Sabtu, 26 Januari 2013

KABAR GEMBIRA UNTUK DENSUS 88 PEMBANTAI UMAT ISLAM

KABAR GEMBIRA UNTUK DENSUS 88 PEMBANTAI UMAT ISLAM

سأل الحجاج أسماء عن رأيها في قتله لابنها ابن الزبير
فقالت: أفسدت عليه دنياه وأفسد عليك اخرتك

Saat Hajjaj Bin Yusuf Ats Tsaqofy, panglima dari Abdul Malik bin Marwan, membunuh shahabat Abdullah bin Zubair bin Awwam dan menyalibnya di depan Masjidil Haram, ia bertanya kepada Asma' binti Abu Bakar Ash Shiddiq, ibu Abdullah Bin Zubair tentang perbuatannya.

Asma' binti Abu Bakar Ash Shiddiq -radhiyallohu 'anha- menjawab :

"ENGKAU TELAH MENGHANCURKAN KEHIDUPAN DUNIANYA, DAN IA TELAH MENGHANCURKAN KEHIDUPAN AKHIRATMU"

*****

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam Jahannam lah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan”

(QS Al Anfal 36)

*****

وَلاَ تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Alloh itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Robbnya dengan mendapat rizki”.

(QS Ali Imron 169)

فَرِحِينَ بِمَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ * يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ

“Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan -Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”

(QS. Ali Imron : 170 - 171).

“Sesungguhnya orang yang mati syahid memiliki keutamaan di sisi Alloh : diampuni dosanya ketika darah pertamanya menetes, diperlihatkan tempat duduknya di jannah, disematkan perhiasan iman, diselamatkan dari siksa kubur, diamankan dari kegoncangan terbesar (hari kiamat), diletakkan mahkota kemuliaan di kepalanya di mana satu mutiara yang ada padanya lebih baik daripada dunia seisinya, dinikahkan dengan tujuh puluh dua isteri dari Huurun ‘Ien (bidadari bermata jeli), dan diberi kesempatan memberi syafaat kepada tujuh puluh keluarganya.”

(HR. Ahmad dan Thabranî, sanad Ahmad adalah hasan)

ORANG YANG MATI SYAHID TIDAK MERASAKAN SAKITNYA LUKA

«ماَ يَجِدُ الشَّهِيْدُ مِنْ مَسِّ الْقَتْلِ إِلاَّ كَماَ يَجِدُ أَحَدُكُمْ مِنْ مَسِّ الْقَرْصَةِ»

“Orang yang mati syahid itu tidak merasakan (kesakitan) pembunuhan kecuali sebagaimana seorang di antara kalian merasakan (sakitnya) gigitan serangga.”

(HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasa’i dengan sanad hasan)

لَيْسَ أَحَدٌ يُكْلَمُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ كُلْمًا إِلاَّ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ : اللَّوْنُ لَوْنُ الدَّمِ وَالرِّيحُ رِيحُ مِسْكٍ

“Tidaklah suatu luka tergores di jalan Alloh, melainkan luka itu akan datang pada hari kiamat, lukanya masih mengeluarkan darah, warnanya warna darah dan aromanya aroma misik.”

(Muttafaq ‘Alaih)
oleh : ustadz Fuad al Hazimi/FB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar