Rabu, 02 Januari 2013

Hack Situs TNI, Santoso Klaim Tak Terkait JAT

Santoso yang mengatasnamakan dirinya sebagai Komandan Mujahidin Indonesia Timur dan menyebut dirinya sebagai Abu Mus'ab Al- Zarqawi Al-Indunesi

Abu Wardah alias Santoso alias Abu Yahya, terduga "teroris" nomor satu yang masih buron hingga saat ini dan beroperasi di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), diduga kuat kembali menggunakan internet untuk menyatakan sikapnya. Santoso yang mengatasnamakan dirinya sebagai Komandan Mujahidin Indonesia Timur dan menyebut dirinya sebagai Abu Mus'ab Al-Zarqawi Al-Indunesi itu kini menyatakan jika kelompoknya tidak ada kaitannya dengan Jamaah Anshoru Tauhid (JAT) yang didirikan oleh Abu Bakar Ba'asyir. Pernyataan Santoso itu kali ini dimuat dalam situs http://anshoruttauhidwassunnahwaljihad.blogspot.com/ dan ditulis pada Senin, 24 Desember 2012. Pernyataan yang sama juga dimuat di http://kikavtai2.mil.id/ yang merupakan sebuah situs milik Kompi Kavaleri Pengintai 2, Kostrad, TNI AD yang di-hack (diretas). Untuk diketahui ini adalah pernyataan kedua yang diduga kuat dibuat oleh Santoso. 
Pernyataan pertamanya, yang berisi tantangan kepada Densus 88/Antiteror, dibuat pada Rabu, 17 Oktober 2012 lalu dan dimuat dibeberapa situs jihad dan situs pemerintah yang juga
diretas. Terlepas benar atau tidaknya Santoso yang membuat pernyataan itu karena dia belum tertangkap—, namun, faktanya, memang ada kesesuaian antara pernyataan pertamanya yang
berisi tantangan kepada Densus 88/Antiteror dengan terbunuhnya enam orang anggota polisi di Poso, Sulawesi Tengah pada Oktober dan Desember 2012. ”Kita memang juga menyelidiki
informasi yang kini kembali di upload di situs dan mengatasnamakan Santoso. Itu karena dalam surat tantangannya yang dulukan benar ada kesesuainnya dengan kondisi Poso, jadi bisa jadi surat ini benar dari dia, ” kata seorang penyidik di lingkungan Densus 88/Antiteror yang meminta tak disebutkan namanya saat dihubungi Selasa (1/1). Selain menyatakan tidak terkait dengan JAT, pernyataan yang berjumlah empat poin dan juga diterjemahkan dalam Bahasa Inggris itu, juga menulis soal penyesalan mereka soal penutupan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Putri Darul-Anshar yang berada di Desa Ueralulu, Desa Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Poso, oleh Densus 88/Antiteror. ”Pondok Pesantren tersebut tidak ada hubungan sama sekali dengan Gerakan kami, mereka berdiri sendiri dan kami pun berdiri sendiri, oleh karena itu maka kami akan melakukan Tindakan Balasan atas penutupan Pondok Pesantren tersebut, sebagai Rasa Solidaritas kami dengan segenap kemampuan kami dan jiwa raga kami sampai Titik Darah Penghabisan,” tulis pernyataan tersebut. 
Kapolda Sulteng Brigjen Dewa Parsana mengaku belum mengetahui soal klaim penutupan Pondok Pesantren ini. ”Saya malah belum tahu, dan saya harus cek lebih dahulu soal kebenaran informasi ini,” katanya. Santoso disebut polisi sebagai jaringan Abu Tholut alias Mustafa yang merupakan panglima perang JAT. Hanya saja JAT berulangkali membantah dan menyatakan jika Tholut sudah keluar dari JAT dan karena itu Santoso tak terkait JAT. 
Sumber : www.beritasatu.com/mobile/­ hukum/90171-hack-situs-tni-santoso-klaim-
tak-terkait-jat.html

3 komentar:

  1. santoso komandan mujahidin Indonesia sini kau hadapin gue.ngk takut gue ma lu.kalo berani lu perang terbuka dengan koppasus TNI AD,kopaska TNI AL.den bravo 90 TNI AU berani ngak lu.jangan beraninya ma densus 88 anti teror lu

    BalasHapus
  2. Jl. RA Fadillah Raya No. 1
    Cijantung, Jakarta Timur
    Telp 021-8406467 ni markas koppasus.berani tidak lu serang santoso goblok.

    BalasHapus
  3. Armada F-16 TNI AU tergabung dalam Skadron Udara 3, Lanud Iswahjudi, Madiun, kini diperkuat dengan 10 pesawat.berani tidak lu santoso goblok dan tolol

    BalasHapus