Selasa, 03 April 2012

Densus Kembali Tembak Sejumlah Orang di Tangerang Selatan

Densus Kembali Tembak Sejumlah Orang di Tangerang Selatan

TANGERANG SELATAN (voa-islam.com) - Densus 88 kembali lakukan  penembakan terhadap sejumlah orang pada Jum’at (30/3/2012) dini hari tadi di daerah Tangerang Selatan.
Sekitar 30 personel Densus 88 berseragam dan bersenjata lengkap mendatangi kontrakan Endar Saputra, di Jalan Al Ikhlas Kampung Lio No. 12 RT 06/01 Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada pukul 01.30 WIB. Aksi penembakan dini hari tadi terjadi sekitar pukul 02.00 WIB.
"Sekitar pukul 01.30 WIB malam, pihak aparat datang ke rumah saya minta izin dan mengatakan di wilayah kami ada teroris," kata Ketua RT 06, Jumat (30/3/2012).
Sebelum menggerebek, petugas dan RT setempat menyuruh tetangga lainya meninggalkan lokasi kontrakan. Diketahui Endar Saputra menerima tamu sekitar dua orang pada pukul 19.00 WIB kemarin. Dua orang itu bernisial D dan H.
"Saat kejadian tampaknya tidak ada istrinya, namun temannya ada dua orang yang datang kemarin jam 19.00 malam. Saat didesak ke luar tidak ada jawaban hingga dilakukan pengasapan oleh petugas serta penyemprotan ke dalam kontrakan. Namun penghuni tidak juga keluar, hingga terjadi baku tembak yang terdengar sampai puluhan kali," kata Dahlan
Kontrakan tersebut diketahui baru ditempati Endar Saputra kelahiran Tasikmalaya 10 Oktober 1988 dan istrinya, Endah Rahayu, kelahiran Jakarta 30 Desember 1991, serta dua orang anaknya yang berusia sekitar 4 bulan.
Ada beberapa orang yang terkapar di TKP, bahkan dikabarkan 2 orang tewas ditembak Densus 88 di lokasi tersebut.
Beredar kabar diduga penyerangan Densus 88 ke lokasi tersebut terkait sejumlah orang yang diduga melakukan penganiayaan terhadap polisi di Bekasi beberapa waktu lalu.
Sampai saat ini pihak kepolisian masih belum memberikan pernyataan resmi apakah mereka terkait  tindak pidana terorisme atau tidak. "Belum bisa ya. Kami masih mendalami apa mereka terlibat dengan terorisme," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto seperti dilansir mediaindonesia.com, Jakarta, Jumat (30/3/2012).
Namun, polisi menyatakan bahwa mereka adalah kelompok militan. "Mereka kelompok militan ya," tandas Rikwanto.
Dari lokasi rumah kontrakan milik  Endar Saputra, di Jalan Al Ikhlas Kampung Lio No. 12 RT 06/01 Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan, pihak kepolisian juga mengklaim menemukan sejumlah barang bukti berupa pistol jenis Colt dan puluhan butir amunisi. [widad/dbs]

Versi Detik

Penggerebekan di Tangsel, Polisi Sempat Bakar Rumah Tersangka 

Dua pelaku pembacokan polisi yang diduga terlibat terorisme menembaki petugas saat digerebek di kontrakan di Jl Haji Sarma RT 06/01 Kampung Lio, pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangsel dini hari tadi. Petugas terpaksa membakar rumah kontrakan tersebut agar keduanya keluar.

Seorang warga setempat, Panjang mengungkapkan, puluhan polisi menggerebek rumah kontrakan Endra Saputra (23) pada pukul 01.30 WIB. Petugas yang mencoba 'bertamu' ke kontrakan Endra, tiba-tiba ditembak oleh Endra dan E.

"Ada satu anggota buser, badannya kecil-kecil tertembak. Untung pakai rompi anti peluru," kata Panjang kepada detikcom, Jumat (30/3/2012).

Baku tembak antara petugas dan kedua pelaku pun terjadi di lokasi. Petugas kemudian mengepung rumah kontrakan Endra yang berukuran 4x4 itu.

Dalam aksi baku tembak itu, teman Endra berinisial E (Eka Abdurrahman, red) tertembak di dalam kamar. Sementara Endra tetap bertahan di dalam kontrakannya.

Selama setengah jam, Endra bertahan. Saat itu, suasana lokasi sunyi senyap.

"Petugas kemudian mengikatkan jaket ke bambu, lalu dibakar dan dilemparkan ke rumah kontrakannya," katanya.

Kobaran api kecil muncul seketika itu. Endra kemudian menjebol plafon dan melarikan diri ke atap. Suara tembakan kembali terdengar di lokasi pada pukul 03.30 WIB.

"Dia kemudian ditembak saat ada di atas atap. Di atap masih ada darah segar," katanya.

Endra tewas tertembak pada pukul 06.00 WIB setelah beberapa jam bertahan dari kepungan petugas.

"Waktu kejadian, anak dan istri Endra tidak ada. Istrinya lagi ke rumah mertuanya," katanya.

(mei/ndr)

Seperti diketahui, tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi Kabupaten menggerebek rumah kontrakan milik tersangka Endra Saputra (23) di Jalan Haji Sarma, Kelurahan Pondok Pucung Timur, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan pada Jumat (30/3) dini hari lalu. Dalam penggerebekan itu, petugas menembak mati Endra dan juga satu tersangka lain bernama Dede karena melawan petugas.

Ini Dia Curhatan Jihad Mujahid Muwahid yang ditembak di Tangsel 

Berikut petikan catatan jihad yang ditemukan di kontrakan milik Endra yang diperoleh detikcom dari sumber di kepolisian.

Terkutuklah mereka....
Bunuhlah mereka....
Tembaklah mereka....
Goroklah mereka....
Dengan tangan-tangan kalian....
Wahai Mujahid.....

Hidup ini takkan bersinar...
Jika tak berjihad....
Lupakan dunia...
Ambillah akhirat...

Marilah berjuang...
Jangan takut mati...
Insya Allah kita hidup sebagai Syuhada...
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar