Selasa, 11 Desember 2012

AS Tetapkan Jabhat Al-Nusrah Sebagai Organisasi Teroris

AS Tetapkan Jabhat Al-Nusrah Sebagai Organisasi Teroris

WASHINGTON (voa-islam.com) - Amerika Serikat telah secara resmi menetapkan Jabhat Al Nusrah, sebuah kelompok mujahidin baru yang belum pernah menyerang kepentingan AS sama sekali dan hanya terlibat memerangi rezim pemerintah Suriah, sebagai organisasi teroris asing.

Langkah tersebut, yang ditujukan untuk membangun dukungan "telat" Barat terhadap pemberontakan terhadap pemerintah Presiden Bashar al-Assad, diharapkan Barat akan memadamkan kekhawatiran mereka bahwa uang dan senjata yang mereka janjikan untuk pemberontak akan mengalir ke kelompok jihad.

Penunjukan tersebut diungkapkan pada hari Senin (10/12/2012) di Federal Register, tepat sebelum pertemuan diplomatik penting tentang transisi politik jika Assad tergusur dari kekuasaan, yang berlangsung hari Rabu di Maroko. Pemberitahuan dalam register berisi daftar Jabhat Al Nusra sebagai salah satu dari "alias" Al-Qaidah di Irak.

Dalam istilah praktis, penunjukan tersebut melarang warga Amerika dari memiliki transaksi keuangan dengan kelompok itu dan membekukan aset-aset kelompok itu di AS. Hal ini juga dimaksudkan untuk meminta sanksi serupa oleh negara-negara lain, dan untuk mengatasi kekhawatiran tentang sebuah kelompok yang dapat menggoyahkan Suriah di masa depan dan yang terpenting, membahayakan kepentingan Barat.

"Kelompok-kelompok ekstremis seperti Jabhat al-Nusra adalah masalah, sebuah hambatan untuk menemukan solusi politik yang Suriah akan butuhkan," tuduh Duta Besar Amerika untuk Suriah, Robert Ford, dalam penampilan pekan lalu yang diselenggarakan oleh Yayasan untuk Pertahanan Demokrasi, sebuah kelompok non-pemerintah.

Keputusan untuk menunjuk kelompok tersebut, register mencatat, dibuat oleh Menteri Luar Negeri AS Hillary Rodham Clinton pada 20 November, dengan berkonsultasi bersama Jaksa Agung Eric H. Holder Jr, dan Menteri Keuangan Timothy F. Geithner.
Departemen Luar Negeri tampaknya menunda penerbitan keputusan tersebut untuk melakukan sinkronisasi dengan pengumuman di Maroko bahwa Amerika Serikat secara resmi, "meski telat" akan mengakui oposisi Suriah.

Jabhat Al-Nusrah hanya merupakan sebagian kecil dari para pejuang pemberontak Suriah, tetapi kelompok itu terdiri dari para pejuang pemberontak Suriah yang paling keras dan efektif dalam pertempuran.

Jabhat Al-Nusrah telah menorehkan namanya awal tahun ini dengan serangkaian bom jibaku, sebuah taktik yang terus digunakan oleh kelompok itu. Dibantu oleh para mujahidin dari luar negeri dan Suriah yang telah kembali dari perang lain di Timur Tengah, kelompok itu juga memimpin pertempuran ke sejumlah pangkalan militer dan telah mendapatkan serangkaian kemenangan baru-baru ini. Bersama dengan kelompok-kelompok jihad sekutu, mereka merebut pangkalan militer Syekh Suleiman di barat dari Aleppo Ahad (9/12/2012) pagi, dan juga menghancurkan infrastruktur rezim Suriah di ibukota Damaskus.

Meskipun Jabhat al-Nusrah terpisah dan tidak pernah berada di bawah bendera Tentara Pembebasan Suriah (FSA), banyak pemimpin FSA kini mengakui kekuatan mereka dan memerintahkan pasukannya untuk bekerja sama dengan Jabhat Al-Nusrah.

Para pejuang Suriah sendiri banyak yang menganggap Jabhat Al-Nusrah sebagai sekutu kunci karena keberanian para pejuangnya serta pasokan uang dan senjata. (by/nyt, tlgrp)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar