Rabu, 02 Januari 2013

Nasehat terbuka untuk Ghulatul Murjiah...!!!!

Untuk para Ghulatul Murjiah yang sangat busuk, yang tidak mengkafirkan Ta'yin Tentara Thaghut, Inilah perlakuan Saudara Kalian (Tentara Thaghut) terhadap Mujahidin,

1. Pengakuan dari akhi @Omar avie
=====================
Untuk meruntuhkan moral kami para interogator Densus 88 memutarkan kami video tentang proses sakarat salah seorang ikhwah yang tertembak. Dalam tayangan video itu nampak jelas bagaimana perlakuan para polisi, densus, dan brimob yang tidak bermoral. Mulut ikhwah yang sedang sakarat itu ditusuk-tusuk, dihunjamkan bambu berkali-kali tepat di rongga mulutnya hingga membuat giginya rontok dan rongga mulutnya hancur. Bukan hanya sampai di situ kekejaman dan kebinatangan para anjing anshor thogut itu terhadap ikhwah ahlussunnah yang muwahhid dan mujahid ini, seorang anggota brimob lalu mengencingi wajah dan rongga mulut ikhwah yang sudah hancur tadi. Ini mereka ambil gambarnya dan dipertontonkan ke ikhwah lain yang berhasil mereka tawan. Semoga Allah memberkahi ikhwah tersebut dan menerimanya sebagai seorang yang gugur syahid di jalan-Nya dan semoga Allah membalas perlakuan para anjing anshor thogut itu, memecah persatuan mereka, dan menjadikan takdir kematian mereka di tangan para ahlussunnah muwahhidin mujahidin agar terobati duka sekaligus qishos buat mereka, aamiin! Maka masih punyakah hati para orang orang pandai dan pembawa kitab-kitab fatawa sehingga mereka tidak lagi mengudzur para thogut dan anshornya ataukah hati mereka sudah membatu dan menyamakan para begundal anjing-anjing anshor thogut dengan orang mukmin?
================

2. Pengakuan dari Akhi Omar Avie
=================
Cerita ana di atas adalah cerita yang sebenarnya dan ana lah yang disuruh sholat sambil telanjang itu. Ikhwan ana yang dibekap dengan kain basah itu dan yang lainnya dilemparkan Qur’an ke wajahnya saat dia sementara BAB. Hai kalian orang-orang pintar, bagaimana kalian ini cuma bersu'udzon saja dengan perkataan kalian. Kalian tidak tahu waqi’ lalu dengan gagah membela para thogut dan anshornya.

Kalian sangat-sangat memaksakan ketika memberi udzur mereka. Ana ingat betul siapa-siapa yang menyiksa ana, siapa yang menarik dan menyetrum kemaluan ana dan menyemprotkan minyak senjata ke dalam mulut ana. Ana ingat betul siapa yang berkata di sini, “presiden yang akbar bukan Allah”. Tahukah kalian siapa-siapa mereka, mulai dari Ka Densusnya sampai tim sidik mereka? Mereka rata-rata ber-KTP Islam.

Tanya itu Ka Densus berapa kali dia ke Makkah! Tahukah kalian kalau diantara yang menyiksa kami yang sebagian besar ngaku muslim itu ada yang jenggotnya panjang, celananya cingkrang, hitam jidatnya dan setiap waktu sholat dia ke masjid. Mereka-mereka itulah yang kalau jum’at jum’atan, yang ngaku muslim, yang kemudian menyiksa kami. Orang-orang non muslim dari Hindu dan Nasrani malah baik kepada kami. Karena tangan ana diborgol di belakang punggung ana maka mereka lah yang menyuapi ana makan, memberi ana minum, dan membersihkan darah dari luka-luka ana. Saat kapan hai orang-orang pintar? Saat mereka yang ngaku muslim idzin sholat ke komandannya yang juga ngaku muslim.

Mereka orang-orang itu yang menyabar-nyabarkan kami. Tahukah kalian hai yang menjuluki kami teroris, khawarij, kilaabunnaar mengapa kami diperlakukan seperti itu? Apa karena kami beriman pada Allah dan kafir pada thogut? Apa karena kami membela agama kami dan saudara-saudara kami di Ambon dan Poso? Apa karena kami ingin sebagai muslim untuk bersyariat dengan syariat Rabb kami? Lalu kenapa mereka kalian udzur sedang kami tidak? Tahukah kalian dampaknya ini pada istri dan anak-anak kami? Istri dan anak-anak ana terlunta-lunta hai orang-orang pintar dan terusir akibat vonis yang kalian termasuk menyebar-nyebarkannya itu. Lalu masihkah kalian meng udzur mereka? Ana jadi saksi kalian di hadapan Allah nanti!
 
sumber : Akhi Omar Avie, semoga Allooh menjaga dan membebaskannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar