Rabu, 18 Juli 2012

Muwahhid Mujahid (Manusia yang paling utama..!!!)


Innalhamdalillah... Ikhwan, jalan para muwahhid yang berjihad adalah jalan yang panjang dan sangat berat. Maka menjadi sebuah kemestian bagi orang yang menempuhnya untuk memperkuat kesabarannya terutama saat ujian dan badai melanda.
Ikhwan,...jihad adalah ibadah yang difardhukan Alloh kepada para mukmin (muwahhid), dimana dalam menegakkannya akan senantiasa berhadapan dengan dasyatnya ujian. Sama saja, apakah dalam rangka mencerai beraikan kebathilan atau menghancurkannya, hingga kalimat Alloh saja yang tegak dan kaum muslimin menjadi pewaris bumi Alloh ini.

Imam Malik - رحمه الله- telah meriwayatkan dari Zaid bin Aslam, dia berkata:"Abu Ubaidah Ibnu Jarroh panglima pasukan Islam waktu itu menulis surat kepada kholifah Umar bin Khottob -رضي الله عنه- seraya menyebutkan besarnya pasukan Rum dan apa yang dikhawatirkan dari kekuatan mereka (terhadap pasukan Islam). Maka Umar bin Khottob -رضي الله عنه- berkata: 'Amma ba'du... Sesungguhnya (ancaman pasukan Rum yang sangat dahsyat) merupakan hal yang telah kita pahami, dan itu akan menimpa (akan dialami) oleh hamba yang mukmin (Muwahhid) dari dahsyatnya ancaman mereka. Namun Alloh akan senantiasa menjadikan setelah ujian itu jalan keluar. Dan karena sesungguhnya tidak sekali-kali sebuah kesulitan (ujian) mengalahkan dua kemudahan. Dan Alloh telah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian, dan berjagalah diperbatasan negerimu dan bertaqwalah kepada Alloh, niscaya kalian akan menang" (QS. Ali Imron:200)"
Ikhwan... Kabarkan kepada istri dan anak kita dan para ikhwan agar berbahagia dan bersyukur dengan ujian-ujian yang menimpa kita... Karena apa yang menimpa kita adalah tanda bahwa kita -insya Alloh- berada di jalan yang benar, jalannya para nabi dan orang-orang beriman, dan karena kita berperang di jalan Alloh, sementara mereka berperang di jalan thogut...
Lihatlah surat Al Buruj, betapa seluruh muwahhid habis tidak tersisa dipanggang hidup-hidup oleh penguasa Najron ketika itu yang kafir, tetapi Alloh memenangkan orang-orang yang beriman.
Lihatlah ikhwan pada kisah itu, mereka beriman dan menjadi muwahhid sejati dan kemudian melawan (berjihad) terhadap penguasa Najron. Ketika mereka diperintah untuk murtad dari beriman kepada Alloh Ta'ala. Kemudian datanglah ujian dasyat setelah iman itu dengan diperintah perintah penguasa kafir Najron ketika itu. Yaitu barang siapa yang tidak murtad dari agama Islam, maka mereka harus masuk ke parit-parit yang telah dinyalakan api di dalamnya.
Demikianlah Alloh Ta'ala meneguhkan iman para muwahhid yang berjihad tersebut dengan satu-persatu masuk ke dalam kobaran api yang ada dihadapannya, sampai giliran seorang ibu yang ragu, namun anak bayi yang ada di gendongannya berkata "bersabarlah, jalan ini sudah benar"(lihat Riwayat Muslim)
Orang beriman ketika itu habis (syahid), hingga ibu dan bayi yang ada digendongannya...Subhanalloh! Tetapi itulah kemenangan...kemenangan yang hanya bisa dipahami oleh para muwahhid mujahid. Ya, Ikhwan... Hal ini tidak bisa dipahami kecuali oleh para muwahhid!!!
Imam Bukhori dan Imam Muslim telah meriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudry -رضي الله عنه- dia berkata,"Telah datang seorang laki-laki kepada Rasulullah -صلى الله عليه و سلم- dan berkata,"Siapakah manusia yang paling utama?" Beliau bersabda, "Mukmin (muwahhid) yang berjihad dengan jiwanya dan hartanya fii sabilillah..."(Bukhori 2786, Muslim 1888)
Ikhwan, mudah-mudahan kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang beriman yang berjihad di jalan Alloh, dan kita selalu berdo'a agar kita diikhlaskan dalam menempuh jalan Tauhid dan Jihad ini.
Karena urgennya urusan ini, maka kita mesti mengoreksi dan memperbaiki "STATUS MUKMIN KITA". Masihkah ada kekurangan, syubhat, atau kekeliruan kita..?! Jadilah mukmin sejati...!! Kemudian berjihadlah dengan jiwa dan harta kita, Insya Alloh, kita akan dijadikan manusia paling utama di bumi -Wallohu a'lam bis showab-

By: Abu Yusuf Al Indunisiy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar