Sabtu, 15 Desember 2012

:: Kewajiban Kita terhadap Tawanan ::


بسم الله الرحمن الرحيم





Kewajiban Kita terhadap Tawanan

oleh : Shaykh Umar Al- Haddushi
( Seorang Da’i Maroko yang pernah menjadi Aseer )
diterjemahkan oleh Relawan Gashibu Al Ukht Asywaaq Al Wardah



Assalamu’alaykum Warohmatullah Wabarokatuh

Semoga Allah memberkahimu dan mengembalikanmu pada tempat yang terpuji, dan semoga Allah membangunkan syurga di akhirat kelak.

Segala puji bagi Allah, Rabb Semesta Alam . Semoga shalawat dan salam terlimpah kepada nabi dan Rosul kita, Muhammad Shallallahu Alayhi Wa Sallam, keluarganya, sahabatnya, dan pengikutnya hingga hari pembalasan.

Nabi Muhammad Shallallahu Alayhi Wa Sallam dalam hadist yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dari Abu Musa Al-Asy’ari “Bebaskanlah tawanan, berilah makan orang yang lapar dan tengoklah orang yang sakit”.

Bebaskanlah tawanan” : Tawanan adalah mereka yang berada di penjara, sebagai hasil dari perintah Amerika.

Oleh sebab itu, Ibn Battal yang sering dipanggil Ibn Hajar dalam Fat’h Al-Bari “Membebaskan tawanan adalah kewajiban semua, ini adalah tugas yang utama … ini adalah tugas utama”.

Syaikhul Islam Ibn Taymiyyah berkata “Membebaskan tawanan adalah kewajiban yang paling ditekankan dan membelanjakan hartanya di jalan Allah adalah perbuatan yang mulia.”

Kewajiban itu bermacam-macam dan perbuatan itu juga bermacam-macam. Dan diantara bentuk taqarrub kepada ALLAH bisa dilakukan dengan cara memenuhi kewajiban-kewajibannya sebagai hamba dan dengan perbuatan yang baik.

Dan hamba-Ku yang terus mendekatkan diri kepada-Ku yaitu melakukan perbuatan yang mulia sampai Aku mencintainya

Syaikhul Islam Ibn Taymiyyah berkata bahwa perbuatan mulia yang paling besar adalah membelanjakan hartanya untuk membebaskan tawanan.

Ada seseorang yang dianugerahi harta namun harta tersebut digunakan olehnya sendiri. Kami melihat bahwa mereka menjual keimanan mereka dengan sesuatu yang haram.

Dan untuk para tawanan “Allah sendiri yang akan membantu perkara ini”.
Oleh karena itu saudaraku, beberapa ulama mengatakan bahwa siapa saja yang dapat membebaskan tawanan, maka lakukanlah, kalau tidak mampu maka lakukanlah walau dengan kata-kata ( menganjurkan untuk memperhatikan tawanan ) dan apabila dia tidak melakukannya, maka “Aku akan meminta perlindungan Allah”.
Maka Demi ALLAH dimanakah Orang-orang yang benar imannya ??? dimanakah orang-orang yang benar-benar Mu’min ??? bukankah “Setiap Mu’min itu bersaudara??? tidak boleh menzaliminya, merendahkannya, menyerahkan (kepada musuh) dan tidak pula boleh menghinakannya.”

Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam. Apakah kita demikian???

Saudara kita yang berada di penjara mendapatkan penyiksaan, pemukulan dan bahkan mendapatkan pemerkosaan !!! dan hal ini adalah benar dan bisa dibuktikan dengan cek medis.

Dalam hal ini, saudara kita telah dipenjarakan sementara orang-orang yang telah menyiksa dan memperkosanya tidak diproses!!!

Ironis bukan ? Apakah kita tidak dianggap rakyat? Mengapa kita yang selalu menjadi target? Mengapa kita diperlakukan seperti layaknya kita bukan orang Maroko atau bukan seorang nasionalis. Mereka selalu menargetkan kita dan bangsa kita.

Setiap Mu’min itu bersaudara … tidak boleh menzaliminya, merendahkannya, menyerahkan (kepada musuh) dan tidak pula boleh menghinakannya Ataupun menyerahkannya kepada penguasa yang zalim, walaupun dihujat dengan kata-kata …

Saudaraku … maka barangsiapa yang ingin memberikan kemenangan kepada Dinullah, maka ia pasti akan berusaha menjadi hambaNya, serta memurnikan ketaatan kepadaNYA.

Allah Azza Wa Jalla berfirman “Dan kewajiban Kami adalah menolong orang-orang yang beriman”.

Allah telah membuat kewajiban dan memerintahkan kita untuk melaksanakan kewajiban itu.

Dan kewajiban Kami adalah membela orang-orang yang beriman.
Jadi Jika kalian menolong karena Allah, maka Dia akan menolong kalian.
Hal ini merupakan sebuah kemenangan, namun dimanakah kemenangan yang akan diberikan untuk Allah?

Bagaimanakah kemenangan yang akan diberikan untuk Allah? Dengan membantu orang-orang yang lemah dan yang membutuhkan, membela mereka, menjaga urusan mereka dan mencari mereka.

Hilangkan rasa malu, hilangkan ketakutan, gemetar dan kengerian,Hilangkan!Hilangkan!

Para ulama menganggap ketakutan yang paling mencekam adalah usaha untuk memusnahkan orang Islam.

Dan ketahuilah selalu bahwa Allah telah bersumpah bahwa Dia tidak akan memberikan kemenangan terhadap hambanya jika ia tidak menolong agama-Nya dan hamba-hamba-Nya.

Allah berfirman “Sungguh, Allah akan menolong seseorang yang menolong-Nya”.

“Lam” ini adalah “Lam” sumpah karena ditekankan “Nuun” adalah bukti, dan setiap “Nuun” ditekankan ketika ditulis- dan setiap “Lam” sebelum itu berarti sumpah.

“Sungguh, Allah akan menolong seseorang yang menolong-Nya”.

Jika kalian menolong Allah, maka Allah akan menolong kalian.
Jika kalian berharap Allah akan menolong kalian, kehormatan kalian dan anak-anak kalian kemudian membela saudara kalian …

“ Sungguh, Allah benar-benar akan membela seseorang yang … “ di ayat tersebut Allah tidak mengatakan orang Maroko, orang Tunisia, ataupun orang Arab, namun Sungguh … Allah akan membela orang yang beriman! Sungguh … Allah akan membela orang yang beriman!

Dan untuk Allah semua kemuliaan, untuk nabi-Nya, dan untuk orang-orang yang beriman.

Maka, janganlah kalian lemah dan jangan pula kalian menyerah, dan sungguh kalian akan menjadi orang-orang yang menang jika kalian beriman.

Jika kalian menderita maka yakinlah, mereka juga menderita sama seperti kalian menderita, tapi kalian memiliki harapan selalu dari Allah sedangkan mereka tidak mempunyai harapan apapun.

Berapa lama penindasan itu? Tidakah kalian ketahui bahwa Allah dapat menghancurkan negeri yang kuffar jika menghendakinya ??? Dan begitupula sebaliknya. Maka, Allah dapat menghancurkan negeri yang kuffar jika menghendakinya. Dan juga kalian ketahui bahwasanya sebuah penindasan jika ALLAH kehendaki maka akan berakhir. Dan demikian pula sebuah keadilan jika ALLAH kehendaki maka akan terjadi.

Kalian harus membela menurut kemampuan kalian.
Mengapa takut???
Allah SWT berfirman: “Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. ”.( Muhammad ayat 38 )
Jika kalian membebaskan tawanan, maka itu merupakan perbuatan yang istimewa, lalu mengapa kita tidak membantu dengan cara mencari isteri dan anak mereka ( yang ditinggal suami mereka, edt) ???

Bagaimana jika anak-anak mereka adalah anak-anak kalian dan isteri mereka adalah isteri kalian ???

Tugas kalian adalah mencari mereka, dan ini hanya antara kalian dengan Allah, kalian beramal secara sembunyi-sembunyi, maka hanya Allah yang mengetahui.

Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini)”. ( Muhammad ayat 38 )

Dan Allah selalu ada kapanpun kita membutuhkannya.

Allah berfirman “Yakinlah pada Allah dan Rosul-Nya. Dan belanjakanlah apa-apa yang telah titipkan kepadamu

Kekayaan kita adalah milik Allah. Dia hanya menitipkannya saja kepada kalian.
Oleh karenanya, Allah Azza Wa Jalla berfirman “Dan berikanlah mereka harta yang telah Allah berikan kepadamu”.

“Dan berikanlah mereka harta”.

Lalu mengapa kita takut dan selalu lari dari tanggung jawab???
Dan kita harus selalu yakin bahwa suatu saat ujian penjara itu bisa terjadi pada kita, hal itu bisa terjadi pada kita, atau mungkin menimpa yang lainnya.

Tentu kita paham bahwasanya rukun iman yang ke 6 adalah Percaya kepada Qodho dan Qodar ALLAH .

Maka Apa saja yang Allah kehendaki kepada kalian, itu pasti akan terjadi. Walaupun kalian melakukan segala sesuatu dengan penuh kehati-hatian dan perhitungan. Jika Allah menakdirkan penjara terhadap kalian, kalian akan dipenjara.

Dan saudaraku yang dipenjara, mereka telah memenjarakan saudara kita dengan alasan apa? Untuk membunuh ide-ide mereka !!! Namun meskipun mereka dikurung, akan tetapi hal itu justeru akan menguatkan ide dan prinsip mereka.

Dan sedihnya, penyerangan di Casablanca I ini masih menimbulkan keragu-raguan di dalamnya hingga sekarang. Dan dibalik itu semua, ada hal yang harus dicurigai.

Dan dibalik “bukit” ini, ada sesuatu karena di semua tempat, akan ada target. Karena aksi-aksi itu tidak dilakukan dengan kosong. Tak ada satupun yang mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan ini. Penyerangan ini hanya dijadikan alasan untuk pengesahan undang-undang anti-teror yang pada akhirnya akan semakin menekan kita.
Berapa lama lagi mereka akan menghina kita, sampai kapan???

Menunggu berapa lama lagi kita akan bangkit ???

Berapa lama lagi ketakutan kita ini berlanjut, memakan hati dan jantung kita???

Jika kita masih punya hati.

Berapa lama lagi???

Maka berusahalah dan bantulah saudara kita dengan cara yang terbaik, bantulah mereka dengan kelembutan dan kegagahan dengan tanpa menimbulkan masalah lain, dengan penuh kelembutan sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya.

Dalam hal ini mereka tahu bahwa kita berdiri di belakang mereka, di belakang tawanan, sampai mereka terbebas karena ijin Allah.

Takbir! Allahu Akbar!
Takbir! Allahu Akbar!
Tahlil!
Laa ilaaha ilallah..

Demi Allah, ada banyak saudara kita yang masuk penjara dimana anaknya terbaring kelaparan dan lainnya menderita gangguan kesehatan.

Walaupun Benhachem ( kepala administrasi penjara di maroko edt ) selalu mengulang apa-apa yang mereka inginkan tentang pelaksanaan konsep keadilan sebuah Undang-undang.

Nyatanya adalah bahwa Benhachem mengimplemetasikan undang-undang tersebut dengan memenjarakan tawanan secara tak bertanggung jawab, secara tidak adil.

Dia adalah warisan Al-Basri, yang terkenal dengan kekejamannya.

Ini adalah sebutan untuknya oleh semua organisasi hak azasi baik nasional maupun internasional.

Bahwa Benhachem amat terkenal, dia adalah seorang yang kejam.
Pergilah ke penjara maka Demi Allah tak ada yang lain disana melainkan terjadi jual beli yang terlarang, tak ada yang lain melainkan banyaknya obat-obatan terlarang yang tidak kita temukan di luar penjara.

Lihatlah sikap pilih kasih di penjara? Siapakah mereka semua? Benhachem dan orang-orang di sekitarnya.

Benhachem adalah seorang yang kuno, kita perlu mengatakan bahwa dia seorang yang kuno, pantas digunakan untuk masa lampau.

Dan jika hukum ditegakkan.

Hukum ditegakkan untuk siapa? Untuk kita atau untuk mereka?

Kita berada di bawah hukum dan mereka di atas hukum.

Oleh karena itu, saya ulangi.

Orang Mukmin laki-laki dan orang Mukmin perempuan sebagaian dengan yang lainnya wajib saling membantu.

Bagaimana kita akan bersatu jika kita takut dan melarikan diri dan tidak berdiri membela saudara kita walau hanya dengan kata-kata.

Atau dengan demonstrasi damai atau dengan sumbangan amal.

Kita mencari anak-anak tawanan dan memberikan santunan pada mereka, Jangan kalian takut !!!

Kalian pergi kapada mereka seperti yang lakukan orang-orang terdahulu melakukannya. Salah satu dari mereka memberikan santunan pada malam hari dan meletakannya pada pintu-pintu orang miskin, lalu mengetuk dan meninggalkan pintu itu. Orang-orang miskin itu akan membuka pintu dan menemukan santunan sementara mereka merasa bahwa santunan tersebut berasal dari langit dan yakinlah hal itu akan mendatangkan syurga.
Mengapa kita tidak melakukan hal yang sama???

Tangan kiri tidak mengetahui bahwa tangan kanan telah melakukan amal.
Kenapa? Kekayaan kita adalah milik Allah. Dia hanya menitipkannya saja kepada kalian.

Allah berfirman “Sungguh Allah membeli orang-orang Mukmin dengan jiwa dan harta mereka. Maka baginya adalah syurga.

Jual beli dengan siapa? Dengan Allah.

Kata “Harta mereka” disini adalah anugerah Allah untuk kita dan menitipkan kepemilikannya terhadap kita.

Kita tahu bahwa mereka takut sebagaimana kalian takut dan mereka terluka sebagaimana kita terluka.

Dan bahwa secara penindasan psikologi mereka sama seperti mereka menindasi kalian.

Kita meminta kepada Allah untuk membebaskan semua tawanan.


“Ya Allah, bebaskanlah para tawanan yang terdholimi”
“Ya Allah, hancurkanlah Benhachem”
“Ya Allah, penjarakanlah dia”
“Ya Allah, adzablah dia sama seperti dia menindas saudara kami”
“Ya Allah, ambillah dia dengan keras dengan Kemahaan-Mu”
“Ya Allah, tunjukanlah kepada kami keajaiban dari kekuasaanmu”
“Ya Allah, segerakanlah ajalnya”
“Engkaulah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Tuhan semesta alam”
“Segala Puji bagi-Mu”


Wassalamu’alaykum Warohmatullah Wabarokatuh

http://gashibu.com/866/jihad-2/kewaj...hadap-tawanan/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar