Kamis, 29 November 2012

Kesepakatan Israel-Palestina, Kemenangan Siapa?

Lebih dari Sepekan Israel menggempur Gaza dengan berbagai senjata beratnya, sudah dapat ditebak ratusan orang dari penduduk Gaza tewas mengenaskan dan seperti biasa anak-anak selalu menjadi sasaran tembak roket-roket Israel. Kini pengalaman pahit tersebut sudah berlalu dengan disepakatinya perjanjian Israel-Hamas (Palestina). Anak-anak kembali bersekolah, kehidupan berangsur-angsur kembali normal.

Perjanjian yang prakarsai Amerika-Mesir tersebut kini menyisakan berbagai tanda tanya dan analisa. Benarkah perjanjian tersebut menguntungkan kaum Muslimin? Atau hanya menguntungkan segelintir orang atau tepatnya hanya menguntungkan kelompok tertentu saja? Benarkah perjanjian tersebut strategis bagi kaum Muslimin? Benarkah perjanjian tersebut strategis bagi pembebasan Palestina? Apakah benar perjanjian tersebut menandakan Israel kalah perang lawan Hamas? Atau ada analisa lain seputar perjanjian ini yang belum terungkapkan?

Perjanjian Israel-Hamas Bukan Perjanjian Israel-Perlawanan Palestina

Perjanjian yang dibangun Israel-Hamas (Palestina) dengan prakarsa Amerika dan Mesir tidak bisa dianggap sebagai perjanjian permanen antara agresor Yahudi Israel dengan seluruh kelompok perlawanan Palestina seperti Jihad Islamiy, Majlis Syuro Mujahidin, Jama’ah Tauhid Wal Jihad dan lainnya. justru realita yang kita lihat bersama bahwa perjanjian damai tersebut adalah perjanjian damai antara Israel-Hamas. Perjanjian tersebut tidak melibatkan kelompok perlawanan lainnya yang bercokol di Gaza. Disinilah letak masalahnya.

Memang benar Hamas adalah kelompok yang dominan di Gaza tapi bukan berarti Hamas berhak ‘melenggang kangkung’ membangun perjanjian damai dengan Israel tanpa rembukan dengan kelompok perlawanan Palestina lainnya apalagi memaksakan isi perjanjian tersebut kepada kelompok perlawanan lainnya yang ada di Gaza. Justru disinilah masalahnya, bisa saja perjanjian yang disepakati Israel-Hamas menjadi pemicu bentrokan berdarah antara Hamas dan kelompok perlawanan Palestina lainnya. Sebab dalam perjanjian tersebut Hamas menjadi pihak yang bertanggung jawab atas serangan perlawanan Palestina lainnya yang ditujukan kepada Israel, dan sama-sama kita ketahui kelompok perlawanan Palestina lainnya tidak akan pernah berniat untuk mundur dari jihad melawanan agresor Yahudi Israel.

Wal hasil, hasilnya sudah dapat diduga Hamas bisa saja (baca : sangat rentan) akan berbenturan dengan kelompok perlawanan Palestina lainnnya. Inilah yang kemudian kita khawatirkan, sesama kelompok perlawanan Palestina saling bertikai.

Memang licik Yahudi Israel, mereka hendak menciptakan api permusuhan di dalam barisan kelompok perlawanan Palestina. Dan sekarang Hamas terjebak menjadi ‘polisi keamanan Israel’ yang harus selalu siap menghadang serangan apapun yang ditujukan kepada Israel dari seluruh kelompok perlawanan Palestina.

Perjanjian Israel-Hamas Dan Politik Belah Bambu

Perjanjian Israel-Hamas pada hakikatnya adalah politik belah bambunya Israel. Bingung dengan perlawan terus menerus dari faksi-faksi gerakan perlawanan Palestina, akhirnya Israel memainkan politik licik dengan menggempur Gaza (baca : membunuh Ahmad Al-Jaabariy komandan senior Brigade Al-Qossam, sayap militer Hamas 14 November yang lalu) kemudian membangun kesepakatan dengan salah satu kelompok dominan di sana yang kemudian akan menjadi polisi Israel untuk mengamankan dan mengontrol gerakan perlawanan Palestina lainnya.

“Kalau tidak licik bukan Yahudi Israel namanya”, mungkin itu adalah gambaran yang tepat untuk menggambarkan wajah asli Yahudi Israel, malu membangun perjanjian dengan Hamas dia meminta Amerika untuk memprakarsai perjanjian Israel-Palestian (baca : Hamas). Amerika kemudian menekan Mesir, sadar bahwa pimpinan Mesir (Presiden Mursi) satu jama’ah dengan Hamas kemudian Amerika menekan Mesir untuk menjadi fasilitator perundingan damai Yahudi Israel-Palestina.

Kalau kita perhatikan dengan seksama poin-poin perjanjian Israel-Palestina (Hamas) poin-poin tersebut berpotensi menciptakan perpecahan di dalam tubuh kelompok perlawanan Palestina. Perhatikan poin-poin perjanjian Israel-Palestina:

Pertama, Israel harus menghentikan semua agresinya ke Gaza baik dari darat, laut dan udara. Itu termasuk menghentikan aksi provokasi dan penembakan terhadap orang (Baca: individu tertentu seperi yang menimpa Ahmad Al-Jaabariy).

Kedua adalah faksi-faksi perlawanan menghentikan semua aktivitas perlawanannya dari Gaza ke Israel. Itu termasuk penghentian tembakan roket dan serangan dari perbatasan. (dikutip dari Republika Online).

Perhatikan poin awal dimana Israel berjanji akan menghentikan agresi militernya ke Gaza dan Israel juga berjanji akan menghentikan serangannya kepada individu tertentu seperti yang dilakukan Israel terhadap Ahmad Al-Jaabariy pada 14 November kemarin. Kemudian janji Israel tersebut harus ditebus Hamas dengan sikap yang ‘tegas’ (Baca : keras, refresif) terhadap kelompok perlawanan Palestina lainnya. Hamas berjanji akan menghentikan seluruh operasi perlawanan kelompok perlawanan lainnya. Nah, inilah yang berpotensi menjadi pemicu bentrokan berdarah Hamas versus kelompok jihad lainnya.

Masa Depan Islam

Satu hal sulit untuk dipungkiri, bahwa gerakan Islam dewasa ini berasal dari rahim yang sama, atau paling tidak ada irisan-irisan yang memiliki keterkaitan dan hubungan satu dengan yang lain. Oleh karena itu lazimkah kita saling bertikai padahal perlawanan kita masih rapuh dan gamang? Padahal cita-cita kita satu? Yang kita ingingkan dan harapkan pun satu?

Apakah harus terbentang perbedaan yang begitu besar kalau ternyata yang dituju adalah pulau impian yang sama?. Masa depan Islam kitalah yang melukisnya, apakah etis ketika melukis masa depan ini kita mewarnainya dengan coretan jelek yang akan dicatat sejarah.

Hari ini tuntutan gerakan Islam jelas, yang dituntut gerakan Islam pada umumnya dari Hamas (Baca : Ikhwanul Muslimin) adalah kebijakan yang sesuai dengan keuntungan dan kepentingan Islam dan kaum Muslimin sekalipun barat, PBB, NATO dan pihak liberal sekuler tidak meridhoinya. Yang ingin kita tegakkan adalah kehidupan yang dinaungi syariat-Nya bukan kehidupan madani yang sejahtera, yang hendak kita bangun adalah Daulah Islamiyah dengan asas ubudiyatullah bukan daulah sekuler yang dikuasai kursi-kursi parlemennya, yang kita inginkan adalah negara-negara kaum Muslimin yang terpecah menjadi lebih 50 negara atas ketetapan para penjajah menjadi negara yang satu, yaitu Khilafah Islamiyah, bukan negara yang terpecah-pecah yang dikuasai parlemennya.

Jalan perjuangan ini telah memasuki musim seminya, mungkin saja kita melalui sepertinya atau justru lebih dari itu. Ini berarti hari-hari ke depan akan ada benturan yang tidak akan terelakkan. Kalau kebijakan yang kita gelar adalah kebijakan yang tidak berani konfrontatif dengan pihak-pihak di atas, maka sampai kapan pun syariah tidak akan dapat kita tegakkan.

Khilafah yang kita impikan hanya akan menjadi angan-angan saja (Baca : retorika dakwah untuk menyihir kader). Justru dengan koperatifnya kita terhadap musuh-musuh agama (dalam politik jahiliyah bisa saja menjadi teman) akan mengorbankan hubungan ukhuwah dan ta’awun sesama gerakan Islam.

Wal hasil, di akhir tulisan ini patut kita ajukan lagi pertanyaan penting, Perjanjian Israel-Hamas Kepentingan Siapa? Kepentingan kelompok tertentu atau kepenting Islam dan kaum Muslimin?

Wallahu’alam bis showab!


Tabi Dakwah Najd
Analis Shariah Institute
Selasa, 13 Muharram 1434 H/27 November 2012 M
Al-Mustaqbal.net-Masa Depan Islam
http://al-mustaqbal.net
Read More..

Ustadz Abu Bakar Ba'asyir (ABB) : Jasa Mujahidin Indonesia Sangat Besar!


M Fachry untuk Al-Mustaqbal.net

NUSA KAMBANGAN-Alhamdulillah, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir kembali dikunjungi para ikhwah, pada hari Rabu (28/11/2012), yakni ikhwah dari Cilacap. Kondisi beliau secara umum Alhamdulillah dalam keadaan sehat wal 'afiyat.Insya Allah besok pagi beliau akan diambil darah dan urinnya untuk diperiksakan ke laboratorium sebagaimana yang diminta oleh Dr Jose Rizal jurnalis. Mohon doa antum semua semoga lancar, Insya Allah.

Jangan Lupakan Jasa Mujahidin Indonesia

Sebagaimana biasa, di sela-sela kunjungan para tamunya, Ustadz ABB selalu menyampaikan taushiyah kepada mereka, termasuk kepada seluruh umat Islam. Beliau mengatakan :

"Saudara-saudara, sesunggungnya peranan para Mujahidin dari masa ke masa bagi Umat islam di Indonesia ini sangat besar. Kalau saja di Indonesia ini tidak ada umat islam yang siap berjihad untuk membela Islam dan umat Islam, maka Insya Allah nasibnya akan sama seperti umat Islam di Myanmar atau di Bosnia dan lainnya. Karena peranan para Mujahidin inilah Umat Islam terlindungi kehormatannya.”

Beliau kemudian memberikan contoh dengan menunjuk seorang ikhwan Masjunin. Ini ikhwan dipenjara 20 tahun. Dia ini dipenjara karena membela umat Islam di Ambon, Poso. Di sini ada juga yang dipenjara seumur hidup bahkan ada yang dihukum mati, bahkan ada juga yang telah dieksekusi (Insya Allah Asy-Syahid Ustadz Mukhlas, Ustadz Imam Samudera, dan Ustadz Amrozi).

Oleh karena itu saudara, jasa para Mujahidin di Indonesia ini sangat besar. Keberadaan mereka sangat menentukan bagi umat Islam. Orang kafir ingin menghilangkan peranan para Mujahidin ini di mata umat Islam dengan menyebut mereka Teroris. Namun usaha mereka ini akan sia sia karena makar mereka ini Insya Allah akan dikalahkan oleh Allah."

Allahu Akbar!

Sumber : FB Ustadz Hasyim

Read More..

Kabar Jihad Suriah

Dalam waktu 24 jam, pejuang Suriah tembak jatuh 2 pesawat tempur rezim


DAMASKUS   - Dalam waktu kurang dari 24 jam, pejuang Suriah menggunakan rudal untuk menjatuhkan dua pesawat milik tentara rezim Alawiyah di utara Suriah.
Sejak akhir Juli lalu, rezim Suriah telah menggunakan jet tempur untuk mencoba menekan pergerakan para Mujahid Suriah yang tumbuh dengan pesat.  Angkatan udara membombardir wilayah-wilayah yang telah dibebaskan oleh pejuang Suriah di seluruh negeri, menyebabkan korban yang sangat tinggi.
Tetapi Rabu (28/11/2012) pagi, pejuang Suriah menembak jatuh pesawat tempur di provinsi Aleppo, ujar seorang wartawan AFP.
Pesawat tersebut jatuh setelah dihantam oleh ledakan besar, kepulan asap hitam tebal membumbung ke angkasa, ujar wartawan yang berjarak hanya beberapa kilometer dari lokasi kejadian.
Para pejuang Suriah beberapa jam sebelumnya juga menjatuhkan sebuah helikopter militer untuk pertama kalinya.
"Ini adalah titik balik," ujar Riad Kahwaji, seorang pengamat ahli.
"Jika angkatan udara Suriah mulai kehilangan beberapa pesawat setiap harinya, akan menjadi titik balik penting karena rezim akan kehilangan keunggulannya dan tidak lagi dapat menggunakan sarana utamanya," lanjut Kahwaji kepada AFP.
Jet terjatuh di kebun zaitun yang berjarak kurang dari satu mil dari desa Tourmanin di utara Aleppo. (haninmazaya/arrahmah.com)


964 tentara Bashar tewas dalam baku tembak antar mereka‏

JABAL TURKMAN  - Dalam sepekan terakhir terjadi pertempuran sengit antara gerilyawan Jaisyul Hurr dengan tentara Bashar Asad di daerah Jabal Turkman. Perang berlangsung dalam cuaca yang sangat dingin disertai hujan dan angin kencang.
"Terjadi friendly fire oleh tentara Bashar," kata Hammad, seorang paramedis lokal yang banyak mempunyai kenalan para mujahidin. "Saat itu mujahidin sedang berhadapan dengan tentara Bashar. Tiba-tiba datang bala bantuan Bashar dari arah belakang mujahidin. Mereka terkepung.
Alhamdulillah, pasukan Bashar melihat mengira bala bantuan Bashar yang datang sebagai mujahidin. Akibatnya, mereka saling baku tembak. 964 tentara mereka tewas dalam 4 hari terakhir. Sementara dari pihak mujahidin, 30 orang syahid," tutur Hammad. 
Laporan tim Hilal Ahmar Society
(siraaj/AY/arrahmah.com)

Allahu Akbar! Mujahidin Kaukasus ikut terjun ke medan Jihad Suriah

KAUKASUS - Publikasi secara berkala muncul dalam pers negara-negara Barat dan Arab mengenai partisipasi Mujahid Kaukasus termasuk Chechnya dalam pertempuran melawan pasukan rezim Alawiyah pimpinan Assad di Suriah.
Tema ini tidak hanya dipantau oleh dinas keamanan di berbagai negara, tetapi juga oleh pers internasional.
Menariknya dalam hal ini adalah penerbitan sebuah artikel mengenai "Pejuang Islam Chechnya Bertempur di Suriah" dalam harian yang diterbitkan oleh orang-orang Kristen Pakistan, nama surat kabar mereka adalah Pakistan christian Post, lansir Kavkaz Center.
Surat kabar itu menuliskan bahwabanyak relawan dari berbagai negara berperang di Suriah, namun yang paling diperhatikan oleh Barat adalah relawan dari Chechnya karena pengalaman mereka.
"Mengingat ketidakstabilan saat ini di beberapa bagian di Kaukasus, maka mengapa Chechen melibatkan diri di Suriah?"  Tanya Pakistan Christian Post dalam artikelnya.
Tanpa menjawab pertanyaan sendiri, surat kabar itu menulis bahwa Turki dan Georgia telah memberikan persetujuan diam-diam untuk keselamatan warga Chechnya atau kedua negara terlibat dalam operasi rahasia yang ditujukan kepada Federasi Rusia.
Pakistan Christian Post juga mengklaim bahwa "CIA, Ankara dan layanan keamanan Inggris dan Perancis berkoordinasi" melawan rezim Assad di Suriah.

Harian itu mengutip sebuah situs Amerika, The Long War Journal (TLWJ) yang melaporkan partisipasi Mujahidin dari Chechnya dan wilayah lain di Imarah Kaukasus dalam perang di Suriah.
"Front Al Nusrah untuk rakyat, sebuah kelompok yang terhubung dengan Al Qaeda, yang memerangi rezim Bshar al-Assad di Suriah, telah mengklaim beberapa serangan bunuh diri serta operasi lain bersama para pejuang chechnya," tulis TLWJ.
Al Nusrah mengaku telah melancarkan serangkaian serangan syahid yang menargetkan tentara rezim Assad.  Pernyataan disertai dengan gambar dari bom mobil serta ledakan di sebuah rumah sakit.  Mujahidin Al Nusrah meledakkan sebuah bom mobil yang diparkir di luar rumah sakit dan meluncurkan serangan bersenjata.
Surat kabar itu lebih lanjut menulis bahwa pejuang Islam Chechnya dan Front Al-nusrah melancarkan serangan "bunuh diri" terbaru terhadap angkatan bersenjata Suriah yang menggunakan rumah sakit untuk berlindung sebagai markas-red) di Aleppo.
Surat kabar tersebut lebih lanjut melaporkan bahwa Federasi Rusia harus sangat khawatir tentang pergerakan ini, karena di masa depan situasi di Chechnya dapat dihidupkan kembali jika mereka memperoleh basis bersama dengan modal dan persenjataan segar.
Mereka juga menunjukkan dengan mengacu pada media Rusia bahwa Moskow telah meminta Turki untuk menutup Fund of the Chechen dan Caucasian Unity, namun Moskow tidak mengharapkan respon positif karena mereka tahu "dukungan Turki ada di tingkat teratas". (haninmazaya/arrahmah.com)

Alhamdulillah, syariat Islam diterapkan oleh pengadilan-pengadilan syariat di propinsi Idlib yang dikuasai mujahidin Islam dan FSA

IDLIB - Syariat Islam telah diterapkan oleh pengadilan-pengadilan syariat di kota-kota dan desa-desa dalam propinsi Idlib yang dikuasai oleh kelompok revolusi. Demikian stasiun TV Al-Jazeera melaporkan langsung dari propinsi Idlib, Selasa (27/11).
Wartawan TV Al-Jazeera pada Selasa mengunjungi pengadilan syariat pihak revolusi (mahkamah syar'iyah tsauriyah) di propinsi pinggiran Idlib. Ia mewancarai sejumlah ulama yang menjadi hakim syar'i di pengadilan tersebut.
Syaikh Hasan Daghim, pimpinan umum Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah, menjelaskan, "Mahkamah Syar'iyah Tsauuriyah di propinsi pinggiran Idlib setiap harinya meninjau sekitar 60 kasus. Hukum-hukum yang diputuskan oleh Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah bersandar kepada syariat Islam.
Keberadaan Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah merupakan tuntutan yang sangat mendesak untuk melancarkan urusan masyarakat, dalam perkara kejahatan pidana, perzinaan, persengketaan, perceraian, pernikahan dan perkara-perkara keluarga serta pergaulan kemasyarakatan lainnya."
Sementara itu syaikh Safar Muhammad Safar, ketua Pengadilan Pidana Syariat pihak revolusi atau Mahkamah Jinayas Syar'iyah Tsauriyah, mengatakan: "Kami di pengadilan syariat ini telah bekerja sejak sekitar setahun yang lalu. Kami menyelesaikan perkara-perkara pidana yang menggantung pada pengadilan hukum positip selama bertahun-tahun, di mana pengadilan-pengadilan itu kewalahan menghadapi perkara-perkara yang diajukan kepadanya.
Perkara-perkara pidana yang menggantung selama bertahun-tahun, (dengan berdasar hukum-hukum syariat) kami mampu menyelesaikannya dalam beberapa hari saja, segala puji bagi Allah."
Syaikh Hasan Daghim menjelaskan lebih lanjut bahwa para ulama dan hakim syariat yang bekerja pada Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah adalah orang-orang yang berjuang bersama mujahidin, FSA dan rakyat muslim Suriah selama revolusi berlangsung. Tidak heran apabila mereka mendapat kepercayaan penuh masyarakat dan masyarakat menyelesaikan perkaranya secara sukarela melalui Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah.
Untuk melaksanakan vonis yang telah ditetapkan, Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah didukung oleh kepolisian syariat yang dibentuk dari mujahidin Islam dan FSA. Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah juga memiliki penjara pusat di propinsi Idlib.
Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah juga memiliki sejumlah pengacara untuk membela para terdakwa yang tidak bersalah. Selain itu, Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah juga menerima banding dari terdakwa jika syarat-syarat banding telah terpenuhi. Demikian laporan wartawan stasiun TV Al-Jazeera, Mahmud Murad, dari propinsi pinggiran Idlib.
Penerapan syariat Islam di kota-kota dan desa-desa yang telah dikuasai oleh mujahidin Islam dan FSA di propinsi pinggiran Idlib sungguh berita yang membawa berkah bagi rakyat muslim Suriah.
Semoga keberkahannya bisa meluas dan diikuti oleh pembentukan Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah lainnya di seluruh kota dan desa di Suriah yang telah dikuasai oleh mujahidin Islam dan FSA. Semoga kehadirannya menghancurkan makar negara-negara Barat dan rezim-rezim boneka yang menghendaki pemerintahan demokrasi sekuler di Suriah.
(muhib almajdi/arrahmah.com)



Read More..

Rabu, 28 November 2012

Mujahidin Al-Qaeda Internasional merilis Piagam Pembelaan Islam

Menyambut tahun baru 1434 H, mujahidin Al-Qaeda internasional melalui amirnya, syaikh Aiman Azh-Zhawahiri, merilis seruan internasional yang diberi nama Watsiqatu Nushratil Islam (Piagam Pembelaan Islam atau Piagam Perjuangan Islam). Ditulis dalam dwi bahasa, Arab dan Urdu, piagam itu berisi butir-butir tujuan perjuangan yang seharusnya disepakati dan diperjuangkan oleh seluruh ormas, tokoh dan umat Islam.
Piagam Pembelaan Islam
Ditulis oleh asy-syaikh al-mujahid Aiman Azh-Zhawahiri hafizhahullah
Ramadhan 1433 H
 Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Yayasan Media As-Sahab
mempersembahkan

 Piagam Pembelaan Islam
Dengan nama Allah. Segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarganya, sahabatnya dan orang-orang yang setia kepada ajarannya.
Dalam kondisi genting yang dilalui oleh umat kita, umat Islam, saat di mana umat Islam menghadapi serangan tentara salibis yang paling ganas dalam sepanjang sejarahnya…
Saat di mana bangsa-bangsa muslim mulai melakukan revolusi menuntut kebebasan, kejayaan, kemuliaan dan kemerdekaan dalam naungan syariat Islam…
Saat di mana seluruh kekuatan sekulerisme dan salibisme bersatu untuk menghentikan perubahan-perubahan bersejarah yang tengah terjadi di negeri-negeri kaum muslimin…
Dalam kondisi yang genting seperti ini, umat Islam harus menyatukan kalimat mereka di sekitar kalimat tauhid. Oleh karena itu saudara-saudara kalian, jama'ah Qa'idatul Jihad (Al-Qaeda), mengajak kepada kaum muslimin, para aktivis perjuangan islam, organisasi-organisasi Islam dan tokoh-tokoh Islam untuk bersatu guna menolong Islam dan kaum muslimin, dengan ara bersatu di sekitar tujuan-tujuan berikut ini:
Pertama:
Bekerja untuk membebaskan negeri-negeri kaum muslimin yang terjajah, menolak setiap bentuk perjanjian atau kesepakatan atau ketetapan internasional (PBB,pent) yang memberikan hak kepada orang-orang kafir untuk menguasai negeri-negeri kaum muslimin. Seperti penguasaan (penjajahan) Israel atas Palestina, penguasaan Rusia atas Chechnya dan kawasan muslim Kaukasus, penguasaan India atas Kashmir, penguasaan Spanyol atas Sabtah dan Maliliah dan penguasaan China atas Turkistan Timur (Uighur).
Kedua:
Berhukum kepada syariat Islam dan menolak berhukum kepada selain syariat Islam yang berupa prinsip-prinsip, ideologi-ideologi dan undang-undang, sama saja apakah berupa:
a. Supremasi suara mayoritas yang menjadikan kedaulatan berada di tangan rakyat (demokrasi).
b. Maupun berupa supremasi tatanan (system) internasional yang dibuat oleh kekuatan-kekuatan yang meraih kemenangan pada Perang Dunia Kedua yang disebut Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), di mana:
  1. Di dalamnya kekuasaan dipegang oleh lima negara (pemegang hak veto, pent) yang arogan dan memaksakan kehendak-kehendak mereka kepada bangsa-bangsa lain di dunia.
  2. Negara-negara anggota Dewan Umum PBB berhukum kepada suara mayoritas, bukan kepada syariat Islam.
  3. Piagam PBB menegaskan untuk menghormati kedaulatan dan keselamatan wilayah Negara-negara anggotanya. Artinya menghormati penjajahan Rusia atas kawasan muslim Kaukasus, penjajah China atas Turkistan Timur, penjajahan Spanyol atas Sabtah dan Maliliah, dan penjajahan Israel atas Palestina.
  4. PBB telah mengeluarkan puluhan ketetapan yang melegalkan penjajahan atas negeri-negeri Islam. Seperti ketetapan pembagian Palestina dan ketetapan pengakuan atas pemerintahan Israel, dan ketetapan-ketetepan lain yang mengikutinya. Contoh lainnya adalah menetapkan sanksi atas Irak. Contoh lainnya adalah ketetapan-ketetapan yang memberi legalitas kepada aliansi salibis untuk menginvasi Afghanistan. Juga Konferensi Bonn yang mengangkat pemerintahan boneka di Kabul.
Konsukensi berhukum kepada syariat Islam dan menolak berhukum kepada selian syariat Islam adalah kita harus bekerja agar syariat Islam menjadi satu-satunya undang-undang yang berkuasa di negeri-negeri Islam, kedaulatan syariat Islam tidak direbut dan tidak disaingi oleh sumber hukum apapun selainnya. Dan konskuensi lainnya adalah kita menolak tunduk kepada tatanan (sistem) internasional yang merepresentasikan pentolan-pentolan (negara-negara) orang-orang yang menyombongkan diri di dunia.
Ketiga:
Bekerja untuk menghentikan perampokan sistematis terhadap kekayaan-kekayaan (alam negeri-negeri) kaum muslim, yang dilakukan oleh aliansi Barat yang menjajah negeri-negeri Islam, dikomandani oleh Amerika. Perampokan tersebut terhitung sebagai pencurian terbesar dalam sejarah umat manusia.  
Keempat:
Menguatkan dan mendukung bangsa-bangsa muslim yang melakukan revolusi terhadap para thaghut (rezim) yang diktator dan rusak, memberikan penyadaran kepada bangsa-bangsa muslim tentang kewajiban berhukum dengan syariat dan berkomitmen dengan hukum-hukum Islam, mengajak bangsa-bangsa yang telah melakukan revolusi untuk melanjutkan revolusinya sampai mereka bisa mencabut semua sisa-sisa rezim yang rusak dan membersihkan negeri mereka dari penghinaan (penjajahan oleh pihak) ekstern dan kerusakan intern, dan menghasung semangat bangsa-bangsa muslim yang belum melakukan revolusi untuk meniru jejak bangsa-bangsa muslim lainnya yang telah mendahului mereka (dalam melakukan revolusi). Hal itu agar dunia Islam terbebas dari pemerintahan "agen-agen" (Barat).
Kelima:
Mendukung setiap orang yang dizalimi atau ditindas di dunia melawan orang-orang yang zalim dan orang-orang yang menyombongkan diri.
Keenam:
Bekerja untuk menegakkan khilafah yang tidak mengakui negara kebangsaan, tidak mengakui ikatan nasionalisme maupun batas-batas geografi yang dipaksakan oleh penjajah. Justru (umat Islam harus) menegakkan daulah khilafah rasyidah di atas manhaj kenabian, (sebuah negara) yang meyakini kesatuan negeri-negeri kaum muslimin dan ikatan ukhuwah keimanan yang menyatukan mereka, menghilangkan batas-batas gerografi yang dipaksakan oleh penjajah kepada mereka dan bekerja  untuk menyebar luaskan keadilan, melapangkan musyawarah, menolong orang-orang yang lemah dan membebaskan setiap negeri kaum muslimin yang terjajah.
Ketujuh:
Bekerja untuk menyatukan usaha-usaha dan potensi-potensi (umat) Islam di sekitar tujuan-tujuan di atas, menyerukannya dan menyebar luaskannya di antara kaum muslimin.
Inilah tujuan-tujuan Piagam Pembelaan Islam. Maka kami mengajak setiap orang yang bisa menerima Piagam ini untuk menyerukannya, mendukungnya dan menyebar luaskannya dengan semua sarana sosialisasi yang memungkinkan di tengah seluruh umat Islam.
Allah-lah di balik semua tujuan dan Dia-lah yang menunjukkan jalan.
Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarganya dan sahabatnya. Dan akhir dari seruan kami adalah segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam.

Saudara-saudara kalian dalam Jama'ah Qa'idatul Jihad
mewakili mereka
saudara kalian, Aiman Azh-Zhawahiri

Doakanlah saudara-saudara kalian, mujahidin
Saudara-saudara kalian pada
Yayasan Media As-Sahab
Sumber: Yayasan Media Al-Fajr
(muhib almajdi/arrahmah.com)
Read More..

Selasa, 20 November 2012

Seruan Jihad Untuk Membebaskan Al Aqsha

Membebaskan Masjid Al Aqsha di Palestina adalah impian setiap Muslim sejati. Membebaskan Palestina adalah impian tertinggi kaum Muslimin, khususnya mujahidin. Membebaskan Al Aqsha adalah tujuan utama pergerakan jihad di Afghanistan sejak kepemimpinan Syekhul Jihad, Syekh Abdullah Azzam rahimahullah, hingga kepemimpinan Syekh Usamah bin Laden rahimahullah.

Futuhat atau pembebasan Masjid Al Aqha adalah sebuah kepastian, karena dia adalah janji Allah SWT., serta nubuwah Rasulullah SAW.

Allah SWT., berfirman :

“Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali, dan kamu pasti akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Maka apabila dating saat hukuman bagi kejahatan yang pertama dari kejahatan itu, Kami mendatangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar, lalu mereka mencarimu keluar masuk kampong (dan lorong) ke seluruh negeri. Suatu ketetapan yang pasti akan terlaksana.” (QS Al Isra’ : 4-5)

Asy Syekh As’ad Bayudh At Tamimi menjelaskan dalam bukunya “Impian Yahudi dan Kehancurannya Menurut Al Qur’an” :

“Dan ayat-ayat di atas diisyaratkan bahwa kaum Muslimin akan memasuki Masjid Al Aqsha seperti (nenek moyang mereka) pernah memasukinya dahulu dengan kemenangan gilang-gemilang, dan akan menghancurleburkan semua proyek keangkuhan Yahudi itu baik yang material maupun yang moral spiritual.

Rasulullah SAW., bersabda :

“Belum akan tiba kiamat, hingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi, kemudian mereka diperangi oleh kaum Muslimin, sehingga batu dan pohon berkata : Hai Muslim, hai hamba Allah! Inilah seorang Yahudi bersembunyi di belakang ku, datangilah dan bunuhlah, kecuali pohon Al-Ghorqad, karena ia tergolong pohon (simpatisan) kaum Yahudi.” (HR, Asy-Syaikhan : Al Bukhari dan Muslim)

Asy Syekh As’ad Bayudh At Tamimi kembali menjelaskan bahwa pohon Al Gharqad itu terbilang pohon perdu yang bercabang-cabang, dewasa ini banyak ditanam hampir di seluruh kawasan Palestina, dan hingga kini penduduk An-Naqab di Palestina menamakannya pohon “Gharqad”, meskipun di tempat-tempat lainnya di sana sudah berubah nama dan pohonan ini ditanam oleh bangsa Yahudi sendiri.

Sebuah nubuwah lainnya diriwayatkan dari Nu'man bin Basyir dari Hudzaifah bin Yaman radliallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menggigit (MULKAN ADLON), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menyombong (MULKAN JABARIYYAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH)". Kemudian beliau (Nabi) diam." (H.R. Ahmad dan Al Baihaqi. Misykatul Mashabih: Bab Al Indzar wa Tahdzir, Al Maktabah Ar Rahimiah, Delhi, India. Halaman 461. Musnad Ahmad, juz 4, halaman 273).

Gelombang tsunami revolusi Islam yang telah menyapu Tunisia, disusul Mesir, Yaman, Libia, dan seterusnya bisa jadi menandai kebenaran ayat-ayat Allah dan nubuwah Rasulullah SAW, yakni dengan diterapkannya kembali syariat Islam secara sempurna, tegaknya Khilafah Islam, dan bangkitnya umat Islam secara global.

Di saat itulah, seluruh kaum Muslimin dari seluruh penjuru dunia, khususnya mujahidin, melangkahkan kakinya dengan penuh semangat menuju Al Aqsha untuk membebaskannya dari cengkraman tangan kotor yahudi-zinois-Israel.

Jihad, Satu-Satunya Solusi Untuk Membebaskan Al Aqsha

Syekhul Jihad, Abdullah Azzam mengatakan bahwa kemuliaan Palestina tidak mungkin kembali hanya dengan ucapan-ucapan saja. Beliau mengatakan :

“Apakah mereka bisa mengembalikan sejengkal saja dari tanah Palestina?. Sesungguhnya dien Allah (Islam) tidak akan menang hanya dengan omong kosong belaka, dan negeri-negeri Islam juga tidak akan terjaga hanya dengan pantun, lagu dan syair serta lainnya.”

Syekh Aiman Az Zawahiri, menaruh perhatian yang sangat besar terhadap Palestina dengan mengeluarkan pesan dengan judul "Palestina merupakan urusan kita dan urusan setiap muslim".

Dalam sebuah wawancara dengan As Sahab Media beliau menyatakan :

“Oleh karena ini saya ingatkan kepada setiap orang yang merdeka dan terhormat di Palestina agar tidak membantu menjual Palestina dan tidak membantu menyerahkannya kepada yahudi ataupun berkompromi dengan mereka, meskipun hanya sebutir pasir.
Saya juga tujukan (peringatan saya) kepada setiap orang yang telah masuk dalam organisasi sekuler yang berpaling menjauh dari syariat dan menyerahkan sebagian besar Palestina, dan setuju dengan solusi setan barat dan timur.
Saya tujukan kepada mereka dan saya katakan : Kembalilah kalian kepada kebenaran, kepada jalan Islam dan jihad, berdirilah kalian bersama umat muslim di bawah panji tauhid melawan invasi baru salibis-zionis. Jika kita tidak menyadari bahwa Palestina bukanlah pusat peperangan antara salibis melawan Islam, maka kita tidak akan menyadari sesuatupun. Yakinlah kalian dengan Rabb kalian Sang Pencipta, Pemberi Rizki, Maha Kuat dan Maha Perkasa. Dan ketahuilah bahwa organisasi-organisasi tersebut "tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan." (Al-Furqan: 3). Lalu bagaimana mungkin mereka dapat melakukan segala sesuatu untuk kalian?”

Sementara itu, Syekh Abu Mush'ab Az Zarqawi (semoga Allah merahmatinya) juga pernah mengatakan ucapan masyhur tentang perjuangan para mujahidin untuk membebaskan (futuhat) Al Aqsha, dengan ucapannya :

"Sesungguhnya kami berperang di Irak sementara mata kami tertuju ke Baitul Maqdis".

Lihatlah, betapa masalah Palestina telah menjadi masalah seluruh kaum Muslimin yang masih ada setitik iman dan ghiroh Islam dalam dadanya. Masalah ini tidak bisa dijadikan masalah lokal, hanya khusus rakyat Palestina saja, tetapi harus menjadi masalah global, seluruh ummat Islam sedunia.

Kewajiban kaum Muslimin untuk membebaskan (futuhat) tanah kaum Muslimin di Palestina, tempat Masjidil Aqsha, tempat Isra Nabi Muhammad SAW., adalah kewajiban yang tidak dapat ditolak lagi.

Maka hanya satu kata yang harus terus dikumandangkan mulai saat ini, Hayya ala Jihad....mari kita berjihad untuk membebaskan Al Aqsha....Allahu Akbar!

Wallahu’alam bis showab!

M Fachry/al-mustaqbal
Read More..

AS Kirim Kapal Perang Dan 2.500 Marinir Ke Israel, Do’a kan Kaum Muslimin Di Palestina, Allahu Akbar!

Ibnu Subandi untuk Al-Mustaqbal.net
TEL AVIV – Amerika Serikat yang memang sahabat karib zionis Isra’hell tidak tinggal diam melihat sahabatnya sedang mendapat perlawanan sengit dari mujahidin Palestina, yang setiap hari memuntahkan roketnya ke wilayah-wilayah Israel.
Dikabarkan Tiga kapal perang Amerika Serikat (AS) telah merapat ke wilayah Israel. Tetapi AS mengatkan kedatangan ketiga kapal perang itu bukan untuk membantu Israel menyerang Gaza, melainkan mengevakuasi warga Amerika yang ingin keluar dari Israel.
Selain lewat kapal perang ini, warga AS juga bisa melaukan evakuasi dengan menggunakan maskapai penerbangan komersial. Keputusan untuk mempersiapkan kapal perang ini, menunjukkan kekhawatiran konflik yang terjadi antara pihak Israel dan Palestina saat ini makin bertambah parah.
"Ini untuk berjaga-jaga. Lebih baik untuk mempersiapkan diri bila memang nantinya dibutuhkan," ujar salah seorang petugas AS, seperti dikutip CNN, Selasa (20/11/2012).
Pihak AS menegaskan bahwa ketiga kapal perang itu tidak akan dilibatkan dalam peperangan apapun di wilayah konflik. Ketiga kapal ini akan dilengkapi oleh sekira 2.500 marinir. Pada awalnya, mereka dijadwalkan untuk kembali ke Norfolk, Virginia. Dengan penugasan baru ini, kru pun terpaksa menunda kepulangan mereka.
CNN melaporkan kapal yang disiapkan itu adalah USS Iwo Jima, USS New York dan USS Gunston Hall. Sebelumnya, AS sudah merapatkan tiga hingga empat kapal perang di luar perairan Israel yang bisa menghancurkan rudal balistik. Pengerahan itu dilakukan untuk mencegah ancaman rudal dari Iran.
Perang besar, apakah segera terjadi?
Pengiriman kapal perang beserta 2.500 marinir AS ke Israel yang awalnya hanya untuk mengevakuasi warga AS yang berada di Israel, tidak menutup kemungkinan AS ikut membantu memerangi kaum muslimin di jalur Gaza. Melihat perlawanan sengit dilakukan mujahidin, yang banyak menghancurkan bangunan-banguan di wilayah Israel, bahkan sampai menewaskan tiga keturunan Kera dan Babi (Yahudi). Yang membuat tentara-tentara Israel semakin ketar-ketir dan ketakutan.
Kemudian, Melihat wilayah negara tetangga daerah syam lainnya Suriah, dimana mujahidin terus memetik kemenangan melawan thaghut Syiah Alawiyat, Bashar Al-Assad laknatullah. Dan mereka sepakat untuk mendirikan Daulah Islamiyah disana jika nantinya thaghut Al-Assad runtuh dari kekuasaannya. Serta turut serta membantu mujahidin di Palestina membebaskan Palestina dan masjid Al-Aqsha dari cengkraman Yahudi laknatullah.
Apakah ini indikasi Al Malhamah Al Kubro (perang besar/perang akhir zaman) akan segera dimulai, sebagaimana yang dikabarkan manusia termulia Nabi Muhammad SAW? Wallahu a’lam bishowab
Jangan lupa untuk selalu mendoakan Para Mujahidin dalam Doa-doa Khusyu’ kalian 

Sumber : diolah dari okezone
Read More..

Renungan - Belajar Dari Sejarah Kegagalan Membebaskan Palestina

Tahun 1965,1966,1967, Gamal Abdul Nasher mengatakan : “Kami telah menciptakan rudal Zhahir (yang menang) Qahir (yang perkasa) dan Nasher (yang menang). Rudal-rudal ini akan menghantam kota Tel Aviv dari Qahirah. Kami meluncurkannya dari Qahirah dan akan menghantam kota Tel Aviv.”

Radio-radio pemerintah Mesir mulai menyiarkan provokasi "Buatlah dirimu lapar wahai ikan-ikan! … mengapa harus melaparkan diri? –kami (tentara mesir) akan melempar mayat-mayat yahudi di laut—wahai ikan-ikan, tunggulah daging orang-orang Yahudi... "

Tahun 1967 Abdul Nasher menggerakkan tentara ke Sinai. Hampir-hampir bangsa Palestina terbang karena kegembiraan dan karena tergila-gila dengan kebesaran Abdul Nasher. maka mulailah dibuat theme song  tentang perang yang liriknya ditulis oleh Abdul Halim (seorang artis) dan dikumandangkan terus menerus untuk memantapkan spirit dan mental tentara Mesir di padang pasir sebagai ganti mengucapkan :


“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)Nya.” (QS. Al-Hajj : 40)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At-Taubah : 119)

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu …” (QS. Muhammad : 7)


dan sebagai ganti mengucapkan do’a


“Ya Allah, dengan bantuan-Mu kami menyerang (musuh), dengan bantuan-Mu kami bergerak dan dengan bantuan-Mu kami berperang.”
- HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa’i (lihat kitab ‘Aunul Ma’bud juz VII hal. 295)


Setiap hari Abdul Nasher mengatakan : “Ummu Kultsum bersamamu dalam peperangan. Abdul Halim bersamamu dalam peperangan.” Tiap hari Ummu Kultsum datang. Pada saat itu ia masih hidup. Penyanyi perempuan inilah yang merusak kehidupan dalam hati generasi muda. Mereka menganggapnya sebagai idola!

Presiden tersebut mengatakan pada tanggal 27 Mei, dalam Konferensi Pers yang dihadiri oleh wartawan dari seluruh dunia : “Kami akan memerangi orang-orang Yahudi dan mereka yang berada di belakangnya. Yakni Amerika. …”

Propaganda dan provokasi Abdul Nasher ikut menaikan semangat bangsa Palestina serta menumbuhkan harapan besar bagi mereka. Malah bahkan menimbulkan sikap optimisme yang berlebihan terhadap mereka. Mereka berkata : “Kita akan memetik jeruk dari Yafa … kita akan berhari raya Adh-ha di atas kota Karmal … di Haifa.”

Salah seorang di antara mereka menanyakan kepada kawannya : “Berapa wanita Yahudi yang akan kau ambil sebagai budak? berapa yang akan kamu ambil? Di sini tidak ada batasan bagi wanita Yahudi. Bisa sepuluh, dua puluh … Sesukamulah. Bisa jadi kamu memperoleh 100 hamba perempuan.”


Pada tanggal 4 Juni. Pertempuran direncanakan akan dimulai pada esok pagi. Duta Amerika menghubungi Gamal Abdul Nasher pukul 7 sore dan mengatakan padanya : “Jangan menyerang …"

Pada pukul 3 pagi tanggal 5 Juni, duta Rusia menghubunginya dan membangunkan tidur Gamal Abdul Nasher … Duta tersebut mengatakan padanya : “Jangan menyerang dulu!"

Tinggal dua jam lagi dari waktu untuk menyerang Israel, apa yang diperbuat pasukan Mesir/ Apa yang diperuat oleh para perwira? Para perwira angkatan udara di mana gerangan mereka? Di barak-barak mereka atau di tangsi-tangsi mereka dalam keadaan siap siaga? Tidak …. Mereka tidur karena semalaman menikmati pesta yang diramaikan oleh salah seorang penari wanita. Seorang penari wanita yang akhirnya Allah memberikan taubat kepadanya!!


Bagaimana kesudahannya dan siapakah yang bertanggung jawab atas pesta dansa tersebut? Dia adalah Penasehat pada Korps Angkatan Udara. Siapakah dia? Dia adalah Barukh Nadil. Siapa sebenarnya Barukh Nadil? Dia adalah orang Yahudi yang menjabat sebagai penasehat pimpinan Angkatan Udara Mesir dari sejak tahun 1954 sampai tahun 1967 … 13 tahun 'rela' menjadi mata-mata!

Jam 2 pagi Barukh Nadil berkata –berdasarkan apa yang saya baca dari buku tulisannya-. Dia menulis sebuah buku yang menceritakan kejadian tragis pada bulan Juni tahun 1967. Judulnya adalah Hancurnya pesawat-pesawat di waktu fajar. Dalam buku tersebut, dia bercerita tentang musibah itu:


“Pukul 2 pagi pesta usai. Saya masih diliputi kekhawatiran. Jika para penerbang itu kembali ke rumah, maka mereka akan terbangun pada pukul 5 … dan para perwira penerbang tentu akan mengemudikan pesawat-pesawat tempur dan menggempur kota Tel Aviv … maka saya berfikir sejenak dan berkata dalam hati : “Apa yang harus saya perbuat? Mendadak saya mendapat pemecahannya. Para perwira itu saya bagi menjadi dua kelompok. Yang laki-laki ke satu sebelah, dan yang wanita ke sebelah yang lain. Kemudian saya katakan pada mereka : “Kalian yang laki-laki adalah pesawat MIG Mesir, dan kalian yang wanita adalah pesawat Mirage Israil.” Sekarang saya mau melihat bagaimana pesawat MIG Mesir merontokkan pesawat Mirage Israil.”

Maka pesawat MIG pun dapat merontokkan pesawat Mirage. (Maksudnya yang laki-laki bermesra-mesraan dengan wanita.) Maka demikianlah, pada malam yang menyimpan bara api itu mereka bermabuk-mabukan dan membuat kegaduhan sampai pukul 4 pagi …

Kata Barukh Nadil lebih lanjut : “Mereka pulang ke rumah-rumah mereka dan menjatuhkan kepala mereka di atas bantal. Saya sendiri menaiki pesawat terbang saya untuk melihat langit kota Qahirah. Awan hitam menyelubungi langit kota Qahirah akibat asap dari pesawat-pesawat tempur yang terbakar dan lapangan terbang yang tergempur bom. Jam 5 pagi Israel menyerang pangkalan militer mesir terlebih dahulu"


Bayangkan saja, serangan pertama israel diarahkan ke pesawat-pesawat tempur. Jendral Hob, Panglima Komando angkatan udara Israil, mengatakan : “Kami memata-matai kawasan udara Mesir, ternyata di atas sana hanya tersisa sebuah pesawat tempur" … satu pesawat tempur?!

Bandingkan dengan kondisi di wilayah Amerika di waktu damai, Amerika menerbangkan sepertiga pesawat tempurnya secara rutin di atas wilayah udaranya. Mereka beralasan : Jika negara kami dibom secara tiba-tiba oleh musuh dengan rudal-rudal nuklir atau senjata yang lain, sehingga membakar seluruh pesawat yang ada di bumi, maka kami masih mempunyai sepertiga dari armada pesawat kami di udara ….


Hanya ada satu pesawat yang terbang di udara!! Kata Jendral Hob lebih lanjut : “Jam 4.55 pesawat itu turun dan melandas di lapangan terbang. Selanjutnya kami menyerang selama tiga jam … seluruh pangkalan udara kami sapu dengan bom. Sedikit sekali perlawanan yang diarahkan ke pihak kami …"

Tiga jam!! dari pukul 5.00 sampai pukul 8.00. Dan Pesawat MIG Mesir sedang tidur dan baru bangun sesudah zhuhur…


Maka berakhirlah jalannya sandiwara tersebut. Lalu keluar perintah kepada pasukan yang berada di gurun Sinai. Apa bahasa yang dipergunakan dalam perintah tersebut? "Pesawat-pesawat telah hancur, maka lemparkan senjata dan mundurlah, jangan mundur dengan membawa senjata!! (mundur dgn menyerah)" Dan hampir saja pasukan Mesir mati kehausan dan kelaparan kalau saja Yahudi tidak memperkenankan mereka menyeberangi terusan Suez.

Sesungguhnya orang-orang yang hendak melindungi harta, darah dan kehormatan kaum muslimin

Sesungguhnya orang-orang yang hendak menjaga agama Allah

Sesungguhnya orang-orang yang bermaksud melindungi tempat-tempat sucii

Sesungguhnya orang-orang yang hendak mengembalikan Baitul Maqdis ke tangan kaum muslimin dan membersihkannya dari kotoran/najis Yahudi, akan tetapi mereka tidak memyiapkan diri dan mempersiapkan dirinya dalam kemah-kemah penggemblengan dan mu’askar-mu’askar, serta tidak menjadikan senjata sebagai bagian dari darah mereka dan hidup mereka, tidak larut dalam naungan Al-Qur'an dan bahkan masih terlena oleh kesenangan dunia. Serta terdapat dalam dirinya rasa sombong dan angkuh... mereka tidak akan bisa membebaskan Al-Aqsha...... mesikpun ia memiliki ratusan pesawat tempur dan pasukan...

Seorang Mujahid shiddiq yang tak dikenal namanya (yang apabila hadir di tengah-tengah manusia, tidak dikenali, dan  apabila mereka tidak ada, maka tidak ada yang merasa kehilangan). Mereka akan bersiap-siap dengan sebaik-baik persiapan untuk peperangan, dan tidak akan jauh dari zikir dan tasbih, serta tidak lalai dalam urusan ibadah.  Mereka juga tidak menyisakan waktu untuk mendengar gunjingan atau fitnahan atau hasutan atau aduan.  Karena perkara yang mereka hadapi lebih besar lebih agung, dan lebih penting untuk diperhatikan daripada menaruh perhatian kepada suara katak atau suara burung gagak.  Sesungguhnya perkara itu lebih besar, dari semua itu.


Dalam hadits hasan yang diriwayatkan dari salah satu dari Ashabus Sunan disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah berkata kepada ‘Abdullah bin ‘Amru bin ‘Ash :   “Rasulullah SAW berjalan melintasi kami ketika kami sedang memperbaiki  gubug kami yang telah reot.  Beliau bersabda : “Aku pikir perkara akhirat itu lebih penting dari memperbaiki gubug itu” - Hadits shahih (lihat Shahih Al Jami’ Ash Shaghir 2789)

Dan kita saat ini sibuk memperbaiki gubug kita. Ketahuilah bahwa perkara akhirat itu lebih penting dari memperbaiki gubug.  Karena itu, masalah akhirat selalu menyibukkan kehidupan para mujahid yang shiddiq, taqarrub kepada Allah dalam i'dad & jihad telah memalingkan mereka dari segala sesuatu. Dan mereka lah yang akan membebaskan Al-Aqsha



Abu untuk Al-Mustaqbal.Net
(source: disadur & dikembangkan dari petikan ceramah Tarbiyah Jihadiyah, Abdullah Azzam)
Read More..

Bagaimana Strategi Membebaskan Palestina Dari Cengkraman Yahudi Israel?

Ahad 18 November jalanan utama Jakarta dipenuhi ribuan orang yang menuntut dunia agar peduli pada isu serangan Israel atas Gaza, sebagaimana yang diberita MNC TV masa yang terdiri dari mahasiswa UI, LDK kampus dan masa bebas lainnya berjalan menuju bunderan HI melintasi jalan protokol jakarta dari Jalan Jendral Sudirman menuju bunderan HI, yang menarik masa juga melakukan kegiatan sosial mengumpulkan sumbangan buat Gaza.

Terlihat khas atribut tertentu yang sangat familiar dari kelompok pendemo ini, mulai yel-yel, kafayeh yang diselendangkan, para wanita beserta anak-anaknya yang tumpah di jalanan, anak-anak muda dari berbagai kampus, sampai bentangan bendera nasional Palestina yang dibentangkan dan diarak ketika aksi demo berlangsung. Semoga ini bukan loyalitas semu hanya karena kelompok perjuangan Palestina tertentu satu visi dan misi dengan para pendemo yang pada akhirnya menjerumuskan para pendemo dan kita semua kepada wala’ hizbiy.

Apa Yang Terjadi Dengan Gaza?

Sabtu sore 13 November yang lalu, Qitho’ Al-Ghazzah atau yang populer dengan istilah ‘Jalur Gaza’ memanas, setelah Yahudi Israel berhasil membunuh dua Syaikh yang mulia, Syaikh Abul Bara’ Al-Maqdisi dan Syaikh Abul Walid Al-Maqdisi, keduanya tercatat sebagai komandan dan pimpinan pada Majlis Suro Mujahidin di sekitaran Baitul-Maqdis. Semenjak kesyahidan keduanya di jalur Gaza, sampai sekarang (20/11) Gaza terus memanas, sampai tulisan ini dituliskan Gaza masih dan terus terancam dengan serangan-serangan pengecut Yahudi Israel.

Gaza hari demi hari dihujani bom oleh Yahudi Israel la’natullah tercatat sudah tujuh hari lamanya serangan yahudi Israel terhadap Gaza, dari data yang kami dapatkan korban tewas di pihak Gaza sudah mencapai angka 84 orang yang terdiri dari pria dewasa, para wanita dan-seperti biasa-anak-anak. Adapun jumlah korban luka-luka di pihak Gaza sampai hari ini sudah mencapai angka 660 lebih.

Al-Hamdulillah dengan izin Allah para mujahidin yang diberkahi, para pahlawan Abna’-usy Syam berhasil melakukan perlawanan, tercatat  serangan roket yang dilancarkan ke Israel dari Gaza lebih dari 1093 kali dengan Korban tewas di pihak Israel sebanyak 7 orang tewas di tempat. Adapun Korban luka-luka di pihak Israel ada lebih dari 187 orang, sedangkan kendaraan hancur berupa 1 buah helikopter Apache, 1 buah Drone, dan kendaraan tempur rusak, 2 Buah kapal perang rusak berat, Al-Hamdulillah dengan nikmat Allah sempurnalah perlawanan para mujahidin.

Tidak Ada Kata Damai Dengan Israel

Hari ini kita menyaksikan hari demi hari watak asli keturunan kera dan babi, pemberitaan di televisi yang menampilkan rekaman-rekaman kekacauan di Gaza akibat serangan yahudi Israel. Running teks televisi yang menceritakan korban di pihak Gaza yang didominasi anak-anak dan wanita semangkin menambah pilu luka di hati. Ini semua benar-benar melukiskan watak asli Yahudi Israel yang haus darah kaum Muslimin. Dalam sepekan ini pasukan Yahudi Israel kembali-seperti biasanya-menyerang secara membabi buta kaum Muslimin Gaza dengan bom pesawat dan roket-roket yang mereka luncurkan dari tanah Israel. Bentrokan brutal tersebut Al-Hamdulillah diberitakan hampir seluruh media massa dunia. Berita-berita yang dilansir menggambarkan bahwa bangsa Yahudi Israel memang tidak mengenal kata damai dengan kaum Muslimin.

Untuk itu, sudah seharusnya pula kaum Muslimin menyatakan dengan tegas “Tidak Ada Damai Dengan Yahudi Israel”, sebagaimana yang telah dideklarasikan Syaikh Omar Bin Muhammad Bakriy Fustuq.

Syaikh Omar Bin Muhammad Bakriy Fustuq yang sekarang bermukim di Trablus, Lebanon utara mendeklarasikan dalam bukunya The Peace Process, Is The Peace Process with Israel Possible?, HARAMNYA MELAKUKAN PERJANJIAN PERMANEN DENGAN YAHUDI ISRAEL, Dan jihad-lah solusi krisis Palestina, kemudian beliau menyerukan kepada kaum muslimin secara umum untuk berpartisipasi dan konsen dengan konflik Palestina.

Jihad Untuk Membebaskan Palestina Dari Jajahan Yahudi Israel

Al-Hamdulillah para mujahidin global sudah menaruh tekad yang kuat untuk membebaskan Palestina dari aneksasi Yahudi Israel semenjak zaman Syaikhul Jihad Wal Mujahidin Syaikh Al-Fadhil Abdullah Bin Yusuf Azam sampai ke zaman Imamul Jihad abad ini syaikh Usamah Bin Ladin.

Syaikh Abdullah Azam pernah menyatakan: “Apakah mereka bisa mengembalikan sejengkal saja dari tanah Palestina?. Sesungguhnya dien Allah (Islam) tidak akan menang hanya dengan omong kosong belaka, dan negeri-negeri Islam juga tidak akan terjaga hanya dengan pantun, lagu dan syair serta lainnya.”

Syekh Usamah bin Ladin mengatakan : “Kepada saudara kami di Palestina. Kami ucapkan, Sesungguhnya darah anak-anakmu adalah darah anak kami. Dan darah kalian adalah darah kami. Darah dibalas darah kehancuran dibalas kehancuran. Kami bersaksi atas nama Allah bahwa kami takkan membiarkan kalian sampai kita menang…atau mati seperti Hamzah r.a.

Syekh Aiman Az Zawahiri, Sang Haakimul Ummah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap Palestina dengan mengeluarkan pesan dengan judul "Palestina merupakan urusan kita dan urusan setiap muslim".

Dalam sebuah wawancara dengan As Sahab Media beliau menyatakan:

“Oleh karena ini saya ingatkan kepada setiap orang yang merdeka dan terhormat di Palestina agar tidak membantu menjual Palestina dan tidak membantu menyerahkannya kepada yahudi ataupun berkompromi dengan mereka, meskipun hanya sebutir pasir.

Saya juga tujukan (peringatan saya) kepada setiap orang yang telah masuk dalam organisasi sekuler yang berpaling menjauh dari syariat dan menyerahkan sebagian besar Palestina, dan setuju dengan solusi setan barat dan timur.

Saya tujukan kepada mereka dan saya katakan : Kembalilah kalian kepada kebenaran, kepada jalan Islam dan jihad, berdirilah kalian bersama umat muslim di bawah panji tauhid melawan invasi baru salibis-zionis. Jika kita tidak menyadari bahwa Palestina bukanlah pusat peperangan antara salibis melawan Islam, maka kita tidak akan menyadari sesuatupun. Yakinlah kalian dengan Rabb kalian Sang Pencipta, Pemberi Rizki, Maha Kuat dan Maha Perkasa. Dan ketahuilah bahwa organisasi-organisasi tersebut "tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan." (Al-Furqan: 3). Lalu bagaimana mungkin mereka dapat melakukan segala sesuatu untuk kalian?”

Perhatikan pula, Syaikh Abu Mush'ab Az Zarqawi singa Tauhid Wal Jihad pernah mengatakan ucapan masyhur tentang perjuangan para mujahidin untuk membebaskan (futuhat) Al Aqsha, dengan ucapannya: “Nuqotil Fiel Iroq Wa A’yununa Fie Baitil Maqdis, "kami berperang di Irak sementara mata kami tertuju ke Baitul Maqdis".

Strategi Membebaskan Palestina Dari Aneksasi Yahudi Israel

Strategi yang kami maksud adalah strategi yang diusulkan Syaikh Aiman Adz-Dzhawahiriy, beliau mengusulkan lima langkah strategis membebaskan Palestina dari aneksasi Yahudi Israel, berikut ulasan dan ringkasan lima langkah strategis tersebut:

1.Menyadarkan kaum muslimin kewajiban membebaskan Palestina dari aneksasi Yahudi Israel, yaitu dengan memahamkan bahwa Allah sajalah yang menciptakan, menghidupkan, memberi rezeki dan mengatur alam semesta, maka Dia pula-lah yang sanggup menolong dan memenangkan kita, tidak ada satu kekuatan pun yang dapat membantu kita melawan kedzoliman musuh-musuh Allah kecuali Dia yang menciptakan kita semua.

Adapun pemerintahan-pemerintahan yang menguasai negeri-negeri kaum muslimin hari ini mereka tidak akan sanggup membantu pembebasan Palestina karena mereka terbelenggu dengan aturan PBB yang tidak akan pernah berpihak bagi pembebasan Palestina, justru sebaliknya mereka akan menguatkan keputusan PBB berdirinya negara teroris Israel.

Karenanya kita tidak bisa berpangku tangan kepada pemerintahan-pemerintahan yang menguasai negeri-negeri kaum muslimin hari ini, maka tidak ada kata lain bagi kita kecuali harus merebutnya dari tangan Yahudi Israel dengan jalan jihad fie sabilillah, oleh kerenanya-lah mempersiapkan kekuatan apa saja dalam rangka membebaskan tanah suci Palestina menjadi fardhu a’in hari ini bagi setiap kaum muslimin dimana pun mereka berada, karena Palestina adalah tanah suci mereka, dan mereka terikat kewajiban untuk membebaskannya dari tangan najis Yahudi Israel.

Maka dari sekarang kita mesti menolak langkah normalisasi Israel-Palestina dalam bentuk dan skala apapun, karena yang demikian itu hanya akan menutup jalan jihad kita membebaskan Palestina. Tidak ada kata damai dengan Yahudi Israel jihad-lah solusi bagi Palestina.

2.Menegakkan Imaroh-Imaroh Islamiyah yang tegak berdiri di atas Asas Ubudiyatullah, Imaroh yang berdiri untuk kepentingan kaum muslimin sejagat  raya, Imaroh yang berjihad dalam rangka membebaskan setiap jengkal negeri kaum muslimin dari batas-batas nasionalisme yang diwariskan para penjajah barat kristen dan menjadi malapetaka bagi kaum muslimin secara luas pada hari ini.

Imarah-Imarah tersebut mesti dibangun di atas prinsip Ubudiyatullah, diterapkan padanya syariat Islamiyah sehingga syariat Islamiyah di atas segalanya dan kaum muslimin dipaksakan sesuai dengan kehendak Allah, berbeda dengan negera-negara yang tidak berlaku padanya syariat sekalipun masyarakatnya mayoritas muslim akan tetapi mereka ibarat budak yang dipaksakan kepada mereka kebatilan, kaum muslimin dihasung untuk berekonomikan dengan ekonomi ribawi. Hasilnya sudah dapat ditebak kaum muslimin dikuasai orang kafir dengan cara dipaksakan kepada mereka sistem kehidupan syaithoniyah. Mereka takluk dan terbelenggu dengan sistem-sistem tersebut, mereka lupa akan kewajiban mereka untuk membebaskan Palestina.

Imarah-Imarah inilah yang kemudian menjadi kekuatan garda terdepan mengamalkan sabda Rasulullah “Al-Muslim Lil-Muslim Kal-Bunyani Yasuddu Ba’dhuha Ba’dhon- orang muslim yang satu dengan muslim yang lain seperti satu bangunan yang saling menguatkan. Dalam riwayat yang lain “Kal-Jasadil Wahid, Idzasy Taka Ba’dhuhu Isytaka Al-Jasadu Kulluhu Bisy-Syahari Wal-Humma- seperti jasad yang satu apabila sebagian anggota tubuh merasakan kesakitan maka jasad secara keseluruhan juga akan merasakan demam dan panas.

3.Membantu jihad dan mujahidin dan kalau sanggup bergabung dengan kafilah jihad dan mujahidin khususnya kafilah jihad dan mujahidin yang ada di Syam hari ini.

Perhatikan kaum muslimin, kenapa AS dan negara-negara NATO membiarkan dan bahkan ridho dengan pembantaian yang dilakukan rezim Bashar Assad An-Nusairiy, karena mereka tidak ingin umat ini menyadari dan mempelajari jihad fie sabilillah, mereka tidak ingin tegaknya Imaroh yang menyerukan jihad global membebaskan tanah kaum muslimin, oleh karenanya wajib bagi kita hari ini untuk membantu Jihad Syam, agar nantinya Jihad Syam menjadi titik tolak strategis pembebasan negeri-negeri yang lain, khususnya pembebasan negeri haramaian dari rezim keluarga salul.

Membantu jihad dan mujahidin hari ini sangat variatif sekali, bisa dengan menyebarkan informasi kemenangan-kemenangan mereka, menyebarkan konsep-konsep perlawanan mereka, menyebarkan akar pemahaman keagamaan mereka sampai membantu keluarga mereka yang ditinggalkan dan sampai memasok dana buat perlawanan mereka melawan rezim-rezim diktator yang memerangi mereka di tanah mereka.

4.Menyatukan seluruh potensi kaum muslimin dalam membebaskan Palestina, dengan berkumpulnya para pegiat kemerdekaan Palestina ini yang kemudian didekatkan dengan para pemimpin jihad yang berpengalaman dan sudah teruji maka diharapkan usaha pembebasan Palestina adalah usaha yang serius dan pantang surut apalagi mundur, kemudian potensi yang ada ini diikat dengan mitsaq (ikatan perjanjian) yang menyatukan, diantaranya:

- Hanya tunduk kepada undang-undang syariat tidak kepada keputusan suara mayoritas apalagi kepada keputusan PBB yang dipimpin negara-negara agresor Islam seperti Amerika, Inggris, Prancis, Rusia dan China.

- Bekerja sama membebaskan Palestina dan menolak semua ketetapan PBB yang berkaitan dengan Palestina, seluruh ketetapan, normalisasi hubungan dan perjanjian perdamaian yang diusulkan PBB mesti ditolak. Bagaimana PBB dapat  berpihak kepada kepentingan Islam dan kaum muslimin sementara dialah yang telah mengukuh dan membenarkan penjajahan Rusia atas Checnya, China atas Turkistan Timur (Uighur), India atas Kashmir dan dia jugalah yang telah memberkati penjajahan Israel atas tanah suci Palestina.

-Menghentikan perampokan kekayaan alam secara sistemik yang dilakukan negara-negara barat terhadap kekayaan alam kaum muslimin, khususnya perampokan kekayaan minyak. Dalam hal ini perusahan-perusahan keluarga-keluarga yahudi telah menjelma sebagai lintah yang menghisap dengan rakus seluruh potensi dan kekayaan alam negeri-negeri kaum muslimin, dan negara yang mensponsori kegiatan perampokan ini adalah Amerika dan negara-negara dibelakang perserikatan NATO.

-Mendukung setiap langkah yang menuju kepada revolusi di negara-negara kaum muslimin dalam rangka membersihkan negeri-negeri kaum muslimin dari para boneka barat yang berperan sebagai operator lapangan yang menggantikan fungsi barat secara langsung. Pembersihan para diktator yang berperan sebagai boneka barat ini mesti diarahkan kepada muara syariat Islamiyah, seluruh sisa-sisa potensi dan anasir-anasir rezim diktator sebelumnya harus dibersihkan dan dimarginalkan demi terciptanya negara idependen yang bersyariat tanpa campur tangan asing sedikit pun.


5.Membantu setiap orang yang ditindas, khususnya mereka-mereka yang ditindas tiran-tiran yang diktator di seluruh negeri-negeri kaum muslimin kemudian mengajak mereka berlabuh di pulau impian Imaroh Islamiyah atau justru Khilafah Islamiyah yang adil dan sejahtera.

6.Beramal bersama dengan tandzim-tandzim yang ada dalam rangka menegakkan Khilafah Islamiyah, meyadarkan manusia batilnya setiap ikatan jahiliyah yaitu setiap ikatan yang tidak dibangun di atas Aqidah Islamiyah, yaitu ikatan yang dibangun atas dasar warna kulit, satu bahasa, satu pulau, satu suku dan ras, ikatan atas dasar peta geografis warisan para penjajah barat kristen, ikatan yang berporos pada ideologi-ideologi kafir warisan barat. Semua ini adalah ikatan jahilayah kufriyah. Kita bekerja sama menegakkan khilafah Islamiyah di atas prinsip ta’awun dan ukhuwah sesama muslim, di atas minhaj nubuwah, bekerja di atas kewajiban menyatukan negeri-negeri kaum muslimin yang dipecah para penjajah barat menjadi lebih dari 50 negara yang terpisah-pisah.

Kita bekerja sama dalam rangka menegakkan keadilan ke seluruh dunia dengan syariat yang Allah turunkan kepaada nabi yang mulia, menyebarkan prinsip ta’awun dalam kehidupan sosial, menyebarkan prinsip musyawarah dan menghancurkan sifat otoriter, menciptakan masyarakat madani yang sejahtera, adil, makmur dan sentosa.

Nubuwat Kemenangan Para Pahlawan Syam

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS. Al-Isro’[17]:1).

Firman Allah di atas berbicara tentang negeri Syam (sekarang dipecah menjadi lima negara yang terpisah, diantaranya Palestina yang dianeksasi Yahudi Israel), Allah firmankan “Alladzi Baraknaahu Haulahu- yang telah kami berkahi sekelilingnya”.

Imam Al-Baghowi mengatakan: “Alladzi Baraknaahu Haulahu- yang telah kami berkahi sekelilingnya”, dengan sungai-sungai, pepohonan dan buah-buahan, Imam Mujahid berkata: Allah namakan dia dengan “mubarokan” yang diberkahi dikarenakan dia kota para nabi, tempat turunnya malaikat dan wahyu (5/55).

Ibnu Katsir mengatakan: “Alladzi Baraknaahu Haulahu- yang telah kami berkahi sekelilingnya”, diberkahi dengan pertanian dan buah-buahan (5/5), sementara Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri dalam tafsirnya Aisar At-Tafasir mengatakan: “Alladzi Baraknaahu Haulahu- yang telah kami berkahi sekelilingnya”, yaitu di sekeliling masjid Al-Aqsho, maknanya sekeliling luar masjid yang demikian itu dengan pepohonan, sungai-sungai, buah-buahan adapun di dalam masjid maka berkahnya berkah dalam agama dengan dilipat gandakannya sholat di dalam masjid Al-Aqsho, maksudnya pahala shalat jika shalat di dalam masjid dengan lima ratus kali pahala shalat (2/133).

Dalam ayat yang lain Allah juga berfirman: “Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi (QS. Al-Maidah[5]:21).

Dalam ayat yang lain: “Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia (QS. Al-Anbiya’[21]:71).

Yang dimaksud dengan negeri pada ayat ini adalah negeri Syam, termasuk di dalamnya Palestina. Allah telah memberkahi negeri itu dengan pada umumnya nabi berasal dan negeri ini dan tanahnya disuburkan dengan pepohonannya, buah-buahannya dan sungai-sungainya.

Rasulullah pernah bersabda yang berkitan dengan Ahlusy-Syam, Idza Fasada Ahlusy-Syam Falaa Khoiro Fikum, “apabila penduduk Syam (Palestina masuk diantaranya) rusak maka tidak ada kebaikan pada kalian. Kemudian Rasulullah lanjutkan sabdanya “Laa Tazaalu Thoifatun Min Ummati Manshuriina Laa Yadurruhum Man Khozalahum Hatta Taquumas-Saa’ah, senantiasa akan tetap ada sekelompok dari umatku yang mendapat kemenangan, tidak membahayakan mereka orang-orang yang memusuhi mereka sampai tegak akhir zaman (HR. Ath-Thoyalasiy 1076, Ahmad dalam Al-Musnad 3/346, Thobroniy dalam Al-Kabir 20/27, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 7/230).

Rasulullah pernah berdoa buat negeri Syam dan Yaman yang bergejolak hari ini:

“Allahumma Barik Lana Fie Syamina, Allahumma Barik Lana Fie Yamanina, ya Allah berkahi kami dengan negeri Syam kami, dan berkahilah kami dengan negeri Yaman kami, para sahabat ketika itu menimpali Ya Rasulullah Wa Fie Najdina, wahai Rasulullah pada negeri Najd juga (Najd hari ini Riyadh ibukota Saudi modern) Rasulullah menjawab dengan tegas:

Hunaaka Az-Zalaazil Wal Fitan, di sana akan ada ‘goncangan’ dan ‘fitnah’, Wa Biha Yathlu’u Qornusy Syaithon, dan dari sana akan terbit tanduk syaithon (HR. Al-Bukhori 7094 dari sahabat Ibnu Umar).

Dan bisa saja yang dimaksud dengan tanduk syaithon dalam hadist ini adalah Quwwatusy-Syaithon, kekuatan syaithon. Kekuatan syaithon yang keluar dari daerah Riyadh, dasyatnya Rasulullah sudah memperkirakan akan ada goncangan dan fitnah di ibukota Saudi tersebut.

Dan yang lebih menakjubkan lagi adalah hadist yang diriwayatkan dari sahabat Abdullah Bin Hawaalah, dia berkata Rasulullah bersabda: akan dikuasai segala urusan yakni sampai pasukan yang solid itu lahir yakni pasukan Syam, Yaman dan Iraq, Jundun Bisy-Syam, Jundun Bil Yaman, Jundun Bil Iroq, Ibnu Hawaalah Berkata: Khir Liy In Adraktu Dzalika Ya Rasulallah, wahai Rasulullah kabarkan padaku apa yang mesti saya lakukan kalau saya mendapati kejadian tersebut, Rasulullah menyarankan: “Alaika Bisy-Syam Fa Innaha Khoiratullah Min Ardhihi”, kamu mesti ke Syam karena Syam adalah kebaikan Allah yakni pada tanahnya, (HR. Abu Daud dan dishohihkan oleh Al-Baniy).

Allahu Akbar, Allah telah tetapkan melalui lisan Rasul-Nya kemenangan berada di tangan jundu-Syam, jundul-Yaman, dan Jundul-Iroq, ketiga tempat ini sekarang dipadati mujahidin lokal dan internasional.

Min Huna Nabda Wa Fiel-Aqsho Naltaqiy

Kita semua  sama-sama tahu kekejaman Yahudi Israel menganeksasi Palestina dan masjid Al Aqsho, dan dasyatnya itu telah lama terjadi, disaksikan jutaan mata dunia internasional tanpa ada campur tangan dunia internasional dengan serius sebagaimana yang kita lihat bersama pada Iraq dan Libia.

Oleh karenanya tidak berlebihan kalau kita katakan posisi umat Islam hari ini antara iman dan kufur, bagaimana tidak? Padahal salah satu syarat lurusnya tauhid adalah benarnya Al-Wala’ (loyalitas) Wal Baro’ (dis-loyalitas), kepada siapa kita berikan loyalitas kita dan kepada siapa kita berikan dis-loyalitas kita.

Semenjak Bush Junior mengumumkan peperangan terhadap kaum muslimin atas nama terorisme, umat Islam malah minder berdiri membela Islam dan kaum muslimin, dalam hal ini terlihat jelas pada kasus Palestina. Sebenarnya sangat banyak jurnalis muslim di berbagai media massa tapi berapa dari yang banyak ini yang tergerak untuk mengabarkan tentang perjuangan kaum muslimin, khususnya mengabarkan perlawanan kaum muslimin di Palestina?

Sungguh, menolong saudara muslim kita di Palestina adalah kewajiban yang tidak boleh lagi ditunda-tunda. Karena umat Islam adalah bersaudara dan tak terpisahkan oleh batas geografis warisan penjajah barat kristen.

“Dan jika mereka (orang mukmin) meminta pertolonganmu dalam agama maka tolonglah mereka ” (QS. Al-Anfal [8]: 72).

Al-Hamdulillah umat Islam Indonesia memiliki kesadaran yang tinggi dalam hal ini maka jangan heran kita akan menjumpai banyak organisasi dan komunitas yang konsen memperjuangkan pembebasan Palestina.

Maka kita mulai dari sini, persiapkan diri. Bantulah saudara muslim Palestina lewat artikel, pemberitaan perjuangan mereka, sumbangan dana, relawan kemanusiaan, sampai personil jihad yang berjihad mengusir penjajah Yahudi Israel dari tanah suci Palestina.

Palestina Kami Bersama Kalian!!!

Tabi Dakwah Najd
Analis Shariah Institute
Selasa, 6 Muharram 1434 H/20 November 2012 M
Al-Mustaqbal.net-Masa Depan Islam
http://al-mustaqbal.net
Read More..