Kamis, 19 April 2012

Pesan Al-Qaeda Yaman Tersampaikan, Sentralisasi Power Baru di Yaman


Pesan Al-Qaeda Yaman Tersampaikan, Sentralisasi Power Baru di Yaman

Pesan Al-Qaeda Yaman tersampaikan, Al-Qaeda Sentralisasi Power Baru di Yaman

Oleh Abu Asybal Usamah

Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah ‘Azza wajalla, yang telah menyinari kita dengan cahaya hidayah. Hingga kita menjadi hamba Allah yang bertauhid, tunduk kepada-Nya semata. Salawat dan salam senantiasa mengawal ingatan kita agar lidah kita basah dengannya. Teruntuk bagi junjungan mulia, Muhammad bin Abdillah, keluarga, para sahabat dan orang-orang yang tertatih memperjuangkan Dinullah sampai hari kiamat.

Sekat itu adalah Sa’udi
Penulis dalam berselancar didunia maya dengan niat mencari berita terkini Al-Qaeda berkenaan dengan perkembangannya di Lawdar. Kota yang termasuk dari kabupaten propinsi Abyen tersebut sekarang dalam kecamuk perang antara Al-Qaeda dengan pasukan pemerintah  yang terbantu oleh komite rakyat Lawdar dan pemuda-pemuda kabilah. Namun tak di sangka, ketika berada di situs marebpress.com kami menemukan tulisan analisa yang berjudul "القاعدة في اليمن عينه على السعودية"  yang berarti Al-Qaeda di Yaman pandangannya tertuju pada Saudi.
Sebelum kita masuk lebih lanjut ke pembahasan analisa tersebut, kami akan membahas terlebih dahulu tentang Sa’udi yang menjadi target dari Al-Qaeda.
Mengapa pandangan Al-Qaeda tertuju pada Sa’udi? Padahal petinggi Al-Qaeda Jazirah Arab (AQAP), Qasim Al-Rimi dan Syaikh Abu Bashir Al-Wuhaishi, telah menekankan bahwa perang ini berujung pada pembebasan Al-Aqsha. Namun karena Saudi adalah Negara yang memiliki pengaruh besar dalam pembebasan Al-Aqsha, maka fokus Al-Qaeda untuk “menembus” Sa’udi. Terlebih lagi Al-Qaeda memiliki perselisihan dengan Sa'udi, maka garis perlawan akan terus ditarik hingga Sa'udi mengangkat perselisihan itu sendiri dan menjadikan diri sebagai jembatan untuk pembebasan Al-Aqsha.
Perselisihan tersebut ketika mencuat saat Sa’udi menyediakan pangkalan militer di Dahran. Saat itu Syaikh Usamah bin Ladin surat untuk menawari membantu Sa’udi denga mengirimkan pasukan mujahidin untuk melidungi Sa’udi dari serangan Saddam Husein. Namun, Fahad lebih memilih Amerika dibandingkan mujahidin. Tidak berhenti disiitu, Syaikh Usamah juga mengirim surat nasihat untuk solusi dari perselisihan tersebut dan untuk kemaslahatan Islam dan muslimin yaitu agar menegakkan hukum Allah dan melepaskan loyalitas dari Amerika dengan hengkangannya tentara AS dari Jazirah Arab. Namun surat ini tidak ada sambutan dan bahkan pihak kerajaan membekukan kewarganegaraan beliau. Maka berlanjutlah perselisihan tersebut.
Disamping itu, banyak para tawanan, baik dari mujahidin dan orang-orang tak bersalah bahkan para wanita, yang terzalimi di penjara sa’udi. Apalagi mereka yang termasuk orang yang berpengaruh dalam pergerakan dan dalam mengidupkan ruhul jihad seperti Syaikh Yusuf Al-‘Uyairi dan Turki Al-Dandani.
Ketika para analisa, khususnya dari pihak sekuler, mengetahui fokus dari Al-Qaeda Jazirah Arab adalah Sa’udi itu bukan berarti strategi Al-Qaeda "terbongkar" dan menghambat langkah mereka bahkan lebih dari mematahkan laju pergerakan mereka. Namun sebaliknya, ini adalah suatu tanda bahwa pesan mereka telah tersampaikan yang akan membuat musuh berpikir keras siang dan malam bahwa “hadiah” apakah yang akan diberikan kepadanya.
Terbukti, bagaimana pasukan Sa’udi begitu agresifnya melakukan serangan ke wilayah tempat berdiamnya Al-Qaeda. Sayang, warga dan properti muslim lah yang jadi Korban seperti masjid Hamzah. 
Al-Qaeda Sentralisasi Power Baru di Yaman
Mengenai tulisan analisa tersebut, dijelaskan bahwasanya Al-Qaeda mencari tempat perlindungan baru untuk keberlangsunagan proyek jihad.  Komentar Analisis timur tengah pun dikutip untuk mendukung sebuah konklusi bahwa Al-Qaeda sedang membangun kekuatan baru di Yaman. Lagi, kepemimpinan sentral Al-Qaeda melemah setelah kepergian pemimpin mereka Usamah bin Ladin dan ditambah lagi “browsing” pasukan Amerika untuk melancarkan serangan pesawat tanpa awak yang memburu petinggi-petinggi Al-Qaeda di Afghanistan seperti Atiyatullah.
Seorang pakar terorisme, Musthafa Al-‘Ani berkata kepada agen berita AFP  “Sesungguhnya apa yang terjdi di selatan Yaman adalah usaha untuk munguasainya dan mendirikan kesatuan yang membentuk kesatuan yang memungkinkan membentuk kamp-kamp pelatihan untuk merekrut mujahidin serta mengembalikan kepemimpinan global  baru untuk jihad setelah kematian bin Laden serta mengikis peran penggantinya Aiman Al-Zhawahiri “ tandas Al-‘Ani.
Disamping itu, analisis politik Yaman, Faris Asseggaf, mengatakan kepada AFP bahwa perkembangan di Yaman selatan memiliki pengaruh besar dalam menentukan masa depan Yaman dan Al-Qaeda. Ia menambahkan bahwa Al-Qaeda dengan mudah begerak dalam orbitnya yang menjangkau perbatasan dengan kesultanan Oman yang melewati propinsi ‘gurun” Shabwa turun ke Abyen dan Al-Baida, yang salin berdekatan, sampai ke propinsi Lahij. Kemudian dari Lahij ke kota selatan terbesar, Aden.
Dengan tidak melepaskan citra buruk dibenak masyarakat, Asseggaf menegaskan bahwa merubah taktik orisinilnya  (SERANG DAN LARI) kemudian menjadi menguasai di wilayah dan berusaha untuk berbuat baik kepada penduduk yang memberikan pesan bahawasanya mereka adalah kawan dan bukan sekedar kelompok teroris. Seakan-akan Asseggaf mau mengatakan bahwa Al-Qaeda adalah serigala berbulu domba yang hanya pura-pura berbuat baik kepada orang dengan menyimpan maksud dibalik itu. Sifat ini hanya dimiliki oleh mereka yang anti Islam dan ingin menguasai materi semata beda dengan orang yang ikhlas semata demi Islam. Faris juga menegaskan bahwa yaman selatan adalah sebagai MARKAZ SENTRAL untuk aktivitas Al-Qaeda.
Berkaitan dengan politik, ia menambahkan bahwa tentara pemerintah Yaman (Ali Abdullah Shalih) berusaha untuk mengacaukan “fase transisi” untuk menetapkan perannya dalam negri. Analisa tersebut dibuktikan dengan penyerahan beberapa markaz militer kepada Al-Qaeda tanpa perlawanan besar.
Di akhir tulisan tersebut mengungkapkan bahwa Syaikh Usamah bin Ladin -taqabbalahullah- selalu bilang kalau Yaman adalah jembatan yang dilalui geraakan Al-Qaeda untuk mengeuasai semenanjung Arab dan harian Washington yang mengekspos dokumen-dokumen yang ditemukan dikediaman Syaikh Usamah, yang terbunuh di Abottabad Mei 2011, beliau meyakini bahwa Yaman adalah lokasi yang sempurna untuk membangun Daulah Islam oleh Tanzim (organisasi Al-Qaeda).
Wallahu Ghalibun ‘ala amrihi walakinna aktsarannasi la ya’lamun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar