Kamis, 26 Juli 2012

Mujahidin Waspadalah!! Ada Misi Amerika di Balik Faham Takfir Ekstrim!

Mujahidin Waspadalah!! Ada Misi Amerika di Balik Faham Takfir Ekstrim!

Apakah ada Kaitannya antara RAND Corporation dengan Pemahaman Ghulatut Takfir?
Oleh: Nurul Islam
Mimbar Tauhid wal Jihad
بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله




Amma ba'du:

Tidak diragukan lagi bahwa banyak ikhwah (kalau tidak seluruhnya) yang mengikuti perkembangan gerakan busuk dan penuh makar dari lembaga RAND ini. Yang memiliki salah satu agenda penting yaitu menghilangkan ruhul Islam berupa tatanan hukumnya yang rabbani dan syariatnya yang berasal dari langit. Menghilangkan juga seluruh manifestasi kehidupan beragama. Merubah kaum muslimin, bahkan merubah Islam itu sendiri pada waktunya nanti. Membangun jaringan Islam "moderat" tentu dengan standar yang mereka tentukan sendiri tentang apa  itu "muslim moderat". Itulah cara merubah pemikiran seluruh kaum muslimin tidak hanya kaum radikalnya.


Hal tersebut dapat dipahami oleh siapa saja yang  menelaah rilisan meraka dengan judul  "building moderate muslim network" (http://www.rand.org/pubs/monographs/2007/RAND_MG574.pdf )

Mari kita mulai dengan selayang pandang profil lembaga perusak Islam  ini:

  1. RAND corporation adalah sebuah lembaga think-tank terbesar di dunia.
  2. Markas besarnya di California (satu kota dengan Facebook)
  3. Memperkerjakan 1600 analis dan kebanyakan staffnya memliki nilai akademis yang tinggi.
  4. Anggarannya per tahun 100-150 milyar dolar Amerika
  5. Salah satu lembaga think-tank paling berpengaruh atas pemerintah amerika dalam mengambil kebijakan.
  6. Pendukung aliran keras di kementerian pertahanan Amerika. Kementerian pun banyak mendukung proyek dan dana lembaga ini.
  7. Mempunyai ikatan dengan CIA dan FBI
  8. Studi dan analisanya banyak membahas soal menghadapi Islam dan kaum muslimin.
  9. Berkontribusi dalam perencanaan strategi perang terhadap teror (baca: perang terhadap Islam)
  10. Satu-satunya cabang di dunia, hanya berada di Qatar.


(Sudah merupakan prinsip strategi) sebuah keharusan bagi suatu pihak bila ia ingin menyerang lawannya, ia harus mempelajari kepemimpinan lawannya, pola gerak, tindaknya dan para cendikiawannya sehingga dia mengetahui seluk beluk tentang lawannya yang akan memudahkannya menyerang dengan metode yang sesuai waktu dan tempat.

Dari prinsip ini mulailah amerika melakukan studi yang komprehensif tentang salafi jihadi; pola geraknya dan ulama-ulamanya.  Lembaga yang paling menonjol dalam studi ini adalah RAND corporation, yang membuat pemetaan dan menyimpulkan bahwa Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi ialah orang yang paling berbahaya di muka bumi disebabkan buku-buku dan karya tulis beliau, serta tentu tauhid beliau.


Lembaga anti teror di akademi militer Amerika, west point (dikenal dengan CTC; Combatting Terrorism Center) juga merilis karya analisa dengan judul "miltant ideology atlas" (http://www.ctc.usma.edu/wp-content/uploads/2012/04/Atlas-ExecutiveReport.pdf ) di dalamnya tercantum peta para masyaikh salafi jihadi yang menonjol, beserta ukuran pengaruh masing-masing. Dan Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi menduduki peringkat yang tak terbantahkan bahaya pengaruhnya menurut mereka. Kemudian di bawahnya Dr. Abdullah Azzam –rahimahullah-, lalu Syaikh Yusuf Al ‘Uyairi -rahimahullah- dan seterusnya.


Seorang nasrani dari salah satu negara Eropa pun menulis untuk tesis doktoralnya dengan judul "almaqdisi" (setelah kami telusuri di internet, orang tersebut bernama Joas Wagemakers, dengan judul “a purist jihadi-salafi: the ideology of abu muhammad al-maqdisi”).

Di dalamnya dia membahas tentang Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi, juga mencantumkan pendapat yang mendukung dan bertentangan dengan Syaikh. Yang unik adalah seorang nasrani ini ternyata sudah membaca semua buku Syaikh Al Maqdisi. Yang lebih unik lagi, dia menulis artikel yang membantah tuduhan bahwa Syaikh Al Maqdisi telah berubah pendapatnya dan menerangkan di dalam artikel itu bahwa Syaikh -hafizhahullah- tetap "tsabat" beliau tidak berubah keyakinan dan pendapatnya!

Lembaga ini dalam kegiatannya menyingkirkan salafi jihadi internasional  dibantu oleh beberapa pihak, yang paling menonjol adalah beberapa lulusan al-azhar, Amr Khalid sebagaimana yang tertulis di laporan yang mereka rilis. Setelah hal itu menemui kegagalan, mereka meminta bantuan kepada para da'i salafi irja’ dan salafi penganut tasfiyah dan tarbiyah untuk mengeliminasi Islam yang beramaliah dan harokah.


Ikon yang paling menonjol menurut mereka adalah Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi -karena mereka anggap sebagai lab intelektual terorisme-. Tapi lagi-lagi semua usaha ini berujung kegagalan dan mereka belum bisa menemukan apa yang mereka mau. Pertanyaan yang timbul adalah; siapakah yang akan mereka jadikan kendaraan selanjutnya? Apakah para ahlu ghuluw?

Wahai saudaraku yang mulia, para pembaca!
Perhatikan hal ini baik-baik dan bandingkan dengan serangan terhadap Syaikh Al Maqdisi dari para muta'alimin (para pelajar) dan yang mengaku ahli fiqih, yang jahil terhadap ‘aqidah dan dien, yang mereka menisbatkan secara dusta diri mereka kepada dakwah jihad dan mujahidin, serta mereka berbicara tentang Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi.

Mereka terbagi kepada tiga kelompok:


  1. Kelompok pertama adalah kaum ghullat (ekstrim dalam mengkafirkan)
  2. Kelompok kedua: orang-orang yang menyelisihi Syaikh Al Maqdisi, dalam soal aqidah, dakwah dan pemikirannya, bahkan mereka musuh yang paling keras terhadap Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab.
  3. Kelompok ketiga: ahlul ahwa' yang naif dan tertipu.

Penjelasan 


Adapun kelompok pertama:  Syaikh Abu Muhammad amat menaruh perhatian kepadanya, karena jamaah ini yang paling banyak berpengaruh terhadap kebanyakan pemuda pengusung dakwah tauhid dan jihad. Hal ini disebabkan (kelompok pertama) banyak menjangkiti para pemuda itu dan para da'inya.Serta mereka tidak menemukan dari para pengusung tauhid keingkaran dan peringatan yang bisa menghalangi mereka dari kesesatan dan kejahilannya.

Bahkan sebagian penganut ghullat ini diri mereka dinisbatkan kepada jamaah tauhid dan jihad dan isu-isu terkait. Padahal pendapat mereka yang rusak itu seringkali disebut-sebut oleh para awwamu syababut tauhid dan dinukil dalam beberapa kesempatan.  Yang terkadang isu-isu yang diangkat itu, yang dinukil ulang terdapat di dalamnya khilaaf (perbedaan pendapat) yang diperbolehkan syariat.


Maka syaikh abu muhammad mewajibkan untuk berlepas diri dari pemikiran-pemikiran ini dan memerangi penganutnya dan para dai yang menyeru kepadanya sehingga tidak tercampur antara kemurnian dan keaslian dakwah tauhid wal jihad dengan ghuluw dan penyelewangan.


Mereka ini bermacam-macam jenisnya tergantung ke-ghuluw-an yang mereka anut, sebagaimana berikut:

Pertama: Orang-orang berpendapat bahwa semua manusia itu kafir, karena hukum asal para manusia ini kafir, kecuali ada dalil lain yang menyatakan sebaliknya, sedangkan dalil shahih yang mereka akui  adalah "ikhtibaar islami al-asykhosh" alias menguji keislaman orang-orang dan apa-apa yang mereka pahami dalam  permasalahan tauhid yang bermacam-macam secara tafshil (mendetil). Kalau sesuai dengan akal dan hawa nafsu mereka maka ia muslim (menurut mereka), kalau tidak demikian berarti tidak muslim. Seperti misalnya orang yang tidak  berpendapat bahwa hukum asal manusia adalah kafir, maka mereka penganut ghuluw ini menilainya kafir disebabkan dia belum berlepas diri dari kekafiran orang-orang tersebut.


Mereka ini mengkafirkan Syaikh Ayman Azh Zhawahiri dan Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi, karena beliau berdua tidak mengkafirkan siapa yang mereka anggap kafir sesuai pemahaman takfir mereka.

Kedua: Ada yang berpendapat bahwa hukum asal para imam masjid itu itu kafir, semata karena masuknya mereka pada posisi itu, tapi mereka mengatakan hukum asal manusia ialah Islam, sedangkan sebagian yang lain bertawaquf (tidak menghukumi kafir atau Islam). Inilah orang yang disebutkan di dalam makalah yang berjudul "ghuluw yamhaqu al-barokah".
Ketiga: Selanjutnya ahli mencampur adukkan. Mereka tidak memiliki manhaj tidak pula pemikiran, mereka hanya comot sana, comot sini dari suatu pendapat kemudian mereka pupuk apa yang ada itu. Kebanyakan mereka cepat berubah; tentang benar atau salahnya pendapat, tahdzirnya terhadap sesuatu dan pernyataan terhadap pendapat-pendapat para ulama.


Mengapa Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi memerangi kelompok ini dengan sengit dan bersikap keras terhadp mereka?

Telah datang kritik dari beberapa ikhwan bahwa makalah-makalah yang dikeluarkan oleh Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi justru adalah penyebab hal ini. Jumlah mereka kian bertambah yang malah membuka medan peperangan baru yang tidak perlu pada saat ini.


Maka kami katakan kepada para ikhwah ini sebagai jawaban atas persoalan tadi:


Pertama, bahwa sebagian para panganut ghuluw menisbatkan diri mereka kepada dakwah tauhid ini di antara orang-orang tersebut, melalui:

  1. Mereke menyebut Syaikh Abu Mush'ab Az Zarqawi–rahimahullah-, mereka mengklaim bahwa mereka mengikuti beliau dan jihad serta perlawanan beliau, sedangkan Syaikh Abu Mush'ab sendiri berlepas diri dari mereka.
  2. Pakaian mereka tidak berbeda dengan pakaian ahli tauhid dan jihad, sama-sama memanjangkan rambut, pakaian a la Afghan dan penutup kepala hitam.
  3. Mereka juga menggunakan sebagian kitab Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi seperti "Demokrasi Adalah Sebuah Agama" dan "Millah Ibrahim" sebagai pembukaan untuk dakwah mereka, kemudian setelah beberapa lama barulah mereka menyebarkan racunnya, mentakfir masyarakat dan para ulama.


Syaikh Abu Muhammad mengetahui bahayanya golongan ini, kemungkinan penyebaran kebatilan dan pertambahan pengikut mereka diantara para pemuda pengusung tauhid. Maka beliau menetapkan untuk mengambil langkah-langkah penanggulangan dengan menekannya dan mengingkari perbuatan dan perkataan yang dimaksud, serta melakukan tindakan preventif dengan menyeru para pemuda untuk meninggalkan golongan ini, memutuskan hubungan dengan mereka dan tidak menghadiri majlis mereka.


Kedua,  mereka memblokir jalan menuju tauhid dan jihad melalui sebagian perkataan mereka yang keluar dari rel syariat, lalu dipungut oleh orang-orang licik yang berniat buruk dari kalangan murji’ah dan jamaah Ikhwan dan Hizbut Tahrir serta jamaah tabligh dan selain mereka, lalu mereka menyebarkannya bahwa ini adalah pemikiran Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi dan jamaahnya, sampai terpatri bahwa ini adalah gerakan salafi jihadi di seluruh belahan dunia.  Maka sangat perlu adanya pencegahan atas bahaya yang ditimbulkan oleh para panganut ghuluw ini.


Kelompok kedua: adalah yang berbeda dari Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi dari sisi aqidah, dakwah serta pemikirannya. Mereka menganggap Syaikh Abu  Muhammad Al Maqdisi adalah pencetus pemikiran takfir dan ghuluw.

Ketika anda memanggil mereka untuk berdiskusi soal ini secara diskusi ilmiyah dengan kaidah-kaidah ilmiah, mulailah mereka melakukan manuver-manuver  dusta, sesat lagi berdosa dalam debat kusir meninggalkan diskusi ilmiah yang kokoh dan pasti untuk mencari hakikat kebenarannya secara syariah.


Mereka memiliki beberapa sifat:


  1. Menganggap syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi adalah orang yang ghuluw dan suka mengkafirkan sembarangan.
  2. Memerangi manhaj Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab tanpa bukti yang jelas tidak pula manhaj yang shahih.
  3. Mempermainkan urusan jihad dengan memelintir nasehat-nasehat Syaikh Abu Muhamad Al Maqdisi yang aslinya (seolah, red) untuk memberi petunjuk kepada para pemuda dalam amaliyat-amaliyyat meraka, supaya aksi-aksi itu sesuai dengan prinsip-prinsip siyasah syar'iyah. Mereka memelintir itu untuk memusuhi jihad dan mujahidin, bahkan meraka menyebut bahwa Syaikh Al Maqdisi adalah seorang agen dan penipu. (amat besar dosa yang timbul dari ucapan yang keluar lewat mulut-mulut mereka, mereka tidak mengatakan kecuali kedustaan).


Mereka bertingkah busuk dalam perdebatan dan memfitnah Syaikh Al Maqdisi dan orang-orang yang bersamanya dengan kebohongan-kebohongan. Mereka menuduh Syaikh yang mulia yang pemahaman fiqihnya luas ini, sebagai orang yang menyelewengkan maksud syariat dan sesat, disebabkan satu kesalahan beliau dalam satu masalah fiqih saja.

Lalu Nasri At Thahayanah mereka tuduh sebagai pencuri, yang membangun rumahnya dengan harta milik mujahidin, padahal ketahuilah rumahnya saja tidak luas, untuk menampung lima orang sekaligus saja tidak bisa. Syaikh sepuh yang tertawan (Abu Muhammad At Tahawi, seorang ulama Yordania) mereka tuding sebagai orang bodoh dan tolol.


Begitu pun Umar Zaydan (Abu Mundzir) dituduhnya dengan tuduhan dusta terhadap apa yang diturunkan Allah. Syaikh Nurudin sebelumnya juga begitu, mereka tuduh mencuri harta mujahidin, dan mereka juga berusaha melakukan hal serupa kepada Syaikh Al Fadhil Abu Muhammad Al Abid dan saudara beliau Abu Asyraf.


Maka munculah pertanyaan; kenapa mereka melakukan hal-hal  yang busuk seperti d atas kepada para ulama dakwah tauhid wal jihad separti Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi dan para penuntut ilmu lainnya seperti  Syaikh Nurudin, Umar Zaydan dan siapa pun yang melakukan pengumpulan donasi untuk keluarga mujahidin yang tertawan semisal Syaikh Abu Muhammad Al Abid dan saudaranya abu asyraf?


Ketahuilah, mereka itu merupakan perwujudan dari dakwah tauhid dan jihad ini, dari sisi-sisi:

  1. Teoritis ideologi (para ulama dan para penuntut ilmu)
  2. Operator lapangan (mereka yang mengurusi keluarga yang ditinggalkan oleh para syuhada dan tawanan)


Maka sesungguhnya mereka berkonspirasi dan bermakar buruk kepada dakwah ini dengan suatu metode yang sebetulnya sesuai dengan strategi yang digariskan oleh lembaga RAND ini, baik sengaja atau tidak sengaja. Dengan mereka mengetahui strategi lembaga RAND ini atau tidak, dengan bantuan langsung atau tidak langsung dari dinas keamanan thaghut. Sukarela atau pun terpaksa. (istilahnya mereka menari dengan tabuhan gendang RAND corporation).


Masalahnya, apa pun keadaannya, hasilnya tetap satu, yaitu rencana jahat, sebuah konspirasi, makar rekayasa untuk menjatuhkan dakwah yang penuh berkah ini, dengan melakukan pembunuhan karakter, menjatuhkan pengaruh siapa saja yang mengusung dakwah ini dan tokoh-tokohnya yang menonjol.

Mereka tidak membatasi diri dalam hal kerja sama, mereka akan bekerja sama dengan siapa pun, bila hal itu menguntungkan keberhasilan rencana jahat mereka.


Kelompok yang ketiga: ahlul ahwa yang naif dan tertipu.

Sejatinya kelompok inilah yang paling berbahaya dan mengkhawatirkan, mereka mempromosikan pemikiran-pemikiran yang sebetulnya mereka tidak memahami maknanya, mereka menjebak diri mereka sendiri dalam skema permainan orang lain tanpa mereka sadari, tidak mereka ketahui sasaran dan tujuannya.

Maka anda bisa melihat mereka menukil-nukil kabar berita dan isu-isu lalu mereka tambah dan kurangi, mencampurkan antara kebenaran dan kebatilan. Kalau meraka dimintai rujukan dari syaikh mana? dan penafsiran dari beberapa yang ada di otak mereka, anda lihat mereka tidak bisa menjawab.


Maka sebetulnya mereka ini tidak bisa mendengarkan, kalau pun mereka mendengar, mereka tidak bisa memahami, kalau pun paham, mereka tidak melakukanya dengan baik.  Mudah  menyebarkan rumor-rumor dan menganggap diri mereka beda dari orang lain. Sehingga meraka menjadi mangsa yang empuk, dikarenakan tindakan-tindakan mereka yang tidak disiplin.


Adapun yang jujur, seperti mereka yang berbeda pendapat dengan Syaikh di beberapa perkara, tapi mereka masih masuk kepada bagian aqidah dan tauhid. Mereka sebagian ikhwah yang merupakan para penuntut ilmu tetapi mereka juga memiliki beberapa penyimpangan yang menyelisihi Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi, dan mereka pada umumnya tidak berpengaruh di dalam gerakan. Bahkan, terkadang mereka mengkritisi Syaikh tanpa tujuan untuk menimbulkan kerusakan dan sekadar qila wa qala saja. Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi pun seringkali mendorong mereka untuk berdebat dan berdiskusi, supaya pemikiran mereka terbuka.

...penyakit hati berupa nafsu terhadap popularitas, erosi keikhlasan, dan sifat dendam adalah jembatan setan, jin dan manusia semisal lembaga RAND dan siapa saja yang sama dengan mereka...
Sesungguhnya penyakit hati berupa nafsu terhadap popularitas dan erosi keikhlasan dari hati sebagian orang, serta sifat dendam merupakan jembatan setan, jin dan manusia semisal lembaga RAND dan siapa saja yang sama dengan mereka.

Ibadah mereka untuk mendekatkan diri kepada Allah berganti dengan menyerang dan mencela Syaikh salafi jihadi internasional Abu Muhammad Al Maqdisi (semoga Allah menjaganya), dengan restu lembaga RAND dan dinas keamanan lainnya.


"Dan kami jadikan dari mereka para pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami sepanjang meraka sabar dan mereka yakin terhadap ayat-ayat kami" (Q.S. As Sajdah: 24).  Begit lah Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan kepemimpinan dalam dien tergantung dengan sabar dan yakin. Kita meminta kepada Allah semoga Allah memberikan kesabaran dan keyakinan kepada Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi sampai beliau menemui wajhu robbihi. Sesungguhnya Rabb kami Maha Mendengar lagi Maha Dekat, yang Maha Menjawab doa-doa.

Aku menuliskan kepada semua yang menyelisihi Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi tanpa hujjah dan dalil yang jelas dari Al Qur’an dan Sunnah sebuah ayat; “Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Q.S. Al Anfal : 29)


Berkata penulis Fi Zhilalil Quran, sebagai tafsir dari ayat di atas. Bahwa takwa kepada Allah itu menjadikan hati bisa membedakan mana yang haq dan batil, menyingkapkan penghalang jalan, tetapi hakikat ini, sebagaimana seluruh hakikat aqidah, tidak ada yang mengetahuinya kecuali dia yang merasakannya.


Segala urusan itu terjalin di benak dan akal, thariqah itu terjalin dalam pandangan serta pemikiran, dan kebatilan bercampur dengan Al Haq ketika diri terpisah dari jalan (kebenaran), hujjah matang tapi tidak mengenyangkan, terdiam tidak berpengaruh terhadap hati maupun akal.


Jadilah jidal dan diskusi sia-sia dan kehilangan tujuan dan hasilnya. Hal itu terjadi manakala taqwa tiada.

Kalau akal itu terang, yang haq akan jelas, jalan tersingkap, hati menjadi tenang, nurani pun bersandar dan kaki akan tetap kokoh di atas jalan (kebenaran).


Al haq itu sejatinya bukan suatu rahasia bagi fitrah, ada hubungan antara kebenaran dan fitrah itu.

Yang mana dengan itu langit dan bumi diciptakan. Tetapi di sana ada hawa, di antara al-haq dan fitrah. Hawa ini lah yang menyebarkan mendung yang menutupi pandangan, membutakan para pejalan serta menutup jalur jalan. Hujjah itu tidak berpengaruh terhadap hawa, taqwa yang berpengaruh atasnya, rasa takut kepada Allah. Perasaan selalu diawasi oleh-Nya baik sendiri sunyi maupun saat telihat ditengah kawan.

Sebab itu, furqon ini, yang menerangi pandangan, memisahkan kerancuan dan menyingkap jalan. Dia tidak ternilai harganya.

Dengan kalam ini aku menjadi, dan bagi Allah segala pujian aku menutup pintu-pintu yang bisa dipakai untuk menyerang dan mencela Syaikh Abu Muhammad Al Maqdisi dan dakwahnnya kepada tauhid dan jihad.


Semoga hancur dan binasa bagi RAND Corporation, sedang mimbar tauhid dan jihad senantiasa tinggi dan penuh dengan dakwah dan qital. [Widad/Abdullah/voa-islam.com]
Read More..

Rabu, 25 Juli 2012

Pelajaran dan hikmah dari pertempuran Toulouse


"The Lone Wolf" Muhamamd Merah yang telah mengguncang Tuoulouse, Prancis beberapa waktu lalu ketika ia membunuh 4 murid Yahudi dan 3 tentara Prancis. Kemudian ia dikepung di kediamannya oleh sejumlah polisi Prancis hingga ia akhirnya ditembak (syahid insyaAllah).
Banyak pro dan kontra terkait aksi Merah tersebut, namun Merah telah mengaskan bahwa jika mereka (musuh) tidak membunuh anak-anak Muslim dan tidak terlibat perang melawan Islam di Afghanistan, maka Merah tidak akan melakukan aksi demikian.
Berikut adalah terjemahan analisa Jihad dari Asy-Syeikh Al-Muallim Abu Sa'ad Al-Amiliy hafidhahullah tentang pelajaran dan hikmah yang bisa kita renungi dan pelajari dari pertempuran Toulouse.
***
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan hanya kepadaNya lah kita memohon perlindungan.
Segala Puji bagi Allah Rabb semesta alam. Dialah Rabbnya orang-orang lemah. Dan Dialah yang kemudian memuliakan mereka dengan Islam lalu menghinakan orang-orang dzalim. Sholawat serta salam kita haturkan kepada Nabi yang penuh belas kasih sekaligus pemimpin di medan perang, Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam . Beliaulah shallallahu 'alaihi wasallam  yang pernah bersabda, "Aku diutus dengan pedang untuk menjadikan hanya Allah saja yang disembah; kehinaan dan kerendahan bagi siapapun yang menentang perintahku; dan barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia adalah bagian dari kaum itu."
Wa ba'du.
Musuh umat ini telah berkumpul dan berkemas untuk membuat makar jahat bagi umat ini dengan menggunakan fitnah dunia beserta kenikmatannya. Kerusakan akhlak dan moral yang terjadi hari ini adalah hasil dari makar yang mereka jalankan. Mereka ingin membuat umat ini selalu bertekuk lutut dan tidak berdaya di hadapan mereka. Bahkan hanya untuk membantah perintah mereka maupun untuk berpikir menentukan nasibnya sendiri. Apalagi untuk bertahan, melawan hingga membalas seluruh makar mereka. Dan banyak dari umat ini yang terpedaya dengan makar tersebut.
Allah telah menjelaskan fakta ini dalam kitabNya yang mulia, dimana Allah berfirman:
وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا 
"Mereka tidak akan pernah berhenti memerangi kalian sampai kalian murtad dari agama kalian jika mereka bisa". (QS. Al-Baqarah : 217)
Allah juga berfirman :
اشْتَرَوْا بِآيَاتِ اللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَصَدُّوا عَن سَبِيلِهِ إِنَّهُمْ سَاءَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
"Mereka memperjual belikan ayat-ayat Allah dengan harga murah, lalu mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. Sungguh betapa buruknya apa yang mereka kerjakan". (QS. At-Taubah : 9)
يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
"Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan) mereka, tetapi Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya." (QS. As-Shaf : 8)
Generasi Baru Al-Qaeda di Tanah Air Orang-orang Kafir
Allah subhanahu wata'ala menginginkan agar umat ini keluar dari kubangan lumpur dan memuliakannya melalui tangan-tangan anak umat ini, yakni melalui para tentara Allah. Mereka yang dibesarkan dari meja makan keimanan, dan disuapi dengan nilai-nilai keimanan dan akhlak yang luhur. Dan keistimewaan meraka yakni mereka selalu muncul secara tiba-tiba ketika kondisi genting lalu memerangi kemunafikan.
Sebagaimana Allah membesarkan dan mempersiapkan Musa 'alaihi salam untuk melawan Firaun:
فَلَبِثْتَ سِنِينَ فِي أَهْلِ مَدْيَنَ ثُمَّ جِئْتَ عَلَىٰ قَدَرٍ يَا مُوسَىٰ  وَاصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِي
 "Maka kamu tinggal beberapa tahun diantara penduduk Madyan, Kemudian kamu datang kembali sampai waktu yang telah ditentukan, Hai Musa. Dan Aku Telah memilihmu secara langsung sebagai utusanKu." (QS. Thaha : 40-41)
Jadi Allah subhanahu wata'ala juga mempersiapkan dan memerintahkan kepada para pemuda umat ini, sebagaimana Dia mempersiapkan Musa 'alaihi salam. Allah menyembunyikan mereka dan menjaga mereka dari kejahatan para Fir'aun di zaman mereka. Sebelum akhirnya mempertemukan mereka dengan para Fir'aun tersebut untuk menghancurkan tahtanya dan mencabut kekuasannya sampai ke akar-akarnya.  Sebagaimana yang telah dialami oleh Fir'aun-Fir'aun sebelumnya.
Sebelum terjadinya perang Salib ini, para pemuda Islam di Barat telah menjadi orang yang terpinggirkan dan tidak diinginkan. Mereka menjadi pemuda yang kehilangan identitas; tanpa status sosial, tanpa pekerjaan dan tidak memiliki arti sedikitpun. Mereka hidup dalam tekanan, ibarat hidup di antara "penumbuk padi" yang dilandasi dengan kebencian rasisme dan di tumbuk dengan "alu" yang berasal dari ketidak adilan. Dan mereka tergerus di tengah-tengahnya. Mereka tidak mendapatkan hak-haknya sebagaimana yang diterima oleh orang-orang kulit putih lainnya. Meskipun mereka memiliki kewarganegaraan yang sama dengan mereka.
Bahkan sebenarnya, sebagian besar dari para pemuda muslim itu lahir dan dibesarkan di Barat dan diasuh oleh tangan-tangan Barat. Namun, selama mereka adalah seorang muslim dan mereka memerangi kekafiran dan hukum-hukum kafir. Maka selama itu pula mereka akan dibedakan, dipinggirkan bahkan akan dicap sebagai teroris dan radikal.
Para pemuda itu adalah generasi ke-3 dan ke-4 dari para imigran muslim yang pergi ke Negara-negara Eropa dan Amerika. Dimana orang tua ataupun kakek moyang mereka berpindah pada tahun 60-an untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Namun para tentara Salib memanfaatkan tenaga mereka untuk melakukan pembangunan infrastruktur. Mereka hidup dalam kondisi yang sangat sulit, bahkan hampir serupa dengan kehidupan para budak yang dibawa dari Afrika yang bekerja untuk membangun sebagian besar struktur dan infrastruktur Amerika. Dan para imigran muslim itu tidak ada bedanya dengan bahan bangunan yang akan digunakan ketika diperlukan.
Salibis Barat telah merencanakan dan mempersiapkan agar moral anak dan cucu para imigran muslim menjadi buah yang siap dipetik. Lalu dapat digunakan sebagai agen baru dari ideology materialisme mereka dan penerus peradaban mereka. Para Salibis berusaha menyembunyikan karakteristik keimanan para pemuda muslim tersebut dan menjauhkan mereka dari nilai dan akhlak luhur agama mereka. Sehingga menjadilah mereka generasi yang kehilangan identitas; tanpa akhlak, nilai dan keyakinan, generasi tanpa warna, rasa, maupun bau terhadap akhlak dan agama mereka sendiri.
Di sisi lain para Salibis menanamkan pada diri mereka (generasi muda  muslim tersebut) ketergantungan akan nilai-nilai materialistik dan dibuat silau terhadapnya. Dan dibuatlah mereka semakin tenggelam ke dunia amoralitas dan nilai-nilai kebinatangan. Maka sebagian besar dari generasi tersebutpun terjerumus dan jatuh kedalam dunia amoralitas, kejahatan terorganisir, gangster dan narkoba. Semua ini bertujuan untuk membuat mereka semakin terpisahkan dan menjauh dari agama mereka yakni Islam.
Sekitar awal 80-an, mereka (generasi anak cucu imigran muslim) mulai mendapatkan kembali apa yang mulai sirna pada diri mereka, yakni cahaya Islam. Hal ini diawali dari "Perang Teluk", diikuti dengan munculnya Taliban di Afghanistan. Dan kemudian bangkitlah Qaidat al-Jihad dan dengannya tersebarlah manhaj jihad dikalangan para pemuda di Barat.
Kemudian setelah itu, segala hal mulai berubah dan membentuk sesuatu yang baru. Dimana sebelumnya para pemuda muslim di Barat ini kehilangan jati diri, mereka jauh dari ajaran agamanya dan jatuh pada hal-hal yang tidak bermoral. Namun demikan, mereka masih memiliki kemurahan hati, harga diri, keberanian dan menolak kehinaan sebagaimana orang-orang Arab dulu sebelum adanya Islam; mereka musyrik dan kafir tapi tetap menjunjung tinggi  harga diri, keberanian dan menolak kehinaan.
Hal ini dikarenakan para pemuda muslim di Barat itu dibesarkan di lingkungan yang jauh dari kedzoliman dan intimidasi dari Penguasa murtad. Mereka jauh dari kebijakan yang mengekang dan menghinakan. Jauh dari terror dan rasa takut yang ditanamkan oleh penguasa kepada kaum muslimin. Dimana hal itu bertujuan agar orang selalu bergantung dan terus tunduk dibawah penguasa tiran itu.
Karena jauhnya mereka dari hal-hal tersebut membuat para pemuda di Barat tidak memiliki batasan kebebasan, dan tidak mengenal apa itu ketakutan dan apa itu teror. Sebaliknya, mereka dibesarkan dengan keberanian dan sikap siap menghadapi tantangan dan kesulitan; ditambah lagi mereka memiliki kepakaran dalam bidang teknologi media. Mereka juga memiliki sifat netral terhadap orang lain, percaya diri dan memiliki beberapa syarat lain yang dapat menjadikan mereka sebagai "prajurit terbaik" yang pernah ada di tangan para mujahidin. Lebih dari itu, mereka dapat menjadi seorang prajurit khusus dan istimewa, yakni dengan menjadi "prajurit halimun" atau "prajurit bayangan" yang mana tidak diketahui atau tidak mudah teridentifikasi oleh orang lain. Sehingga mereka tidak mudah dideteksi musuh melalui berbagai metode dan cara yang ada.
Kami menemukan banyak sekali para pemuda muslim tersebut yang telah melakukan beberapa hal untuk mendukung para mujahidin, mulai dari bidang dakwah, media, ekonomi maupun keamanan. Dan pada saat yang sama, mereka juga telah mempersiapkan jihad di jantung negara-negara kafir dan  murtad. Negara yang telah menjajah tanah air kami dan telah melampaui batas terhadap agama kita dan kemanusiaan. Yakni dengan memberikan bantuan dan dukungan kepada kejahatan penguasa murtad di negara kami.
Para pemuda tersebut telah belajar cara mempersiapkan serangan di tanah air orang-orang kafir itu. Karena para pemuda itu telah memahami bahwa merekalah (orang-orang kafir yang hendak diserang itu) adalah aktor dibalik layar atas segala kejahatan yang terjadi. Dan merekalah yang melanggengkan kekuasaan orang-orang murtad di tanah kita. Dan mereka telah faham bahwa tidak ada perbedaan antara orang-orang kafir asli dan para penguasa murtad dari segi keharusan untuk melawan mereka. Mereka (orang-orang kafir asli dan para penguasa murtad) itu ibarat koin dengan dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Sehingga para pemuda telah mengerti bahwa tidak mungkin untuk memerangi musuh yang dekat itu, yakni para penguasa murtad; sebelum terlebih dahulu melemahkan dan menjauhkan orang-orang kafir di Negara Barat dari medan perang ini.  Yang dengan itu juga akan membuat lemah para Penguasa murtad, sehingga akan menjadi sasaran empuk bagi tangan-tangan mujahidin.
Pertempuran terbaru Al-Qaeda di Negara Salib Perancis (Toulouse) mengajarkan kepada para pemuda muslim agar selalu istiqomah dan selalu bersiap untuk menghadapi Perang Salib. Dan juga menanamkan kepada mereka rasa kuat dan unggul dibandingkan musuh mereka. Yakni ketika mereka melihat musuh menyerah, berjalan dan tidak dapat mengikuti langkah dan pergerakan mujahidin. Dimana hal itu akan memotivasi mereka untuk berbuat lebih ketika melukai musuh dan membuat mereka lebih bertawakal lagi kepada Allah ketika melanjutkan serangan. Dengan slogan mereka yakni firman Allah:
وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا
 "Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata : "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan." (QS. Al Ahzab: 22)
Mereka adalah "pasukan bayangan" yang memiliki kemampuan tinggi untuk mengubah jalannya pertempuran. Di samping itu mereka memiliki kesabaran yang tinggi yakni ketika mereka harus berada di "pos"nya, sembari menunggu perintah dan arahan untuk melakukan eksekusi. Dan merekapun dapat bertahan dengan sedikitnya pasokan logistik dan senjata. Mereka adalah pasukan dengan "tipe baru" yang mana musuh belum pernah bertemu dan tidak akan pernah bertemu dengan pasukan seperti mereka. Dan ketika salah satu dari mereka tertawan, maka musuh tidak akan mendapatkan apapun dari mereka selain tipuan dan perangkap. Dan semua itu hanya akan menjadi penyesalan di hati orang-orang kafir itu.
Serangan di Toulouse dianggap mirip dengan serangan Bombay. Hanya saja di Toulouse dalam skala yang lebih kecil. Namun dilihat dari segala segi hampir sama. Di sini saya akan mencoba sedikit menjabarkan hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari serangan itu. Namun, jika ada pada tulisan ini yang  dianggap belum sesuai atau belum terjadi pada hari ini. Maka sangat mungkin, jika para pembaca sekalian akan mengatakan bahwa semua itu (pelajaran dan hikmah yang dijabarkan -pent) hanya mengada-ada. Tapi segala puji bagi Allah yang telah memberi petunjuk kepada seseorang. Sehingga dia dapat memahami pelajaran dan hikmah yang terkandung dari serangan tersebut.
Serangan Toulouse, Sebuah Percikan Peringatan yang Spesial
Kami sudah terbiasa mendengar dan melihat berbagai komentar dan reaksi dari manusia terutama dari umat ini, mengenai setiap operasi berbarokah yang telah dilancarkan oleh mujahidin Al-Qaeda. Mereka akan mendebatkan mengenai dampak baik dan buruknya dari setiap operasi itu. Setiap orang melihat dari sudut pandang mereka masing-masing, sesuai dengan keyakinan dan manhajnya masing-masing. Tapi semuanya sepakat akan seberapa pentingnya serangan itu. Mereka sepakat bahwa serangan itu memiliki dampak psikologis bagi musuh dan kaum muslimin. Dan mereka pun sepakat bahwa operasi-operasi itu memiliki pengaruh dalam kancah internasional.
Kami juga telah melihat dengan mata kami sendiri perubahan besar yang menyertai setiap serangan tersebut. Kami juga telah melihat kerusakan baik jangka panjang maupun pendek di segala bidang pada diri dan infrastruktur musuh akibat dari operasi-operasi itu. Kita akan dapat merasakan dampak dan keuntungan dari setiap operasi berbarokah yang telah dilancarkan mujahidin. Dan pada hari ini kita juga dapat melihatnya pada serangan terbaru mujahidin, yang kita sebut dengan "Pertempuran Toulouse di jantung Negara Salibis Perancis".
Kami tidak akan repot-repot bereaksi terhadap "kelompok-kelompok pencela" yang selalu melihat segala sesuatu secara hitam putih. Akan kami biarkan saja setiap picingan mata dan kemasaman muka yang mereka tampakkan kepada kami. Dan kami tidak akan menjawab keraguan mereka. Kami juga tidak akan menjawab keraguan dari para penyeru kebebasan dan pengusung demokrasi. Begitu pula para pembela HAM Salibis, yang selalu melupakan hak saudara dan saudari kita. Semua orang tidak kami pakai pertimbangannya, sampai mereka bertaubat kepada Allah dan berpegang teguh pada syariat Islam kemudian berdiri untuk membela saudaranya dan menjaga kehormatan saudarinya. Dan kemudian mempertahankan agamanya sembari menjawab tantangan musuh dengan pedang.
Tapi diri kami menegaskan bahwa pertempuran ini, merupakan sebuah "percikan" kemarahan dan peringatan kepada Salibis Barat bahwa apa yang mungkin akan datang kepada mereka; di masa yang akan datang akan lebih berat. Dan kematian mereka akan datang melalui tangan-tangan yang hidup di jantung negara mereka. Sehingga sangat sulit untuk kalian (para Salibis) mewaspadai dan bertahan dari serangan kami ataupun untuk menghentikan ledakan kemarahan kami. Kalian tidak bisa melihat dan memonitor "pasukan bayangan" kami sedangkan pasukan kami leluasa mengamati kalian. Bahkan tidak mungkin bagi kalian untuk bertahan dari pukulan mereka. Seberapapun hati-hatinya dan sehebat apapun teknologi kalian.
Disinilah letak bahayanya dan inilah tantangan besar bagi Salibis Barat bahwa mereka akan menghadapi "Perang tingkat lanjut" dengan kita. Di mana para mujahidin Qaedat al-Jihad di Barat memiliki mata, bahasa, pakaian, seperti kalian; wahai Penyembah Salib. Bahkan secara total mereka berpenampilan Barat seperti kalian. Inilah bagian dari kejeniusan Qaedat al-Jihad dan kekuatan taktik tempur mereka. Jadi para Penyembah Salib bersiaplah kalian untuk akhir episode pertempuran panjang ini.
Peperangan antara kita dengan mereka (orang-orang kafir dan murtaddin) selalu pasang surut. Dan peperangan ini terdiri dari banyak pertempuran. Terkadang mereka menang dalam sebuah pertempuran dan berkuasa dalam waktu yang lama. Tapi mereka tidak akan pernah memenangi peperangan ini. Dan Allah tidak akan membiarkan mereka berkuasa atas anak-anak umat ini. Yang istimewa dalam perang ini adalah kemenangan kita lahir dari kekalahan kita yakni kesyahidan. Dan kepahlawanan akan nampak setelah disirami dengan darah para pejuangnya. Jadi sedikitpun, kita tidak pernah mengalami kekalahan, karena semua ini hanya mengenai kemenangan di medan perang dan kemenangan di akhirat yakni kesyahidan.
Jadi kita dapat pergi dengan kepala tegak dalam kebanggan menjadi umat Islam ini. Dan merasa terhormat karena terpilih menjadi tentara Allah. Lalu apakah para pengecut dan penijilat kepada penguasa dzolim itu juga menemukan nikmatnya beriman pada Allah sebagai Rabb-nya, Muhammad sebagai RasulNya dan Islam sebagai agamanya, sebagaimana nikmatnya para mujahid? Dan apa yang mereka ketahui tentang hal-hal yang ditunggu oleh orang-orang yang bertauhid, yakni pahala dari Allah, derajat yang tinggi, kemuliaan mati syahid dan penghargaan atas kematian orang-orang yang bertauhid itu dengan kenangan di hati dan pikiran orang-orang yang mengikuti jalan mereka.
Pelajaran dan Hikmah      
Kami akan menuliskan beberapa pelajaran penting, sebagaimana biasanya kami lakukan di setiap pertempuran yang dilakukan mujahidin. Dengan ini kami berharap kita dapat menerapkan pelajaran–pelajaran tersebut ke dalam kehdupan sehari-hari kita dan dapat merubah kehidupan kita; sebagaimana telah merubah kehidupan musuh. Dimana serangan-serangan yang dilakukan mujahidin telah menjadikan musuh kita hidup dalam ketakutan, suasana teror, ketidakstabilan dan penantian tiada akhir terhadap hal-hal yang membahayakan mereka juga menghancurkan kebahagiaan semu mereka.
Posisi kami terhadap serangan di Toulouse yakni sebagaimana kami mendukung serangan Bombay yang penuh berkah itu. Serangan di Toulouse merupakan miniatur dari serangan Bombay, karena mujahid ini menyerang sendirian namun efek dan dampak yang dihasilkan serupa. Inilah uniknya serangan Toulouse. Serangan ini akan kita tambahkan dalam catatan mengenai keunikan dari serangan Qaedat al-Jihad. Dan serangan ini akan kita jadikan contoh baru dari model-model penyerangan. Sehingga pasukan Islam memiliki banyak pilihan dan cara untuk melakukan serangan.
فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفْسَكَ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ عَسَى اللَّهُ أَن يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَاللَّهُ أَشَدُّ بَأْسًا وَأَشَدُّ تَنكِيلًا
"Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)." (QS. An-Nisa : 84)
Jadi, jika ada yang mendapatkan ketidak kesesuaian antara tulisan ini dengan kenyataanya, namun secara pasti dapat kita yakinkan bahwa minimal serangan tersebut memiliki manfaat yakni dapat menyadarkan orang-orang beriman dan menahan dari serangan orang-orang kafir maka hal ini sudahlah cukup.
  • Menghancurkan rencana musuh untuk merusak generasi muslim
    Allah subhanahu wata'ala berfirman di surat Al-Anfal : 36:
    إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَن سَبِيلِ اللَّهِ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ
     "Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Mereka menafkahkan harta itu, lalu akan menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan."
    Para Salibis telah menghabiskan banyak dana untuk pendidikan ala "Barat"nya dan kampanye "kebudayaan" rusak mereka. Semua itu bertujuan untuk mengacaukan generasi dari para imigran muslim, agar mereka menjauhi fundamentalisme Islam, teroris dan ekstrimisme. Sehingga mereka dapat digunakan sebagai cadangan SDM dan penambal lubang di negara-negara Barat. Dan yang terpenting yakni agar para imigran muslim tetap jauh dari agama. Sehingga generasi imigran muslim itu akan menghilangkan peran agama atau minimal menyepelekannya. Sehingga menjadilah mereka generasi yang tidak mengenal Al-Quran melainkan hanya kumpulan kertas, tidak tahu agama selain namanya saja, menjadi seorang muslim yang hanya nama dan badannya saja tapi ruhnya dipenuhi nafsu hewani.
    Namun Allah menggagalkan rencana para Salibis dan mengirim Qaedat al-Jihad untuk menarik mereka yang telah terselip di antara taring-taring singa; yang membanggakan kekuatannya atau dari kelicikan rubah yang suka menipu. Allah menginginkan kebaikan untuk para pemuda tersebut. Dan Dia ingin merubah mereka, sebagaimana Dia menyiapkan Musa 'alaihi salam  untuk menjadi musuh dan sumber bencana bagi Fir'aun; yang meledakkan tahta kedzoliman dan menghancurkan kerajaan tiran Fir'aun pada masa itu. Maka Allah juga ingin menjadikan para pemuda muslim itu untuk bangkit dan melawan Fir'aun zaman ini yang sombong dengan kekuatannya dan meluluh lantakkan kerajaannya -padahal Allah telah mebinasakan orang-orang yang lebih kuat dan lebih kejam daripada mereka, sebelumnya lalu apakah mereka tidak berpikir-.
    Maka kami katakan, bahwa serangan-serangan mematikan berikutnya dan di masa yang akan datang adalah berasal dari para pemuda tersebut, yang mana mereka telah bergabung dengan kami; Qaedat al-Jihad.
  • Merugikan musuh
    Merugikan musuh dianggap sebagai tujuan utama dari jihad itu sendiri dan hal ini memiliki hujjah dalam agama kita sehingga harus dijadikan pertimbangan dalam setiap melakukan penyerangan.
    قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ
    "Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolongmu atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman." (At-Taubah : 14)
    Kita harus mengadzab musuh dan membuat kerugian pada moral maupun material mereka dan menghinakan mereka. Dan dengannya akan menjadi penyesalan bagi orang-orang kafir. Hal ini juga akan membuat dada kaum muslimin lega terutama dari golongan yang lemah lagi tertindas (mustad'afin). Bahkan mereka akan merasa gembira dengan apa yang terjadi pada musuh. Serangan ini dapat mengurangi kerusakan yang dilakukan musuh, dan keimanan merekapun (para pelaku serangan) akan semakin bertambah. Disamping itu akan membuat kaum muslimin bertambah dan semakin bertambah kesabarannya, sehingga mereka lebih siap dan mampu untuk menghadapi segala permasalahan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.
    Ketika orang-orang yang lemah hatinya melihat bahwa para mujahidin memiliki senjata dan memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri dari kebrutalan orang-orang kafir. Ini akan menjadikan orang-orang lemah tersebut menuruti tuntutan fitrah mereka yakni menghalau kedzaliman, dan kemudian bergabung dengan para mujahidin atau minimal mendukung para mujahidin secara sembunyi-sembunyi.
  • Membalas rasa sakit kaum muslimin
    Bagi siapapun yang memperhatikan bagaimana tindakan para Salibis kepada kaum muslimin, maka dia akan dapat melihat dengan jelas kebencian dan keinginan mereka untuk menumpahkan darah kaum muslimin walaupun dengan alasan yang sepele. Musuh menumpahkan darah kaum muslimin di Afghan, Somalia, Kaukasus dan negara–negara Balkan (Teluk) yang tengah mereka jajah. Dan yang akhir tapi bukan yang terakhir yang tak kalah pentingnya dalam peta perubahan dunia, yakni di Negara Suriah. Di mana para musuh (Syiah) dibantu dengan tentara Salibis dan Rusia melakukan berbagai kejahatan dan kebengisan, yang terlalu mengerikan untuk dimasukkan ke dalam catatan sejarah kehidupan manusia.
    Musuhpun seakan membutakan negara-negara lain dari fakta-fakta yang ada. Bahkan mereka membalik dunia ini, sehingga  yang baik seakan-akan itu jahat dan yang jahat itu terlihat baik. Semua kejahatan dan pembantaian itu dilakukan hanya untuk membalas kematian salah satu dari mereka. Apalagi apa yang dilakukan rezim murtad di negara-negara kita. Semua itu mendapat restu dan support dari para salibis, baik itu berbentuk politis maupun financial. Semua itu dilakukan musuh, tidak lain karena keinginan mereka untuk memurtadkan kita dari agama ini.
    Sepanjang sejarah Islam, baik dulu maupun sekarang; Perancis merupakan ujung tombak dalam Perang Salib menyerang negara-negara Islam. Dapat kita lihat keaktifan dan antusiasme Perancis di bawah bendera NATO di Afghanistan dalam usahanya untuk membunuhi kaum muslimin dan usahanya untuk memadamkan cahaya Islam di sana. Dan di dalam Negeri mereka sendiri, Perancis menyerang kaum muslimin baik laki-laki maupun perempuan dengan pembuatan hukum yang melarang kaum muslim menerapkan agama mereka. Dan kasus yang terbaru dari perang kotor ini yakni larangan pemakaian cadar bagi saudari kita.
    Perancis juga salah satu pendukung utama dari Presiden Yahudi Israel pada perang ini dan mendukung terhadap pengepungan di Palestina. Perancis juga mendeklarasikan perang global terhadap mujahidin di bawah bendera "Perang terhadap Terorisme". Perancis juga menjadi pendukung utama dari rezim-rezim murtad di negara-negara muslim.
    Perancis juga berusaha merusak keyakinan dan keimanan dari kaum muslimin melalui penginjilan (misionaris) dan penyebaran kejahatan yang dilakukan melalui kedutaan, konsulat, misionaris dan kebudayaan rusak mereka. Kita harus ingat bahwa Perancis merupakan contoh dari banyak negara-negara Barat dalam memerangi Islam.
    Karena semua alasan itulah dan berbagai alasan lainnya. Maka membuat Perancis berada di barisan terdepan dalam perang melawan Allah, Rasul dan orang-orang beriman.
    Apakah semua kejahatan mereka itu adalah perkara yang kecil menurut mereka (orang-orang Salib)?! Apakah tidak terpikir bahwa semua kejahatan mereka itu akan dibiarkan begitu saja dan dilupakan tanpa adanya perhitungan dan pembalasan?!
    Tidak demi Allah! Para hamba Allah tidak akan pernah melupakan sejarah mereka dan mereka tidak terima jika agama mereka ditundukkan dan dihinakan. Dan mereka tidak akan menyia-nyiakan darah para syuhada' dan tidak akan membiarkan terhadap kesedihan dan kehormatan para muslimah yang telah dilanggar. Demi Allah!! Mereka selama ini hanya sedang menunggu… Menunggu waktu yang tepat untuk melakukan pembalasan, karena agama kita mengajarkan bahwa penjajahan adalah kejahatan dan mewajibkan kita untuk memotong tangan para penjajah. Dan Agama kita melarang untuk memperbudak sekelompok kaum.
    فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
    "Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu. Maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah : 194)
    "Pembalasan serangan" merupakan bagian dari agama kita. Hal ini bertujuan untuk melegakan hati kaum muslimin dan untuk menghentikan kejahatan dari musuh-musuh Allah sehingga mereka tidak melakukan kejahatan itu lagi. Dan bahkan dapat mencegah musuh menjadikan penjajahan kepada Islam sebagai hobi dan kebiasaan mereka dikarenakan kepengecutan kita menghadapi mereka.
  • Merusak stabilitas keamanan musuh dan menunjukkan kepada kaum muslimin mengenai fakta bahwa musuh itu lemah dan rapuh
    Musuh-musuh yang memerangi kita sebenarnya mereka itu saling berpecah belah, bahkan juga saling memerangi. Tapi ketika mereka memerangi Islam maka merekapun melebur dan saling membantu. Namun hakikatnya tetap, yakni saling berpecah belah sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Anfal : 73
    وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ 
    "Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain."
    Setiap negara yang bergabung dengan aliansi Salib ini, yang dikomandoi oleh Perancis –yang merupakan musuh bebuyutan Islam-, mereka memiliki pengaruh yang besar bagi keberadaan rezim murtad di negara-negara kita. Selama lebih dari 60 tahun lamanya, mereka mendikte segala kebijakan para pemimpin murtad baik di bidang ekonomi, politik dan kebudayaan. Dimana para Salibis itu ingin menjadikan wilayah negara-negara Afrika Utara pada umumnya dan khusunya wilayah Maghrib, sebagai pangsa ekonomi dan produk kebudayaan mereka. Bahkan mereka ingin dapat memainkan politik di negara-negara tersebut.
    Namun yang jelas, mereka ingin menjadikan negara-negara tersebut sebagai gerbang utama mereka untuk menginvasi negara-negara di selatan Sahara.
    Maka karena alasan itulah, para mujahidin menjadikan Perancis sebagai target operasi mereka. Hal ini untuk merusak kestabilan keamanan mereka dan menunjukkan ketakutan yang musuh sembunyikan selama ini. Serangan ini merupakan tantangan bagi musuh dan hal ini merupakan kewajiban dalam Islam yakni menteror musuh. Perang telah dimulai dan semua metode perang boleh digunakan untuk melemahkan dan mengungkap kelemahan musuh.
    Serangan di Toulouse ini menunjukkan kepada kaum muslimin, sebagaimana pada serangan Bombay. Tentang hakekat kekuatan keamanan musuh kita, yakni sebagaimana musuh berhati-hati dan menerapkan standar keamanan. Lalu sebagaimanapun mereka memonitoring, baik yang kecil maupun yang besar. Pasti semua itu memiliki celah; yang dengan itu kita akan menyerang dan mengobrak-abrik tanah air mereka.
    Pengetahuan tentang hal ini sangat penting dalam perang global ini, karena dapat menaikkan mental tempur kaum muslimin, sehingga menjadikan mereka betambah kuat, berani dan dengan itu juga dapat membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin.
    Tawakal pada Allah dan ikhtiar dengan sungguh-sungguh akan menghancurkan segala hambatan yang ada, baik hambatan fisik maupun psikis. Keduannya (tawakal dan ikhtiar dengan sungguh-sungguh) merupakan dua sisi yang merupakan senjata terkuat yang tidak akan terkalahkan.
  • Menunjukkan kekuatan mujahidin dan keberanian mujahidin ketika berhadapan dengan musuh
    Jihad tidak bisa dilakukan melalui kertas, tetapi jihad itu dilakukan di dunia nyata dengan  berhadapan dengan musuh secara langsung. Pertahanan terbaik yakni dengan menyerang, itu yang orang-orang katakan. Juga dengan mempraktikan jihad merupakan jalan tepat untuk menjadi seorang prajurit mahir yang memilki kesabaran tinggi ketika menyerang dan menghancurkan musuh.
    Ketika musuh melihat jenis operasi individual; dimana satu orang sukses menimpakan semua kerugian di jajaran musuh, mereka (orang-orang Salib) akan dapat belajar apa yang disebut dengan keberanian itu. Dan dapat menunjukkan pada musuh bahwa mereka sedang memerangi "pasukan para militer" yang beroperasi secara individu.
    Perwira yang melakukan penyerangan Toulouse ini, dia adalah salah satu contoh dari singa-singa yang akan menjadi bahan bakar dalam pertempuran-pertempuran di masa depan. Para singa ini akan menjadikan kehidupan siang dan malamnya musuh seperti di neraka.
    Juga Pahlawan Toulouse ini dapat menjadi contoh dan model serangan bagi siapapun yang berjalan di belakangnya diantara para pemuda di Barat, terutama bagi siapapun yang belum bisa bergabung dengan kelompok jihad.
    Pesan yang disiratkan oleh pahlawan Toulouse itu kepada semua orang, yakni bahwa jalan jihad selalu terbuka dan selalu ada. Dan setiap hambatan untuk menuju ke jalan jihad itu, diciptakan oleh musuh yang bertujuan untuk mematahkan semangat kaum muslimin -dan bagi orang-orang yang beriman, mereka selalu bertawakal kepada Allah dalam menghadapi seluruh rintangan yang ada-. Rintangan tersebut diciptakan oleh Iblis untuk membuat malas dan melemahkan semangat mereka. Dan juga agar kaum muslimin menjadikannya sebagai alasan yakni "bahwa rintangan itu adalah udzur" agar mereka dapat menjadi orang-orang yang qoidun (duduk-duduk) bersama para pencela yang selalu mencela amaliah para mujahid.
    Tidak diragukan pula, bahwa pahlawan Toulouse ini terinspirasi dari serangan yang penuh barokah sebelumnya yakni serangan di Madrid dan London. Pahlawan Toulouse ini mempelajari serangan-serangan tersebut kemudian menambah dan berimprovisasi untuk memaksimalkan serangannya. Semoga Allah mengampuni kesalahan-kesalahan mereka dan memberi pahala kepada mereka.
  • Memukul musuh di rumah mereka
    Sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wassalam: "Sekarang kita yang akan menyerang mereka dan mereka tidak akan menyerang kita lagi". Dan ini telah kita gunakan dalam dunia perang modern, yakni "Pertahanan terbaik adalah menyerang".
    Kaum muslimin telah terbiasa menjadi target yang mudah bagi musuh, dimana musuh merenggut kehormatan wanita kita dan membunuh para lelaki kita, dan kita tidak dapat melakukan pembelaan selain menangis dan meratap. Maka dari itulah, musuhpun terbiasa dengan hal itu. Dan merekapun menganggap bahwa hal tersebut akan seperti itu selamanya. Sehingga mereka dapat sesuka hatinya mendzolimi dan memperkosa kehormatan kita.
    Termasuk dalam perang hari ini yang mereka sebut dengan "pembebasan" -sebagaimana yang pernah dilakukan oleh pendahulu kita yakni "pembebasan" dari peribadahan kepada selain Allah dan perbudakan kepada mahkluk. Tapi misi mereka ini berlainan dengan misi pendahulu kita-. Mereka mengira akan dapat dengan mudah mentarget dan mendzolimi kaum muslimin lagi. Dalam perang ini musuh tidak membatasi tujuan mereka, sebagaimana biasanya yakni untuk pertahanan dan keamanan negara mereka. Bahkan mereka ingin memanfaatkan tentara-tentara kaum muslimin untuk melindungi kepentingan mereka. Lalu mereka menempatkan tentara-tentara dari negara-negara kaum muslimin sebagai anjing penjaga bagi kepentingan mereka dengan bayaran yang sangat murah. Dan pada saat yang sama membentuk "pemerintahan boneka" yang murtad dari agamanya dan selalu menuruti keinginan mereka.
    Namun semua itu telah berubah sekarang, dimana umat ini mulai mencintai jihad dan menolak penghinaan serta penyalahgunaan kekuasaan dan kekuatan. Para mujahidin telah merobek penghalang rasa takut mereka. Dan umat ini pun berdiri menantang musuhnya. Lalu mengambil senjata dan melakukan serangan yang cepat dan unik dalam berbagai bidang seperti ekonomi dan politik. Bahkan umat ini melalui  tangan mujahidin menyerang dengan serangan militer ke jantung negara-negara Salibis. Maka dengan itu memaksa musuh berada dalam posisi bertahan, menunggu dan menonton saja.
    Dalam peperangan hari ini kita dapat melihat kelihaian dan kecerdikan yang ditunjukan oleh para mujahidin. Yang mana para mujahidin dapat membuat musuh dalam kondisi ketakutan. Sehingga dengan itu banyak dari rencana jahat mereka yang berantakan dan strategi yang telah mereka susun menjadi onggokan kertas sampah. Baik itu rencana dalam maupun luar negeri Perancis, seperti rencana mereka untuk mujahidin Afghanistan khususnya dan rencana mereka terhadap negara-negara di Afrika Utara dan negara-negara selatan Sahara dalam rangka perang melawan Qaedat al-Jihad. Ini adalah serangan dalam bidang politik.
    Adapum dalam ekonomi dapat kita lihat bagaimana musuh menghambur-hamburkan uangnya untuk menjaga keamanan, mulai dari menggaji tentara-tentaranya yang bertugas, agen-agen mereka yang melacak langkah-langkah para mujahidin sampai membayar mata-mata yang mereka sisipkan.
    Maka dengan kata lain mujahidin telah menguasai peperangan pada saat ini. Dimana musuh mengalami ketakutan "paranoid" terhadap serangan lanjutan mujahidin. Sehingga menjadikan musuh menguras energinya untuk bertahan dan untuk menjaga mereka dari gangguan mujahidin. Ketakutan yang tertanam di benak musuh merupakan faktor dan senjata terbesar yang dimiliki mujahidin. Dan senjata inilah yang akan selalu menemani para mujahidin dalam "perang lanjutan" mereka yakni untuk meneror musuh, menghancurkan pasukan musuh dan menguras tenaga mereka. Sebagaimana yang terjadi pada Salibis Amerika bersama antek-anteknya.
    Sebagaimana yang dikatakan oleh pemimpin Al-Qaeda asy syahid insya Allah Syaikh Abu Abdullah Osamah semoga Allah merahmatinya, "musuh kita tidak akan pernah menikmati keamanan dan ketenangan di rumah mereka sampai seluruh kaum muslimin menikmati keamanan dan ketenangan di rumah mereka."
    Ini adalah persamaannya, meskipun hal ini telah jelas, tapi mereka (para Salibis) seakan-akan tidak tahu. Hal itu tidak lain karena mereka telah dibutakan oleh keserakahan dan kedzoliman mereka sendiri. Mereka seakan-akan ingin mengahancurkan rumah mereka dengan tangan mereka, melalui perantara pembalasan yang diberikan oleh tangan-tangan "generasi baru Al-Qaeda".
  • Saat kami menderita kalian akan menderita, dan ketika kalian membunuh kami, maka kami akan membunuh kalian
    Ketika serangan musuh tidak terbalaskan sehingga musuh jauh dari serangan dan operasi yang mematikan. Maka hal ini hanya menambah lamanya penderitaan, bahkan akan menambah rasa penderitaan dan sakit akibat dari kebrutalan musuh. Bahkan membuat musuh semakin tidak segan-segan untuk menumpahkan darah umat kita. Mereka tidak memiliki rasa bersalah maupun takut terhadap pembalasan di akhirat dan tidak peduli terhadap robeknya norma-norma nurani dan agama. "Bagaimana mungkin ada perjanjian dengan mereka padahal jika mereka dalam keadaan menang atas kalian, mereka tidak menjaga kehormatan kalian? " (QS. At-Taubah).
    Tapi hari ini semuannya berbalik. Sekarang mereka bukanlah pihak yang menjajah kita, tapi kitalah yang akan memburu mereka. Sebagian mereka (negara-negara Salib) telah rata dengan tanah dan tinggal namanya saja. Dan sebagian lagi sedang diambang kehancuran. Perang Salib hari inipun akan memiliki kesamaan dengan perang-perang sebelumya, yakni kekalahan mereka. Dan mungkin yang membedakan dengan perang sebelumnya yakni dalam hal peralatan yang digunakan saja. Dan untuk hasilnya sama. Bahkan saya berani bersumpah bahwa para "Tentara Kebenaran" sudah diambang kemenangan yang akan membalikkan segalanya.
    Musuh hari ini mengalami rasa takut sebagaimana yang pernah kita alami, bahkan mungkin lebih berat lagi. Karena kita hanya mengalami kerusakan material dan fisik saya. Tetapi mereka mengalami kehancuran secara psikologis, yang mana hal itu lebih besar dari sekedar rusaknnya material dan fisik.
    Kami menemukan bahwa orang kafir, sekutu mereka, dan orang-orang munafik beserta agen-agen mereka marah dan semangat mereka runtuh ketika mereka mendapat serangan maupun terluka, meskipun mereka memperoleh kenikmatan dunia dan aliran dana yang besar selama perang ini. Selama hidupnya, mereka hanya mencari materi duniawi saja dan hidup mereka hanya untuk kepuasan dunia. Kekhawatiran mereka hanya soal makanan, kiblat mereka adalah nafsu, surga mereka adalah kenikmatan dunia. Ketika mereka merasa hal-hal tersebut berkurang maupun dalam keadaan berbahaya. Maka mereka langsung merasa sedih dan meratap karena tidak dapat menerimanya.
    Kehancuran mental dan spiritual pada dasarnya yakni hilangnya rasa aman dan hidup di bawah bayang-bayang ketakutan. Dan para mujahidin mereka pernah hidup dalam rasa takut yang ditimbulkan oleh pengawasan yang dilakukan negara dan tindakan keras penguasanya. Tapi semua itu memiliki hikmah dan berkahnya yang tersembunyi.
    وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
    "Dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah : 155)
    Pada waktu itu para mujahidin dipaksa untuk mencari jalan keluar dari rasa takut itu untuk menuju pada kemenangan. Dan mereka dipaksa untuk mencari cara menghancurkan rencana dan makar-makar musuh. Dan hal ini sama dengan yang dilakukan oleh para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pada saat kondisi lemah di Madinah sebelum akhirnya mereka memimpin dunia.
    وَاذْكُرُوا إِذْ أَنتُمْ قَلِيلٌ مُّسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْضِ تَخَافُونَ أَن يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُم بِنَصْرِهِ وَرَزَقَكُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
    "Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, Maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu Kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur." (QS. Al-Anfal : 26)Hari ini para musuh mujahidin (baik itu sipil maupun militernya yang dalam pandangan syariat memiliki hukum yang sama dikarenakan mereka semua memerangi Islam), mereka hidup dalam negara-negara Barat dengan penuh rasa kekhawatiran dan ketakutan. Serta mereka telah kehilangan rasa aman dan damainya karena saking takutnya terhadap serangan mujahidin. Mereka tidak memiliki jalan lain untuk mengembalikan kondisi itu seperti semula. Sehingga akhirnya sebagian mereka mengalami depresi lalu ada yang bunuh diri karena tidak kuat menahan penderitaan tersebut. Dan sebagian lainnya menggunakan narkotika dan miras sebagai pelarian dari rasa takut mereka.
    Bagi musuh kehidupan dunia adalah segala-galanya, maka hancurnya perekonomian mereka merupakan sesuatu yang dasyat. Kita dapat melihat seberapa besar dampak dari hal itu pada negara-negara Salib. Dan keruntuhan perekonomian mereka merupakan konsekuensi dari perang yang dilancarkan mujahidin pada lembaga perekonomian mereka. Kita dapat melihat apa yang diperoleh musuh selama perang panjang ini dan apa yang akan diperoleh mereka setelahnya, yakni tidak lain adalah resesi dalam bidang ekonomi dan pariwisata. Maka dengan itu menjadikan musuh sebagai satu-satunya pihak yang mengalami kekalahan dan kerugian yang besar selama perang ini. Dan akhirnya mereka hanya akan menjadi pecundang besar.
    Lalu kehancuran secara politik yang diwakili dengan hilangnnya kekuatan dan lobi mereka untuk mengatur negara lain. Dimana kekuatan politiknya hanya bersifat semu dan tidak lain hanya merupakan pembuatan opini dan pencitraan saja. Mereka membuat dirinya seolah-olah di depan negara-negara kecil lainnya sebagai pihak yang paling kuat dan paling layak.
    يَا قَوْمِ لَكُمُ الْمُلْكُ الْيَوْمَ ظَاهِرِينَ فِي الْأَرْضِ فَمَن يَنصُرُنَا مِن بَأْسِ اللَّهِ إِن جَاءَنَا قَالَ فِرْعَوْنُ مَا أُرِيكُمْ إِلَّا مَا أَرَىٰ وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلَّا سَبِيلَ الرَّشَادِ
    "(Musa berkata): "Hai kaumku, untukmulah kerajaan pada hari ini dengan berkuasa di muka bumi. Siapakah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menimpa kita!" Firaun berkata: "Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar."  (QS. Al Ghafir: 29)
    Kekalahan di bidang kemiliteran telah mempercepat hancurnya kekuatan lobi politik mereka yang lemah itu, dimana mereka mulai kehilangan para pengikut yang akan melindungi  mereka, -bahkan para pelindung itupun tidak bisa melindungi diri mereka sendiri-. Dan mereka tidak akan sadar hingga mereka tersungkur ke tanah di bawah pedang dan besi mujahidin. Dan karena saking lemahnya mereka, sehingga ketika salah satu dari mereka runtuh maka yang lain akan terpengaruh dan runtuh juga.
    Dan yang terakhir…
    Muhammad Merah telah pergi sebagaimana keinginan para mujahid muwahid lainnya untuk pergi, yakni sebagai syuhada, serta meninggalkan untuk musuh-musuh Allah, rasa sedih dan sakit yang mengisi hati mereka, yakni dari golongan Salibis dan Yahudi. Dia pergi dengan kebanggaan dan kemuliaan yang mengisi hati para muwahid; yang mereka berharap untuk mengikuti langkah pahlawan ini. Dia telah dapat membuka batasan yang ada dan melanjutkan perang ini, antara Tentara Allah dengan Tentara Setan hingga Hari Pembalasan.
    Muhammad Merah termasuk dari bataliyon "Tentara Allah yang tesembunyi" atau "tentara bayangan" yang menuggu di sekitar para Salibis hingga waktu yang ditentukan; untuk membuka celah antara rezim Salibis dan kemarahan kita. Dia merupakan generasi yang mencabut musuh ke akar-akarnya. Dia juga adalah mata-mata yang berdiri di garis depan mujahidin. Maka dari itulah seberapa dasyatnya perang ini bagi para Salibis, dimana hanya ada dua pilihan bagi mereka, yakni kekalahan yang sudah jelas di ambang mata atau hidup dengan penuh kehinaan.
Akhirnya, saya katakan bahwa kita harus mengambil manfaat atau ibroh dari serangan unik tersebut. Khususnya pada keyakinan dan keimanan kita kepada Allah. Dan kita harus yakin bahwa serangan tersebut merupakan senjata paling efektif untuk mengalahkan musuh. Maka kita harus bangga dengan itu. Dan jagalah kedekatan kita dengan Allah dan patuhilah perintah dari pemimpin kita. Dan cobalah untuk selalu membebaskan diri kita dari fitnah dunia. Sehingga kita layak mendapat pertolongan, hidayah dan kemenangan dari Allah.
Dan segala puji bagi Allah, penguasa langit dan bumi. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada pemimpin kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, keluarganya dan para sahabatnya. 
*** 
Ditulis sebagai catatan sejarah kemuliaan "Pertempuran Toulouse" dan sebagai ajakan bagi kaum muslimin untuk berjihad di jalan Allah.
Abu Sa'ad Al-Amiliy
29 Rabiuts Tsani 1433 / 22 Maret 2012 M
*** 
Judul Asli
Lessons and Treasures from the Battle of Toulouse
Penulis
Asy-Syeikh Al-Muallim Abu Sa'ad Al-Amiliy hafidhahullah
Judul Terjemahan
Pelajaran dan Hikmah dari Pertempuran Toulouse
Alih Bahasa
Abu Muwahid
Editing & Artwork
Tim Jahizuna Project hafidhahumullah
Publikasi Edisi Arab – Inggris
Ansharul Mujahidin Network
Publikasi Edisi Indo-Melayu
Jahizuna Publishing/ jahizuna.com
(saif al battar/arrahmah.com)
Read More..

Bashar al-Assad Melakukan Pemusnahan Massal Dengan Senjata Kimia


Bashar al-Assad Melakukan Pemusnahan Massal Dengan Senjata Kimia

Damaskus (voa-islam.com) Presiden Bashar al-Assad, nampaknya sudah tidak banyak pilihan, dan menggunakan senjata pamungkas yang dimiliki, yaitu senjata kimia. Assad menggunakan senjata pemusnah  massal, saat menghadapi perlawanan yang begitu meluas, di pusat kota Damaskus dan Allepo, yang hampir jatuh ke tangan pejuang pembebasan Suriah (FSA).
Di Damaskus, jurubicara kementerian luar negeri Jihad Makdissi mengatakan bahwa Suriah berada dalam posisi, "mempertahankan diri", tapi mengesampingkan penggunaan senjata kimia, ketika menghadapi pejuang FSA yang semakin membahayakan rezim Presiden Bashar al-Assad.
"Setiap WMD (War Mass Destruction) senjata pemusnah massal, berupa senjata kimia dan sejenisnya, menegaskan bahwa Republik Arab Suriah tidak  pernah memiliki, tidak akan pernah digunakan terhadap warga sipil atau terhadap rakyat Suriah, selama dalam krisis dan kondisi apapun, serta tidak peduli bagaimana krisis akan berkembang, tidak peduli seberapa," kata Makdissi.
Perdebatan apakah pemerintah Suriah menggunakan  senjata kimia? Kemungkinan Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia atau senjata pemusnah massal, tidak dapat diabaikan,  karena menurut sejumlah pejabat intelijen di Timur Tengah, dan Barat, mengkonfirmasi, tentang kemungkinan Suriah menggunakan senjata kimia atau senjata pemusnah massal.
Posisi Assad sendiri sekarang sudah sangat rapuh, sejak tewasnya empat orang yang paling dekat dengan lingkaran kekuassaan. Yaitu, Menteri Pertahan, Jenderal Daoud Rajiha, Kepala Intelijen Jenderal Assef Shawqad, Menteri Dalam Negeri, Jenderal Ibrahim Asrar, dan mantan Menteri Pertanahan yang menjadi Kepala Crisis Center, Jendral Torkman, tewas dalam serangan bom.
Makdissi menegaskan,  "Tidak pernah menggunakan senjata kimia dan biologis selama krisis ... , ujarnya kepada AFP. Namun, pemerintahan Saddam, pernah menggunakan senjata kimia, ketika menghadapi pemberontakan suku Kurdi di Halabjah, dan memusnahkan banyak penduduk di kota itu, akibat serangan senjata kimia. Irak dan Suriah menjadi mitra dan sekutu, sebagian bagian rezim yang menganut ideologi Baath.
Sebuah sumber di Timur Tengah, pemerintahan Assad sudah mulai membagi-bagikan senjata kimia kepada para serdadu mereka, dan ini sebagai langkah terakhir menghadapi ancaman para pejuang Suriah (FSA), yang berada di ibukota Damaskus dan Allepo, dan membahayakan keamanan Presiden Assad.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan setelah pembicaraan, 27 blok itu menteri luar negeri mengatakan: "Uni Eropa sangat prihatin potensi penggunaan senjata kimia di Suriah." Sementara itu, Liga Arab, secara tegas menginginkan agar Bashar al-Assad meninggalkan kekuasaannya. Tetapi, Assad menolak mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaannya. Mungkin Bashar al-Assad memilih akhir hidupnya seperti Gadafi. mi.
Read More..

Ramadhan : Bangkitnya Kekuatan Global Islam


Ramadhan : Bangkitnya Kekuatan Global Islam

Jakarta (voa-islalm.com) Kota Istambul dahulunya ibukota Konstatinopel yang menjadi pusat kekuasaan Salibis, dan jantung Eropa, kemudian ditaklukan oleh Sultan Muhammad Al-Fatih, yang sangat terkenal itu.
Entah berapa banyak penguasa Islam, berusaha menaklukan Konstatinopel, tetapi selalu gagal. Baru di zamannya Sultan Mohamad Al-Fatih, yang sangat  brilian dan ahli strategi perang, di zaman Khalifah Otsmani, pusat kekuasaan Salibis di jantung Eropa itu, jatuh ke tangan Islam.
Kekuasaan Salibis itu, ibaratnya laki-laki yang gagah, tetapi cacad seumur hidup, karena hidungnya yang mancung itu, terpotong. Konstatinopel, yang berubah menjadi Istambul atau Islambul, atau kota Islam, berhasil ditaklukan oleh Muhamad Al-Fatih dengan strategi perang yang canggih. Daratan Eropa yang menjorok ke daratan Asia itu, berhasil menjadi pusat kekuatan dunia Islam, kala itu. Saat itu, Mohamad Al-Fatih membawa kapal-kapal menaiki bukit, dan kemudian menyerang dengan meriam. Sampai Konstatinopel takluk.
Kini Turki perlahan-lahan kembali ke pangkuan Islam. Rakyatnya kembali kepada Islam. Saat berlangsungnya sekulerisme yang digerakkan oleh Jenderal Kemal At-Turk, ada kekuatan sufi, yang dipimpin Ulama Said Nursi atau Mohamad Badie.
Said Nursilah yang melindungi Islam di Turki dari terjangan sekulerisme. Gerakan sufi yang bertahan di negeri moyangnya sekulerisme itu, bertahan dengan luar biasa melindungi Islam. Sampai lahir kelompok Milli Gourus, yang lebih mirip dengan gerakan Ikhwan di Mesir.
Sekarang pengaruh Islam yang pernah tertanam di Turki selama 8 abad, di bawah Khilafah Otsmani itu, menggeliat kembali dalam kehidupan masyarakat Turki. Bahkan, pengaruhnya sampai ke negara Balkan. Seperti Bosnia, Croatia, Slovenia, Albania, dan terus Asia Tengah, serta sebagian masuk ke jantung-jantung Eropa, dan Timur Tengah.
Ramadhan di Turki, kawasan Balkan, dan Asia Tengah, sampai Rusia, sangat luar biasa. Semangat kembali kepada Islam sangat nampak. Rusia diprediksi tahun 2050, umat Islam di negeri bekas "bos" komunis itu, nampaknya akan menjadi mayoritas. Mengalahkan Kristen Ortodok, yang sekarang pengikutnya semakin menyusut.
Di kawasan-kawasan yang mayoritas penduduknya beragama Islam, seperti Chechya, Dagestan, sampai ke Tajikistan, Kirgistan, Uzbekistan, semua kawasan Asia Tengah, yang pernah menjadi bagian dari Soviet, Islam tak dapat lagi dibendung dengan cara apapun. Islam dan umat Islam tumbuh dengan pesat, menjadi kekuatan baru secara regional.
Sekarang Turki menjadi ruh kebangkitan Islam di seluruh jagad. Turki memiliki syarat menjadi kekuatan global, karena pernah menjadi penguasa di seluruh dunia Islam. Mentalitas bangsa Turki sampai sekarang menunjukan sebagai pemimpin. Turki pernah menjadi Khilafah.
Kemampuan para pemimpin Turki, yang sekarang berkuasa, khususnya dari kalangan Islamis, bukan hanya berhasil memainkan peran politik di  Turki, tetapi sekarang Turki menjadi pemain utama dalam percaturan politik global.
Ramadhan ini benar-benar indah di Istambul, dan seluruh kota-kota di dunia Islam. Dari Timur sampai Barat. Dari Maroko sampai Jakarta. Menjelang berbuka puasa, di Istambul, berlangsung iftor (buka puasa), dari berbagai suku bangsa, dan mereka mengatakan, "Persaudaraan Tanpa Sekat Batas Negara". Berbagai suku bangsa berkumpul, dari berbagai kalangan profesi, dan tokoh, mereka  berbuka bersama, sambil berkenalan dan tukar pikiran situasi masing-masing negara.
Dua kekuatan dunia Islam yang paling menonjol, yang nantinya akan menjadi motor penggerak kebangkitan Islam, yaitu Mesir dan Turki, kedua negara yang memiliki posisi strategis, secara geopolitik, dan rakyatnya memiliki karaker dan mental, sebagia pemimpin dunia, yang  akan menggerakan perubahan secara global.
Karena itu, sekarang begitu antusianya kaum Muslimin di berbagai negara Muslim menyambut ramadhan. Turki dan Mesir yang menjadi mesin penggerak (generator) perubahan itu, di pimpin oleh tokoh-tokoh yang kredibel, dan memiliki visi, membangun kembali peradaban Islam, serta kejujuran. Mereka bukan tipe-tepi tokoh-tokoh  yang oportunis, dan tanpa tekad yang kuat.
Perubahan politik yang luas di seluruh negara-negara Islam dengan mendepak para sekutu atau pengikut-pengikut kafirin dan musyrikin (Yahudi dan Nasrani) oleh kekuatan Islam, kiranya menjadi pertanda positip bagi masa depan Islam. Meskipun, perubahan politik di seluruh negara Islam ini, berlangsung dengan berdarah-darah. Seperti di Suriah sekarang ini. Tetapi, itulah ibaratnya seperti seorang ibu yang akan melahirkan bayi, dan harus mengalami pendarahan.
Saatnya nanti akan melihat bangkitnya kekuatan baru di dunia Islam, di tengah terjadinya kekacaucan global, sebagai akibat  redupnya sistem kufur dan musyrik di Barat. Ini tidak dapat dihindari lagi. Sistem kufur dan musyrik, sudah tidak mungkin lagi, dapat diharapkan menjadi solusi terhadap kehidupan masa depan umat manusia.
Sistem kufur dan musyrik, yang bersumber dari ajaran sesat Yahudi dan Nasrani itu, sudah mencapai jalan buntu. Seperti krisis yang sekarang melanda di dunia Barat. Di Eropa dan Amerika sudah sampai menuju kebangkrutan total bagi kehidupan mereka. Berulangkali pertemuan regional dan global, yang mereka selenggarakan tak bisa menyentuh akar persoalan mereka. Karena memang semua itu, bersumber dari ajaran dan ideologi yang menjadi dasar keyakinan mereka.
Epidemi kekacauan terus menyebar dalam kehidupan masyarakat Barat, akibat kegagalan nilai-nilai yang menjadi keyakinan mereka, dan akan menjadi sumber kekacauan di Barat. Kapitalisme yang mereka yakini sudah tidak lagi dapat bisa memberi alternatif bagi masa depan mereka.
Kemiskinan yang terjadi di negara-negara Barat, akibat sistem kapitalisme itu, dan timbulnya gelombang pengangguran yang sangat luas. Akhirnya hanya menimbulkan kekacauan dan kekerasan. Seperti yang terjadi di Colorado, di mana seorang mahasiswa kandidat doktor, dibidang ilmu jiwa, melakukan horor dengan membantai orang-orang yang ada dalam gedung bioskop.
Islam akan terus menampakan cahayanya. Menyinari kehidupan umat manusia. Begitu damainya di kota-kota seluruh dunia lslam menyambut Ramadhan. Berbuka, shalat tarawih, membaca Qur'an, dan memberi bantuan kepada fakir miskin, sampai keluar batas negara mereka. Seperti yang dilkakukan Turki terhadap rakyat Somalia, yang ditimpa kelaparan, atau Rohingya dan Palestina yang sekarang menghadapi penindasan.
Apalagi, jika berbicara sumber daya manusia, yang jumlahnya sekarang mencapai 1.5 miliar di seluruh dunia. Mayoritas atau rata-rata usia mereka masih dibawah 40 tahun, atau masih usia produktif. Dibandingkan dengan Barat, di mana penduduknya sudah berada di usia yang tidak produktif lagi, mayoritas  diatas 60 tahun. Karena Barat sekarang menghadapi stagnasi. Sebaliknya, selain sumber daya manusia, dunia Islam kaya akan sumber daya alam, dan bahkan menguasai minyak dunia. Inilah faktor yang strategis bagi masa depan Islam.
Kalau kekuatan Islam berhasil mendepak para kroni Barat dari kekuasaan, dan muncul kalangan Islamis, maka itu memberi sebuah harapan. Tentu, semua tidak lepas dari usaha-usaha yang harus dilakukan oleh aktivis dakwah. Ikhwan di Mesir memerlukan waktu  hampir 100 tahun, bisa menapaki jalan politik di negeri Spinx itu. AKP di Turki memerlukan waku  hampir 100 tahun, sejak negeri itu dijajah oleh kaum sekuleris, dibawah Kemal Atturk.
Benar-benar indah Islam, umat Islam di saat Ramadhan. Semoga kita melihat hari esok yang indah bagi kehidupan Muslim dan Mukmin, di tengah-tengah kehidupan materialisme Barat yang sudah redup. Wallahu'alam.
Read More..