Senin, 22 Oktober 2012

SEBUAH RENUNGAN MENTAL

SEBUAH RENUNGAN MENTAL

Oleh : Thalib Qaidah

Assalamu'alaikum wr.wb

ya ikhwah
Afwan Sebelumnya.

Ana hanya ingin
memberikan sedikit masukan atau
pengingat untuk kita semua termasuk diri
ana..insyaAllah Ana melihat dan alami,
sebenarnya problematika atau
permasalahan kita sebagai kaum muslimin atau sebagai hamba Robbul Izzati hanya
satu yaitu MENTAL (keimanan/
tauhid)..Ana rasa satu point yang amat
penting atau menentukan ini telah hilang
dari jiwa atau diri kita masing2..Dimana
satu point yang menentukan ini yang membuat kita JADI APA atau
MELANGKAH KEMANA...

Kita mengaku sebagai orang mukmin dan
mujahid tapi MENTAL kita tidak sepenuh
hati atau kaffah/syumul..Mengaku Mujahid
tapi tidak mau ALL OUT..TOTALLITAS..

Ya ikhwah..Sampai saat ini..sampai detik
ini..Sesungguhnya tidak ada syubhat atau
alasan lagi untuk kita tidak beramal atau
berbuat..Selama kita masih di beri
kesempatan bernafas dengan udara- Nya..Selama kita di beri kesempatan untuk
tinggal di bumi-Nya yang di payungi langit-
Nya tanpa tiang..Selama kita masih di beri
Kaki, Mata, Tangan, Telinga dsb oleh
Robbul Izzati, maka nikmat mana yang
akan kita ingkari..nikmat mana yang akan kita ingkari..
Ketika kita tidak beramal atau berbuat
hanya bicara/diskusi atau tholabul ilmu di
dalam gedung atau masjid tanpa beramal
membikin jengkel atau memenggal
musuh-musuh Allah dan Dien ini, Menegakkan Kalimatullah, Membikin
marah para Thoghut dan para
musyrikin..

Sesungguhnya ketika itu kita
sedang mengingkari nikmat-Nya..Kita di
berikan nikmat semua itu sesungguhnya
hanya sebagai amanah saja atau hanya sebagai hamba sahaya-Nya saja yang di
tuntut menjalani kewajiban-kewajiban dari-
Nya..

Ya, sesungguhnya kita sekarang tanpa di
sadari atau tidak, sedang mengingkari
nikmat-Nya

ya ikhwah..Kenapa ketika Dien ini, Agama Allah Azzawajalla yang
memberikan semua nikmat itu belum
tegak, Kalimat Allah Azzawajalla yang
memberikan semua nikmat itu belum
tinggi. Ummah ini belum merasa aman,
masih di hinggapi rasa ketakutan, di kejar- kejar dan di tawan, kita semua tidak
berbuat sesuatu yang real/nyata, tapi
malah merasa cukup dengan
membicarakan atau
mendiskusikan..

Kemana semboyan kita
yang 'Dakwah dan Jihad'..

Syubhat apa lagi yang akan kita tanamkan
pada diri sebagai alasan kita untuk tinggal
tidak berbuat atau beramal..

Keluarga
kah..Takut diri atau keluarga kita di caci
atau di cela orang kah..Kerjaan
kah..Orang Tua kah..Kuliah kah..Atau Kitab-kitab atau Forum-forum kah..

Haya ya ikhwah..Seperti yang di fatwa kan
atau di tauladani oleh Syaikh Abd Azzam
rhm, 'Sesungguhnya BUMI ALLAH ITU
LUAS' ya ikhwah..
Sesungguhnya ladang-ladang amal banyak di depan mata..Dari mulai kita mau
cari sillah atau maal..
Banyak di depan mata kita..Dari mulai
Thoghut sampai Musyrikin Salibis atau
para penyembah berhala..

Tapi kenapa
kita tidak melakukan apa-apa dan cukup dengan diskusi-diskusi dan pernyataan-
pernyataan yang berapi-
api....MENTAL....Inilah yang TIDAK kita
semua punyai sekarang ini pada diri-diri
dan jiwa-jiwa kita..

Jangan pernah mengaku atau merasa diri kita sebagai MUJAHID jikalau kita belum
mau atau belum bisa ALL OUT....

Tahapan kita baru masih sebagai seorang
muslim..Baru dasar atau tiang belum
sampai kepada Jarwatus Shama
[Puncaknya]..

Seperti yang Syaikh Abd Azzam rhm telah
tulis 'bagi para ikhwah yang masih cinta
dengan jalan ini, hendaklah jangan dulu
menikah'..'Bagi yang masih mencintai jalan
ini, harus kaffah dalam menjalaninya'...

Yaa..Ketika point ini hilang, apa yang terjadi pada diri kita, berbagai UDZUR
atau ALASAN menghinggapi diri kita untuk
berdiam diri dan duduk2...
Walaupun kita berkumpul membicarakan
ummat dan jalan ini, tapi ini menjadi
sebatas bahan diskusi dalam suatu forum atau hanya untuk sebagai bahan untuk
manunjukkan kemarahan kita..Tapi tidak
lebih..Ini karena apa....MENTAL ya
ikhwah....

Kenapa Syaikh Abd Azzam rhm berfatwa
seperti di atas, seakan2 beliau sudah tau apa yang akan terjadi sekarang. Beliau
rhm tidak seenaknya aja atau
sembarangan/asal aja dalam
mengeluarkan fatwa ini..Karena beliau
seorang ulama yang FAHAM, benar2
FAHAM akan karakter Dien dan jalan ini ya ikhwah..
Ketika Mental nya sudah yaqin dan ikhlas,
dengan sangat mudah dan ringannya,

Beliau rhm menjual seluruh hartanya untuk
hijrah meninggalkan kampung
halamannya menuju bumi ribath.. Jauh..Masih jauh sekali tahapan kita
dengan para pendahulu kita..Seperti Asy
syaheed Trio Mujahid BB 1, Jabir, Abd
Hadi, Trio BB 2, Azhari, Arnasan, Shinto,
Ikhlas, Abu Dzar, Al Farouq, dll-dll masih
banyak lagi yang bisa kita jadikan pembanding terhadap MENTAL kita

ya ikhwah..
Seharusnya sekarang kita terdiam dan
termenung, apa yang telah terjadi dengan
diri kita..Kenapa atau ada apa dengan diri
kita..Karena kita belum mempunyai MENTAL yang mantap..Keimanan yang
Kaffah..Dan Tauhid yang yaqin dan
sungguh-sungguh..

Jadi perlu di pertanyakan lagi keimanan
kita..Jadi perlu di pertanyakan lagi aqidah
atau tauhid kita masing-masing...

Afwan kalo ada kata yang salah atau
kurang berkenan akhi..Karena kebenaran
hanya dari Allah semata dan Kesalahan
semua hanya dari ana, sebagai
hambanya yang dho'if ini...

Wassalamu'alaikum wr.wb...
catatan FB Perindu Bidadari III

Tidak ada komentar:

Posting Komentar