Kamis, 19 April 2012

Al-Qaidah Bantu Salafi, Syaikh Salafi Fatwakan Perang Lawan Al-Qaidah


Al-Qaidah Bantu Salafi, Syaikh Salafi Fatwakan Perang Lawan Al-Qaidah

DAMMAJ-YAMAN (voa-islam.com) – Terdengar kabar kalau salafi Dammaj mengirimkan 150 pasukan untuk memerangi Al-Qaidah di Lawdar, dimana kota tersebut dari awal April sampai sekarang menjadi tempat berkecamuknya perang antara militer Sana’a dengan komite rakyat melawan Al-Qaidah.
Kamis lalu, 12 April 2012, marebpress.com mongkonfirmasik hal tersebut dan berkunjung ke Daar Al-Hadits di dammaj yang menjadi tempat menimba ilmu para salafi. Juru bicara resmi markaz hadits Dammaj menafikan kabar tersebut saat ditanyakan oleh pihak marebpress.com. media-media lokal memberitakan hal tersebut dan Al-Hajuri mengomentari bahwa berita itu tidak benar sama sekali. “kami disini sangat butuh orang yang membantu kami menghadapi Houthi, bagaimana kami mengirim pasukan ke Abyen” sanggah pemimpin markaz hadits Dammaj.
Juru bicara tersebut menerangkan bahwa berita tersebut beredar dikarenakan fatwa Syaikh mereka kepada orang-orang Abyen tentang bolehnya berpartisasipasi untuk memerangi Al-Qaidah. Ia menambahkan juga bahwa pemuda Lawdar juga menanyakan status hokum syar’i berpartisipasi memerangi Al-Qaidah di Abyen.
Lanjut jubir itu, bahwa Al-hajuri juga melarang untuk memerangi tentara yang memerangi Al-Qaidah. Dan diakhir kalimat ia menambahakan perkataan gurunya Syaikh Al-Hajuri “yaman telah diuji dengan Al-Qaidah di selatan dan dengan Houthi di selatan” jelas pentoln salafi yaman.
Hal ini bertolang belakang dengan sikap persaudaraan Al-Qaidah yang memfatwakan wajibnya menolong Salafi Dammaj saat diserang militan Syi'ah Al-Houthi. Ulama yang berpengaruh di Al-Qaidah semenanjung Arab, Syaikh Ibrahim Al-Rubaish, memfatwakan bahwa membiarkan mereka diserang musuh adalah merupakan dosa yang sangat besar (lihat: Syaikh Ibrahim Mengajak untuk Menolong Ahlul Ilmi di Dammaj). Namun sayang seribu sayang, Salafi malah menghalalkan darah mujahidin Al-Qaidah yang memerangi penjajah Amerika dan pemerintah bonekanya di Yaman. [usamah/mps]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar