Selasa, 09 Oktober 2012

Sepucuk Surat untuk Ukhtina Roshana di Sijn

mslh1  
Sepucuk Surat untuk Ukhtina Roshana di Sijn

Diterjemahkan Ukhtuna Mawar Mujahidah – Tim Penterjemah GASHIBU.com -
__________________________________________________ ________
Semoga bisa dijadikan ibroh dan nasehat untuk kita semua terkhusus akhwat mujahidah dan terkhusus lagi Zawjah Syaikh Umar dan ukhtina Nurul Azmi Tibyani fi sijn Thawaghit Indonesia ( FakkALLAHu Asrahum wa Kulluh Asrona )

——————————————————————————————————

Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh, Ukhti Roshana ( Insya ALLAH ukhty ini ada di sijn Inggris dan dipenjara karena menusuk mantan menteri Inggris yang juga anggota parlemen, admin ) tercinta.

Saya harap surat ini diterima olehmu dalam keadaan sehat dan iman yang setinggi-tingginya. Aamiiin.

Subhanallah, saya tak tahu harus memulainya darimana, sebagai ujian dan cobaan yang menimpamu, ukhti harus mampu melewatinya. Ijinkan saya mengatakan kepadamu, ukhti, bahwa Alhamdulillah ukhti berada dalam setiap do’a kami. Allah sangat menyayangimu. Setan tak pernah berhenti membiarkan kita tanpa godaan karena setan adalah musuh terjahat kita untuk selamanya. Sungguh, setan menginginkan kita untuk bersikap lemah dan kalah dalam menghadapi ujian dari Allah, lalu akankah kita membiarkan setan menang? Atau akankah kita melakukan yang terbaik dalam mempergunakan kesempatan yang telah Allah anugerahkan kepada kita agar lebih dekat dengan Allah? Insya Allah…

Ukhti, ingatlah, Allah telah berfirman: “Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja mengatakan “kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, dan sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan orang-orang yang dusta”. (QS. Al-Ankabut: 2-3).

“Dan sungguh, Kami akan memberikan cobaan kepadamu dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan brikanlah berita gembira pada orang-orang yang sabar”. (Al-Baqarah: 155).

Dan Rasulullah SAW telah bersabda: “Tiada kelemahan, kesakitan, kecemasan, kesedihan, kesusahan, kemalangan yang diderita oleh setiap muslim, bahkan menawarkan duri yang melukainya, tanpa Allah menghapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dalam hadist lain disebutkan bahwa: “Tiada muslim yang menderitaa kesusahan, apakah ia terkena tusuk duri ataupun sesuatu yang buruk, tanpa Allah mengangkat keburukannya serta dosa-dosanya berguguran seperti daun-daun yang terlepas dari pohonnya”. (HR. Bukhari).

Rasulullah juga telah berkata: “Ketika Allah menginginkan harta untuk seseorang, maka Dia mencobanya dengan penderitaan”. (HR. Bukhari).

Ukhti, dengan kebaikan yang diciptakan dalam manusia, kita akan selalu diuji. Kita dibuang ke tempat pengadilan, kedalam situasi yang tidak menyenangkan dan kesedihan, atau bahkan kedalam saat-saat yang sulit dimana semua seperti tak ada lagi harapan.

Rasulullah dan pengikutnya menderita kepedihan di dunia. Ya, sayang, tentu saja setiap orang pasti diuji menurut kesanggupannya. Jika Allah mencintai seseorang, maka Dia akan mengujinya.

Sa’d bertanya pada Rasulullah SAW: “Ya nabi Allah, siapakah orang yang paling menderita kesusahan?” Rasulullah berkata “ Rasulullah, kemudian orang-orang yang datang setelah mereka, kemudian orang-orang datang setelah mereka. Seseorang akan diuji menurut kekuatan imannya. Jika imannya kuat, maka ujiannya pun akan lebih besar; jika imannya lemah, maka akan diuji sesuai dengan tingkatan keimanannya. Kesedihan akan menimpa setiap hamba sampai dia berjalan di muka bumi dengan terbebas dari dosa.”

Sejarah Islam terukir dengan banyak kisah orang-orang muslim yang bertahan terhadap ujian yang saat ini sulit dibayangkan. Dan disisi lain, kami pun melihat dirimu seperti itu, melewatinya dengan situasi yang sama. Subhanallah!!!

Tahukah engkau, ukhti? Ada dua orang muslim yang diuji dengan berat dahulu kala, dan banyak diketahui umat Islam, ya, mereka adalah Sumayyah dan Yasir (Semoga Allah meridhai mereka). Setelah menjadi bagian orang-orang muslim yang pertama dan menerima Islam dalam masa kesusahan, Sumayyah dan Yasir bersama dengan anaknya, Amar, disiksa tanpa belas kasihan di tangan Abu Jahl. Keluarga tersebut tak terlindungi sejak mereka tak memiliki keluarga di Mekah. Saat itu, tak ada satu pun pertolongan, Nabi Muhammad SAW hendak mengunjungi mereka dan berkata, “Bersabarlah, waha keluarga Yasir, karena Allah menjanjikan tempat di Syurga”. Beliau kemudian menengadahkan wajah ke langit dan berkata: “Ya Robb! Ampunilah keluarga Yasir”. Rasulullah pun berdoa untuk kemudahan bagi Amar dengan meletakan kepala Amar dalam pangkuannya dan berkata: “Wahai api! Dingnlah mudahkan bagi Amar dengan kemudahan yang sama dengan cara engkau menjadi dingin dan mudah bagi Nabi Ibrahim”. Sumayah dan Yasir, keduanya syahid karena Allah. Keluarga tersebut dianugerahkan penghargaan terbaik, Jaminan Rasulullah akan sebuah rumah di syurga dan insya Allah saya pun berdoa yang sama untukmu, saudaariku tercinta.

Adapun imbalan yang akan diberikan bagi orang-orang yang sabar adalah syurga.

Ata ibnu Rabah mengatakan bahwa ia pernah mendengar Ibnu Abas berkata: “Maukah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita penghuni syurga?” Saya berkata “Ya, tentu” Dia berkata “ Seorang wanita mendatangi Rasulullah SAW dan berkata: ‘Aku menderita penyakit ayan, dan karena hal ini, tubuhku menjadi tak terawat. Sudikah engkau memohon pada Allah Yang Maha Esa menyembuhkan penyakitku ini?’ Nabi SAW berkata: ‘Jika engkau berharap danbersabar, maka kamu akan mencapai syurga. Namun, jika engkau lebih memilih keinginanmu itu, aku akan berdo’a kepada Allah untuk menyebuhkanmu?’ Lalu wanita itu berkata: ‘Aku akan bersabar’, kemudian menambahkan: ‘Aku menjadi tak terlindungi, jadi mohonkanlah pada Allah bahwa aku memilih tak terawat. Kemudian Rasulullah SAW berdo’a untuknya”. (Fikih As-Sunnah, vol. 4).

Jika kehidupan itu terasa susah, kekhawatiran mengelilingimu dan bencana bertubi-tubi menimpamu, maka dengarlah berita gembira dari Rasulullah SAW:

“Cobaan akan terus menimpa orang beriman baik laki-laki maupun perempuan, terhadap diri mereka sendiri, anak-anak mereka sendiri, dan kesehatan mereka, sampai merekabertemu dengan Allah tanpa ada satupun dosa atas mereka”. (HR. Thirmidzi).

Dan subhanallah, ketika menulis surat ini, hal ini mengingatkan saya ketika Ibunda tercinta Aisyah ra dituduh, dan diuji kesabaran dan keimananya terhadap Allah. Hal itu terjadi ketika Aisyah dituduh oleh orang munafik akan dosa yang dilakukannya selam kampanye Murasyi’. Aisyah menjadi sakit dan ketika ia mendengar berita rumor dari satu wanita ke wanita lainnya, ia menjadi bertambah sakit, dan merasa sangat sedih.

Ia berkata: “Aku mengatakan, ‘Subhanallah! Apa yang orang-orang katakan tentang ini?’ Aku menangis sepanjang malam, sampai pagi, tak pernah tidur; airmataku tak pernah berhenti mengalir. Lalu aku menangis sepanjang hari dan tak pernah tidur, hingga aku menangis selama sehari dua malam, tanpa henti dan tanpa tidur. Mereka berpikir bahwa tangisanku akan membunuhku. Meskipun mereka duduk di dekatku, aku terus menangis. Ada seorang wanita anshar meminta ijin untuk menjengukku. Aku mengijinkannya, kemudian ia duduk dan menangis bersamaku. Dahulu, jika kami sedang duduk, Rasulullah SAW masuk, menyapa kami, dan duduk. Namun, semenjak rumor itu terjadi, beliau tak datang mengunjungiku. Dan selama satu bulan lamanya, tidak ada satu pun wahyu yang turun terkait masalah ini. Meskipun Rasulullah duduk bersamaku, Rasulullah SAW menguji keimananku, lalu berkata: ‘Hai, Aisyah! Aku telah mendengar ini dan itu tentangmu. Jika engkau tak berdosa, Allah akan membuktikan kesucianmu. Dan jika engkau melakukan dosa tersebut, mintalah ampunan pada Allah dan menyesallah kepada-Nya. Selama hamba mengakui dosanya dan menyesal pada-Nya, maka Allah akan menerima penyesalannya”. Saat Rasulullah SAW telah selesai berucap,air mataku berhenti, dan aku berkata pada ayahku: ‘Tanggapilah apa yang telah dikatakan Rasulullah SAW’, ayah berkata: ‘Demi Allah, Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan pada Rasulullah SAW’. Aku katakan hal ini pada ibuku: ‘Tanggapilah apa yang telah dikatakan Rasulullah SAW’. Lalu ibu berkata: ‘Demi Allah, aku tidak tahu apa yang harus aku katakan pada Rasulullah SAW’. Akupun berkata: ‘Aku hanya seorang wanita muda dan tidak tahu banyak tentang Qur’an. Demi Allah, Aku tak ada sesuatu apapun untuk bisa dikatakan kecuali kata-kata ayah dari Yusuf: “………Sehingga bagiku kesabaran adalah yang paling baik. Dan Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan”. (QS. Yusuf: 18). Kemudian aku kembali dan berbaring di tempat tidur. Setelah itu Allah berfirman: ‘Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah golongan dari kamu juga. Janganlah kamu mengira berita bohong itu buruk bagimu……….” (QS. An-Nuur: 11).

Allah berfirman: “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan”. (QS. Insyirah: 5-6).

Alhamdulillah, kita semua adalah muslim dan kita adalah orang-orang yang beriman. Kita adalah yang mengetahui bahwa dunia hanyalah sementara, yang mana kemewahan itu begitu sedikit dan apapun yang menarik hati hanyalah sesuatu yang fana. Jika sesuatu itu menyebabkan sedikit tertawa, maka sesuatu itu memberikan banyak alasan untuk menangis. Orang-orang beriman hanya ditawan disini, seperti yang Rasulullah SAW bersabda: “Dunia ini adalah penjara bagi orang beriman dan syurga bagi orang kafir”.

Alhamdulillah, suatu hari saya membaca sesuatu yang saya suka untuk membaginya kepada saudarku tercinta, yaitu dirimu:

5 alasan mengapa Allah menggunakan masalah :

1. Allah menggunakan masalah untuk menuntunmu.

Terkadang Allah menyalakan api dibawahmu untk bisa berpindah. Masalah sering menunjuk kita dalam tuntunan baru dan memotivasi kita untuk berubah. Apakah Allah sedang mengujimu untuk mendapatkan perhatianmu? “Kadang-kadang masalah itu adalah situasi yang menyakitkan hati untuk membuat kita mengubah langkah-langkah kita”.

2. Allah menggunakan masalah untuk memeriksamu.

Manusia seperti teh celup. Jika kamu ingin mengetahui apa yang ada di dalamnya, kamu hanya tinggal memasukan air panas kedalamnya. Pernahkah Allah menguji keimananmu dengan sebuah masalah? Apa masalah yang diperlihatkan kepadamu? “Ketika kamu mempunyai berbagai macam masalah, kamu harus tetap berbahagia, karena kamu mngetahui bahwa masalah itu menguji keimananmu, dan hal ini akan memberikanmu rasa sabar”.

3. Allah menggunakan masalah untuk membenarkanmu.

Beberapa pelajaran yang kita pelajari hanya melalui luka dan kegagalan. Hal itu seperti seorang anak kecil. Orang tuamu mengatakan padamu untuk tidak menyentuh kompor yang menyala. Namun, kamu mungkin akan belajar menjadi terbakar dengan menyentuhnya. Terkadang, kita hanya mempelajari nilai dari sesuatu,…… berupa kesehatan, uang, hubungan…. dengan menghilangkannya. “Hal yang terbaik adalah apa yang terjadi dengan saya, untuk itu ajari saya untuk memberikan perhatian terhadap aturan-aturanmu”

4. Allah menggunakan masalah untuk melindungimu.

Masalah dapat menjadi anugerah yang tersembunyi jika masalah itu mencegahmu dari yang lebih berbahaya. Tahun lalu, seorang teman menolak untuk melakukan sesuatu yang amoral yang ditawarkan bosnya. Pemecatannya merupakan masalah, tapi hal itu menyelamatkannya dari tuduhan dan memasukannya kedalam penjara satu tahun berikutnya. “Kamu menginginkan musibah untuku, tapi Allah memberikan yang terbaik”

5. Allah menggunakan masalah untuk menyempurnakanmu.

Ketika masalah direspon dengan benar, makan akan menjadi pembangun karakter. Allah jauh menginginkan karakter kita daripada kenyamanan kita. Hubunganmu terhadap Allah dan karaktermu hanyalah dua hal yang akan membawamu ke akhirat. “Kita harus bersuka-cita ketika kita mendapati masalah…. masalah membantu kita belajar bersabar. Dan kesabaran membangun kekuatan sebuah karakter yang ada pada kita dan membantu kita lebih mempercayai Allah. Tiap hari kita menggunakan masalah sampai akhirnya harapan juga keimanan kita menjadi kuat dan kokoh”.

Terakhir, saudariku yang manis … ini menjadi pengingat saya dan kita semua orang muslim bahwa tak usah peduli seberapa besar dan seberapa banyak kekhawatiran dan kesusahan di dunia ini, kesusahan dan kesedihan di akhirat akan jauh lebih besar, hal ini termasuk menimpa semua orang saat mereka berkumpul bersama pada hari pembalasan. Bukhari ra dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Aku akan menjadi pemimpin seluruh manusia pada hari pembalasan. Apakah kamu tahu mengapa saya menjadi pemimpin seluruh manusia? Allah akan mengumpulkan setiap manusia dari awal sampai akhir dalam sebuah tempat, seperti jika seorang pemimpin memanggil mereka, mereka semua akan mendengarnya, dan mereka pun akan melihatnya. Matahari akan bersinr lebih dekat, dan mereka akan merasakan kesusahan lebih dari apa yang mereka dengar. Setiap orang akan berkata ‘dapatkah kamu melihat apa yang telah terjadi denganmu? Tidakkah kamu melihat seseorang yang memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhannya?’ kemudian, beberapa dari mereka akan berkata kepada yang lainnya ‘Mari kita temui nabi Adam…’.

Saudariku tercinta … ujian dan musibah adalah anugerah yang tersembunyi. Dan Allah menginginkan kita menjadi lebih dekat dengan-Nya. Maka, ketika kita menerimanya dengan kesabaran dan mengaharapkan pahala, Allah bersama kita. Yang terbaik bagi kita adalah kita akan lebih mendekat kepada Allah dan merasakan kebahagiaan dalam hati hingga kita sampai pada syurga-Nya. Aamiiin.

Ingatlah sayang … bahwa Allah yang memberikan ujian kepadamu, Dialah Yang Maha Bijaksana, Yang Maha Penyayang dan Maha Mencintai… Dan Dia tidak memberikan beban kepadamu untuk menghancurkanmu, atau yang mnyebabkanmu terluka, atau kamu mati. Malahan, Dia mengecekmu, menguji kesabaranmu, keikhlasanmu dan keimananmu; hingga Dia mendengar do’a dan permohonanmu, sehingga Dia bisa melihatmu berdiri di sisi-Nya. Kamu bisa merasakan perlindungan-Nya. Isilah hidup ini dengan kesederhanaan. Dan ketahuilah kamu tidak sendiri, kamu selalu mempunyai kami, saudarimu, kita akan saling mendo’akan setiap hari . Dan semua berdo’a agar kita bertemu lagi di Syurga.

Ketahuilah saudariku … insya Allah surat ini bukan yang terakhir dariku.

Dari saudarimu, Jasmine.

(www.muslimprisoners.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar