Selasa, 13 November 2012

Kepada saudara-saudara kami yang berjihad lagi ber-ribath

Kepada saudara-saudara kami yang berjihad lagi ber-ribath
--------------------------------------------------------------------------


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Segala puji bagi Alloh, sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada Rosululloh. Kemudian…


Sesungguhnya Alloh ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:


وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ


"Dan kalau saja Alloh tidak menolak sebagian manusia dengan sebagian yang lain, sungguh bumi ini (pasti) rusak. Akan tetapi Alloh memiliki karunia atas alam ini.” (QS. Al-Baqoroh: 251)


As-Sa’diy rohimahulloh berkata,


"Maksudnya kalau saja Dia tidak menolak tipu daya orang-orang jahat dan permusuhan orang-orang kafir, pastilah bumi ini rusak karena orang-orang kafir menguasainya, menegakkan syi’ar-syi’ar kekafiran, melarang beribadah kepada Alloh dan (melarang) menampakkan diin-Nya. Akan tetapi Alloh memiliki karunia untuk alam ini, di mana Dia syariatkan jihad kepada mereka kaum muslimin yang di dalamnya terdapat kebahagiaan dan pembelaan terhadap (diri) mereka. Dan Alloh akan memberikan tamkin (kekuasaan) kepada mereka kaum muslimin dengan sebab-sebab yang mereka ketahui dan sebab-sebab yang tidak mereka ketahui.” (Hingga di sini perkataan as-Sa’diy rohimahulloh)


Sungguh Nabi shollallohu ‘alayhi wa sallam telah memberikan informasi, bahwa ada sekelompok (thoifah) dari ummat ini yang Alloh ta’ala jalankan untuk melaksanakan urusan yang penting lagi mulia ini. Mereka akan membela umat yang mulia ini dengan senjata, lalu Alloh menangkan mereka dalam (melawan) musuh-musuh mereka dan Dia berikan rizki kepada mereka dari naungan tombak. Beliau berkata,


ولا تزال طائفة من أمتي يقاتلون في سبيل الله لا يضرهم من خالفهم , يزيغ الله قلوب قوم ليرزقهم منهم ويقاتلون حتى تقوم الساعة


“Dan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang berperang di jalan Alloh dan orang-orang yang menyelisihi mereka tidak akan memberikan marabahaya kepada mereka. Alloh akan mencondongkan hati suatu kaum untuk memberikan rizki kepada sekelompok (yang berperang) itu dari mereka dan (kelompok itu) akan (terus) berperang hingga hari kiamat.” [HR. at-Thobroniy dalam al-Kubro]


Thoifah (kelompok) ini yang paling awalnya, penghulunya dan teladannya adalah Rosululloh shollallohu ‘alayhi wa sallam dan para sahabat beliau rodhiyallohu ‘anhum yang mulia. Hari ini, semua yang menegakkan dalam peperangan besar ini demi (membela) islam dan kaum muslimin dengan sabar lagi berharap (ridho Alloh), maka dia adalah bagian dari thoifah manshuroh (kelompok yang mendapat kemenangan) insya Alloh. Beruntunglah seorang hamba yang dijadikan oleh Alloh bagian dari mereka dan diteguhkan hingga (wafat) bertemu dengan-Nya, serta melihat janji dan kabar gembira-Nya.


Orang yang rugi adalah orang yang tidak pernah memukulkan anak panah (senjata) dalam peperangan besar ini. Para mujahid adalah pelopor umat islam, keturunan dan bagian dari umat ini. Mereka berperang hanya untuk (membela) diin-nya, kemuliaannya, dan (untuk) mengangkat musibah darinya. Mereka (para mujahidin) adalah orang yang paling berhak dan paling baik terhadap umat ini. Mereka (para mujahidin) adalah orang yang paling peduli dan paling simpati terhadap umat ini. Tidak ada yang lebih menunjukkan hal itu selain mereka mengerahkan darah, harta dan jiwa yang mereka miliki untuk (membela) islam dan kaum muslimin.


Imam Ahmad bin Hanbal rohimahulloh berkata,


" ليس يعدل لقاء العدو شيء , ومباشرة القتال بنفسه أفضل الأعمال , والذين يقاتلون العدو هم الذين يدفعون عن الإسلام وعن حريمهم , فأي عمل أفضل منه ؟ الناس آمنون وهم خائفون , قد بذلوا مهج أنفسهم


“Tidak ada suatu apapun yang menandingi bertemu musuh. Langsung berperang dengan jiwanya adalah amal yang paling utama. Orang-orang yang memerangi musuh adalah orang-orang yang membela islam dan kehormatan mereka. Maka amal apa yang lebih utama dari jihad? Orang-orang dalam keadaan tenteram sedangkan mereka (yang berperang) dalam keadaan takut. Sungguh mereka telah mengerahkan darah jiwa mereka.” [Hingga di sini perkataan beliau rohimahulloh]


Hari ini, Ahlul Jihad (orang yang berjihad) pada satu fase yang tidak sama seperti fase-fase terdahulu. Fase itu adalah fase sebelum kemenangan insyaAlloh. Fase itu adalah fase hilangnya kekuatan musuh, hancurnya ketajaman mereka dan hilangnya daulah mereka insyaAlloh. Akan tetapi semua ini bermakna, bahwa musuh itu akan mengerahkan segala kekuatan dan strategi mereka dalam usaha meraka yang sia-sia, insyaAlloh, untuk membinasakan kita dan menjaga sisa kehidupan mereka. Mereka akan memberontak ketika urat mereka dipotong dan darah mereka muncrat (keluar).


Dalam menghadapi ini maknanya kita harus mengambil persiapan untuk fase ini dan bekerja sebaik-baiknya pada fase ini. Kita juga harus mengerahkan segala kemampuan yang masih tersisa pada peperangan besar ini sebagaimana musuh mengerahkan segala kemampuannya yang masih tersisa. Meskipun hal itu penuh dengan luka yang hampir tidak bisa selamat (dari luka itu). Jangan sampai musuh yang kafir itu lebih bersabar dari kita, lebih konsisten, lebih kuat tekatnya dan lebih banyak pengorbanannya. Mereka itu hanyalah Ahlul Bathil (orang yang bersalah), perang mereka untuk dunia dan mereka yang mati masuk nereka. Sedangkan kita adalah Ahlul Haq (orang yang benar), perang kita untuk Alloh dan orang yang mati di antara kita masuk surga.


Marilah wahai hamba-hamba Alloh, teguhlah dan bertaqwalah kepada Alloh, karena tidak ada yang tersisa kecuali sedikit insyaAlloh. Kezholiman telah lenyap dan islam lah yang tinggi.


وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ بِنَصْرِ اللَّهِ يَنصُرُ مَن يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ


“pada hari itu orang-orang beriman gembira dengan (datangnya) pertolongan Alloh. Dia menangkan siapa yang Dia kehendaki dan Dia lah Yang maha mulia lagi penyayang.” (QS. Ar-Rum: 4-5)


Ketika pagi kaum memuji orang yang dermawan

Dan hilanglah dari mereka ketiadaan serangan[2]


Hendaknya seorang hamba mengetahui bahwa kerasnya ujian bermakna dekatnya kelapangan sebagaimana Alloh ta’ala berfirman,


إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً


“Sesungguhnya kemudahan bersama dengan kesulitan.” (QS. Al-Insyiroh: 6)


Sesungguhnya, bagian dari sunnah Alloh ta’ala adalah menguji hamba-hamba-Nya agar terpisah antara yang jujur dengan yang bohong dan antara mu’min dengan munafiq sebagaimana Alloh ta’ala berfirman,


مَّا كَانَ اللّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَى مَا أَنتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىَ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَمَا كَانَ اللّهُ لِيُطْلِعَكُمْ عَلَى الْغَيْبِ وَلَكِنَّ اللّهَ يَجْتَبِي مِن رُّسُلِهِ مَن يَشَاءُ فَآمِنُواْ بِاللّهِ وَرُسُلِهِ وَإِن تُؤْمِنُواْ وَتَتَّقُواْ فَلَكُمْ أَجْرٌ عَظِيمٌ


“Alloh tidak akan membiarkan kaum mu’minin dalam Keadaan kalian sekarang ini[3], sehingga Dia memisahkan yang buruk (munafik) dengan yang baik (mu’min). dan Alloh tidak akan memperlihatkan kepada kamu hal-hal yang ghaib, akan tetapi Allah memilih siapa yang dikehendaki-Nya di antara rosul-rosul-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rosul-rosu-Nya; dan jika kalian beriman dan bertaqwa, Maka bagimu pahala yang besar.” (QS. Alu ‘Imron: 179)


Jalan jihad adalah jalan yang berhamburan dengan duri, penuh dengan resiko dan bertabiat susah. Akan tetapi rasa takut dan rasa sakit pada beban-beban itu akan hilang ketika seorang mujahid melihat akhir jalan(nya) dan buah kesabaran(nya) yang gigih. Akhir jalan ini adalah salah satu di antara dua kebaikan; kemenangan atau kesyahidan. Akhir jalan ini adalah tamkin bagi kaum mu’minin di dunia dan kesuksesan dengan (mendapat) surga dan derajat yang tinggi di akhirat sebagaimana Alloh ta’ala berfirman, “

فَآتَاهُمُ اللّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الآخِرَةِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ


“Maka Alloh berikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. dan Alloh menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Alu ‘Imron: 148)

...
 
catatan : akhuna Hendro Fernando

Tidak ada komentar:

Posting Komentar