Minggu, 04 November 2012

Kabar Jihad Poso....!!

Pengejaran Gunung Biru Nihil, Aparat Bunuhi Warga di Kota Poso

POSO (voa-islam.com) - Tak membuahkan hasi dari upaya Densus 88 dan aparat gabungan untuk menangkap pelaku pembunuhan 2 polisi di Gunung Biru, Poso, aparat kini justru mulai mengacak-ngacak Poso Kota untuk menangkap setiap warga yang dicurigai sebagai Mujahidin.

Setelah penangkapan di lorong mawar, Dusun III, Desa Kalora, Poso yang mengakibatkan 2 orang luka dan satu warga bernam Jipo alias Ibeng gugur ditembak Densus 88 pada Rabu (31/10/2012) lalu, Densus 88 kembali melakukan penggerebegan di Jalan Pulau Sabang,desa Kayamanya Poso Kota.

Dalam penggerebegan di sebuah rumah didepan Masjid Muhajirin sekitar seratus meter dari pasar Sentral Poso,pada Sabtu (3/11/2012) sekitar pukul 05.30 WITA, Densus 88 menangkap seorang ustadz bernama Yasin. Menurut keterangan warga sekitar dalam penggerebegan tersebut sebenarnya tidak ada baku tembak atau perlawanan sama sekali seperti yang diberitakan oleh sejumlah media.

Ketika terjadi penangkapan terhadap ustadz Yasin seorang warga lain bernama Khalid baru saja pulang dari masjid Al Muhajirin setelah melaksanakan sholat subuh. Khalid yang tidak tahu menahu adanya penangkapan tersebut kemudian ditangkap oleh Densus 88, setelah ditangkap kemudian Khalid disuruh berjalan, setelah berjalan kemudian Densus 88 melepaskan tembakan menembak kaki Khalid.

Akibat tembakan tersebut Khalid terjatuh,setelah terhatuh kemudian Densus 88 menembak kepala Khalid yang menyebabkan Khalid gugur ditempat kejadian.

"Setelah ditangkap Khalid disuruh jalan kemudian ditembak kakinya, setelah jatuh Polisi menembak kepala khalid," ujar salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya kepada voa-islam.com, Sabtu (3/11/2012).

Tindakan sewenang-wenang Densus 88 tersebut membuat warga marah dan sempat terjadi baku lempar antara warga dengan aparat Kepolisian.

Sampai pukul 10.00 WITA suasana di jalan Pulau Sabang Desa Kayamanya masih memanas, sesekali terdengar pekikan takbir dari warga masyarakat yang marah.

Ustadz Yasin sendiri menurut informasi didapat dibawa ke Palu, sedangkan jenazah Khalid dibawa ke RSU Poso. Sampai berita ini ditulis masyarakat masih berkumpul di Jalan Sabang dan suasana masih pun masih tegang. [AF]

Densus 88 Bunuh dan Tangkap Warga, Situasi Poso Memanas

POSO (voa-islam.com) - Tindakan arogan Densus 88 yang menangkap ustadz Yasin dan membunuh Khalid pada Sabtu (03/11/2012) pukul 05.30 WITA memicu amarah warga Muslim Poso.

Kronologis dari kemarahan warga terhadap aparat yang bertindak arogan diawali dari penangkapan dan pembunuhan pagi itu terjadi di Jalan Pulau Sabang Desa Kayamanya Kota Poso. Penangkapan tersebut disaksikan warga dan tanpa perlawanan apalagi baku tembak ataupun  pelemparan granat oleh korban  seperti yang diberitakan oleh sejumlah media.

Buntut dari penembakan Densus 88 yang saat itu baru pulang shalat shubuh dan tidak melawan sama sekali akhirnya membuat warga Poso marah.

Keadaan Kota Poso semakin memanas setelah keluarga Khalid, korban pembunuhan Densus 88 mendatangi Polres Poso meminta agar jenazah Khalid dikembalikan supaya bisa segera dimakamkan.

Awalnya pihak Polisi melalui Kapolres Poso AKBP Eko Santoso bersikeras tidak mau menyerahkan jenazah Khalid dengan alasan akan dibawa ke Jakarta dan jenazah sekarang sudah berada di Palu. Namun setelah beberapa tokoh masyarakat muslim Poso mendatangi Polres akhirnya pihak Polisi berjanji akan mengembalikan jenazah Khalid ke keluarganya.

Suasana kota Poso memanas ketika selesai shalat dzuhur berjama'ah di masjid Muhajirin warga dihadang oleh Brimob di jalan Pulau  Sabang Kayamanya. Keadaan semakin tidak terkendali sampai kemudian terjadi baku lempar antara warga dengan aparat Brimob di pertigaan Kayamanya Jalan Pulau Bangka.
Menghadapi warga yang marah dan melempari aparat dengan batu, aparat Brimob membalas dengan menembakkan gas air mata. Bahkan untuk menghadapi massa tersebut, pasukan Brimob melengkapi pertahanannya dengan dua buah kendaraan Baracuda.

"Brimob menggunakan dua buah baracuda dan gas air mata," ujar Yanto, salah seorang warga Poso, kepada voa-islam.com, Sabtu (3/11/2012).

Akibat bentrokkan warga melawan Polisi keadaan kota Poso lumpuh total. Toko-toko, perkantoran dan pusat perbelanjaan tutup menghentikan kegiatannya. Kondisi Poso yang semakin memanas hingga siang tadi belum ada tanda-tanda akan mereda.

Sementara itu dari informasi yang diperoleh, jenazah Khalid korban pembunuhan oleh Densus 88 sedang dalam perjalanan dari Palu menuju Poso untuk dikembalikan kepada keluarganya. [AF]

Tiga Belas Orang Warga Muslim Poso Ditangkap Polisi

POSO (voa-islam.com) - Densus 88 dan Brimob pada Sabtu (3/11/2012) siang  menangkapi belasan warga Muslim Poso tak bersalah. Aksi penangkapan itu dilakukan saat warga berkerumun di sepanjang Jalan Pulau Sumatera Trans Sulawesi.
ketika itu warga Muslim Poso melakukan aksi meminta Polisi memulangkan jenazah Kholid yang meninggal di tembak Densus 88 Mabes polri usai sholat Shubuh di Masjid Al-Muhajirin, Kelurahan Kayamanya, Poso.
Jenazah Khalid yang ditembak tanpa perlawanan hingga meninggal ditempat langsung dilarikan ke Polda Sulteng di Palu atau sekitar 250 kilometer sebelah barat Kota Poso. Menurut informasi yang dihimpun rencananya jenazah Kholid akan diterbangkan ke Jakarta. Namun hal itu urung dilakukan lantaran warga Muslim Poso meminta jenazah Kholid segera dikembalikan pada keluarga untuk dikebumikan.
Kota Poso sempat memanas dan aparat pun menurunkan personil Densus 88 dan Brimob serta kendaraan baracuda untuk menghadapi warga.
Saat itu pula ada sekitar tiga belas warga Muslim Poso yang ditangkap, mereka diantaranya: Nono, Nurdin, Abdul Rahman Musa, ustadz Jamil, Ridwan, Aslimudin, Ilham, Muh Hijran, Muh Andri, Chandra Johan Aswin, Ilias, Zainudin dan Iman.
Menurut warga sejumlah orang yang ditangkap itu sedang melintasi di jalan raya dan duduk-duduk didepan rumah melihat situasi ketika bentrok berlangsung. Beberapa warga yang ditangkap sempat dipukuli puluhan Brimob dan Polisi hingga berdarah-darah, warga yang ditangkap dipaksa berjalan kaki di sepanjang jalan Trans Sulawesi sejauh kurang lebih satu kilometer menuju Polres Poso. Sedang sebahagian yang ditangkap ada pula yang dibawa dengan sepeda motor dengan kondisi tubuh penuh luka. [AF/Sahid]

Situasi Mencekam, Warga Poso Minta Umat Islam Panjatkan Doa

POSO (voa-islam.com) - Buntut penangkapan ustadz Yasin dan penembakan seorang warga Poso bernama Khalid akhirnya menimbulkan kerusuhan di kota Poso.

Kondisi kota Poso pun mencekam akibat bentrok antara umat Islam terhadap aparat. Umat Islam Poso turun ke jalan, sementara jalan-jalan diblokir, penuh bekas lemparan batu dan ban yang dibakar.

“Sekarang mencekam, karena aparat bekejar terus, masyarakat semua turun, bakar-bakar ban, dari mulai muka Polres kurang lebih 3 KM dan blokir jalan,” ujar Abdullah, salah seorang warga kota Poso, Sabtu (3/11/2012).

Menurutnya, kemaran warga Poso memuncak akibat penembakan terhadap Khalid yang saat itu baru pulang shalat shubuh. Ia ditangkap hidup-hidup namun tiba-tiba ditembak Densus 88 padahal yang bersangkutan tidak melakukan perlawanan.

“Kita cuma mau minta jenazah saja. Warga benci dengan aparat karena penembakan tadi pagi.  Tidak ada perlawanan, dorang salah tembak ini. Ikhwan itu ditangkap hidup-hidup, tapi Densus tembak,” tuturnya.

Hingga siang tadi, massa masih berkonsentrasi di kota Poso. Sementara pihak aparat menerjunkan Densus 88 dibantu Brimob dan baracuda. “Masih konsentrasi ini, masih bakar-bakar, sekitar 300 meter dari saya ada baracuda, Densus 88 dan Brimob,” ungkapnya.
...Kepada umat Islam, doakan saja kami di sini, masyarakat di sini juga sudah antusias membela umat Islam

Ekspresi kebencian masyarakat tehadap aparat terlihat dari aksi pengeruskan pos-pos polisi di kota Poso.

Dengan kondisi mencekam seperti ini, warga Poso hanya mengharap pertolongan Allah dan meminta kaum muslimin mendoakan mereka.
“Kepada umat Islam, doakan saja kami di sini, masyarakat di sini juga sudah antusias membela umat Islam,” tutupnya. [El Raid]     

Perjuangan Umat Islam Poso Buahkan Hasil, Jenazah Kholid Dikembalikan

POSO (voa-islam.com) - Usaha keluarga Kholid dan masyarakat muslim Poso yang menuntut agar jenazah Kholid korban pembunuhan oleh Densus 88 dikembalikan akhirnya membuahkan hasil.

Sebelumnya pihak kepolisian bersikeras akan membawa jenazah Kholid ke Jakarta. Bahkan menurut informasi yang didapat jenazah Kholid sudah sampai di Rumah Sakit Bhayangkara, Palu.

Jenazah Kholid akhirnya tiba di rumah duka di desa Kayamanya kota Poso Sulawesi Tengah, pada Sabtu (03/11/2012) pukul 18.30 WITA.
...Ada bekas tembakkan di ubun-ubun tembus di dagu, dada dibelah sampai bagian perutnya
Kondisi jenazah Kholid sangat mengenaskan karena terdapat luka tembak di atas kepala dan tembus ke dagu dengan kondisi dada sobek hingga ke perut.

 "Ada bekas tembakkan di ubun-ubun tembus di dagu, dada dibelah sampai bagian perutnya," ujar Farhan salah seorang warga Kayamanya, Poso yang turut menyaksikan jenazah Kholid, pada Sabtu (03/11/2012).

Jika melihat bekas luka pada jenazah Kholid maka besar kemungkinan bahwa Kholid ditembak dalam jarak yang sangat dekat.

Sebelumnya pihak keluarga berencana akan menguburkan jenazah Kholid malam ini setelah shalat ‘Isya jika cuaca mendukung. Sekitar pukul 19.00 WITA kota Poso diguyur hujan deras, namun setelah menunggu beberapa saat akhirnya jenazah Kholid dimakamkan malam ini juga.

Untuk diketahui, Kholid  adalah seorang  PNS sebagai Polisi Kehutanan. Ia memiliki seorang istri yang tengah hamil dan seorang anak. Keluarga kholid tinggal di Jalan Pulau Sabang Desa Kayamanya Kota Poso. Ia bersama ustadz Yasin ditangkap usai melaksanakan shalat Shubuh.

Media sekuler memberitakan jika telah terjadi baku tembak dalam penangkapan tersebut. Namun menurut kesaksian warga, Kholid ditembak Densus 88 tanpa perlawanan, sebab ia baru saja pulang shalat Shubuh dari Masjid Al Muhajirin. [AF]


2 komentar:

  1. wah kejam amat ya polisi disana....
    semoga tuhan selalu memberkati yg tertindas...

    BalasHapus
  2. Negara yang katanya mayoritas muslim
    tp di sana muslim dipojokkan dianiyaya
    sama aparat anjing2 kapitalis barat

    BalasHapus