Sabtu, 12 Januari 2013

Akun Yang Hilang Bisa Dibuat Lagi, Ukhuwah Yang Putus Bisa Dirajut Kembali


380204628
Mark Zuckenberg & Shimon Peres
Waktu terus berlalu dan semakin banyak berita-berita yang masuk ke redaksi Al-Mustaqbal.Net mengenai ditutupnya sejumlah akun facebook para aktivis tauhid dan jihad. Para akun FB da’i-da’i yang bergerak dalam memerangi thagut dengan ucapan dan pena nya juga dibungkam (diblokir), seperti  akun Ust Hasyim Abdullah, Ust Abdurrochim Ba’asyir, Ust Fuad Al Hazimi, Ust Hardiansyah, Ust. Fachry, Ust. Abu Shofie, dll. Dan tidak luput juga, akun FB seluruh kru Al-Mustaqbal.Net juga ditutup, namun Alhamdulillah sebuah akun FB milik salah satu anggota Al-Mustaqbal yang jarang digunakan, ternyata lolos dari upaya pembungkaman ini, sehingga group al-mustaqbal masih bisa eksis. Berbeda dengan akun FB resmi Al-Mustaqbal yang di hapus, sehingga fanpage Al-Mustaqbal turut ikut menghilang.
Dan ternyata, masalah ini juga dialami oleh banyak aktivis seluruh dunia, bahkan dikabarkan di Australia ada yang diiringi pesan “Akun Anda Telah Merugikan Zionis” (mungkin mereka hendak menyombongkan diri, bahwa zionis mampu mendelete akun mereka).
Banyak akun-akun yang  sering memberitakan rilisan-rilisan mujahidin juga di tutup, dan akun-akun resmi jamaah mujahidin seperti akun Jabhat An Nusra, Kataib Al Muhajireen, dan masih banyak lagi mengalami hal yang sama. Sehingga Al-Mustaqbal.Net saat ini terputus koneksi dengan jamaah-jamaah mujahidin tersebut. Innalillah!
Akun yang hilang bisa dibuat lagi, ukhuwah yang terputus bisa dirajut kembali
Ya memang ini merupakan musibah, namun tidaklah seberapa dibandingkan musibah dibantainya kaum muslimin di berbagai bumi islam. Dan dengan adanya kejadian ini justru menambah keimanan kita kepadaNya, bagaimana tidak telah jelas di dalam kitab suci kita;
“Orang-orang kafir itu hendak memadamkan cahaya agama Allah, tetapi Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya agama-Nya meskipun orang-orang kafir itu membencinya”. (At Taubah: 32).
Masih ingat saat tahun lalu, Facebook menutup akun-akun yang menggunakan nama Usamah Bin Laden? masih ingat ketika Twitter menutup akun yang menggunakan nama Sayd Qutb? atau ketika facebook mendelete admin pengurus FB forum-forum jihad? belum lagi ketika blog-blog dan website-website yang di suspend oleh mereka. Namun apa yang terjadi? cahaya kebenaran islam tak pernah padam! bara api di hati kita tidak pernah ciut untuk berhenti menyuarakan al haq! penyiksaan dan pembunuhan yang sengaja dipertontonkan oleh densus 88 juga tak sedikitpun membuat diri kita berpaling ke belakang (kabur dari medan tempur). Justru ini semua, menunjukkan betapa lurusnya jalan yang kita tempuh! Karena jalan dakwah adalah jalan yang penuh onak dan duri.
Atas izin Allah, saat ini kita seolah-olah melihat bahwa para mujahid terus bermunculan, baik yang di medan media maupun di medan perang seperti Mujahidin Timur, padahal sudah berapa banyak yang ditangkap, yang di bunuh, dan yang hilang tanpa jejak. Namun mujahid-mujahid itu terus bermunculan dari arah yang tidak disangka-sangka!
Begitu juga media-media islam, setiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah media yang bergerak di bidang dakwah tauhid dan jihad, semakin banyak para mujahid yang menginfaqkan harta dan waktu nya di medan jihad ini. Tak terkecuali mereka yang berdakwah melalui akun facebook. Sungguh ini merupakan kekalahan yang dahsyat bagi mereka kaum kafir. Media yang harusnya menjadi lahan promosi kesyirikan menjadi lahan medan pertempuran. Alhamdulillah!
Maka tidak perlu berkecil hati, akun yang hilang bisa di buat lagi, ukhuwah yang terputus bisa dirajut kembali!
Mereka Mendapatkan Luka Yang Sama Bahkan Lebih
 “Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. dan waktu (keberhasilan dan kehancuran) itu kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan agar Allah memisahkan kaum mukminin (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada ‘. dan Allah tidak menyukai orang-orang yang dzalim. Dan agar Allah membersihkan kaum mukminin (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang yang kafir. “(Qs. Ali Imran: 140-141)
Kerugian akan terhentinya dakwah sementara karena memerlukan waktu untuk mengumpulkan teman di facebook, dan menulis kembali catatan-catatan dakwah tentu kita rasakan. Namun ketahuilah bahwa mereka mengalami luka yang sama, bahkan lebih!
Kalianlah Para Penggenggam Bara, Karena Itulah Kalian Berusaha Dijauhkan
Kalian akan saksikan ada fitnah di berbagai sudut bumi, Di sana agama dijual begitu murah pada kemuliaannya ditukar dengan hawa nafsu dan kedengkian-kedengkian … Begitulah realita kehidupan memberikan tekanan yang sangat kuat terhadap siapa saja yang berusaha melaksanakan perintah Alloh. Mereka merasakan adanya perbedaan antara dirinya dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Bahkan, orang-orang di sekelilingnya itu menolaknya dengan berbagai cara. Akhirnya mereka pun berjalan di atas jalan yang sangat “sepi”, tak ada penolong tak ada penghibur. Semua yang di sekelilingnya memanggil-manggil untuk “pasrah” (dengan realita), atau berkompromi dengan kebatilan. Atau mengambil sikap “moderat”, atau berdiri sejajar dengan kebatilan di pertengahan jalan, dengan seruan-seruan dan berbagai slogan yang sudah cukup terkenal. Fitnah ini terasa semakin berbahaya ketika seruan-seruan itu dibungkus dengan “pakaian syar’i serta menampilkannya dengan penampilan ilmiyah yang menganut prinsip moderat dan menolak sikap ekstrim.
Akhirnya kecaman mengalir deras ke arah orang yang berusaha ingin melaksanakan perintah Alloh, ada yang mengalamatkan label fundamentalis, ekstrimis, bahkan teroris, belum lagi julukan sebagai khôrijiyyah (penganut faham khowarij). Semua ini berdampak agar ia merasa dirinya benar-benar berada di tengah kecaman dan berbagai tuduhan. Bahkan, tak kurang vonis berfaham Islam yang sesat pun teralamatkan kepada dirinya dan mengepung pendengarannya dari berbagai penjuru, dengan menyatakan bahwa jala yang ia tempuh adalah keliru, menyimpang dari jalan yang lurus, jauh dari agama, dan menyelisihi seluruh penduduk bumi. Semua ini sekali lagi agar seseorang tidak mau lagi menjadi pengikut kebenaran secara pribadi, apalagi mengajak orang lain kepada kebenaran tersebut. Ujung-ujungnya, pasrah kepada realita yang terus bergulir.
Diriwayatkan dari Fudhoil bin ‘Iyadh Rahimahulloh bahwa beliau pernah berkata, “Bagaimana jika dirimu hidup hingga di suatu zaman di mana manusia tidak lagi membedakan antara yang haq dan yang batil, antara orang mukmin dan orang kafir, antara orang yang bisa dipercaya dengan pengkhianat, antara orang bodoh dan orang berilmu, tidak mengenali hal makruf, dan tidak mengingkari hal yang mungkar? “ Al-Imam Ibnu Bathoh mengomentari perkataan Fudhoil ini dengan mengatakan, “inna li` l-lahi wa inna ilaihi roji’un … kita telah sampai kepada zaman tersebut, kita mendengarnya dan menyaksikan sebagian besarnya. Seandainya orang yang Alloh beri nikmat berupa akal yang sehat dan cara pandang yang jeli, lalu ia amati dan renungi kondisi Islam dan pemeluk-pemeluknya, lalu ia cocokkan dengan ajaran Islam yang masih lurus, tentu ia akan melihat dengan jelas bahwa mayoritas manusia sudah meninggalkan agamanya dan menyimpang dari petunjuk yang benar. Sungguh pada hari ini manusia telah berubah menganggap baik apa yang dulu mereka anggap buruk, menghalalkan apa yang dulu mereka haramkan, dan menganggap makruf apa yang dulu mereka anggap kemungkaran. “
 Karena itulah, istiqomahlah dan teruslah berkarya meskipun hanya dengan facebook, dan janganlah pernah beristirahat..
Imam Ahmad pernah ditanya, “Kapan seorang hamba dapat istirahat?” Beliau menjawab “Ketika awal kaki menginjak surga.”
Bagaimana denganmu?
Abu untuk Al-Mustaqbal.Net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar