Senin, 14 Januari 2013

Maaf.. Ikhwah Kami Suriah

Maaf.. Ikhwah Kami Suriah
Oleh : Syaikh Mujahid Abu Mus’ab Abdul Wadud
الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و صحبه و من والاه



ALLAH Ta’ala berkata dalam QS At-Taubah 6 :
(Dan apabila salah seorang dari orang-orang musyrik itu meminta perlindungan kepadamu maka lindungilah, supaya mereka bisa mendengar firman ALLAH, lalu berikan kepada mereka tempat yang aman. Hal itu dikarenakan mereka adalah orang-orang yang belum mengetahui)

Inilah perintah ALLAH Ta’ala kepada orang-orang islam ketika ada seorang kafir meminta perlindungan kepada mereka. Lalu , bagaimana ketika yang meminta perlindungan ini adalah seorang muslim ahli tauhid, seperti kasus para pengungsi Syam, yang mengungsi ke Aljazair demi menghindari genosida (pembunuhan masal/pembantaian) yang dilakukan penguasa bengis Syiria rezim nusyairiyah terhadap ahlu sunnah di sana ? Jelas kali ini bahkan harus lebih welas asih : menerima mereka, memberikan tenda-tenda pengungsian, menolong mereka, serta menyambut mereka dengan penuh senyuman dan keramahan adalah wajib.

ALLAH Ta’ala berkata dalam QS Al-Anfaal 72 :

(Dan apabila mereka – orang-orang muslim Madinah yang belum mampu hijrah – itu meminta pertolongan dalam masalah agama, wajib atasmu menolong mereka)


Juga dalam QS At-Taubah 71 :

(Dan orang-orang mu’min laki-laki serta perempuan itu, satu dengan yang lainnya, saling lindung-melindungi)

Rasulullah صلى الله عليه و على أهله و سلم berkata dalam HR Bukhari 6011: “Perumpamaan orang-orang mu’min dalam hal berkasih-sayang itu laksana satu tubuh.” Ayat-ayat Al-Qur`an dan hadits-hadits yang senada dengan pengertian ini sangat banyak.


Jelaslah ukhuwah imaniyah yang mengikat erat-erat setiap individu dalam umat ini terdapat dalam Al-Qur`an maupun dalam pokok kandungan As-Sunnah. Sehingga apa yang diderita saudara-saudara kita, muslim Syiria, hari ini di Aljazair adalah satu bentuk kekeliruan. Nyata dan jelas sekali bahwa ini bertentangan dengan syari’at islam, kemanusian, adat, dan peradaban. Apalagi kebanyakan dari para pengungsi itu adalah perempuan, anak-anak, dan para lansia.


Kami, Al-Qaidah di Wilayah Islam Maghrib (AQIM), menyatakan di hadapan ALLAH Ta’ala, umat islam, dan sejarah bahwa kami tak bersalah. Kami meminta maaf kepada mujahid-mujahid syam yang penuh kepahlawanan, yang saat ini sedang naik daun. Kami sampaikan kepada mereka langsung dari Al-Qaidah dan separuh penduduk Aljazair :


Faktanya, ahlussunnah di Syam sedang mengalami perang pemusnahan dalam setiap maknanya. Jelas sekali pihak-pihak regional dan global terlibat dalam konspirasi nyata dalam perang ini.


Dan kami katakan : Seluruh muslim – khususnya saudara kami muslim Syiria – bisa memahami peran negara-negara seperti Amerika, Eropa, bahkan Rusia, Cina, dan Iran yang membiarkan rakyat muslim ahlussunnah hancur atau berbuat berlawanan dengan kehendak Islam. Sebaliknya mereka tak akan pernah bisa memahami tindakan rezim Aljazair terhadap revolusi Syiria secara umum dan pengungsi syam ke Aljazair secara khusus. Para pengungsi Syiria, selama perjalanan mereka ke Aljazair, membayangkan bahwa sebentar lagi mereka akan menjadi tamu di negeri satu setengah juta syuhada. Banyak hal telah mereka dengar tentang negeri yang sering menjadi pendukung gerakan kebebasan dan keadilan di dunia. Juga dukungan lebih intensif mereka di dunia Arab. Ya, Aljazair, negeri yang para pemimpin dan media massanya suka mengulang-ulang slogan dari prinsip penting kebijakan luar negerinya. ‘Aljazair selalu bersama bangsa yang ingin menentukan nasibnya sendiri’ atau ‘Aljazair selalu mendukung bangsa Palestina, saat diserang dan ketika menyerang’. Akan tetapi lamunan mereka sirna, terkejut oleh sambutan dingin, acuh tak acuh, bahkan sinis. Hinaan pertama berlanjut dengan sederet provokasi bernada ejekan bahwa mereka hanyalah gelandangan yang mengemis dari orang-orang dermawan Aljazair.


Ketika media massa dan tabligh akbar telah mengangkat isu tentang nasib para pengungsi, pemerintah terpaksa turun tangan. Tapi bahkan menambah luka di hati, penguasa menempatkan para pengungsi di hunian penuh sesak dan tak layak untuk hidup. Pengungsi jelas menolak, dan sayang, pemerintah melalui departemen dalam negeri tanpa rasa malu mengancam memenjarakan mereka dengan delik pidana.


Jadi, saudara kami yang tertindas, sudah jatuh tertimpa tangga, lari kehujanan malah tercebur ke selokan. Mereka mengungsi dari Bashar dan berlindung pada Bouteflika. Tapi, mereka menyesal karena melompat menghindari wajan penggorengan dan kini terpanggang api langsung. Mereka salah pilih negeri tempat pelarian. Kesalahan mereka karena meyakini Aljazair sebagai negeri yang telah merdeka dari penjajahan. Mereka tidak tahu kalau Aljazair masih sebagai negeri yang terkungkung oleh kolonialisme. Andai mereka tahu siapa itu Bouteflika dalam revolusi Arab baru-baru ini, mereka pasti sudah mengira akan ditangkap rezim dan dipenjarakan begitu kaki-kaki mereka menginjak landasan airport sebagai balasannya. Karena bagi pemerintah Aljazair, revolusi syiria adalah kejahatan dan para revolusionernya adalah penjahat kriminal. Rakyat syiria yang mendukung revolusi dan para pejuangnya juga termasuk penjahat.

Pendirian Bouteflika ini sangat kolot dan klasik. Ia bersekongkol melawan revolusi Tunisia, juga revolusi Libya. Saat ini, dia mendukung rezim Syiria Bashar Asad dan membelanya di forum Internasional dengan alasan tidak boleh ikut campur urusan dalam negeri negara lain dan prinsip netralitas pada setiap konflik negara asing. Pembelaannya jelas terlihat dengan pembiaran dan tidak mengutuk peran mencolok Rusia maupun Iran dalam mendukung rezim Syiria.


Ini sikap memalukan dari rezim Aljazair terkait para pengungsi, terlebih pada bulan sekarang, Bulan Ramadhan, bulan puasa, bulan solidaritas dan rasa senasib sepenanggungan. Sikap ini mencederai perasaan dan membuat murka masyarakat umum, serta melukai hati para dermawan bahkan dari kalangan non-muslim. Ini bukti betapa besar penyakit kronis dan kegilaan yang diidap rezim Aljazair dalam menyikapi revolusi Arab sehingga mengubah kebijakan politik luar dan dalam negeri negara menjadi kebijakan kontroversial. Tak ada bukti senyata revolusi Syiria yang terjadi tepat di tapal batas Israel. Mereka, penguasa Aljazair, sama seperti Yahudi Zionis, tak ingin rezim Syiria jatuh ke tangan ahlussunnah yang akan menghapus cengkeraman sekte syiah nusyairiyah.


Akhirnya, Saya menghargai pendirian tulus rakyat Aljazair yang bangkit menolong saudara mereka, para pengungsi Syam, ketika menyadari sikap keliru pemerintah yang tidak punya rasa tanggung-jawab. Padahal separuh rakyat Aljazair sendiri hidup serba kekurangan sebagaimana para pengungsi, mereka tinggal di gubuk-gubuk kaleng dan makan dari mengais sampah. Saya mendesak para dermawan dan kalangan terhormat Aljazair, entah mereka itu para da’i, imam, intelektual, jurnalis, atau pengusaha kaya, agar mereka mau menjalankan kewajiban syari’at Islam atas mereka. Mereka harus menolong saudara mereka yang terpaksa mengungsi meninggalkan harta benda dan tanah kelahirannya, membawa serta anak-anaknya, menjauhi ‘neraka’ peperangan yang tak seimbang. Mereka tidak boleh membiarkannya dihabisi oleh sekte nusyairi dan rezim Bashar. Sudah jelas rezim ini tak menghargai kehormatan dan kesucian mereka sampai Allah Ta’ala menghapus penderitaan dan mengakhiri kesedihan mereka. Syiria ketika itu akan kembali ke pangkuan Islam dan ummatnya. Para pengungsi dapat pulang ke tanah kelahiran dengan harga diri dan kehormatannya. Mereka akan kembali dengan kesan mendalam atas keramahan rakyat Aljazair dan memaklumi sikap abu-abu pemerintahnya. Sehingga , ikhwah syam kami, akan tahu bahwa rakyat Aljazair tak bersalah atas perlakuan rezim dan tindakan tak patutnya pada para pengungsi. Rakyat Aljazair sendiri, sejak dahulu bahkan sampai sekarang, telah mengalami pelecehan dari para penguasa lebih banyak daripada yang baru saja dialami para pengungsi.

اللهم أبرم لهذه الأمة إبرام رشد يعزّ فيه وليّك و يذل فيه عدوّك و يعمل فيه بطاعتك و ينهى فيه عن معصيتك و الله غالبٌ علي أمره ولكنّ أكثر الناس لا يعلمون


“Yaa ALLAH berilah akhir yang baik bagi umat ini. Ketika itu, wali-MU merasakan kemuliaan dan musuh-MU merasakan kehinaan. Mereka bekerja dalam ketaatan pada-MU dan mencegah kema’shiyatan pada-MU. Dan (Engkau Yaa) ALLAH senantiasa menang atas urusan-MU, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.”


Diterbitkan oleh Media Al-Andalus, AQIM, Syawal 1434 H – Agustus 2012


Jangan lupakan Mujahidin dan kami dalam doa-doa tulus antum
Ikhwah antum di


Al-Himmah Media/Forum Islam Al-Busyro
 
himah  
Al-Himmah # Menghadirkan # Terjemah Indonesia # Rilisan Al-Andalus Media [Maaf.. Ikhwah kami Suriah - Oleh Syaikh Mujahid/ Abu Mus'ab Abdul Wadud ]

بسم الله الرحمن الرحيم





مؤسسة الهمة للإنتاج الإعلامي
Yayasan Al-Himmah Produksi Informatika




قسم اللغات والترجمة
Divisi Bahasa dan Transliterasi




تقدم
Menghadirkan




الترجمة الإندونيسية
Terjemah Indonesia


لإصدار مؤسسة الأندلس
Rilisan Al-Andalus Media


بعنوان
Bertema



|( عـــذرا.. إخــوانـنــا الســوريـيـــن )|

|( Maaf.. Ikhwah kami Suriah )|


This image has been resized. Click this bar to view the full image. The original image is sized 825x583.


للشيخ المجاهد / أبــي مـــصـــعــــب عــبـــد الــودود حفظه الله

Oleh Syaikh Mujahid / Abu Mus'ab Abdul Wadud

(semoga Alloh menjaga beliau)





//// لتحميل الإصدار \\\\
//// Unduh Rilisan \\\\



PDF Size: 534 KB


http://mir.cr/0Y279QXZ
http://www.multiupload.nl/NOFL61NBVI
http://www.sendspace.com/file/vj9g8a




لا تنسوا إخوانكم المجاهدين من دعائكم
Jangan lupakan ikhwan antum yang berjihad dalam doa kalian


إخوانكم في
Ikhwan antum di



مؤسسة الهمة للإنتاج الإعلامي
Yayasan Al-Himmah Produksi Informatika

صوت منتديات البشرى الإسلامية
Suara Forum Islam Al-Busyro

www.al-busyro.org/vb

Tidak ada komentar:

Posting Komentar