Selasa, 17 Juli 2012

FORUM SHAMUKH AL-ISLAM, AL-FIDA DAN ANSAR AL-MUJAHIDIN RILIS STATEMEN BERSAMA




-Ditengah Badai Takfir-
 
(lasdipo.com)- Tiga forum jihad alami, mengeluarkan rilis bersama kemarin (12/6). Isinya pun sama. Dirilisnya pernyataan bersama ini menunjukkan betapa besar dan urgen urusan ini hingga diangkat bersama-sama. Raut keprihatinan begitu tampak efek dari dalamnya perenungan dan pengalaman jihad jangka panjang yang sudah mendarah daging. Berikut kami sajikan rilis resminya untuk anda, terupdate dan eksklusif!!!. 
 
”Ingatlah Untuk Selalu Berakhlaq Sesuai Syariat”
(Remember to abide the morality of the islamic shariah)
 
Allah berfirman: ”Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah: 8)
 
Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan meminta ampun. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan diri dan amal-amal kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang menyesatkannya. Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk.
 
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabatnya sampai hari kiamat. Amma ba’d.
 
Hari ini, hati kita masih merasakan keprihatinan. Penyebabnya adalah adanya ghuluw dalam menilai kelebihan dan keutaaman, mudah membid’ahkan dan mengkafirkan, menjauhi manhaj lurus yang digariskan oleh Rasulullah SAW dalam bermu’amalah kepada siapa saja yang satu barisan bersama kita membela dienullah. Mereka yang bersungguh-sungguh dalam beberapa perkara, meski kadang terjatuh dalam kesalahan tanpa sengaja, sementara ia menganggapnya benar.
 
Perbedaan antara mereka dengan orang-orang yang memusuhi islam, bergabung dengan musuh untuk menghancurkan sendi-sendi islam dan menunggu harta dunia, adalah wajib diperhatikan. Kita harus berusaha memisahkan keduanya dengan meminta pendapat para ahlul ilmi, menguasai hukum syar’I, dan memperhatikan kondisi manusia dalam memisahkan keduanya.
 
Maka dari itu, kita menempatkan setiap kelompok pada tempatnya, bermuamalah kepada mereka sesuai hak mereka dan bersikap dengan apa yang diajarkan islam. Hanya dengan ini kita bisa berjalan bersama dalam satu shaf yang solid melawan musuh yang sebenarnya.
 
Sesungguhnya umat yang hidup di masa ini, –bagi orang yang memiliki bashirah- merasakan kepayahan dan berat. Umat harus hidup dibawah tekanan dan serangan musuh yang tidak pandang bulu. Baik anak-anak, wanita maupun orang tua, semua dianggap sama selama mereka masih muslim dan bertauhid. Maka dari itu, wajib bagi kita untuk lebih menguatkan dakwah agar dapat menyatukan tenaga untuk mempertahankan kehormatan kaum muslimin, menolak bahaya dari musuh dan antek-anteknya dengan segala yang Allah berikan berupa kekuatan, keutamaan dan nikmat.
 
Diantara nikmat Allah yang terbesar adalah nikmat ukhuwah, ta’awun dan menyatukan shaf. Musuh memerangi kita karena nikmat ini. Menghasut agar ikatan ini rusak, berusaha siang malam untuk mencegah kaum muslimin bersatu dan memecah belah kaum muslimin menjadi beberapa kelompok yang saling melemahkan. Mereka kemudian menyebarkan fitnah diantara kaum muslimin. Hingga musuh mampu meraih dan mencapai tujuannya dengan biaya dan tenaga yang amat murah. Tanpa sengaja, kita sendiri yang menjadi pelicin jalan musuh untuk menggapai cita-citanya.
 
Satu dari bentuk perang dengan musuh adalah melalui media penghasung jihad. Media penyuara jihad membuat musuh tidak bisa tidur nyenyak dan selalu ingin membuat perhitungan. Media jihad islam memberikan pelayanan yang besar bagi umat terutama para mujahidin yang berjihad di jalan Allah. Merekalah contoh nyata Thaifah Manshurah di zaman ini (nahsabuhu kadzalik).
 
Kami katakan, bidang media telah menjadi medan konfrontasi langsung antara saudara-saudara kita dengan musuh. Ia menjadi sisi lain dari garis depan para mujahid yang bertempur di medan jihad. Media jihad islam menyampaikan kabar berita sebenarnya dan menyajikan foto eksklusif yang menggambarkan kondisi mujahidin. Memblow-up operasi dan kesungguhan mujahidin dan beberapa aspek jihad yang perlu diketahui kaum muslimin.
 
Keberadaan media jihad islam juga mengganggu strategi musuh, merusak perencanaan dan menyingkap kebusukan kaum kuffar. Agar kaum muslimin sadar betapa pemberitaan musuh selalu penuh kebohongan. Hal ini akan mendorong kaum muslimin untuk bergabung bersama saudara mereka para mujahidin dan ambil bagian dalam medan konfrontasi yang lain.
 
Selama media menjalankan fungsinya di ranah konfrontasi, maka bagi siapa yang ingin bergabung dalam jihad hendaknya memiliki keahlian dibidangnya. Sebagai tentara di medan perang dan da’I di medan dakwah yang melembutkan hati dan jiwa. Kami mengharapkan agar kita kuat menanggung beban amal sekemampuan kita dan pada di bidang yang kita tekuni. Hingga menjadi faktor penguat bangunan jihad dan bukan merusaknya, juga faktor pemersatu dan bukan memecah belah. Menjadi sosok pendorong yang menjadikan kaum muslimin cinta pada jihad dan bukan menjauhkan mereka dari jihad. 
 
Wahai saudara tercinta, kami ungkapkan perkataan setelah melihat kenyataan. Bahwa sebagian ikhwah masuk ke dalam perkara yang paling berbahaya dalam dien yaitu takfir dan mencap seseorang menjadi wali musuh tanpa bukti dan kejelasan, hanya karena seseorang berijtihad kemudian salah dalam ijtihadnya. Bagi orang yang tergesa-gesa, kesalahan ini cukup untuk mengeluarkan seseorang dari pembela al-haq dan berada dibarisan kebatilan. Sikap seperti ini tidak mengikuti al-haq dan menyelisihi salafush shalih.
 
Sesungguhnya menghukumi seorang mukhalif (menyelisihi), membutuhkan ilmu dan pengetahuan waqi’. Kita tidak menghukumi seorang mukhalif dan menyebutnya telah menjadi wali bagi musuh Allah serta memusuhi wali-Nya, hanya karena sebuah kesalahan pada perkara yang tidak ada nash qoth’iy dari al-qur’an, sunnah, ijma’, bahkan qiyas. Namun telah sampai kepada kami, sebagian ikhwah menuduh saudaranya berkhianat karena tidak sependapat dalam beberapa hal dengan kelompoknya.
 
Menghukumi dengan takfir, harus didasari perbuatan yang jelas-jelas melanggar batasan takfir. Lantas apa urusan anda ikut dalam urusan takfir padahal takfir itu sangat riskan dan menuntut keahlian khusus. Takfir juga harus memenuhi segala persyaratan dan menghilangkan segala penghalang, hingga menghasilkan hukum takfir yang benar. 
 
Wahai saudara tercinta. Ada perbedaan antara memberi nasihat dengan menjelaskan kesalahan, juga perbedaan antara mencegah kesalahan yang bisa menjadi jalan untuk melanggar syariat dan membawa pendapat baru yang belum pernah ada di masa salafus salih.
 
Bagaimana bisa kita berani mengkafirkan atau membid’ahkan seseorang tanpa ada faktor yang mewajibkan jatuhnya hukum atasnya. Apalagi orang yang di vonis tersebut banyak memiliki andil dalam dakwah di masa lalu dan kita menilainya sebagai orang yang ikhlas dalam diennya. Bahkan, kita bisa menuduh saudara  yang menolong dakwah dan menyeru manusia kepada dienullah. Tanpa sadar kita telah bersikap keras kepada sesama kaum muslimin, padahal sikap keras hanya pantas untuk orang kafir. Sikap keras tidak diperbolehkan bagi muslim yang berbeda pendapat dalam beberapa urusan dengan kita, kecuali ia melakukan kekafiran nyata yang tidak ada lagi penghalang atasnya.
 
Bagaimana bisa kita menolak firman Allah:
”Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku´ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Al Fath: 29).
 
Menjelaskan kesalahan, harus diiringi dengan hikmah, mau’idzoh hasanah, dan lemah lembut dalam bentuknya yang paling agung. Karena tujuan kita adalah menyembuhkan saudara dan membimbingnya ke jalan kebenaran, juga menghilangkan semua syubhat atasnya. Allah telah menjelaskan metode yang tepat yaitu dengan lemah lembut, hikmah, dan mau’idzoh hasanah. Lebih jauh lagi, tujuan kita adalah menjaga saudara kita agar tetap bergabung dalam shaf dan tidak berpaling ke barisan musuh Allah.
 
Jangan lupakan kami yang berada di Minbar Dakwah wal Jihad, memberikan penjelasan kepada anda. Kami memiliki urusan yang mahal dan mulia, semua itu wajib kami sampaikan kepada kaum muslimin. Tidak ada pilihan lain kecuali menghiasi diri dengan akhlak yang baik, sabar dan hikmah agar kita sukses dalam dakwah dan jihad ini. Jangan sampai kita mengekor di belakang setan dan memperturutkan hawa nafsu hingga mengundang murka-Nya. 
 
Selanjutnya, hendaknya kita bersungguh-sungguh dalam menasihati dan memilih metode dan cara yang terbaik dan paling berkenan di hati saudara kita. Hendaknya kita juga menambah kesungguhan dakwah dan jihad. Semoga Allah menjadikan hal ini sebagai sebab untuk menutup pintu fitnah dan kegoncangan atas al-haq yang kita anggap sebagai jalan kemenangan.
 
Lebih mudah bagi kita untuk tidak berkomentar atas saudara kita agar tidak timbul fitnah. Ini demi menjaga maslahat umum dan tujuan saudara kita yang hari ini bertempur di medan perang. Jangan sampai kita memupus hasil perjuangan yang mereka bangun dengan darah, jiwa dan harta sementara mereka harus menghadapi pembunuhan, teror dan penyiksaan.
 
Inilah perkataan kami yang telah anda semua dengar. Kami meminta kepada Allah agar memberikan bashirah pada pandangan kami, membantu kami atas hawa nafsu, memberikan rizki keikhlasan dalam amal dan perkataan, menjadikan kita sebagai tubuh yang satu dalam rangka menolong dienullah. Memudahkan urusan mujahidin untuk membebaskan saudara kita yang tertawan. Allah adalah wali kami dan Maha Mampu untuk melakukan itu.
Akhiru da’wana Alhamdulillah Rabbil ‘Alamien wa Shalatu was Salaamu ‘ala Man Kaana Khuluquhul Qur’an.
 
Saudara kalian, seluruh awak media elektronik al-ansar, al-fidaa, as-syamukh
(adnan nafisa/lasdipo.com)
Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar