Selasa, 20 November 2012

Bagaimana Strategi Membebaskan Palestina Dari Cengkraman Yahudi Israel?

Ahad 18 November jalanan utama Jakarta dipenuhi ribuan orang yang menuntut dunia agar peduli pada isu serangan Israel atas Gaza, sebagaimana yang diberita MNC TV masa yang terdiri dari mahasiswa UI, LDK kampus dan masa bebas lainnya berjalan menuju bunderan HI melintasi jalan protokol jakarta dari Jalan Jendral Sudirman menuju bunderan HI, yang menarik masa juga melakukan kegiatan sosial mengumpulkan sumbangan buat Gaza.

Terlihat khas atribut tertentu yang sangat familiar dari kelompok pendemo ini, mulai yel-yel, kafayeh yang diselendangkan, para wanita beserta anak-anaknya yang tumpah di jalanan, anak-anak muda dari berbagai kampus, sampai bentangan bendera nasional Palestina yang dibentangkan dan diarak ketika aksi demo berlangsung. Semoga ini bukan loyalitas semu hanya karena kelompok perjuangan Palestina tertentu satu visi dan misi dengan para pendemo yang pada akhirnya menjerumuskan para pendemo dan kita semua kepada wala’ hizbiy.

Apa Yang Terjadi Dengan Gaza?

Sabtu sore 13 November yang lalu, Qitho’ Al-Ghazzah atau yang populer dengan istilah ‘Jalur Gaza’ memanas, setelah Yahudi Israel berhasil membunuh dua Syaikh yang mulia, Syaikh Abul Bara’ Al-Maqdisi dan Syaikh Abul Walid Al-Maqdisi, keduanya tercatat sebagai komandan dan pimpinan pada Majlis Suro Mujahidin di sekitaran Baitul-Maqdis. Semenjak kesyahidan keduanya di jalur Gaza, sampai sekarang (20/11) Gaza terus memanas, sampai tulisan ini dituliskan Gaza masih dan terus terancam dengan serangan-serangan pengecut Yahudi Israel.

Gaza hari demi hari dihujani bom oleh Yahudi Israel la’natullah tercatat sudah tujuh hari lamanya serangan yahudi Israel terhadap Gaza, dari data yang kami dapatkan korban tewas di pihak Gaza sudah mencapai angka 84 orang yang terdiri dari pria dewasa, para wanita dan-seperti biasa-anak-anak. Adapun jumlah korban luka-luka di pihak Gaza sampai hari ini sudah mencapai angka 660 lebih.

Al-Hamdulillah dengan izin Allah para mujahidin yang diberkahi, para pahlawan Abna’-usy Syam berhasil melakukan perlawanan, tercatat  serangan roket yang dilancarkan ke Israel dari Gaza lebih dari 1093 kali dengan Korban tewas di pihak Israel sebanyak 7 orang tewas di tempat. Adapun Korban luka-luka di pihak Israel ada lebih dari 187 orang, sedangkan kendaraan hancur berupa 1 buah helikopter Apache, 1 buah Drone, dan kendaraan tempur rusak, 2 Buah kapal perang rusak berat, Al-Hamdulillah dengan nikmat Allah sempurnalah perlawanan para mujahidin.

Tidak Ada Kata Damai Dengan Israel

Hari ini kita menyaksikan hari demi hari watak asli keturunan kera dan babi, pemberitaan di televisi yang menampilkan rekaman-rekaman kekacauan di Gaza akibat serangan yahudi Israel. Running teks televisi yang menceritakan korban di pihak Gaza yang didominasi anak-anak dan wanita semangkin menambah pilu luka di hati. Ini semua benar-benar melukiskan watak asli Yahudi Israel yang haus darah kaum Muslimin. Dalam sepekan ini pasukan Yahudi Israel kembali-seperti biasanya-menyerang secara membabi buta kaum Muslimin Gaza dengan bom pesawat dan roket-roket yang mereka luncurkan dari tanah Israel. Bentrokan brutal tersebut Al-Hamdulillah diberitakan hampir seluruh media massa dunia. Berita-berita yang dilansir menggambarkan bahwa bangsa Yahudi Israel memang tidak mengenal kata damai dengan kaum Muslimin.

Untuk itu, sudah seharusnya pula kaum Muslimin menyatakan dengan tegas “Tidak Ada Damai Dengan Yahudi Israel”, sebagaimana yang telah dideklarasikan Syaikh Omar Bin Muhammad Bakriy Fustuq.

Syaikh Omar Bin Muhammad Bakriy Fustuq yang sekarang bermukim di Trablus, Lebanon utara mendeklarasikan dalam bukunya The Peace Process, Is The Peace Process with Israel Possible?, HARAMNYA MELAKUKAN PERJANJIAN PERMANEN DENGAN YAHUDI ISRAEL, Dan jihad-lah solusi krisis Palestina, kemudian beliau menyerukan kepada kaum muslimin secara umum untuk berpartisipasi dan konsen dengan konflik Palestina.

Jihad Untuk Membebaskan Palestina Dari Jajahan Yahudi Israel

Al-Hamdulillah para mujahidin global sudah menaruh tekad yang kuat untuk membebaskan Palestina dari aneksasi Yahudi Israel semenjak zaman Syaikhul Jihad Wal Mujahidin Syaikh Al-Fadhil Abdullah Bin Yusuf Azam sampai ke zaman Imamul Jihad abad ini syaikh Usamah Bin Ladin.

Syaikh Abdullah Azam pernah menyatakan: “Apakah mereka bisa mengembalikan sejengkal saja dari tanah Palestina?. Sesungguhnya dien Allah (Islam) tidak akan menang hanya dengan omong kosong belaka, dan negeri-negeri Islam juga tidak akan terjaga hanya dengan pantun, lagu dan syair serta lainnya.”

Syekh Usamah bin Ladin mengatakan : “Kepada saudara kami di Palestina. Kami ucapkan, Sesungguhnya darah anak-anakmu adalah darah anak kami. Dan darah kalian adalah darah kami. Darah dibalas darah kehancuran dibalas kehancuran. Kami bersaksi atas nama Allah bahwa kami takkan membiarkan kalian sampai kita menang…atau mati seperti Hamzah r.a.

Syekh Aiman Az Zawahiri, Sang Haakimul Ummah menaruh perhatian yang sangat besar terhadap Palestina dengan mengeluarkan pesan dengan judul "Palestina merupakan urusan kita dan urusan setiap muslim".

Dalam sebuah wawancara dengan As Sahab Media beliau menyatakan:

“Oleh karena ini saya ingatkan kepada setiap orang yang merdeka dan terhormat di Palestina agar tidak membantu menjual Palestina dan tidak membantu menyerahkannya kepada yahudi ataupun berkompromi dengan mereka, meskipun hanya sebutir pasir.

Saya juga tujukan (peringatan saya) kepada setiap orang yang telah masuk dalam organisasi sekuler yang berpaling menjauh dari syariat dan menyerahkan sebagian besar Palestina, dan setuju dengan solusi setan barat dan timur.

Saya tujukan kepada mereka dan saya katakan : Kembalilah kalian kepada kebenaran, kepada jalan Islam dan jihad, berdirilah kalian bersama umat muslim di bawah panji tauhid melawan invasi baru salibis-zionis. Jika kita tidak menyadari bahwa Palestina bukanlah pusat peperangan antara salibis melawan Islam, maka kita tidak akan menyadari sesuatupun. Yakinlah kalian dengan Rabb kalian Sang Pencipta, Pemberi Rizki, Maha Kuat dan Maha Perkasa. Dan ketahuilah bahwa organisasi-organisasi tersebut "tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan." (Al-Furqan: 3). Lalu bagaimana mungkin mereka dapat melakukan segala sesuatu untuk kalian?”

Perhatikan pula, Syaikh Abu Mush'ab Az Zarqawi singa Tauhid Wal Jihad pernah mengatakan ucapan masyhur tentang perjuangan para mujahidin untuk membebaskan (futuhat) Al Aqsha, dengan ucapannya: “Nuqotil Fiel Iroq Wa A’yununa Fie Baitil Maqdis, "kami berperang di Irak sementara mata kami tertuju ke Baitul Maqdis".

Strategi Membebaskan Palestina Dari Aneksasi Yahudi Israel

Strategi yang kami maksud adalah strategi yang diusulkan Syaikh Aiman Adz-Dzhawahiriy, beliau mengusulkan lima langkah strategis membebaskan Palestina dari aneksasi Yahudi Israel, berikut ulasan dan ringkasan lima langkah strategis tersebut:

1.Menyadarkan kaum muslimin kewajiban membebaskan Palestina dari aneksasi Yahudi Israel, yaitu dengan memahamkan bahwa Allah sajalah yang menciptakan, menghidupkan, memberi rezeki dan mengatur alam semesta, maka Dia pula-lah yang sanggup menolong dan memenangkan kita, tidak ada satu kekuatan pun yang dapat membantu kita melawan kedzoliman musuh-musuh Allah kecuali Dia yang menciptakan kita semua.

Adapun pemerintahan-pemerintahan yang menguasai negeri-negeri kaum muslimin hari ini mereka tidak akan sanggup membantu pembebasan Palestina karena mereka terbelenggu dengan aturan PBB yang tidak akan pernah berpihak bagi pembebasan Palestina, justru sebaliknya mereka akan menguatkan keputusan PBB berdirinya negara teroris Israel.

Karenanya kita tidak bisa berpangku tangan kepada pemerintahan-pemerintahan yang menguasai negeri-negeri kaum muslimin hari ini, maka tidak ada kata lain bagi kita kecuali harus merebutnya dari tangan Yahudi Israel dengan jalan jihad fie sabilillah, oleh kerenanya-lah mempersiapkan kekuatan apa saja dalam rangka membebaskan tanah suci Palestina menjadi fardhu a’in hari ini bagi setiap kaum muslimin dimana pun mereka berada, karena Palestina adalah tanah suci mereka, dan mereka terikat kewajiban untuk membebaskannya dari tangan najis Yahudi Israel.

Maka dari sekarang kita mesti menolak langkah normalisasi Israel-Palestina dalam bentuk dan skala apapun, karena yang demikian itu hanya akan menutup jalan jihad kita membebaskan Palestina. Tidak ada kata damai dengan Yahudi Israel jihad-lah solusi bagi Palestina.

2.Menegakkan Imaroh-Imaroh Islamiyah yang tegak berdiri di atas Asas Ubudiyatullah, Imaroh yang berdiri untuk kepentingan kaum muslimin sejagat  raya, Imaroh yang berjihad dalam rangka membebaskan setiap jengkal negeri kaum muslimin dari batas-batas nasionalisme yang diwariskan para penjajah barat kristen dan menjadi malapetaka bagi kaum muslimin secara luas pada hari ini.

Imarah-Imarah tersebut mesti dibangun di atas prinsip Ubudiyatullah, diterapkan padanya syariat Islamiyah sehingga syariat Islamiyah di atas segalanya dan kaum muslimin dipaksakan sesuai dengan kehendak Allah, berbeda dengan negera-negara yang tidak berlaku padanya syariat sekalipun masyarakatnya mayoritas muslim akan tetapi mereka ibarat budak yang dipaksakan kepada mereka kebatilan, kaum muslimin dihasung untuk berekonomikan dengan ekonomi ribawi. Hasilnya sudah dapat ditebak kaum muslimin dikuasai orang kafir dengan cara dipaksakan kepada mereka sistem kehidupan syaithoniyah. Mereka takluk dan terbelenggu dengan sistem-sistem tersebut, mereka lupa akan kewajiban mereka untuk membebaskan Palestina.

Imarah-Imarah inilah yang kemudian menjadi kekuatan garda terdepan mengamalkan sabda Rasulullah “Al-Muslim Lil-Muslim Kal-Bunyani Yasuddu Ba’dhuha Ba’dhon- orang muslim yang satu dengan muslim yang lain seperti satu bangunan yang saling menguatkan. Dalam riwayat yang lain “Kal-Jasadil Wahid, Idzasy Taka Ba’dhuhu Isytaka Al-Jasadu Kulluhu Bisy-Syahari Wal-Humma- seperti jasad yang satu apabila sebagian anggota tubuh merasakan kesakitan maka jasad secara keseluruhan juga akan merasakan demam dan panas.

3.Membantu jihad dan mujahidin dan kalau sanggup bergabung dengan kafilah jihad dan mujahidin khususnya kafilah jihad dan mujahidin yang ada di Syam hari ini.

Perhatikan kaum muslimin, kenapa AS dan negara-negara NATO membiarkan dan bahkan ridho dengan pembantaian yang dilakukan rezim Bashar Assad An-Nusairiy, karena mereka tidak ingin umat ini menyadari dan mempelajari jihad fie sabilillah, mereka tidak ingin tegaknya Imaroh yang menyerukan jihad global membebaskan tanah kaum muslimin, oleh karenanya wajib bagi kita hari ini untuk membantu Jihad Syam, agar nantinya Jihad Syam menjadi titik tolak strategis pembebasan negeri-negeri yang lain, khususnya pembebasan negeri haramaian dari rezim keluarga salul.

Membantu jihad dan mujahidin hari ini sangat variatif sekali, bisa dengan menyebarkan informasi kemenangan-kemenangan mereka, menyebarkan konsep-konsep perlawanan mereka, menyebarkan akar pemahaman keagamaan mereka sampai membantu keluarga mereka yang ditinggalkan dan sampai memasok dana buat perlawanan mereka melawan rezim-rezim diktator yang memerangi mereka di tanah mereka.

4.Menyatukan seluruh potensi kaum muslimin dalam membebaskan Palestina, dengan berkumpulnya para pegiat kemerdekaan Palestina ini yang kemudian didekatkan dengan para pemimpin jihad yang berpengalaman dan sudah teruji maka diharapkan usaha pembebasan Palestina adalah usaha yang serius dan pantang surut apalagi mundur, kemudian potensi yang ada ini diikat dengan mitsaq (ikatan perjanjian) yang menyatukan, diantaranya:

- Hanya tunduk kepada undang-undang syariat tidak kepada keputusan suara mayoritas apalagi kepada keputusan PBB yang dipimpin negara-negara agresor Islam seperti Amerika, Inggris, Prancis, Rusia dan China.

- Bekerja sama membebaskan Palestina dan menolak semua ketetapan PBB yang berkaitan dengan Palestina, seluruh ketetapan, normalisasi hubungan dan perjanjian perdamaian yang diusulkan PBB mesti ditolak. Bagaimana PBB dapat  berpihak kepada kepentingan Islam dan kaum muslimin sementara dialah yang telah mengukuh dan membenarkan penjajahan Rusia atas Checnya, China atas Turkistan Timur (Uighur), India atas Kashmir dan dia jugalah yang telah memberkati penjajahan Israel atas tanah suci Palestina.

-Menghentikan perampokan kekayaan alam secara sistemik yang dilakukan negara-negara barat terhadap kekayaan alam kaum muslimin, khususnya perampokan kekayaan minyak. Dalam hal ini perusahan-perusahan keluarga-keluarga yahudi telah menjelma sebagai lintah yang menghisap dengan rakus seluruh potensi dan kekayaan alam negeri-negeri kaum muslimin, dan negara yang mensponsori kegiatan perampokan ini adalah Amerika dan negara-negara dibelakang perserikatan NATO.

-Mendukung setiap langkah yang menuju kepada revolusi di negara-negara kaum muslimin dalam rangka membersihkan negeri-negeri kaum muslimin dari para boneka barat yang berperan sebagai operator lapangan yang menggantikan fungsi barat secara langsung. Pembersihan para diktator yang berperan sebagai boneka barat ini mesti diarahkan kepada muara syariat Islamiyah, seluruh sisa-sisa potensi dan anasir-anasir rezim diktator sebelumnya harus dibersihkan dan dimarginalkan demi terciptanya negara idependen yang bersyariat tanpa campur tangan asing sedikit pun.


5.Membantu setiap orang yang ditindas, khususnya mereka-mereka yang ditindas tiran-tiran yang diktator di seluruh negeri-negeri kaum muslimin kemudian mengajak mereka berlabuh di pulau impian Imaroh Islamiyah atau justru Khilafah Islamiyah yang adil dan sejahtera.

6.Beramal bersama dengan tandzim-tandzim yang ada dalam rangka menegakkan Khilafah Islamiyah, meyadarkan manusia batilnya setiap ikatan jahiliyah yaitu setiap ikatan yang tidak dibangun di atas Aqidah Islamiyah, yaitu ikatan yang dibangun atas dasar warna kulit, satu bahasa, satu pulau, satu suku dan ras, ikatan atas dasar peta geografis warisan para penjajah barat kristen, ikatan yang berporos pada ideologi-ideologi kafir warisan barat. Semua ini adalah ikatan jahilayah kufriyah. Kita bekerja sama menegakkan khilafah Islamiyah di atas prinsip ta’awun dan ukhuwah sesama muslim, di atas minhaj nubuwah, bekerja di atas kewajiban menyatukan negeri-negeri kaum muslimin yang dipecah para penjajah barat menjadi lebih dari 50 negara yang terpisah-pisah.

Kita bekerja sama dalam rangka menegakkan keadilan ke seluruh dunia dengan syariat yang Allah turunkan kepaada nabi yang mulia, menyebarkan prinsip ta’awun dalam kehidupan sosial, menyebarkan prinsip musyawarah dan menghancurkan sifat otoriter, menciptakan masyarakat madani yang sejahtera, adil, makmur dan sentosa.

Nubuwat Kemenangan Para Pahlawan Syam

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS. Al-Isro’[17]:1).

Firman Allah di atas berbicara tentang negeri Syam (sekarang dipecah menjadi lima negara yang terpisah, diantaranya Palestina yang dianeksasi Yahudi Israel), Allah firmankan “Alladzi Baraknaahu Haulahu- yang telah kami berkahi sekelilingnya”.

Imam Al-Baghowi mengatakan: “Alladzi Baraknaahu Haulahu- yang telah kami berkahi sekelilingnya”, dengan sungai-sungai, pepohonan dan buah-buahan, Imam Mujahid berkata: Allah namakan dia dengan “mubarokan” yang diberkahi dikarenakan dia kota para nabi, tempat turunnya malaikat dan wahyu (5/55).

Ibnu Katsir mengatakan: “Alladzi Baraknaahu Haulahu- yang telah kami berkahi sekelilingnya”, diberkahi dengan pertanian dan buah-buahan (5/5), sementara Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jaza’iri dalam tafsirnya Aisar At-Tafasir mengatakan: “Alladzi Baraknaahu Haulahu- yang telah kami berkahi sekelilingnya”, yaitu di sekeliling masjid Al-Aqsho, maknanya sekeliling luar masjid yang demikian itu dengan pepohonan, sungai-sungai, buah-buahan adapun di dalam masjid maka berkahnya berkah dalam agama dengan dilipat gandakannya sholat di dalam masjid Al-Aqsho, maksudnya pahala shalat jika shalat di dalam masjid dengan lima ratus kali pahala shalat (2/133).

Dalam ayat yang lain Allah juga berfirman: “Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi (QS. Al-Maidah[5]:21).

Dalam ayat yang lain: “Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia (QS. Al-Anbiya’[21]:71).

Yang dimaksud dengan negeri pada ayat ini adalah negeri Syam, termasuk di dalamnya Palestina. Allah telah memberkahi negeri itu dengan pada umumnya nabi berasal dan negeri ini dan tanahnya disuburkan dengan pepohonannya, buah-buahannya dan sungai-sungainya.

Rasulullah pernah bersabda yang berkitan dengan Ahlusy-Syam, Idza Fasada Ahlusy-Syam Falaa Khoiro Fikum, “apabila penduduk Syam (Palestina masuk diantaranya) rusak maka tidak ada kebaikan pada kalian. Kemudian Rasulullah lanjutkan sabdanya “Laa Tazaalu Thoifatun Min Ummati Manshuriina Laa Yadurruhum Man Khozalahum Hatta Taquumas-Saa’ah, senantiasa akan tetap ada sekelompok dari umatku yang mendapat kemenangan, tidak membahayakan mereka orang-orang yang memusuhi mereka sampai tegak akhir zaman (HR. Ath-Thoyalasiy 1076, Ahmad dalam Al-Musnad 3/346, Thobroniy dalam Al-Kabir 20/27, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 7/230).

Rasulullah pernah berdoa buat negeri Syam dan Yaman yang bergejolak hari ini:

“Allahumma Barik Lana Fie Syamina, Allahumma Barik Lana Fie Yamanina, ya Allah berkahi kami dengan negeri Syam kami, dan berkahilah kami dengan negeri Yaman kami, para sahabat ketika itu menimpali Ya Rasulullah Wa Fie Najdina, wahai Rasulullah pada negeri Najd juga (Najd hari ini Riyadh ibukota Saudi modern) Rasulullah menjawab dengan tegas:

Hunaaka Az-Zalaazil Wal Fitan, di sana akan ada ‘goncangan’ dan ‘fitnah’, Wa Biha Yathlu’u Qornusy Syaithon, dan dari sana akan terbit tanduk syaithon (HR. Al-Bukhori 7094 dari sahabat Ibnu Umar).

Dan bisa saja yang dimaksud dengan tanduk syaithon dalam hadist ini adalah Quwwatusy-Syaithon, kekuatan syaithon. Kekuatan syaithon yang keluar dari daerah Riyadh, dasyatnya Rasulullah sudah memperkirakan akan ada goncangan dan fitnah di ibukota Saudi tersebut.

Dan yang lebih menakjubkan lagi adalah hadist yang diriwayatkan dari sahabat Abdullah Bin Hawaalah, dia berkata Rasulullah bersabda: akan dikuasai segala urusan yakni sampai pasukan yang solid itu lahir yakni pasukan Syam, Yaman dan Iraq, Jundun Bisy-Syam, Jundun Bil Yaman, Jundun Bil Iroq, Ibnu Hawaalah Berkata: Khir Liy In Adraktu Dzalika Ya Rasulallah, wahai Rasulullah kabarkan padaku apa yang mesti saya lakukan kalau saya mendapati kejadian tersebut, Rasulullah menyarankan: “Alaika Bisy-Syam Fa Innaha Khoiratullah Min Ardhihi”, kamu mesti ke Syam karena Syam adalah kebaikan Allah yakni pada tanahnya, (HR. Abu Daud dan dishohihkan oleh Al-Baniy).

Allahu Akbar, Allah telah tetapkan melalui lisan Rasul-Nya kemenangan berada di tangan jundu-Syam, jundul-Yaman, dan Jundul-Iroq, ketiga tempat ini sekarang dipadati mujahidin lokal dan internasional.

Min Huna Nabda Wa Fiel-Aqsho Naltaqiy

Kita semua  sama-sama tahu kekejaman Yahudi Israel menganeksasi Palestina dan masjid Al Aqsho, dan dasyatnya itu telah lama terjadi, disaksikan jutaan mata dunia internasional tanpa ada campur tangan dunia internasional dengan serius sebagaimana yang kita lihat bersama pada Iraq dan Libia.

Oleh karenanya tidak berlebihan kalau kita katakan posisi umat Islam hari ini antara iman dan kufur, bagaimana tidak? Padahal salah satu syarat lurusnya tauhid adalah benarnya Al-Wala’ (loyalitas) Wal Baro’ (dis-loyalitas), kepada siapa kita berikan loyalitas kita dan kepada siapa kita berikan dis-loyalitas kita.

Semenjak Bush Junior mengumumkan peperangan terhadap kaum muslimin atas nama terorisme, umat Islam malah minder berdiri membela Islam dan kaum muslimin, dalam hal ini terlihat jelas pada kasus Palestina. Sebenarnya sangat banyak jurnalis muslim di berbagai media massa tapi berapa dari yang banyak ini yang tergerak untuk mengabarkan tentang perjuangan kaum muslimin, khususnya mengabarkan perlawanan kaum muslimin di Palestina?

Sungguh, menolong saudara muslim kita di Palestina adalah kewajiban yang tidak boleh lagi ditunda-tunda. Karena umat Islam adalah bersaudara dan tak terpisahkan oleh batas geografis warisan penjajah barat kristen.

“Dan jika mereka (orang mukmin) meminta pertolonganmu dalam agama maka tolonglah mereka ” (QS. Al-Anfal [8]: 72).

Al-Hamdulillah umat Islam Indonesia memiliki kesadaran yang tinggi dalam hal ini maka jangan heran kita akan menjumpai banyak organisasi dan komunitas yang konsen memperjuangkan pembebasan Palestina.

Maka kita mulai dari sini, persiapkan diri. Bantulah saudara muslim Palestina lewat artikel, pemberitaan perjuangan mereka, sumbangan dana, relawan kemanusiaan, sampai personil jihad yang berjihad mengusir penjajah Yahudi Israel dari tanah suci Palestina.

Palestina Kami Bersama Kalian!!!

Tabi Dakwah Najd
Analis Shariah Institute
Selasa, 6 Muharram 1434 H/20 November 2012 M
Al-Mustaqbal.net-Masa Depan Islam
http://al-mustaqbal.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar