Selasa, 06 November 2012

Pentingnya Bidang Media Dan Komputer Dalam Jihad

Syekh Izuddin Ar Roshofi-rahimahullah-dalam bukunya yang berjudul “Jihadnya Orang Yang Tidak Hadir Dalam Jihad” menjelaskan betapa pentingnya bidang media dan komputer dalam jihad.

Dalam buku tersebut beliau mengatakan, ‘berusahalah mempelajari tata cara proses komputer dan bagaimana cara menjaganya, serta segala yang engkau mampu dari ilmu di bidang komputer. Dan jadikanlah niatmu dalam hal itu adalah untuk jihad fisabilillah dan membela agamanya. Pelajarilah segala yang berkaitan dengan situs–situs internet dalam membuat web, membangun forum (situs) dan korespondensi melalui e-mail. Begitu juga tata cara menghancurkan situs–situs yang menyerang Islam, dan hal–hal yang berkenaan dengan pembuatan film–film, bagaimana tata cara menggunakan alat perekam gambar dan memproduksi film–film, hingga cara meng-upload (mengunggah) ke internet dan situs–situs jihad, mengcopy dalam bentuk lembaran–lembaran, cd, dan kaset–kaset. Bekerja dengan cara wajar dan ini adalah yang paling dibutuhkan oleh pasukan media para Mujahidin pada hari ini.

Tentara Garis Kedua Bagi Jihad

Hal penting dalam buku karya Syekh Izuddin ini adalah penjelasan tentang peran serta orang yang tidak hadir dalam jihad dalam membantu di garis depan, khususnya dalam bidang media.

Syekh Izuddin menjelaskan, ‘Setelah kita menyempurnakan latihan dan persiapan yang berkaitan dengan mujahadatun nafs dan wilayah pengaruhnya (keluarga dan teman), maka tibalah waktunya sekarang masuk ke dalam medan perang. Medan perang kali ini tidak biasa sebagaimana perang–perang sebelumnya, jangan engkau bayangkan terjadi baris pemisah antara dua pasukan. Perang hari ini telah berkelompok–kelompok menjadi 3 dimensi saling menyerang dan tidak ada batas akhirnya, dan barisan peperangan melawan musuh menjadi beraneka ragam dan banyak sekali. Terkadang terjadi di medan perang di atas tanah, dan terkadang terjadi di salah satu medan, dan terkadang terjadi di salah satu saluran televisi, dan terkadang terjadi di situs–situs internet.

Terkadang terjadi pada sebuah buku, makalah atau saluran telepon dalam salah satu acara televisi, dan semuanya mendapatkan pahala. Berdasarkan hal ini maka sesungguhnya medan jihad hari ini menjadi dapat dipenuhi oleh orang–orang yang dekat maupun yang jauh, bagi orang–orang yang tidak dimudahkan baginya jalan masuk menuju medan jihad sebenarnya, atau berhubungan dengan para pemimpin–pemimpin front yang telah membantu beberapa orang tertentu tidak masuk ke medan perang dan mereka tetap di luar sebagai pemasok logisitik. Maka wilayah batas negeri Islam (tsugur) menjadi banyak sekali. Tidak cukup hanya untuk memback up para pemanggul senjata, pembuat bom dan ranjau.

Jika para pemanggul senjata dan berperang dengan darahnya adalah Mujahidin yang paling utama dan dia berada di garis depan di medan perang, maka sesungguhnya garis depan ini memerlukan garis kedua agar ia terus berjalan dan berkembang. Sangat membutuhkan orang yang memberikan bantuannya dengan harta, kata–kata dan segala hal yang dapat memperpanjang jihadnya dan menambah keteguhannya. Dan setiap orang yang melakukan pekerjaan itu kita namakan dengan garis kedua bagi jihad.

Oleh karena itu kami katakan : jika bagimu belum ada kesempatan menjadi yang berada di garis depan dalam jihad dan engkau belum mampu berhijroh ke medan perang, maka janganlah engkau mengharamkan dirimu sendiri untuk menjadi para tentara garis kedua. Karena jihad melawan musuh tidak hanya sebatas memeranginya secara langsung.

Bagaimana Cara Untuk Berperan Serta?

Lalu apa saja peran dari garis kedua dan apa harapan kita agar kita dapat perbuat darinya? Syekh Izuddin menjelaskannya dengan gamblang. Beliau berkata, ‘Di garis kedua ini engkau bertanggungjawab untuk memenuhi apa saja yang dibutuhkan para Mujahidin, yang dapat memperpanjang keteguhan mereka dalam perang di garis depan (pertama).

Syekh Izuddin memberikan banyak contoh-contoh, diantaranya yang terkait bidang media adalah :

Membutuhkan orang–orang yang dapat membantu mereka (Mujahidin) dengan informasi-informasi tentang musuh mereka, bagaimana mereka bergerak, bagaimana mereka berpikir dan berencana.

Membutuhkan orang–orang yang menolong mereka dengan kata–kata, buku–buku, program–program, dan pena. Membutuhkan orang yang membantah pernyataan–pernyataan buruk yang mereka terima di berbagai sarana media massa.

Membutuhkan orang–orang yang menghubungi salah satu program atau berita TV, agar dapat membela para Mujahidin dengan kata–kata dan mencela para munafikin dan kaum kafir dengan kata–kata.

Membutuhkan orang–orang yang menyampaikan suara mereka kepada dunia, hingga dunia mendengar apa yang tidak disukai oleh musuh–musuh untuk mendengarnya.

Membutuhkan orang–orang yang menghembuskan isu–isu di barisan musuh dan menimbulkan perpecahan diantara mereka.

Membutuhkan orang–orang yang berdoa bagi mereka dengan kemenangan dan keteguhan di tengah malam sedangkan manusia tidur.

Dan masih banyak lagi yang lainnya. Jadi, maukah Antum sekalian berperan serta?

Wallahu’alam bis showab!

M Fachry/al-mustaqbal

4 komentar:

  1. Astagfirullah Hal Adzim.....
    Antum2 sekalian selalu menghujat densus banci lah, pengecut lah, ini lah, itu lah.... tapi pada kenyataannya yang beraninya main hadang dan culik serta bunuh orang yang baru pulang dari hadiri undangan hajatan siapa?
    selepas itu antum sekalian mengaku jihad tapi nyatanya kalian hanya sekelompok preman yang main belakang dengan mengatas namakan Agama Rasulullah S.A.W
    Antum sekalian menantang densus??? Astagfirullah.... belum densus yang datang malah baru teman - teman yang baru pemanasan tapi kalian sudah lari terbirit - birit meninggalkan gunung biru yang kalian sebut sebagai basis latihan antum dengan meninggalkan semua yang antum selama ini banggakan.
    sekarang pertanyaannya yang banci siapa? yang pengecut siapa? senjata yg kalian elu2kan dimana? katanya nunggu densus di gunung biru? MANA??????????? BANCI KALENG PENGECUT!!!!!!
    Antum tidak lebih dari segerombolan orang yang mengaku2 jihad ternyata hanya banci kaleng yang mengatas namakan agama yang cuma berani main belakang trus koar2 kayak anak bebek nyari makan.
    Klo antum cuma banci kaleng pengecut mendingan antum potong itu kelelakian trus pake rok saja dan buka salon kecantikan di lantai dua pasar sentarl poso sana. itu lebih pas buat antum.
    Banci.....
    Maling Koq Teriak Maling.
    Kalo berani keluar!!!! Hadap Hadapan seperti yang antum semua bilang dalam surat tantangan yang postingkan.
    Dasar Pengecut......

    BalasHapus
  2. Oo ada anshor syeithon lagi koar2 sok pahlawan,biar dapat pujian dr tuannya 'Densuu'88'..or mau dpt bagian dr amrik au australi?..yah biarlah anjing menggonggong, mujahid tetap b'lalu!
    الله أَكْبَر

    BalasHapus
  3. ALLOH tidak tidur
    azab ALLOH lebih pedih dari yang mereka perbuat
    sampai mereka tidak bisa membayangkannya..
    yakinlah kemenangan itu datang..doa kami bersama kalian
    wahai singa singa ALLOH.

    BalasHapus
  4. bismillah numpang copy paste ya di blog pribadi saya dengan menyertakan sumber ..
    yahyaphysic.blogspot.com

    BalasHapus