Sabtu, 23 Juni 2012

Al-Qaidah Kembali Rillis Video Terbaru Syaikh Abu Yahya Al-Libi


Al-Qaidah Kembali Rillis Video Terbaru Syaikh Abu Yahya Al-Libi

Voa-Islam.com - Al-Qaidah telah merilis rekaman kedua dari Syaikh Abu Yahya Al-Libi, pemimpin senior, ideolog, dan tokoh agama yang diduga telah gugur dalam serangan pesawat tak berawak AS di Mir Ali, Waziristan Utara pada tanggal 4 Juni, The Long War Journal melaporkan.

Dalam video terbaru berdurasi 16 menit 51 detik yang berjudul "Tentara Amerika dan Etika Perang," tersebut, Syaikh Al-Qaeda resmi Abu Yahya Al-Libi mengutuk etika Amerika dalam berperang, menggambar sebagian besar pada contoh tindakan biadab tentara Amerika terhadap warga sipil dan para pejuang Islam di Afghanistan pada bulan Januari dan Maret 2012.

Video kedua yang diproduksi oleh sayap media Al-Qaidah, As-Sahab tersebut dirilis pada forum jihad pada 22 Juni 2012, Kelompok Intelijen SITE melaporkan.

Seperti video yang dirilis pada 12 Juni lalu, tanggal produksi sekali lagi diberikan sebagai tahun 1433 Hijriah, tetapi refensi Syaikh Abu Yahya Al-Libi untuk kejadian itu tentang seorang tentara Amerika yang membunuh warga sipil di Kandahar menandai kemungkinan pidatonya direkam sejak pertengahan Maret 2012.

Syaikh Abu Yahya Al-Libi alias Hasan Qa'id dilaporkan gugur dalam serangan pesawat tak berawak AS di luar Mir Ali di Waziristan Utara, Pakistan, pada tanggal 4 Juni 2012, tetapi Al-Qaidah maupun al-Fajr Media Center, distributor online eksklusif dari propaganda kelompok tersebut, hingga kini belum mengkonfirmasi atau membantah kabar kematiannya. Pesan yang diposting dengan video itu di forum jihad termasuk kalimat "semoga Allah melindunginya" setelah nama Libi, merupakan sebuah kehormatan yang biasanya disediakan bagi individu yang masih hidup, yang menunjukkan bahwa al-Fajr percaya dia masih hidup atau sedang menunggu konfirmasi resmi dari Al-Qaidah untuk nasibnya.

Video pertama dari Abu Yahya dirilis pada 12 Juni, hanya delapan hari setelah dia dilaporkan tewas dalam serangan pesawat tak berawak 4 Juni lalu. (st/tlwj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar