Kamis, 15 November 2012

THE ART of JIHAD: KARAKTER SEORANG KOMANDAN


THE ART of JIHAD: KARAKTER SEORANG KOMANDAN

BERPERANG bukanlah satu-satunya jalan bagi umat islam dalam menempuh kemenangan. Peranan dakwah yang intens dan kaa
fah pun menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Keduanya saling menguatkan satu sama lain.

Adalah dusta, mereka yang mengaku memahami din, namun mengesampingkan salah satunya dari yang lain. Ada yang hanya mengutamakan dakwah, namun ia mengabaikan jihad bahkan ia mengutuk jihad serta menkriminalisasinya secara keji.

Jihad memang belum ada saat Rasulullah berada di Mekkah selama 13 tahun. Namun kemudian, pasca hijrah nabi ke Madinah baulah tatanan dan kekuatan dibangun secara utuh dan sempurna. Bahkan nabi, telah ikut berjibaku dalam setiap Medan perang/Jihad, yang tercatat tak kurang dari sekitar 70 kali.

Hasl semua perjuangan tersebut kemudian, beliau bisa kembali menaklukkan Mekkah dengan gagah perkasa tanpa adanya pertumpahan darah. Ingat, ini terjadi setelah tercapainya kekuatan penuh umat islam saat itu, sehingga orang kafir gentar dengan kekuatan tersebut.

Aduhai sangat berbeda jauh dengan praktek jihad hari ini, yang memang tak dipungkiri kelemahannya di sana sini, disebabkan karena kita tidak dalam satu komando, atau karena sebab perpecahan soal pandangan dalam menghadapi musuh, meski diakui perpecahan kelompok juga tidak dapat dinafikan turut memengaruhi sikap dalam menghadapi musuh bersama.

Apa saja yang dapat menghancurkan perjuangan islam, akan sangat mungkin terjadi disebabkan karena rusaknya agama dan akhlak komandan dan aktifis/anggota sebuah tandzim. Sebuah buku The Art of War menguraikan lima karakter komandan yang sangat berbahaya bagi sebuah gerakan jihad al:

Pertama: Ceroboh. Dengan sifat dan sikap ini sebuah pasukan akan mudah dihancurkan, bila seorang komandan dan anggotanya memiliki sifat dan sikap tersebut.

Kedua: Pengecut. Dengan sifat dan sikap ini sebuah pasukan akan mudah ditangkap oleh musuhnya, bila seorang komandan dan anggotanya memiliki sifat dan sikap tersebut. Musuh akan gampang membidiknya lalu menangkapnya.

Ketiga: Cepat marah. Sifat marah yang dimiliki seseorang pemimpin dan anggota akan memudahkan dirinya dihasut, dan menjadi korban infiltrasi musuh. Karena sifat marah merupakan larangan nabi yang sangat diwanti-wanti. Seorang pemarah, akan dijauhkan anggota, dan tak berwibawa.

Keempat: Gila hormat. Sikap gila hormat ini adalah virus berbahaya bagi sebuah amaliat jihad maupun ibadah secara umum. Saat orang mempunyai karakter buruk ini, ia akan mudah dan selalu merasa hina saat ia mendapatkan tekanan. Jiwanya lemah dan rentan galau dan tak percaya diri

Kelima: Emosional. Sifat ini akan memudahkan seorang komandan menjadi resah dan gelisah. Karena dengan sikap dan sifat ini seseorang lebih dominan dikuasai oleh emosinya. Bawaannya selalu menampakkan keresahan dan kegelisahan.

Dari kelima hal di atas ini, inilah yang sangat rentan terjadi dalam diri seorang komandan dan anggota sebuah gerakan jihad. Karena itu, sangat penting untuk diwasapadai, dan diobati bila keadaannya sudah terjadi, sebagai therapy.

Kiranya tulisan ini dapat memberikan sumbangsih bagi sebuah gerakan jihad dan calon mujahid. Insya Allah. Wallahua’lam.
 
sumber : lasdipo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar