Senin, 22 Oktober 2012

SEMAKIN NAMPAKLAH SIAPA MEREKA SEBENARNYA...????

Gusti Ramadhan
AYYUHAL IKHWAH,PARA MURJI'AH YANG BERADA DIPOSO SUDAH MULAI BERNIAT MEMBANTU ANSHAR THAGUT,TAPI MEREKA SAMPAI SEKARANG BELUM BERANI MENGAMBIL LANGKAH,KARENA MEREKA RATA2 MANTAN "TERORIS",MEREKA KHAWATIR JIKA MEREKA MALAH MENJADI TARGET DENSUS,KARENA RIWAYAT HIDUP MEREKA.

ANA BARU LIHAT SEBUAH STATUS DI GROUP MURJI'AH.

Berikut copasnya:

Abu Dhiya
Assalamu alaykum,
Sehubungan deng
an kejadian pertempuran pemerintah melawan khawarij di gunung tamanjeka-weralulu kabupaten poso.

ayyuhal ikhwah, sambil tholabul `ilm, jangan lupakan i`dadul quwwah. Sekurang-kurangnya olahraga rutin.

Tahukah antum bahwa khawarij Indoneisa selalu menyiapkan kejutan untuk antum? Mereka terus-mereus menyiapkan fisik dan persenjataan untuk menghabisi antum setelah mereka mampu menggulingkan pemerintahan. jadi Ingatlah bahwa jika mereka berhasil meng-Kudeta NKRI, maka yang menjadi sasaran mereka adalah kita, salafiyyun. Ini bukan ancaman main-main, ana mendengarkan langsung dari sumber yang ana kenal sebagai petinggi militer khawarij indonesia. Jadi kembali lagi ana sarankan antum selalu bersiaga dan mempersiapkan apa yang antum mampu untuk berjihad saat dibutuhkan. Semoga Allah mengokohkan kita di atas manhaj ini hingga datang waktunya kita menghadap Allah baik di atas tempat tidur ataupun di medan pertempuran. Bukankah merupakan kewajiban bagi kita untuk membantu waliyyul amr dalam menumpas ahlul bid`ah?


ketahuilah, masyarakat awwam saat ini pada umumnya bersimpati pada khawarij dan bukan kepada kita, maka di saat tertentu, di saat genting tersebut maka masyarakat awwam terasebutlah yang akan membantu khawarij untuk menghancurkan kita. Semoga fitnah tidak menyibukkan kita dari kesiagaan.


Abu Dhiya Yasser Afif: wallaahu a`lam, belum bisa dipastikan karena mereka tidak menggunakan system base camp, mereka menggunakan system shelter untuk mengelabui aparat, sebagaiamana diketahui bahwa system shelter selalu berpindah-pindah tempat. Menurut insting militer ana, mereka bermarkaz di gua tepi sungai di gunung biru, tapi itu baru sebatas prakiraa. Dari info yg ana dengar dari aparat tadi bahwa titik persembunyian mereka saat ini telah ditemukan 4 titik , namun belum final. Ini bukan masalah berap[a jumlah mereka, namun:

1. mereka menguasai medan.

2. mereka memasang trap (jebakan) baik berupa ranjau peledak ataupun ranjau alam.

3. mereka cukup dalam logistik karena mereka menjadikan shelter dan basecamp underground mereka sebagai kebun dan wilayah bercocok tanam, selama 3 tahun sejak peristiwa penggerbekan tana runtuh.

4. Fisik mereka jauh lebih terlatih dibandingkan anggota POLRI yang manja dan lemah karena banyak bermaksiat.

5. Mereka memberikan tekanan kepada masyarakat sekitar TKP agar menutup mulut dan tdk memberi info kepada aparat ttg keberadaan mereka, dan jika ada yg membocorkan maka ancamannya adalah kematian.

6. untuk ukuran Riffle, senjata mereka adalah AK-47 yang jauh lebih baik dan akurat serta jarak jamgkaunya lebih tinggi dibandingkan M16 dan SS1.

7. Untuk ukuran senjata berat, ana ingat pengakuan dari anggota DENSUS 88 bahwa senjata mereka semuanya adalah senjata import kelas tinggi, bukan senjata buatan pindad. Mereka juga memiliki RPG sejauh yg ana ketahui dan juga memiliki granat tangan dan senjata mesin.


Jujur, sebagai mantan khawarij ana p[ernah menyaksikan sendir kondisi persenjataan mereka saat kami briefing dahulu, ana pernah melihat mortar 6,6 yg mereka miliki namun selama ana berperang bersama mereka dulu belum pernah mereka keluarkan, wallaahu a`lam.


Abu Dhiya belum akhy, terus terang ana ingin, namun ana khawatir khususnya dengan DENSUS 88, masalahnya ana punya riwayat menjadi anggota AL-QAEEDA indonesia, jadi khawatirnya ana ingin membantu malah ana yg dijadikan target. Kenyataan selama ini selalu begitu apabila berurusan dengan DENSUS 88. ada beberapa Ikhwah yg mantan khawarij juga bersama ana. namun sama seperti ana, mereka khawatir juga.


Abu Dhiya

Buat antum yang di Poso, tadi ana dapat info dari Ustadzuna Abu Ibrohim hafidhahullaahu ta`ala agar kita mengaktifkan kembali "futsal". Adapun hal-hal selanjutnya mengenai i`dad maka silahkan tanyakan kepada beliau.

Untuk info lebih lanjutnya silahkan hubungi beliau. barakallaahu fiikum.


Abu Dhiya

Jadi nama kelompok khawarijnya kali ini adalah Sariyyatuts Tsa`ri wad dawaa`. Mereka juga disebut Mujahidin Indonesia Timur. Pimpinan mereka saat ini adalah Abu Wardah AKA Santoso yang mereka panggil dengan sebutan "Syaikh" dan mereka beri gelar hafidhahullaahu ta`ala.

Beberapa waktu yang lalu mereka bekerja sama dengan Forum Al-busyroo jakarta mengirimkan undangan tantangan pertempuran dengan DENSUS 88. Dan sampai hari ini belum terwujudkan. Kini mereka menanti kedatangan DENSUS 88 di puncak gunung biru tamanjeka Poso pesisir. Begitulah kejadiannya.
 
sumber FB

2 komentar:

  1. ana lebih bangga dan salut kepada Hitler yang nyata2 memerangi dan membunuh kaum Yahudi

    BalasHapus
  2. banyak orang mantan mujahiddin dulu yg sekarang jadi ustad densus...kalau salafi mah ana udah gak anggap karena banci dan sok alim.

    BalasHapus