Senin, 04 Juni 2012

Kabar Jihad Afghanistan.....!!!


Operasi syahid tewaskan tujuh polisi boneka Afghanistan di Kandahar

KANDAHAR   - Serangan bom terpisah menewaskan sedikitnya tujuh polisi boneka Afghanistan pada Kamis (31/5/2012), menurut pengakuan pejabat polisi Afghan.
Dalam serangan pertama, penyerang menabrakkan kendaraan penuh bahan peledak ke pos pemeriksaan polisi dan menewaskan sedikitnya lima polisi boneka serta melukai enam lainnya di Kandahar.
Penyerang melajukan mobilnya ke arah pos pemeriksaan di distrik Arghistan, ujar Jawed Faisal, juru bicara gubernur kepada AFP.
"Lima polisi tewas dan enam terluka dalam serangan tersebut," ujarnya.
Kandahar adalah kota terbesar di Afghanistan selatan dan tempat kelahiran Taliban.
Dalam insiden kedua, ledakan di sebuah pos pemeriksaan polisi di ibukota Nangarhar, menewaskan sedikitnya dua polisi.
Juru bicara gubernur Nangarhar, Ahmad Zia Abdulzai mengonfirmasikan insiden tersebut, namun mengatakan pasukan keamanan masih menyelidiki penyebab ledakan itu.
Serangan ini terjadi seminggu setelah Mujahidin Imarah Islam Afghanistan mengumumkan operasi musim semi mereka.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Allahu Akbar! 12 tentara salibis ISAF tewas dan 10 luka parah di Kandahar

KANDAHAR   – Sebanyak 12 orang tentara penjajah salibis ISAF tewas dan belasan lainnya luka parah dalam serangan mujahidin Imarah Islam Afghanistan di wilayah Mashan, distrik Panjaway, propinsi Kandahar, pada Kamis (31/5/2012).
Juru bicara media Imarah Islam Afghanistan, Qari Yusuf Ahmadi, melaporkan bahwa mujahidin Taliban melakukan serangan gencar dalam rangkaian operasi Al-Faruq terhadap pasukan aliansi penjajah salibis ISAF di wilayah Mashan, pada Kamis siang.
Mujahidin Taliban menghadang konvoi pasukan penjajah salibis ISAF di sebuah tempat yang strategis. Dalam penghadangan tersebut, mujahidin meledakkan 13 ranjau terhadap kendaraan militer musuh. Sedikitnya 12 tentara salibis ISAF tewas di tempat dan 10 tentara lainnya luka parah bersamaan dengan hancurnya kendaraan militer mereka.
Kehancuran kendaraan-kendaraan militer ISAF disusul dengan baku tembak sengit selama belasan menit. Mujahidin Taliban kemudian mengundurkan diri dengan selamat sebelum bala bantuan musuh berdatangan. Korban tentara ISAF diangkut dengan sembilan helikopter ke pangkalan militer ISAF di Kandahar.
(muhib almajdi/arrahmah.com)

Allahu Akbar! 14 salibis NATO dan 12 tentara boneka tewas dalam operasi syahid di Nangarhar

NANGARHAR  - Allahu Akbar! Sebanyak 26 pasukan salib NATO dan boneka-boneka mereka tewas dalam sebuah operasi syahid di provinsi Nangarhar pada hari Jum'at (1/6/2012), setelah sejumlah operasi musim semi Al-Faruq Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) telah mengeliminasi sejumlah pasukan Salib pimpinan AS di Afghanistan.
Berdasarkan rincian dari IIA, seorang Mujahid dari jajaran IIA, bernama Qari Ijaz meledakkan dirinya dengan rompi peledak menargetkan sejumlah besar pasukan musuh gabungan itu di distrik Ghani Khel di provinsi Nangarhar, dimana mereka sedang berkumpul untuk merencanakan sebuah serangan terhadap Mujahdin. 
Dengan izin Allah, ledakan tersebut menewaskan 14 dari jajaran salibis NATO dan 12 dari tentara boneka serta beberapa lainnya mengalami luka-luka. Menurut laporan, dikatakan bahwa tentara boneka yang tewas dalam operasi itu adalah lebih dari 12. (siraaj/arrahmah.com)

Takbir! lebih dari 100 salibis AS tewas dalam serangan Mujahidin di pangkalan udara AS di Khost

KHOST   - Mujahidin Imarah Islam Afghanistan (IIA) melakukan serangan skala besar terhadap pangkalan militer salibis AS pada hari jum'at (1/6/2012). Operasi syahid itu menghantam sebuah pangkalan udara salibis AS di Sahrah Bagh di provinsi Khost, Afghanistan.
Operasi tersebut menyebabkan lebih dari 100 tentara salib AS dan puluhan boneka mereka tewas dan terluka, berdasarkan rincian yang dikeluarkan oleh Mujahidin IIA.
Menurut rincian itu, sekitar 11 Mujahidin gagah berani melakukan operasi tersebut. Syamsullah dan Azimullah Khan dari provinsi Paktia, Muhammad Na'im, Atiqullah, Muhammad Yaqub, Karimullah dan Sabiir dari provinsi Ghazni, Hafiz Saifullah dari provinsi Paktia, Abdullah dari Nangarhar dan Abdurrahman dari provinsi Logarm, dengan izin Allah berhasil menyerang lapangan udara Sahrah Bagh, tempat bagi ratusan para penjajah AS.
Tim dari 11 Mujahidin itu dipersenjatai dengan senjata ringan dan berat serta rompi peledak, menyamar dengan menggunakan serangan AS masuk ke pangkalan itu, setelah awalnya salah seorang Mujahid membantingkan sebuah truk yang penuh bahan peledak ke dalam pangkalan tersebut.
Pertama-tama, Syamsullah pada hari Jum'at (1/6) pukul 13:00 waktu setempat melakukan serangan dengan sebuah truk yang diisi 10 ton bahan peledak, menargetkan hotel dan ruang makan serta fasilitas gyms di dalam pangkalan itu dimana puluhan salibis AS tewas, hancur berkeping-keping akibat ledakan yang dahsyat.
Kemudian, segera setelah ledakan besar itu, 10 dari 11 Mujahidin yang tersisa memasuki pangkalan militer musuh tersebut dengan memulai perang menggunakan roket, granat tangan, senjata mesin ringan dan berat hingga pukul 16:00, akhirnya, dengan izin Allah menewaskan puluhan pasukan salib AS yang berada di tempat.
Sekitar pukul 17:00, Mujahidin meledakkan sebuah motor yang diparkirkan di luar di dekat gerbang pangkalan, yang menyebabkan lebih dari 20 tentara boneka Afghan yang melayani para penjajah AS tewas dan terluka, sementara sebanyak 170 motor hancur akibat ledakan tersebut.
Operasi skala besar itu berlangsung hingga pada malam hari yang membuat pangkalan salibis beserta isinya dibuat sibuk oleh serangan Mujahidin. 10 Mujahidin yang melakukan serangan di dalam dan di luar pangkalan membuat musuh tidak berdaya untuk melakukan balasan dengan serangan udara. Allah membuat mereka tak berdaya dengan hanya 11 Mujahidin. Kerugian besar materi pun di dapatkan oleh musuh, dua helikopter penyerang dan sebuah pesawat militer yang besar juga sejumlah besar tank, tank bahan bakar, kendaraan militer, serta gudang bahan bakar ludes terbakar akibat serangan Mujahidin.
Itu adalah merupakan salah satu hari terburuk bagi para penjajah AS dan boneka-boneka mereka sejak operasi Al-Faruq dimulai. Sementara media-media Barat dan media lokal pro-Barat melaporkan propaganda palsu tentang keberhasilan operasi-operasi Mujahidin dengan berusaha mengecilkan jumlah kerugian yang diderita pasukan Salib pimpinan AS-NATO dan antek-antek lokal mereka, terkhusus pada penjajah AS dan menafikan kemenangan Mujahidin. 
Disisi lain, para penduduk lokal dan para salibis sendiri menyadari kenyataan di lapangan yang menunjukkan keberhasilan serangan-serangan Mujahidin, yang dengan pertolongan Allah telah menyebabkan kerugian amat berat bagi musuh. Allahu Akbar!
(siraaj/arrahmah.com)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar