Sabtu, 23 Juni 2012

Kementerian Luar Negri AS Membuat Pos Baru Hadapi Media Jihad

Kementerian Luar Negri AS Membuat Pos Baru Hadapi Media Jihad

Kementerian Luar Negri AS Membuat Pos Baru Hadapi Media Jihad
يا ايها النبي حرض المؤمنين على القتال
“Wahai Nabi, kobarkanlah semangat kaum mukminin untuk berperang” (Q.S Al-Anfal:65)


Oleh Abu Asybal Usamah

بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, Yang mengatur siang dan malam, Membagi rezki diantara makhluk-Nya, Yang Maha Adil lagi Maha bijaksana. Aku bersaksi tiada Ilah melainkan Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Utusan-Nya yang telah menunaikan amanah, menyampaikan risalah, menasehati ummat dan berjihad di jalan Rabb-Nya dengan sebenar-benarnya jihad serta meninggalkan ummatnya diatas manhaj yang terangbenderang, tidak ada seorangpun yang menyimpang darinya kecuali akan binasa. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan keharibaan baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, sahabat dan orang-orang yang masih istiqomah di atas manhaj beliau.
Madad News Agency dalam bulletin yang dikeluarkan pada edisi nomor 23 Rajab 1433 H- Juni 2012 memuat opini tentang peperangan yang dilancarkan Amerika di Yaman secara khusus dan pergolakannya secara global di dunia Jihad. Salah satu yang menjadi sorotan adalah perang opini AS melawan mujahidin di dunia maya. Media berperan penting dalam propaganda dan menyulut ‘api’ peperangan. Kebanyakan orang yang terkena propaganda (tepatnya mereka yang tidak cerdas dan komperhensif dalam melihat permasalahan) media sekuler menganggap media Jihad internasional dan lokal adalah media provokator yang menimbulkan kekerasan dimana-mana. Maka dari sinilah kita bisa melihat pengaruh yang ditimbulkan media, baik media proporsional maupun yang abal-abal.
AS sangat memahami kondisi dilapangan dan realita bahwasanya mujahidin memiliki pengaruh besar dalam mengoperasikan media di dunia maya. Mujahidin dalam menyampaikan berita terbilang lebih objektif dibandingkan media sekuler atau lokal. Media lokal sering melakukan kebohongan dalam data lapangan. Meskipun kita tidak pungkiri setiap media memiliki tendensi masing-masing. Namun hal itu tidak menjadi masalah ketika data yang dihadirkan benar-benar akurat.
Hillary Clinton, menlu AS, mengumumkan di media tentang pengadaan pusat “Pusat Komunikasi Strategi Menghadapi Terorisme” yang menggandeng dalam barisannya para diplomasi, Programmer, analisis dan intelijen yang konsen mereka berselancar didunia maya dalam bentuk patrol ke situs-situs dan jejaring sosial dengan tujuan melawan upaya Al-Qaidah dalam membariskan dan menarik simpatisan lebih untuk berafiliasi ke aqidah mereka.
Penanggungjawab di kementerian luar negri AS menegaskan dalam pernyataannya di situs berita AS, Dawn News, bahwa langkah tersebut dari pihak pemerintah AS yang diambil setelah melihat hasil kesuksesan media Al-Qaidah semenanjung Arab (AQAP) dalam rangka meluncurkan kampanye media efektif dibandingkan media local yang memberitakan kesuksesan Al-Qaidah dalam memerangi pasukan AS dengan menampilkan dokumentasi foto peti mati korban tyewas  pasukan AS yang dibalut bendera AS akibat serangan mujahidin Afghanistan, Iraq dan Somalia.
Memblokir situs jihad pun bukan sebuah alternatif untuk mencegah Al-Qaidah dalam hal propaganda ‘perang salib’. Situs-situ yang lain pun bermunculan untuk meramaikan dunia maya dalam mengobarkan jihad.
Dalam pertemuan peresmian “Pusat Komunikasi Strategi Menghadapi Terorisme” yang dihadiri oleh Clinton dan Adam Bell Mc.Riven selaku Kepala komando operasi khusus AS dan partisipasi petinggi-petinggi  operasi khusus AS serta negarawan mensinyalir adanya bahaya yang dirasakan pemerintah AS dan militernya ditambah lagi militer Eropa menghadapi kemampuan Al-Qaidah dalam medan informasi atau yang disebut perang hati dan pikiran melawan AS dan sekutunya. Penyebabnya adalah perbedaan yang besar antara kedua belah pihak dalam hal kemampuan dan kekuatan.
Mereka menambahkan bahwa meskipun Amerika menggaungkan kemajuan mereka dalam bidang penelitian media dan menggiring opini umum serta ilmu sosial, akan tetapi mereka tidak belajar dari kesalahan mereka. Setelah mereka menutup situs-situs media jihad untuk memadamkan cahaya Allah, namun mereka menuai berulang kali kegagalan. Kemudian mereka pindah lagi ke medan pemikiran yang mana tempat tersebut adalah medan pertempuran yang diungguli oleh para mujahidin, insya Allah.
Disamping itu mereka juga menyebarkan syubuhat untuk membuat hati kaum muslimin ragu atas apa yang dilakukan mujahidinya diantaranya adalah tidak benarnya target Al-Qaidah semenanjung Arab dalam penyerangan dan manhaj mereka, baik itu di halaman jejering social facebook maupun di beranda berita lokal Yaman.
Wallahu Ghalibun ‘ala amrihi walakinna aktsarannasi la ya’lamun

Tidak ada komentar:

Posting Komentar