Kamis, 01 November 2012

TIM HISBAH SOLO SIAGA SATU

TIM HISBAH SOLO SIAGA SATU
=====================

SOLO-Setelah aktivis Islam ditangkapi, kini Densus 88 dan BNPT mulai menyasar menangkapi akktivis Islam yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Redaksi Al-Mustaqbal.net mendapatkan kiriman email dari Tim Hisbah kota Solo yang difitnah oleh Densus 88, BNPT dan wali kota Solo, FX Rudi. Berikut isi lengkapnya!


Bismillah....

Assalam Mu'allaikum...

Solo mulai bergolak, penangkapan para aktivis dari Tim HISBAH sudah mulai dilakukan oleh Laskar Thougut dan Fitnah Kejipun mulai dilancarkar yang merupakan program BNPT dan wali kota Solo FX. Rudi dalam memberhangus Laskar Islam yang beraliran keras di kota Solo.

Kantong-kantong ikhwah Tim Hisbah Solo sudah mulai di obok-obok; Sabtu, 27 Oktober 2012; Masjid At-Taqwa di Mojosongo yang letaknya hanya 50 meter dari rumah kontrakan Abu Hanifah ikut di grebek. Dalam laporan yang tersiar di media sekuler bahwa dalam penggledahan dasjid At-Taqwa disita;

1. Serbuk putih = tepung untuk membuat kue Molen.
2. Pistol Bareta = senapan angin yang berlaras pendek.
3. Timbangan = untuk menimbang tepung kue molen.
4. Tempat Latihan Militer = Halaman belakang rumah Bpk. Bahrun (75 thn) yang digunakan untuk berolah raga, berkebun dan kolam ikan.
5. Bom Rakitan = Fitnah yang sangat Keji dari Dajjal-88.

Dan dalam penggrebekan tersebut di atas ada hal yang tidak diungkap ke media adalah penyitaan uang Rp. 5-7 Jutaan milik tuan rumah Bpk. Bahrun (75 thn) yang dalam kondisi lumpuh akibat Stroke. Uang itu adalah uang simpanan pensiunan yang akan digunakan buat pengobatan dan belanja harian pasangan suami istri Bpk. Bahrun (75 thn) dan Ibu. Darmirah (65 thn) yang sudah sangat tua.

Selasa, 30 Oktober 2012; Penggrebekan di Pondok Pesantren "Al-Furqon" di daerah Karang Lo, Matesih, Karang Anyar. Dalam penggrebekan tersebut di tangkap Ustadz Dul Kholik bersama 7 santrinya yang masih sangat muda dan penyitaan beberapa motor yang terdapat di ponpes tersebut. Penggrebekan dan penangkapan di ponpes "Al-Furqon" tidak diberitakan sama sekali oleh media.

Sebagaimana di ketahui bahwa Madji At-Taqwa yang terletak 50 meter dari rumah kontrakan Abu Hanifah di Jl. Lawu Timur IV, Marengan, Mojosongo adalah masjid kecil yang digunakan Laskar Tim Hisbah Khafilah Mojosongo untuk kegiatan kajian rutin dan tempat untuk koordinasi sebelum dan sesudah melakukan kegiatan "NM" (Nahi Mungkar) di kota Solo dan sekitarnya. Dalam pemberitaan bebarapa media yang mengatakan bahwa Laskar Hisbah sering mengadakan latihan perang di halaman belakang rumah Bpk. Bahrun adalah Fitnah.

Dan mengenai penggrebekan dan penangkapan di Ponpes "Al-Furqon", sangat berkaitan erat dengan penggrebekan dan penyegelan oleh Laskar Umat Islam Solo (Luiss) terhadap tempat kajian dari aliran sesat "Inkarus Sunah" dan pelemparan Bom Molotov di rumah Purwadi pimpinan aliran sesat Inkarus Sunnah di Karanganyar beberapa hari yang lalu.

Ponpes Al-Furqon adalah ponpes yang baru dirintis mulai 1 Oktober 2012 oleh Ustadz Dul Kholiq, beliau adalah salah satu ustadz yang di percayakan Tim Hisbah Solo untuk memberi kajian seputar syariat Nahi Mungkar.

Penggrebekan dan penangkapan yang dilakukan oleh laskar thoqut diindikasikan sebagai program BNPT dan Wali kota Solo FX Rudi dalam membrangus Laskar Islam yang beraliran keras yang ada di kota Solo.

Dan dari pengamatan lapangan di daerah Semanggi yang merupakan kantong pusat Tim Hisbah, di beberapa titik tertentu terlihat penjagaan Ketat (tidak seperti biasanya) oleh pihak Keparat Polisi. Polisi belum melakukan penggrebekan di Semanggi kemunginan besar karna Semanggi adalah Basis terkuat Tim Hisbah yang saat ini sudah dalam Siaga I untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan dilakukan keparat kepolisian dan wali kota FX. Rudi sang bekas preman yang melalui PDIP naik menjadi orang no.1 di kota Solo.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga antum berkenan memuat tulisan ini sebagai couter terhapad Fitnah yang berkembang terhadap Laskar Islam Solo umumnya dan Tim Hisbah pada Khususnya.

Wa'salam Mu'allaikum...
Abu @[100004361377060:2048:Hamzah Asadullah]
...
TIM HISBAH SOLO SIAGA SATU
=====================

SOLO-Setelah aktivis Islam ditangkapi, kini Densus 88 dan BNPT mulai menyasar menangkapi akktivis Islam yang menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Redaksi Al-Mustaqbal.net mendapatkan kiriman email dari Tim Hisbah kota Solo yang difitnah oleh Densus 88, BNPT dan wali kota Solo, FX Rudi. Berikut isi lengkapnya!


Bismillah....

Assalam Mu'allaikum...

Solo mulai bergolak, penangkapan para aktivis dari Tim HISBAH sudah mulai dilakukan oleh Laskar Thougut dan Fitnah Kejipun mulai dilancarkar yang merupakan program BNPT dan wali kota Solo FX. Rudi dalam memberhangus Laskar Islam yang beraliran keras di kota Solo.

Kantong-kantong ikhwah Tim Hisbah Solo sudah mulai di obok-obok; Sabtu, 27 Oktober 2012; Masjid At-Taqwa di Mojosongo yang letaknya hanya 50 meter dari rumah kontrakan Abu Hanifah ikut di grebek. Dalam laporan yang tersiar di media sekuler bahwa dalam penggledahan dasjid At-Taqwa disita;

1. Serbuk putih = tepung untuk membuat kue Molen.
2. Pistol Bareta = senapan angin yang berlaras pendek.
3. Timbangan = untuk menimbang tepung kue molen.
4. Tempat Latihan Militer = Halaman belakang rumah Bpk. Bahrun (75 thn) yang digunakan untuk berolah raga, berkebun dan kolam ikan.
5. Bom Rakitan = Fitnah yang sangat Keji dari Dajjal-88.

Dan dalam penggrebekan tersebut di atas ada hal yang tidak diungkap ke media adalah penyitaan uang Rp. 5-7 Jutaan milik tuan rumah Bpk. Bahrun (75 thn) yang dalam kondisi lumpuh akibat Stroke. Uang itu adalah uang simpanan pensiunan yang akan digunakan buat pengobatan dan belanja harian pasangan suami istri Bpk. Bahrun (75 thn) dan Ibu. Darmirah (65 thn) yang sudah sangat tua.

Selasa, 30 Oktober 2012; Penggrebekan di Pondok Pesantren "Al-Furqon" di daerah Karang Lo, Matesih, Karang Anyar. Dalam penggrebekan tersebut di tangkap Ustadz Dul Kholik bersama 7 santrinya yang masih sangat muda dan penyitaan beberapa motor yang terdapat di ponpes tersebut. Penggrebekan dan penangkapan di ponpes "Al-Furqon" tidak diberitakan sama sekali oleh media.

Sebagaimana di ketahui bahwa Madji At-Taqwa yang terletak 50 meter dari rumah kontrakan Abu Hanifah di Jl. Lawu Timur IV, Marengan, Mojosongo adalah masjid kecil yang digunakan Laskar Tim Hisbah Khafilah Mojosongo untuk kegiatan kajian rutin dan tempat untuk koordinasi sebelum dan sesudah melakukan kegiatan "NM" (Nahi Mungkar) di kota Solo dan sekitarnya. Dalam pemberitaan bebarapa media yang mengatakan bahwa Laskar Hisbah sering mengadakan latihan perang di halaman belakang rumah Bpk. Bahrun adalah Fitnah.

Dan mengenai penggrebekan dan penangkapan di Ponpes "Al-Furqon", sangat berkaitan erat dengan penggrebekan dan penyegelan oleh Laskar Umat Islam Solo (Luiss) terhadap tempat kajian dari aliran sesat "Inkarus Sunah" dan pelemparan Bom Molotov di rumah Purwadi pimpinan aliran sesat Inkarus Sunnah di Karanganyar beberapa hari yang lalu.

Ponpes Al-Furqon adalah ponpes yang baru dirintis mulai 1 Oktober 2012 oleh Ustadz Dul Kholiq, beliau adalah salah satu ustadz yang di percayakan Tim Hisbah Solo untuk memberi kajian seputar syariat Nahi Mungkar.

Penggrebekan dan penangkapan yang dilakukan oleh laskar thoqut diindikasikan sebagai program BNPT dan Wali kota Solo FX Rudi dalam membrangus Laskar Islam yang beraliran keras yang ada di kota Solo.

Dan dari pengamatan lapangan di daerah Semanggi yang merupakan kantong pusat Tim Hisbah, di beberapa titik tertentu terlihat penjagaan Ketat (tidak seperti biasanya) oleh pihak Keparat Polisi. Polisi belum melakukan penggrebekan di Semanggi kemunginan besar karna Semanggi adalah Basis terkuat Tim Hisbah yang saat ini sudah dalam Siaga I untuk menghadapi segala kemungkinan yang akan dilakukan keparat kepolisian dan wali kota FX. Rudi sang bekas preman yang melalui PDIP naik menjadi orang no.1 di kota Solo.

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga antum berkenan memuat tulisan ini sebagai couter terhapad Fitnah yang berkembang terhadap Laskar Islam Solo umumnya dan Tim Hisbah pada Khususnya.

Wa'salam Mu'allaikum...
Abu Hamzah Asadullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar