Kamis, 29 November 2012

Kabar Jihad Suriah

Dalam waktu 24 jam, pejuang Suriah tembak jatuh 2 pesawat tempur rezim


DAMASKUS   - Dalam waktu kurang dari 24 jam, pejuang Suriah menggunakan rudal untuk menjatuhkan dua pesawat milik tentara rezim Alawiyah di utara Suriah.
Sejak akhir Juli lalu, rezim Suriah telah menggunakan jet tempur untuk mencoba menekan pergerakan para Mujahid Suriah yang tumbuh dengan pesat.  Angkatan udara membombardir wilayah-wilayah yang telah dibebaskan oleh pejuang Suriah di seluruh negeri, menyebabkan korban yang sangat tinggi.
Tetapi Rabu (28/11/2012) pagi, pejuang Suriah menembak jatuh pesawat tempur di provinsi Aleppo, ujar seorang wartawan AFP.
Pesawat tersebut jatuh setelah dihantam oleh ledakan besar, kepulan asap hitam tebal membumbung ke angkasa, ujar wartawan yang berjarak hanya beberapa kilometer dari lokasi kejadian.
Para pejuang Suriah beberapa jam sebelumnya juga menjatuhkan sebuah helikopter militer untuk pertama kalinya.
"Ini adalah titik balik," ujar Riad Kahwaji, seorang pengamat ahli.
"Jika angkatan udara Suriah mulai kehilangan beberapa pesawat setiap harinya, akan menjadi titik balik penting karena rezim akan kehilangan keunggulannya dan tidak lagi dapat menggunakan sarana utamanya," lanjut Kahwaji kepada AFP.
Jet terjatuh di kebun zaitun yang berjarak kurang dari satu mil dari desa Tourmanin di utara Aleppo. (haninmazaya/arrahmah.com)


964 tentara Bashar tewas dalam baku tembak antar mereka‏

JABAL TURKMAN  - Dalam sepekan terakhir terjadi pertempuran sengit antara gerilyawan Jaisyul Hurr dengan tentara Bashar Asad di daerah Jabal Turkman. Perang berlangsung dalam cuaca yang sangat dingin disertai hujan dan angin kencang.
"Terjadi friendly fire oleh tentara Bashar," kata Hammad, seorang paramedis lokal yang banyak mempunyai kenalan para mujahidin. "Saat itu mujahidin sedang berhadapan dengan tentara Bashar. Tiba-tiba datang bala bantuan Bashar dari arah belakang mujahidin. Mereka terkepung.
Alhamdulillah, pasukan Bashar melihat mengira bala bantuan Bashar yang datang sebagai mujahidin. Akibatnya, mereka saling baku tembak. 964 tentara mereka tewas dalam 4 hari terakhir. Sementara dari pihak mujahidin, 30 orang syahid," tutur Hammad. 
Laporan tim Hilal Ahmar Society
(siraaj/AY/arrahmah.com)

Allahu Akbar! Mujahidin Kaukasus ikut terjun ke medan Jihad Suriah

KAUKASUS - Publikasi secara berkala muncul dalam pers negara-negara Barat dan Arab mengenai partisipasi Mujahid Kaukasus termasuk Chechnya dalam pertempuran melawan pasukan rezim Alawiyah pimpinan Assad di Suriah.
Tema ini tidak hanya dipantau oleh dinas keamanan di berbagai negara, tetapi juga oleh pers internasional.
Menariknya dalam hal ini adalah penerbitan sebuah artikel mengenai "Pejuang Islam Chechnya Bertempur di Suriah" dalam harian yang diterbitkan oleh orang-orang Kristen Pakistan, nama surat kabar mereka adalah Pakistan christian Post, lansir Kavkaz Center.
Surat kabar itu menuliskan bahwabanyak relawan dari berbagai negara berperang di Suriah, namun yang paling diperhatikan oleh Barat adalah relawan dari Chechnya karena pengalaman mereka.
"Mengingat ketidakstabilan saat ini di beberapa bagian di Kaukasus, maka mengapa Chechen melibatkan diri di Suriah?"  Tanya Pakistan Christian Post dalam artikelnya.
Tanpa menjawab pertanyaan sendiri, surat kabar itu menulis bahwa Turki dan Georgia telah memberikan persetujuan diam-diam untuk keselamatan warga Chechnya atau kedua negara terlibat dalam operasi rahasia yang ditujukan kepada Federasi Rusia.
Pakistan Christian Post juga mengklaim bahwa "CIA, Ankara dan layanan keamanan Inggris dan Perancis berkoordinasi" melawan rezim Assad di Suriah.

Harian itu mengutip sebuah situs Amerika, The Long War Journal (TLWJ) yang melaporkan partisipasi Mujahidin dari Chechnya dan wilayah lain di Imarah Kaukasus dalam perang di Suriah.
"Front Al Nusrah untuk rakyat, sebuah kelompok yang terhubung dengan Al Qaeda, yang memerangi rezim Bshar al-Assad di Suriah, telah mengklaim beberapa serangan bunuh diri serta operasi lain bersama para pejuang chechnya," tulis TLWJ.
Al Nusrah mengaku telah melancarkan serangkaian serangan syahid yang menargetkan tentara rezim Assad.  Pernyataan disertai dengan gambar dari bom mobil serta ledakan di sebuah rumah sakit.  Mujahidin Al Nusrah meledakkan sebuah bom mobil yang diparkir di luar rumah sakit dan meluncurkan serangan bersenjata.
Surat kabar itu lebih lanjut menulis bahwa pejuang Islam Chechnya dan Front Al-nusrah melancarkan serangan "bunuh diri" terbaru terhadap angkatan bersenjata Suriah yang menggunakan rumah sakit untuk berlindung sebagai markas-red) di Aleppo.
Surat kabar tersebut lebih lanjut melaporkan bahwa Federasi Rusia harus sangat khawatir tentang pergerakan ini, karena di masa depan situasi di Chechnya dapat dihidupkan kembali jika mereka memperoleh basis bersama dengan modal dan persenjataan segar.
Mereka juga menunjukkan dengan mengacu pada media Rusia bahwa Moskow telah meminta Turki untuk menutup Fund of the Chechen dan Caucasian Unity, namun Moskow tidak mengharapkan respon positif karena mereka tahu "dukungan Turki ada di tingkat teratas". (haninmazaya/arrahmah.com)

Alhamdulillah, syariat Islam diterapkan oleh pengadilan-pengadilan syariat di propinsi Idlib yang dikuasai mujahidin Islam dan FSA

IDLIB - Syariat Islam telah diterapkan oleh pengadilan-pengadilan syariat di kota-kota dan desa-desa dalam propinsi Idlib yang dikuasai oleh kelompok revolusi. Demikian stasiun TV Al-Jazeera melaporkan langsung dari propinsi Idlib, Selasa (27/11).
Wartawan TV Al-Jazeera pada Selasa mengunjungi pengadilan syariat pihak revolusi (mahkamah syar'iyah tsauriyah) di propinsi pinggiran Idlib. Ia mewancarai sejumlah ulama yang menjadi hakim syar'i di pengadilan tersebut.
Syaikh Hasan Daghim, pimpinan umum Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah, menjelaskan, "Mahkamah Syar'iyah Tsauuriyah di propinsi pinggiran Idlib setiap harinya meninjau sekitar 60 kasus. Hukum-hukum yang diputuskan oleh Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah bersandar kepada syariat Islam.
Keberadaan Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah merupakan tuntutan yang sangat mendesak untuk melancarkan urusan masyarakat, dalam perkara kejahatan pidana, perzinaan, persengketaan, perceraian, pernikahan dan perkara-perkara keluarga serta pergaulan kemasyarakatan lainnya."
Sementara itu syaikh Safar Muhammad Safar, ketua Pengadilan Pidana Syariat pihak revolusi atau Mahkamah Jinayas Syar'iyah Tsauriyah, mengatakan: "Kami di pengadilan syariat ini telah bekerja sejak sekitar setahun yang lalu. Kami menyelesaikan perkara-perkara pidana yang menggantung pada pengadilan hukum positip selama bertahun-tahun, di mana pengadilan-pengadilan itu kewalahan menghadapi perkara-perkara yang diajukan kepadanya.
Perkara-perkara pidana yang menggantung selama bertahun-tahun, (dengan berdasar hukum-hukum syariat) kami mampu menyelesaikannya dalam beberapa hari saja, segala puji bagi Allah."
Syaikh Hasan Daghim menjelaskan lebih lanjut bahwa para ulama dan hakim syariat yang bekerja pada Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah adalah orang-orang yang berjuang bersama mujahidin, FSA dan rakyat muslim Suriah selama revolusi berlangsung. Tidak heran apabila mereka mendapat kepercayaan penuh masyarakat dan masyarakat menyelesaikan perkaranya secara sukarela melalui Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah.
Untuk melaksanakan vonis yang telah ditetapkan, Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah didukung oleh kepolisian syariat yang dibentuk dari mujahidin Islam dan FSA. Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah juga memiliki penjara pusat di propinsi Idlib.
Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah juga memiliki sejumlah pengacara untuk membela para terdakwa yang tidak bersalah. Selain itu, Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah juga menerima banding dari terdakwa jika syarat-syarat banding telah terpenuhi. Demikian laporan wartawan stasiun TV Al-Jazeera, Mahmud Murad, dari propinsi pinggiran Idlib.
Penerapan syariat Islam di kota-kota dan desa-desa yang telah dikuasai oleh mujahidin Islam dan FSA di propinsi pinggiran Idlib sungguh berita yang membawa berkah bagi rakyat muslim Suriah.
Semoga keberkahannya bisa meluas dan diikuti oleh pembentukan Mahkamah Syar'iyah Tsauriyah lainnya di seluruh kota dan desa di Suriah yang telah dikuasai oleh mujahidin Islam dan FSA. Semoga kehadirannya menghancurkan makar negara-negara Barat dan rezim-rezim boneka yang menghendaki pemerintahan demokrasi sekuler di Suriah.
(muhib almajdi/arrahmah.com)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar