Senin, 22 Oktober 2012

:: Nyaman lepas dari Pengamatan ::


بســــم الله الرحمن الرحيــــم
 
Tulisan ini didasarkan atas rilisan
Halaqoh ke -16, tabi’ amnil muroqobah.

أساليب كشف المراقب
Ketika seseorang merasa bahwa dirinya dipantau musuh sewajibnya dia menjalankan beberapa prosedur, biidznillah langkah-langkah itu bisa menyingkap apakah dia sedang dipantau atau kah “bersih”?

Seperti pernah dibahas sebelumnya; bahwa sebelum antum, sebagai aktivis Islam bergerak, bepergian ke suatu tempat. Hendaknya memastikan dulu bahwa antum tidak sedang di bawah surveilance (under surveilance), apalagi ketika antum sudah berazzam untuk beramal Islam yang sirry.

Ada beberapa langkah-langkah yang bila dilaksanakan, kita bisa mengetahui dengannya –bi idznillah azza wa jalla wa tawfiqihi– apakah kita sedang dipantau ataukah “bersih”. Terus kalau sudah tahu sedang dipantau wajib untuk mengambil tindakan-tindakan yang lazimnya diambil;

  1. Bisa menghentikan amal sambil membuat kondisi kembali memungkinan.
  2. Bisa antum melakukan safar (bepergian tanpa ada tempat menetap), tentu kalau bisa sambil beramal semampunya.Soalnya kalau tidak, bisa bikin tumpul apa yang boleh kita sebut sense of jihad alias futur. Nah, yang seperti ini biayanya tidak murah.Soalnya antum harus bepergian ke sana-sini, makan dan tempat menginap, maka kami sarankan sebelum antum terjun beramal jihad iusahakan menabung. Lha mau naik haji aja orang nabung kok !.Ketahui lah ya akhiy... Itu bagian dari I’dad madiy, asal antum jujur, insya Alloh antum akan sampai. Daripada udah gak nabung, gak sedekah malahan. Cuma bicara ngalor-ngidul di facebook dan sejenisnya. Soal nabung ini ya akhiy, jangan antum berpikir muluk-muluk deh, targetkan aja 3juta misal, atau jumlah yang menurut antum masuk akal, untuk bekal antum safar 2 bulan misal, sampai antum bisa mencari dana lagi. Saya tulis “mencari” bukan “meminta-minta”. :)
  3. Firor, pergi meninggalkan wilayah kerja yang tidak aman itu menuju wilayah yang aman, dan menetap di sana.
  4. Antum hadapi bila mampu.


Cara-cara tersebut (mengetahui antum --apakah kita sedang dipantau ataukah “bersih” --) :
Pada dasarnya surveilance itu ada yang secara menetap dan ada yang secara bergerak. Yang bergerak bisa dilakukan alal qodam alias jalan kaki atau bi syayaroh (dengan kendaraan).

Pertama, surveilance menetap ; biasanya untuk memantau tempat tinggal aktivis atau tempat kegiatan kita. Untuk memeriksanya kita melakukan langkah-langkah berikut :
  • a. Melihat keadaan sekitar tempat tinggal kita, apakah ada orang baru, bisa itu pedagang atau yang nampaknya orang biasa yang seakan-akan nge-kost atau mengontrak dekat tempat tinggal kita.
  • b. Melihat keadaan di jalanan, sekitar tempat tinggal.Apakah ada mobil asing/aneh yang diparkir beberapa waktu dengan keperluan yang tidak wajar. Apalagi kalau kaca mobilnya gelap.Perhatikan apakah mobil itu dalam keadaan menyala, bisa dengan didekati, dengar mesinnya, atau lihat knalpotnya. Kalau hidup bisa dipastikan di dalamnya ada orang yang tentu pasti memegang kamera — kami simpulkan setelah kami banyak mendapat cerita banyak para ikhwan yang disodori foto dirinya yang dia tidak sadar kalau diambil fotonya –.

Kedua, surveilance berjalan . Biasanya untuk lebih mengetahui dalaman mujahidin yang tidak bisa dilakukan dengan kendaraan. Yang perlu dilakukan :
  • a. Bashiroh antum harus hidup, mujahid harus menjaga dan memperkuat bashirohnya dengan banyak zikir dan menjaga makanan –di negara-negara yang sembelihannya tidak jelas, tempat antum beramal. Lebih aman antum makan produk laut saja, atau protein nabati, lebih selamat.Tapi ya antum harus minum yang cukup, soalnya produk laut dan protein nabati asam purinnya banyak. Antum bisa kena asam urat kalau metabolisme antum tidak bagus. Jadi minumlah air putih yang cukup, kalau antum kena asam urat kan repot juga, amal antum akan terhambat–
  • b. Perhatikan sekeliling antum !, apakah ada orang yang sama yang kita lihat berada di tempat yang berbeda. Pas kita di sana dia ada, di sini, ada juga dia. Ingat kalau kita bertemu orang yang sama di tempat yang berbeda lebih dari sekali, anggap itu bukan kebetulan semata. Tapi sebelumnya antum harus belajar mudah mengingat/mengenal orang, belajar lah untuk memperhatikan hal-hal yang mencolok dari penampilan seseorang. Seperti pakai celana apa?, orang kalau mau mengikuti, dia harus sering berganti penampilan, yang tadinya pakai topi, selanjutnya lepas topi. Yang tadinya pakai kaos merah, ganti kemeja coklat. Yang tadinya tidak pakai jaket, jadi pakai jaket, karena waktu untuk merubah penampilan itu harus cepat, disebabkan takut kehilangan target (yaitu antum), maka cuma celana yang tidak mudah gantinya, maka perhatikan hal detail yang ada di celananya, lalu gabungkan dengan……
Sekarang kita gabungkan dengan hal-hal yang permanen yang tidak mudah diubah. Tatap matanya, –karena biasanya seorang muroqib (pemantau) itu diajarkan jangan sampai tatapan mata--. Itu bisa antum baca di cara-cara muroqobah di seri 15 dari dauroh amniyah. Di situ antum ingat-ingat bentuk mata dan alisnya, bentuk wajah, bentuk dagu dan tulang pipi. Tapi biasanya mereka akan melengos/berpaling untuk menghindari tatapan mata. Mudah-mudahan Alloh menajamkan bashiroh kita dan memudahkan kita belajar mengingat wajah.
  • c. Sudah masyhur di buku-buku, di tadrib-tadrib pada masa lalu, bahkan film-film. Kita bisa memperhatikan orang di belakang kita melalui kaca-kaca toko atau mobil. Pakai lah imajinasi antum untuk kreatif dan bisa berimprovisasi.
  • d. Berhenti tiba-tiba ketika berjalan. Bisa antum pura-pura membetulkan tali sepatu, atau menjatuhkan dan memungut sesuatu, atau apa saja improvisasi antum untuk bisa berhenti tiba-tiba dan melihat belakang antum.
  • e. Antum jalan dulu biasa, jangan langsung ke tempat yang antum tuju.Tiba-tiba antum berbalik arah dan lihat adakah yang bertingkah ganjl. Untuk diketahui, jarak jangkauan orang yang membuntuti dan target adalah sejauh mata bisa melihat dengan jelas dan bisa disusul. Jadi tergantung ramai atau sepinya area.
  • f. Berjalan masuk ke jalan buntu, -untuk ini antum harus tahu wilayah-. Kan sudah pernah dibahas, bahwa termasuk persiapan beramal di suatu area ;, yang pertama-tama adalah mempelajari daerah, rute-rute jalan, system transportasi setempat –coba lah naik angkutan umum jelajahi daerah itu– dan perhatikan apakah ada orang yang mencurigakan yang mengikuti. Tapi ya.. , mereka juga pastinya sudah mempelajari wilayah kerja mereka, pintar-pintar saja lah, tawakal alaa Alloh.
  • g. Jalan dengan pola huruf “S” ada dua kemungkinan; dia mengikuti atau akan mendahului antum.
  • h. Masih banyak cara lain, insya Alloh antum bisa menemukannya dengan pengalaman seiring perjalanan di jalan jihad. Intinya membaur ke dalam keramaian, dan keluar dengan penampilan baru, ke arah lain.

Ketiga, lagi-lagi surveilance bergerak, tapi dengan kendaraan

  • a. Lihatlah kaca spion, itu salah satu fungsi kaca spion, jangan bilang :“wah gakusahpakai kaca spion, ngapain taat sama aturan thaghut”, apa ada yang mengikuti?. Apa ada kendaraan yang sama yang selalu di sekitar kita ?, bisa di depan atau di belakang kita.
  • b. Sekali-kali lihat pengendaranya walau pun ganti mobil atau motor siapa tahu orangnya sama.

Ke-empat: penyadapan suara. Bisa disimpan di ruangan antum, bisa juga di mobil antum.Hati-hati, kalau via handphone sudah masyhur sekali. Sekarang ada alat detector perangkat elektronik , murah. Hendaknya kantor atau tempat kumpul mujahidin rutin mengecek lingkunganya.Khawatir ada alat sadap dan pengintai yang disimpan di sana, oleh orang-orang yang dengki. Nas’alulloha al-afiyah.

Thoyyib,
bila surveilance itu penyakit, maka langkah-langkah ini insya Alloh sebagai tindakan preventif ;
1. Untuk surveilance yang menetap :

  • a. Antum sebagai amil sirry alias mujahid yang beramal di tengah wilayah musuh, tidak boleh bertempat tinggal di suatu tempat dalam waktu yang lama. Sering lah berpindah.
  • b. Cari tempat yang memiliki escape route lebih dari satu.
  • c. Menempatkan ikhwah secara terpisah di jalur masuk ke tempat antum, sebagai haris (penjaga) untuk early warning (peringatan dini).
  • d. Mengawasi lalu lalang dan aktifitas di sekitar tempat tinggal.

2.
Untuk menghindari surveilance berjalan kaki :
  • a. Usahakan selalu rute yang berbeda tiap pergi dan datang –lagi-lagi pengetahuan area penting. Sekarang sudah ada google map atau google earth–.
  • b. Convoy system, yaitu ikhwan mengikuti kita pada jarak tertentu. Untuk melihat bila ada yang mengikuti dan mengambil tindakan –pengawal itu apalagi yang sifatnya sirry, harus tidak iring-iringan ke sana-sini–.
  • c. Waspada terhadap keadaan sekitar.

3. Surveilance dengan kendaraan.

  • a. Mengganti plat mobil.
  • b. Berganti-ganti kendaraan
  • c. Waspada selalu.
  • d. Kendaraan yang dipakai berjenis umum, berwarna samar apakah itu hitam atau biru dongker tua, dan sejenisnya, tidak pula ada ciri-ciri khusus yang menonjol, seperti sticker.

4. Untuk mengantisipasi penyadapan,

  • a. Jangan membicarakan hal-hal penting dan rahasia di telepon — nah sebelum hal ini.. Selazimnya sebuah kelompok ikhwan, bahkan kita secara pribadi pun harus menentukan. Soal pembagian kategory informasi, mana yang sifatnya khusus dan mana yang sifatnya umum, yang umum antum boleh obral .. Tapi yang khusus simpan itu rapat-rapat.–
  • b. Untuk meyamarkan suara kita ketika musyawarah dalam suatu ruangan, bisa dengan mengeraskan suara media-media elektronik, khususnya suara percakapan.
  • c. Perhatikan tempat dan waktu bicara. Tidak semua pembicaraan bisa kita lakukan kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja. –termasuk pada istri, kalau antum sudah menikah-.

Nah.. Bila telanjur kita berada dibawah surveilance, langkah-langkah ini insya Alloh menjadi obatnya –ingat mencegah lebih baik dari mengobati–.

1. Surveilance menetap : segera pindah, tapi jangan lebay juga, biasa saja, justru jangan menampakan kalau kita sudah menyadari kehadiran mereka. Dan tidak lagi menggunakan tempat tersebut.

2. Surveilance bergerak (jalan kaki) :
Jangan panik, bertindak yang normal
. Jangan sampai si penguntit mengetahui kalau kita menyadari. Segera cari keramaian, misal pasar tradisional. Memasuki gedung atau mall atau apa pun yang bisa memberikan antum kesempatan untuk mengganti penampilan lalu keluar dari arah yang tidak terduga.Atau tiba-tiba naik kendaraan umum, dan turun pula secara tiba-tiba di tempat yang dikira sesuai untuk melebur dan membaur.

3. Surveilance dengan kendaraan :
Prinsipnya sama, masuk lah ke arus lalu lintas yang padat. Bisa juga mencari tempat parkir misal di mall-mall,
lalu ikhwan yang penting keluar dari mobil dengan penampilan baru, kemudian meneruskan perjalanan dengan alat angkut yang lain.
Kalau antum memang siap untuk menghadapi, bawa saja ke jalan buntu atau sepi. Cara ini bisa dikombinasikan dengan antum tancap gas, ngebut, kemudian tiba-tiba berhenti. Kalau perlu pura-pura ngecek mesin atau rantai, tunggu beberapa detik, lalu berbalik arah dengan cepat. Insya Alloh akan kelabakan orang yang mengikuti itu.Kalau pun mereka lebih dari satu tim, misal A (antum), B (tim 1 penguntit musuh), C (tim 2 penguntit musuh). Tetap saja antum melewati C (tim 2) ketika antum berbalik arah.

4. Penyadapan. Jangan panik, tetap tenang. Teruskan saja pembicaraan dengan uslub tadhleel (penyesatan) berikan/bicarakan info yang salah.

Alhamdulillah. Semoga Alloh menjaga antum, salah satunya insya Alloh dengan wasilah pengetahuan antum akan soal amniyah. Tapi… pengetahuan akan tetap menjadi pengetahuan bila antum tidak mengamalkannya. Latih lah diri antum, biasakan diri.

Orang-orang yang memusuhi agama Alloh, memusuhi penganutnya dengan alasan perang terhadap terror.Mereka dilatih selama waktu tertentu taktik dan strategi perang anti Islam ini. Sedangkan antum,. Subhanalloh, tidak ada yang bisa menolong antum kecuali Alloh dengan wasilah ketaatan dan ketakwaan antum.

Berlatih lah ya akhiy… Jaga iman. Wattaqulloh wa yu’alimukumulloh.. Bertaqwalah kepada Alloh dan Dia akan memberi mu ilmu.
Sedikit saran untuk para mujahid wannabe (pemula).
  1. Mulai lah untuk menabung, persiapan untuk bekal antum ketika harus safar. Targetkan, karena jika tiada target semuanya hanya sebagai angan-angan. Sehingga saatnya tiba antum tidak berat dan memberatkan saudara antum.
  2. Mulai lah biasa kan hidup dengan jalan-jalan, jadwalkan, telusuri jalanan, baik dengan kaki maupun kendaraan. Bertujuan mempelajari daerah dan biasa jadi perantau. Ingat konsepnya !, “iman”, “HIJRAH”,“jihad”. Ada hijrah di antara iman dan jihad.
  3. Menguasi skill mencari uang itu afdhol.
Sekian, semoga Alloh menyampaikan antum ke jalan jihad, dan semoga yang sudah di jalan jihad tetap teguh di jalan-NYA. Jangan lupakan mujahidin dalam doa di sujud antum di akhir-akhir malam.

Akhukum al-faqir ilaa maghfiroti rabbihi, Abdullah Mahfuzat. 
 
sumber : forum al-busyro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar