Rabu, 17 Oktober 2012

Analisa Jihad Poso: Satu Pukulan ke Aparat Bisa Rontokkan Mereka

Shoutussalam.com Seorang jurnalis dan wartawan muda yang konsen memberitakan berita dan perkembangan mujahidin di Indonesia, Ust Ahmed Widad, memberikan pandangannya terkait konflik Jihad Poso yang saat ini tengah berlangsung. Dalam pengamatannya, ada lima poin yang musti dicermati perihal perkembangan konflik tersebut.
Pertama, Terkait Pemberitaan Media Sekuler, Ust Ahmed Widad memandang bahwa konflik yang terjadi di Poso saat ini berbeda dengan kasus-kasus penyergapan dan penangkapan seperti sebelumnya yang mendapatkan porsi begitu besar di media sekuler. Hal ini dikarenakan, sebelum penyergapan semuanya telah dikondisikan dan mujahidin yang menjadi target operasi dipastikan dalam kondisi "tidak berdaya" sehingga operasi penyergapan dapat didramatisir untuk meningkatkan citra Detasemen Khusus 88 Anti Teror sebagai pasukan elit.
Kondisi tersebut sepenuhnya berbeda dengan apa yang terjadi di Poso saat ini, dimana Mujahidin lah yang memancing Densus 88 ke daerah basis mereka dengan memunculkan surat tantangan. Ditambah lagi, ditemukannya mayat dua anggota kepolisian Poso pada Selasa (16/10/2012) menjadikan situasi di Poso tidak bisa diprekdisikan, dan pemberitaan di media media sekuler bisa menjadi bumerang bagi pencitraan aparat jika situasinya berbalik.

"Tak ada pemberitaan media sekuler, sebab khawatir kalau justru mereka yang kebobolan, beda dengan penangkapan biasa dan yang sudah pasti karena mereka tak bersenjata, sementara mujahidin di lapangan dalam kondisi standby" ujar beliau

Kedua, Faktor psikologis, secara moral dan psikologis, kondisi kedua kubu tentulah amat berbeda. Kelompok Mujahidin adalah kelompok yang mencari kemenangan di mata Allah, sehingga kematian bukanlah sesuatu yang mengerikan bagi mereka jika kematian itu mendapatkan ridha di hadapan Allah. Disisi lain, adanya penangkapan dan penyerbuan yang didramatisir selama ini agaknya membuat aparat tidak siap jika musti dihadapkan dalam posisi sulit, terlebih lagi untuk menerima pukulan telak dari mujahidin.

"Yang jelas jika ada satu pukulan saja ke aparat itu bisa merontokkan nyali mereka, sebab mereka tak terbiasa dalam posisi kalah"
Ketiga, Penguasaan medan, medan pertempuran di daerah pegunungan Tamanjeka, Poso merupakan daerah basis bagi kelompok mujahidin yang saat ini bertempur di Poso. Hal ini sangat menguntungkan bagi kubu mujahidin untuk mengatur siasat perang dan gerilya di wilayah yang banyak terdapat perkebunan coklat tersebut. Dalam situasi seperti ini, aparat kemungkinan hanya akan mengurung posisi mujahidin dan menunggu perkembangan pergerakan mujahidin dengan harapan mujahidin kehabisan logistik.

"TNI & Polri masih belum berani masuk, sebab mujahidin lebih menguasai medan untuk gerilya. Aparat wait & see sambil menunggu agar logistik mujahidin habis"

Keempat, Keberlangsungan jihad dan peran media islam, situasi yang berkembang saat ini menjadikan konflik Jihad Poso seperti bom waktu yang bisa meledak dengan efek ledakan yang amat dahsyat bagi mujahidin di Indonesia. Situasi ini membutuhkan peran optimal dari media Islam untuk mengcover isu tersebut dan mengawal opini umat Islam. Jika mujahidin bisa mempertahankan posisi mereka cukup lama, situasi bisa berbalik untuk keunggulan mujahidin.

"Nah, jika mujahidin bisa bertahan cukup lama saja dan didukung pemberitaan media yang masif insya Allah bisa jadi titik balik"

Kelima, 
Perang daya tahan, pada akhirnya, siapa yang bisa memenangi situasi saat ini adalah yang memiliki daya tahan lebih baik. Keistiqomahan dan ketsabatan dari mujahidin adalah kunci untuk mengakhiri babak kedzoliman dari pasukan detasemen 88 selama ini. Siapa yang bisa eksis dan bertahan, dia yang akan menang.

"Perang daya tahan, siapa bisa eksis dan bertahan dia yang menang (semoga mereka adalah Mujahidin)", tutup beliau. (last)

Foto : salah satu jenazah polisi saat di evakuasi dengan kepala terputus, sumber rekan FB

14 komentar:

  1. wah seru banget selalu baca artikelnya

    BalasHapus
  2. wah seperti perang beneran ya

    BalasHapus
  3. wah QT di Poso tidak mengerti leee... coba langsung tembak2an saja pasti seru,,, n satu lagi jangan kacaukan dong qt pe kampung halaman kasian ortuku cuma petani klw kacau makan apa ???? baguslah klw pendatang pas kacau langsung balik k tempat asalnya, tpi torang ???!!!!! Jngn Main bom yaaa takutnya warga sipil yg tdk tau menau akan jadi korban....dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul bro .... teroris cm buat masyarakat jd susah ..... klo bkin kacau di kampung sendiri .... mereka enak bkin kacau dpt doi baxk .... dasar teroris pengecut

      Hapus
  4. http://www.youtube.com/watch?v=AI6vKHNVcm4

    BalasHapus
  5. mujahidin mujahidin Indonesia timur kalo berani buat surat tantangan perang terbuka dengan koppasus dan serang markas koppasus.dasar santoso cs sinting gila anjing babi.

    http://www.youtube.com/watch?v=bwASx76loEQ

    BalasHapus
  6. PASUKAN ELITE ANTI TEROR YANG DI SEGANI SE ASIA DEN 81 GULTOR (pasukan elite terbaik ketiga di dunia) Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81 Gultor adalah satuan dalam Kopassus yang komposisinya setingkat dengan Grup. Satuan ini dibentuk oleh Kabais ABRI dan diresmikan pada 30 Juni 1982 dengan nama Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha. Lahirlah Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha dengan komandan pertama Mayor Inf. Luhut Binsar Panjaitan dengan Kapten Inf. Prabowo Subianto sebagai wakilnya. Keduanya kemudian dikirim untuk mengambil spesialisasi penanggulangan teror ke GSG-9 (Grenzschutzgruppe-9) yaitu satuan khusus anti teror Jerman yang namanya melejit saat operasi "Black September" di Stadion Munich saat olimpiade pada tahun 1970. Satuan ini dibentuk setelah terjadinya pembajakan pesawat Garuda oleh teroris yang berasal dari Indonesia dan berhasil dilumpuhkan oleh pasukan Komando TNI AD di Don Muang.
    Dari perkembangan namanya kemudian diubah menjadi Satuan 81 Penanggulangan Teror (Sat-81 Gultor). Dan pada periode 1995­ - 2001, Den-81 sempat dimekarkan jadi Group 5 Antiteror. Satuan ini dilengkapi dengan berbagai macam senjata khusus seperti Minimi 5,56mm, MP5 9mm, Uzi 9mm, Beretta 9mm, Galil, Colt M16A1/A4, SIG-Sauer 9mm, SPR dan beberapa jenis lagi sniper khusus. Kopassus merupakan satuan yang bercirikan daya gerak, daya tempur dan daya tembak yang tinggi. Mampu beroperasi dengan tidak tergantung pada waktu, tempat, cuaca atau kondisi medan yang bagaimanapun sulitnya di 3 matra (darat,laut maupun udara). Sebagai satuan khusus, Kopassus memiliki spesialisasi-spesialisasi kemampuan sesuai dengan bidang tugasnya untuk melaksanakan operasi khusus terhadap sasaran yang bersifat strategis terpilih. Kopassus dengan motto "Lebih Baik Pulang Nama Dari Pada gagal Dalam Tugas" selalu memberikan pengabdian yang terbaik untuk Nusa dan Bangsa. Prajurit Kopassus telah mengharumkan nama Bangsa Indonesia di mata Internasional dengan berbagai prestasinya seperti pencapaian puncak gunung tertinggi di dunia Mount Everest, memecahkan rekor Asia dalam kerjasama di udara antar canopi (CRW) dengan formasi 17 penerjun bersusun tegak. Tantangan untuk selalu siaga mengamankan kedaulatan Bangsa tetap menghadang, Korps Baret Merah selalu siap hari ini dan hari esok, siang dan malam, jaya di darat laut dan udara. "Merah Baretku adalah Merah Darahku" yang siap tumpah membasahi bumi demi tetap tegaknya Sang Saka Merah Putih di pangkuan Ibu Pertiwi. Pendidikan Kopassus 5 kali lipat lebih ketat, keras, dan kejam daripada pendidikan Komando biasa. Sehingga ada yang mengatakan bahwa 1 orang Prajurit Kopassus, sama saja dengan 5 orang Tentara Reguler. Selain keahlian penggunaan senjata, satuan juga dilengkapi dengan kemampuan perang biologi dan kimia, penanggulangan bahan peledak, bajak udara. Peragaan serangan kilat Sat Gultor kesebuah gedung, penyelamatan sandera dan pelumpuhan kelompok teroris, yang dilakukan dari berbagai arah dengan personil yang terbatas, dan hanya dalam hitungan menit. Menggunakan bom kejut, peledakan akses masuk dan serangan mendadak. Selain itu dalam demo pada mock up pesawat dimana beberapa pejabat tinggi diperlakukan sebagai sandera. Saat penyelamatan, dilakukan uji ketepatan menembak yang sangat cepat dan tepat dikanan kiri tempat duduk dengan peluru tajam. Juga demo tembak runduk, oleh sniper yang tersembunyi pada jarak sekitar 400 meter, yang menembak sasaran berupa balon berdiameter 25 cm, semua langsung pecah dengan masing-masing satu tembakan, termasuk balon yang berada didalam lemari kaca. Dapat dipastikan bahwa Detasemen-81 terlibat didalam setiap operasi rahasia militer yang dilakukan oleh TNI seperti di Timor-Timur, Nanggroe Aceh Darussalam, Irian Jaya dll.
    berani ngak lu ma mujahidin mujahidin Indonesia timur perang terbuka ma koppasus dan serang markas koppasus.dasar santoso cs pengecut banci

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang anda ceritakan hanya sebuah prestasi yang sudah di skenariokan, yaa jelas aja dapat dicapai. beda kali kalo uda beneran di medan perang!!!!!!
      mujahidin tidak mencari masalahdengan kopasus tapi sama densusmas

      Hapus
  7. nkrihargamati18 Maret 2013 00.00

    anonim anjing babi tolol,goblok.bilang tuh ma santoso cs tolol,goblok,mamnusia laknat buat surat tantangan perang terbuka dengan koppasus dan serang markas koppasus.berani ngk mujahidin Indonesia timur.ingat koppasus adalah pasukan khusus 3 terbaik di dunia dan paling mematikan.bilng aja mujahidin Indonesia timur takut berhaapan dengan koppasus dan serang markas koppasus.itu bukan skenario itu nyata ,makannya lihat berita dan nonton tv.cari di youtube ada beritanya.pengikut teroris juga lu tolol.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang ditantang Mujahidin bukan kopassus,,kok kamu gblok banget,,,kagak bisa baca,,belajr dulu sanah.......anjing lapar densus salep 88 yg ditantang,,,mereka densus pasukan yg takut MATI,,,mrk blm terbiasa menderita kekalahan,,,,,sdgkan Mujahidin mencari kematian !!

      Hapus
  8. laelalfisyahar'mind (my fli*kr account): Wahai Muwahidin Indonesia bersabarlah kamu dalam menghadapi Hujatan orang awam yang tidak faham kondisi umat islam yang sebenarnya, hadapi mereka dengan hati lembut kita doakan bersama "Semoga Allahurrohman memberi hidayah kepada mereka yang beriman , dan d jauhkan dari kesesatan pemikiran yang d buat oleh kaum kafir"

    Aminn yaa Robbal'alamin

    #nasihat untuk ana pribadi & para Muwahidin yang istiqomah dijalaNya (semoga saya termasuk org d dalamnya)
    Amiin Allohuma Amin

    BalasHapus
  9. NKRIHARGAMATI8 Mei 2013 04.44

    lael alfi bilang tuh ma mujahidin Indonesia timur tolol dan santoso cs goblok,dongo bin bahlul,kalo berani buat suarat tantangan perang terbuka dengan satgultor 81 koppasus dan serang markas koppasus.berani ngak jnagan beraninya santoso cs tolol dan mujahidin Indonesia timur goblok jago kandang.koppasus pasukan khusus terbaik ke 3 di dunia dan paling mematikan.bisa diterjunkan darat,laut dan udara.ahli perang gerilya,perang kota,perang counter teror.

    BalasHapus
  10. Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa karena mereka menjadi korban tipu daya Iblis. Dengan segala kelicikannya Iblis memutarbalikkan firman Tuhan, dan Hawa menjadi bimbang (ragu) terhadap apa yang difirmankan Tuhan kepadanya; akhirnya ia melakukan apa yang dilarang oleh Tuhan. Iblis pun tersenyum lebar karena rencananya berhasil.

    BalasHapus
  11. Mujahidin Indonesia Barat dan Timur PASTI MERAIH KEMENANGAN,,,DAN Para Thgohut akan menderita KEKALAHAN KRN TAKUT MATI !!! SEDANGKAN MUJAHIDIN MENCARI KEMATIAN !!

    BalasHapus