Kamis, 14 Juni 2012

Alasan Logis dan Syar'i, Penarikan Mujahidin dari Waqar dan Zanjibar


Alasan Logis dan Syar'i, Penarikan Mujahidin dari Waqar dan Zanjibar

WAQAR.ABYAN.(voa-islam.com) - Begitu banyak yang bertanya-tanya tentang sikap mujahidin yang menarik mundur dari wilayah kekuasaannya, Zanjibar dan Waqar. Waqar yang telah menjadi markaz mujahidin selama setahun (maret 2011), kini harus ditinggalkan oleh mujahidin Yaman untuk merapat ke daerah lain. Ada apa sebenarnya nyang terjadi.
Dari pihak media sekuler, terutama corong rezim San'a, ada yang berpendapat bahwa penarikan mundur Anshar AL-Syari’ah adalah kemenangan bagi tentara AS dan antek-anteknya. Begitu juga sebagian pengamat,baik dari pergerakan maupun dari politikus, mereka menganggapnya adalah sebuah strategi militer.
Namun Madad News Agency, pada hari Selasa 12 Juni 2012, menukil pernyataan dari sumber di Anshar Al-Syari'ah bahwa penarikan mundur mujahidin dari waqar dan Zanjibar adalah untuk menjaga tertumpahnya darah kaum muslimin dikota tersebut. Subhanallah, ini adalah alasan yang syar'i dan logis.
Bagi mujahidin, darah kaum muslimin adalah prioritas KEDUA setelah agama. Bagaimana mereka bisa meremehkan darah muslimin yang tertumpah disaat mereka membela darah yang tertumpah dibumi Palestina.
Maka mereka keluar untuk menggiring musuh ke medan yang terbuka, karena yang mereka targetkan sebenarnya adalah mujahidin. Berapa nyawa harus melayang untuk alasan “membidik” mujahidin. Ini juga merupakan tindakan “fair” dari mujahidin yang merasa bahwa merekalah yang dicari dan merekalah yang harus menghadapi, meskipun disisi lain mujahidin berusaha menyadarkan kaum muslimin tanggung jawab membela Islam dengan jihad dan mengorbankan nyawa di jalan Allah. Namun, muslim itu tidak semuanya kaum muda gagah perkasa, disana ada orang tua, anak-anak, wanita, orang yang cacat dan lain sebagainya.
Maka alasan penarikan mundur untuk menjaga darah kaum muslimin adalah pilihan yang tepat untuk wilayah San’a. karena masih ada arena yang lain yang bisa menggiring musuh agar jatuh tersungkur untuk tercapainya sebuah tujuan yaitu tegaknya syari’at Allah dan juga kalimat-Nya.
Wallahu Ghalibun ‘ala amrihi walakinna aktsrannasi la ya’lamun
(usamah/madad)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar