn College dan La Guardia Community College, dimana sejumlah Mahasiswa Muslim menggali ilmu disana.
Raymond Kelly mengklaim bahwa orang-orangnya melakukan pemantauan untuk melindungi kota New York dari serangan-serangan “komplotan” tertentu.
“Kami percaya, kami melakukan apa yang harus kami lakukan, mengejar hukum untuk melindungi kota, kota yang telah berhasil diserang dua kali dan telah ada 14 ’komplotan’ yang menyerang kota,” katanya.
Ketakutan Amerika terhadap Muslim
Amerika dan negara-negara Barat lainnya diketahui sangat takut terhadap Muslim, mereka menghabiskan banyak uang untuk membayar intelijen untuk memata-matai Umat Islam. Dalam beberapa bulan terakhir, AP telah mengungkapkan program rahasia NYPD, yang dilaksanakan dengan bantuan dari CIA, untuk memantau seluruh lingkungan Muslim, mengumpulkan informasi tentang kegiatan sehari-hari umat Islam bahkan seperti makan dan shalat.
Perlu dicatat bahwa NYPD, CIA bukanlah satu-satunya lembaga yang memantau aktivitas Muslim, FBI memiliki pemetaan programnya sendiri untuk memata-matai komunitas Muslim, terutama shalat dan beberapa Ulama Muslim. (siraaj/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar