Selasa, 08 Januari 2013

~|[ Al-Malahim Islamic Pages ]|~ Satu Lagi Kebrutalan ANJING Densus Terhadap Umat Islam || Kronologi Penembakan di Dompu Membuktikan Densus 88 Bertindak Brutal

Lima orang mati ditembak oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror, di dua tempat di Bima dan Dompu. Informasi dari pihak kepolisian, penyergapan pertama berlangsung di sebuah gubuk di Desa Rora Kecamatan Donggo, daerah perbatasan antara Kabupaten Bima dengan Dompu. Dari penyergapan Pukul 18.00 Wita ini, Densus menembak mati terduga teroris diketahui bernama Roy alias Rois asal Makassar Sulawesi Selatan dan Bahtiar asal Desa Timu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima. Sedangkan TKP kedua, penyergapan berlangsung di belakang Terminal Ginte, Kelurahan Kandai Dua Kabupaten Dompu, Sabtu Pukul 06.00 Wita. Dari penyergapan ini, tiga terduga teroris tewas di tempat. Mereka menurut kepolisian diketahui sudah melengkapi diri dengan bom di tubuh karena mengetahui akan disergap aparat. 
Ketiganya belum diketahui identitasnya karena masih menunggu hasil identifikasi Mabes Polri. Dari tangan mereka diamankan barang bukti bahan peledak high explosive. Bahkan tim Gegana Brimob terpaksa meledakkan (Disposal) tiga bahan peledak tersebut. Namun terkait kejadian di dua TKP tersebut, sumber an-najah.net di lapangan menyebutkan kronologi yang berbeda dengan pernyataan dari pihak kepolisian. Terkait TKP pertama, Bakhtiar dan temannya sempat ditangkap, lalu disiksa, lalu dibunuh.
Ketika keduanya turun dari bus, polisi sudah menunggu di lokasi. Sebelum akhirnya ditembak mati, keduanya dipukuli dan ditendangi, sedangkan warga yang menyaksikan diancam agar tutup mulut. Warga banyak yang tahu karena TKP di dekat perumahan warga yang sedang beraktivitas.
Sementara itu, TKP kedua Densus 88 lebih kejam dan brutal: Lima orang ditangkap di persawahan belakang terminal Binte. Mereka ditangkap berdasarkan informan lepasan kasus UBK.
Lima orang tersebut dibawa tanpa perlawanan ke Bima. Di tengah jalan tepatnya di jembatan Manggenae, Dompu, Densus melepas mereka dengan alasan tidak terbukti apa-apa.
Begitu mereka turun, langsung dihujani tembakan, tiga terbunuh dan dua selamat dengan luka tembak setelah terjun ke jurang bawah jembatan.
Menantu pemilik pondok di bagian Utara Kelurahan Kandai II Kecamatan Woja itu, Julkifli, membenarkan dan menyaksikan ada tiga bungkus kantung mayat yang diduga teroris itu dibawa oleh tim Densus menggunakan ambulans. “Memang saya melihat ada tiga terduga mayat yang dibawa Polisi,” ujar Julkifli, Sabtu (5/1) lalu di Dompu. Keterangan sumber kami dikuatkan oleh data yang dikumpulkan bimakini.com yang menyebutkan bahwa di lokasi pasca penggerebekan itu memang terlihat bercak darah pada tiga titik, selain di lokasi dekat sungai. Selain bercak darah, juga terlihat selongsongan peluru pada beberapa tempat di sekitar lokasi penggerebekan. Dari keterangan tersebut, pantaslah bila Densus khawatir akan serangan balik dan meminta agar Dompu dan Bima polisi Siaga I. Sebab polisilah yang telah memulai menebar badai permusuhan. 
Sumber: Media Islam an-Najah
============================== Saatnya Revolusi Islam Seperti di Suriah !!!
Uqbah > GRUP PEMBELA TAUHID 
Bismillahirrahmanirrahim
Kronologis Penembakan Lima Mujahid Di Bima Dan Dompu
Lokasi - I, Jum’at 4 Januari 2012 Pukul 17.30 Wita
Pada lokasi pertama ini Pasukan Densus 88 laknatullah menembak Asy Syahid (Insya Allah) Bahtiar Asal Desa Rato Kec.Bolo, Dan Rois Alias Muhammad Rizal Asal Makassar. Kedatangan D-88 ke kedua rumah mujahid ini di desa Rato diketahui sehingga mereka berusaha menghindar. Pasukan D-88 ini mengetahui kedua mujahid ini keluar dengan menggunakan sepeda motor Dan mengejar keduanya sejak dari desa Leu, Kecamatan Bolo Kab. Bima sampai di desa Rora atau perbatasan Dompu – Bima, langkah kedua Mujahid ini terhenti , Pasukan Anjing 88 Langsung melepaskan tembakan ke arah dua Mujahid, namun keduanya tidak menyerah mereka balik membalas tembakan Anjing 88, setelah baku tembak kedua Mujahid Ini Syahid (insya Allah) di berondong peluru Pasukan anjing 88 laknatullah.
Lokasi – II, Sabtu 5 Januari 2012 Pukul 05.30 Wita.
Pada Lokasi kedua ini pasukan anjing 88 menembak Asy Syahid (Insya Allah) Rozi Molinga Asal Jalan Pulau Jawa 1 Gebong Rejo Poso Kota, Riswanto asal Rotolene, Kasinguncu , Poso Pesisir, Dan Dimas Antasari , Warga Sadia II Kec.Mpunda-Kota Bima. Pada lokasi kedua ini D- 88 membunuh ketiga Mujahid ini di sebuah ladang Perbukitan Doro Trei, Lingkungan Ginte, Kelurahan Kandai II , kebun ini Milik Abdullah Seno orang tua dari Asy Syahid (Insya Allah) Ust. Firdaus.
“Selamat Jalan Saudaraku Sungguh Allah telah Menerima Jual beli Kalian, darah kalian tidak akan tertumpah dengan sia-sia, darah dibalas dengan darah, pengahancuran dibalas dengan penghancuran sampai kalimat Allah Tinggi.” Jihad Still Continue…Allahu Akbar
sumber : Uqbah/FB 

4 komentar:

  1. Ingat pak,,gak akan pernah ada yg nama nya densus88,,klo d indonesia gak pernah terjadi peristiwa bom bali...
    Densus88 terbentuk karna adanya peristiwa bom2 d indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg buta hatinya,tentulah buta pula mata batinnya,..pak banyaklah lg belajar..ada buku bagus untutk anda baca,judulnya, ,Hadiah Bagi Orang-Orang Berbudi Tentang
      Mawani’ Takfier Yang Mu’tabar..
      silahkan anda download sendiri..gratis ko.. mudah2an Alloh memberi petunjuk..

      Hapus
  2. Klo saya lihat dr tulisan2 d blog ini...kalian ini sekelompok aliran radikal,,BUKAN pembela islam....skrg lg heboh2nya kartun nabi d francis,,apakah ada tulisan2 kalian d blog ini yg mengutuk peristiwa d francis itu????
    Yg banyak saya lihat dr tulisan d blog kalian ini,hanyala tulisan mengajarkan kebencian...
    Apa kalian tidak benci dg orang2 yg jelas2 menghina nabi???
    Yg ada justru kalian benci dg orang2 yg mengusik aliran kalian....
    Sadarla pak....
    Kembalila ke jalan ajaran agama yg benar...
    INGAT pak
    ISLAM itu cinta damai...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Om memang di islam dilarang mengajarkan kebencian,ya tetapi lihatlah ayat tentang orang-orang yang akan terus memerangi hati mereka para manusia busuk,dan bercinta kasih kepada orang-orang yang mulia,hidup di jaman sekarang ini semuanya sudah tak menentu lagi Om,nyesel saya milih SBY sebagai presiden

      Hapus