Selasa, 20 November 2012

Seruan Jihad Untuk Membebaskan Al Aqsha

Membebaskan Masjid Al Aqsha di Palestina adalah impian setiap Muslim sejati. Membebaskan Palestina adalah impian tertinggi kaum Muslimin, khususnya mujahidin. Membebaskan Al Aqsha adalah tujuan utama pergerakan jihad di Afghanistan sejak kepemimpinan Syekhul Jihad, Syekh Abdullah Azzam rahimahullah, hingga kepemimpinan Syekh Usamah bin Laden rahimahullah.

Futuhat atau pembebasan Masjid Al Aqha adalah sebuah kepastian, karena dia adalah janji Allah SWT., serta nubuwah Rasulullah SAW.

Allah SWT., berfirman :

“Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali, dan kamu pasti akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Maka apabila dating saat hukuman bagi kejahatan yang pertama dari kejahatan itu, Kami mendatangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar, lalu mereka mencarimu keluar masuk kampong (dan lorong) ke seluruh negeri. Suatu ketetapan yang pasti akan terlaksana.” (QS Al Isra’ : 4-5)

Asy Syekh As’ad Bayudh At Tamimi menjelaskan dalam bukunya “Impian Yahudi dan Kehancurannya Menurut Al Qur’an” :

“Dan ayat-ayat di atas diisyaratkan bahwa kaum Muslimin akan memasuki Masjid Al Aqsha seperti (nenek moyang mereka) pernah memasukinya dahulu dengan kemenangan gilang-gemilang, dan akan menghancurleburkan semua proyek keangkuhan Yahudi itu baik yang material maupun yang moral spiritual.

Rasulullah SAW., bersabda :

“Belum akan tiba kiamat, hingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi, kemudian mereka diperangi oleh kaum Muslimin, sehingga batu dan pohon berkata : Hai Muslim, hai hamba Allah! Inilah seorang Yahudi bersembunyi di belakang ku, datangilah dan bunuhlah, kecuali pohon Al-Ghorqad, karena ia tergolong pohon (simpatisan) kaum Yahudi.” (HR, Asy-Syaikhan : Al Bukhari dan Muslim)

Asy Syekh As’ad Bayudh At Tamimi kembali menjelaskan bahwa pohon Al Gharqad itu terbilang pohon perdu yang bercabang-cabang, dewasa ini banyak ditanam hampir di seluruh kawasan Palestina, dan hingga kini penduduk An-Naqab di Palestina menamakannya pohon “Gharqad”, meskipun di tempat-tempat lainnya di sana sudah berubah nama dan pohonan ini ditanam oleh bangsa Yahudi sendiri.

Sebuah nubuwah lainnya diriwayatkan dari Nu'man bin Basyir dari Hudzaifah bin Yaman radliallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

"Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menggigit (MULKAN ADLON), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menyombong (MULKAN JABARIYYAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH)". Kemudian beliau (Nabi) diam." (H.R. Ahmad dan Al Baihaqi. Misykatul Mashabih: Bab Al Indzar wa Tahdzir, Al Maktabah Ar Rahimiah, Delhi, India. Halaman 461. Musnad Ahmad, juz 4, halaman 273).

Gelombang tsunami revolusi Islam yang telah menyapu Tunisia, disusul Mesir, Yaman, Libia, dan seterusnya bisa jadi menandai kebenaran ayat-ayat Allah dan nubuwah Rasulullah SAW, yakni dengan diterapkannya kembali syariat Islam secara sempurna, tegaknya Khilafah Islam, dan bangkitnya umat Islam secara global.

Di saat itulah, seluruh kaum Muslimin dari seluruh penjuru dunia, khususnya mujahidin, melangkahkan kakinya dengan penuh semangat menuju Al Aqsha untuk membebaskannya dari cengkraman tangan kotor yahudi-zinois-Israel.

Jihad, Satu-Satunya Solusi Untuk Membebaskan Al Aqsha

Syekhul Jihad, Abdullah Azzam mengatakan bahwa kemuliaan Palestina tidak mungkin kembali hanya dengan ucapan-ucapan saja. Beliau mengatakan :

“Apakah mereka bisa mengembalikan sejengkal saja dari tanah Palestina?. Sesungguhnya dien Allah (Islam) tidak akan menang hanya dengan omong kosong belaka, dan negeri-negeri Islam juga tidak akan terjaga hanya dengan pantun, lagu dan syair serta lainnya.”

Syekh Aiman Az Zawahiri, menaruh perhatian yang sangat besar terhadap Palestina dengan mengeluarkan pesan dengan judul "Palestina merupakan urusan kita dan urusan setiap muslim".

Dalam sebuah wawancara dengan As Sahab Media beliau menyatakan :

“Oleh karena ini saya ingatkan kepada setiap orang yang merdeka dan terhormat di Palestina agar tidak membantu menjual Palestina dan tidak membantu menyerahkannya kepada yahudi ataupun berkompromi dengan mereka, meskipun hanya sebutir pasir.
Saya juga tujukan (peringatan saya) kepada setiap orang yang telah masuk dalam organisasi sekuler yang berpaling menjauh dari syariat dan menyerahkan sebagian besar Palestina, dan setuju dengan solusi setan barat dan timur.
Saya tujukan kepada mereka dan saya katakan : Kembalilah kalian kepada kebenaran, kepada jalan Islam dan jihad, berdirilah kalian bersama umat muslim di bawah panji tauhid melawan invasi baru salibis-zionis. Jika kita tidak menyadari bahwa Palestina bukanlah pusat peperangan antara salibis melawan Islam, maka kita tidak akan menyadari sesuatupun. Yakinlah kalian dengan Rabb kalian Sang Pencipta, Pemberi Rizki, Maha Kuat dan Maha Perkasa. Dan ketahuilah bahwa organisasi-organisasi tersebut "tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudharatan dari dirinya dan tidak (pula untuk mengambil) suatu kemanfaatanpun dan (juga) tidak kuasa mematikan, menghidupkan dan tidak (pula) membangkitkan." (Al-Furqan: 3). Lalu bagaimana mungkin mereka dapat melakukan segala sesuatu untuk kalian?”

Sementara itu, Syekh Abu Mush'ab Az Zarqawi (semoga Allah merahmatinya) juga pernah mengatakan ucapan masyhur tentang perjuangan para mujahidin untuk membebaskan (futuhat) Al Aqsha, dengan ucapannya :

"Sesungguhnya kami berperang di Irak sementara mata kami tertuju ke Baitul Maqdis".

Lihatlah, betapa masalah Palestina telah menjadi masalah seluruh kaum Muslimin yang masih ada setitik iman dan ghiroh Islam dalam dadanya. Masalah ini tidak bisa dijadikan masalah lokal, hanya khusus rakyat Palestina saja, tetapi harus menjadi masalah global, seluruh ummat Islam sedunia.

Kewajiban kaum Muslimin untuk membebaskan (futuhat) tanah kaum Muslimin di Palestina, tempat Masjidil Aqsha, tempat Isra Nabi Muhammad SAW., adalah kewajiban yang tidak dapat ditolak lagi.

Maka hanya satu kata yang harus terus dikumandangkan mulai saat ini, Hayya ala Jihad....mari kita berjihad untuk membebaskan Al Aqsha....Allahu Akbar!

Wallahu’alam bis showab!

M Fachry/al-mustaqbal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar