Rabu, 17 Oktober 2012

QITAL ADALAH SIFAT KHAS THAIFAH MANSHURAH

QITAL ADALAH SIFAT KHAS THAIFAH MANSHURAH

(Asy Syahid –kama nahsabuh- Syaikh Abu Mush’ab Al Awalky)

Dari Uqbah bin Amir Radhiyallohu 'Anhu beliau berkata, Rasulullah Shollallohu 'alaihi Wasallam bersabda :

لاَ تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ أُمَّتِى يُقَاتِلُونَ عَلَى أَمْرِ اللَّهِ قَاهِرِينَ لِعَدُوِّهِمْ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ حَتَّى تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ

“Akan senantiasa ada sekelompok kecil dari ummatku yang berperang di atas perintah Allah, mereka berjaya atas musuh mereka, orang-orang yang menentang mereka tidak akan bisa membahayakan mereka sampai hari kiamat dan mereka tetap teguh dalam kondisi seperti itu” (HR. Muslim)

Hadits Nabi yang mulia ini menjelaskan sebuah sifat yang terang benderang di antara sifat-sifat thaifah Manshurah yaitu “Berperang di atas kebenaran (al haq). Dan jika kita cermati kondisi kita saat ini, maka Al Qaeda lah salah satu di antara jama’ah jihadiyyah yang terkuat yang berperang di atas Al Haq. Bukti dari pernyataan saya ini adalah kemenangan mujahidin Imarah Islamiyyah Afghanistan, Thaliban di Pakistan, mujahidin Imarah Islamiyyah Iraq, Mujahidin Al Shabab Somalia, juga perlawanan mereka menentang pemerintahan murtad di jazirah Arab (Al Qaeda of Arabian Peninsula atau AQAP di Yaman), serta mujahidin Imarah Islamiyyah Maghrib (Al Qeda in the Islamic Maghreb atau AQIM).

Semua ini adalah bukti nyata berkibarnya panji jihad mereka. Oleh karenanya tidak berlebihan jika mereka lah yang paling pantas menyandang sifat thaifah manshurah ini (berperang di atas Al Haq). Dan tidak diragukan lagi, hadits di atas amatlah tidak pantas jika disematkan kepada mereka yang meninggalkan jihad serta pura-pura melupakannya, bahkan sungguh ironis, sebagian dari mereka malah menjauhkan diri dari jihad kemudian menghembuskan keputus asaan karena ketidakpedulian mereka dengan amal yang sangat mulia ini.

KEMUDIAN KARENA LEMAHNYA KEPEDULIAN ITU, TIDAK SEDIKIT GERAKAN ISLAM YANG TIDAK PERNAH SAMA SEKALI MENYINGGUNG HADITS DI ATAS. Para syaikh dan ulama pun menyembunyikan sebagian dari hadits ini.

Betapa banyak kita dengar para ulama menyitir hadits : “Akan senantiasa ada sekelompok kecil dari ummatku ….” Akan tetapi mereka tidak menyinggung sama sekali kalimat : “ ….. yang berperang di atas perintah Allah..”,

SEAKAN-AKAN HADITS INI TIDAK DIRIWAYATKAN OLEH IMAM MUSLIM.

Suatu ketika seseorang dari sebuah gerakan Islam menyatakan kepada teman saya dari AQAP bahwa makna Yuqootiluuna adalah yad’uuna atau berdakwah mengajak orang-orang ke jalan Allah.

Orang tersebut berkata : “Saya yakin kami berada di atas kebenaran (Al Haq) karena Rasulullah Shollallohu 'alaihi Wasallam bersabda : ”Yuqootiluuna” yang kemudian ditafsirkan oleh temannya yang lain dengan makna yad’uuna atau berdakwah mengajak orang-orang ke jalan Allah. Maka ikhwan saya dari AQAP pun menjawab :

“JIKA KALIAN BISA MENUNJUKKAN HUJJAH YANG KUAT DARI SEGI BAHASA (SAJA) BAHWA ”YUQOOTILUUNA” BISA DIARTIKAN BERDAKWAH MENGAJAK ORANG-ORANG KE JALAN ALLAH, SAAT INI JUGA AKAU AKAN KELUAR DARI AL QAEDA".
Cobalah anda cermati wahai saudaraku –semoga Allah menjaga kalian- bagaimana beraninya mereka memutarbalikkan dan merubah nash-nash syari’ah karena mereka tidak bisa memahami makna dan kandungan isinya.

DENGAN DEMIKIAN TIDAK DIRAGUKAN LAGI, JALAN INI ADALAH JALAN YANG HAQ, SEHINGGA SESULIT APAPUN KONDISINYA, ITU TIDAK AKAN MEMBAHAYAKAN DIRIMU, KARENA SESUNGGUHNYA QITAL (BERPERANG) ADALAH TAKDIR YANG TELAH DITETAPKAN ALLAH ATAS THAIFAH AL MANSHURAH.

(dinukil dan diterjemahkan dari “Limadza Ikhtartu Al Qaidah : Mengapa Aku Memilih Al Qaida” tulisan Asy Syahid –kama nahsabuh- Syaikh Abu Mush’ab Al Awalky)
catatan FB ustadz Fuad Al Hazimi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar