Selasa, 29 Januari 2013

Pejuang Patani Latih Muslim Rohingya Untuk Lakukan Serangan di Thailand Selatan

Pejuang Patani Latih Muslim Rohingya Untuk Lakukan Serangan di Thailand Selatan

THAILAND SELATAN - Beberapa imigran Rohingya yang ditangkap karena masuk secara ilegal telah mengaku dilatih oleh pejuang Patani untuk melakukan serangan di pedalaman Selatan yang bergolak, menurut sumber di Forensik Science Institute Departemen Kehakiman.

Sumber tersebut mengatakan orang-orang itu masuk ke Thailand melalui Mae Sot di bagian utara Provinsi Tak dan kemudian pindah ke Sungai Kolok di Narathiwat di pedalaman selatan. Kasus mereka ditemukan pada tahun 2009.

"Kedua orang ini mengaku bahwa mereka dilatih oleh RKK dan kemudian dikirim kembali untuk melakukan serangan di provinsi perbatasan selatan. Ini sangat mengkhawatirkan," kata sumber itu.

RKK mengacu pada sayap bersenjata gerakan pejuang Islam Patani di pedalaman Selatan. RKK merupakan singkatan Runda Kumpulan Kecil, nama Melayu yang berarti "kelompok patroli kecil".

Sumber tersebut, yang lembaganya memeriksa bukti forensik yang melibatkan kasus kasus terkait perjuangan pemisahan diri di wilayah itu mengatakan bahwa tanpa kebijakan pemerintah yang jelas tentang bagaimana untuk menangani imigran Rohingya ilegal, bisa jadi ada sebuah ancaman bagi keamanan nasional.
..Kedua orang ini mengaku bahwa mereka dilatih oleh RKK dan kemudian dikirim kembali untuk melakukan serangan di provinsi perbatasan selatan..
Pada tahun 2009, sejumlah warga Rohingya yang membawa KTP Malaysia ditangkap setelah melakukan serangan di provinsi perbatasan selatan, menurut sumber tersebut. "Tapi kasus seperti ini tidak umum," kata sumber itu.

Pihak berwenang juga menemukan bahwa beberapa imigran gelap telah menyelundupkan zat peledak dari India, katanya.

Sumber tersebut mengatakan kemungkinan para imigran gelap itu mendapat bantuan dari cincin penyelundupan untuk mengangkut mereka dari daerah perbatasan ke bagian lain negara tersebut. "Muslim Rohingya banyak diselundupkan ke provinsi pesisir Satun dan Ranong, dan beberapa dari mereka dikirim ke Malaysia."

Sementara itu sebuah sumber di Komando Operasi Keamanan Internal (ISOC) kemarin membantah memiliki informasi semacam itu dari warga Rohingya di Thailand.

Sebanyak 1.390 migran Rohingya ilegal telah ditangkap tahun ini - 1.184 dari mereka laki-laki dan 206 perempuan, menurut statistik resmi.

Kelompok hak asasi manusia mendesak pemerintah Thailand untuk tidak mendeportasi warga Muslim Rohingya, yang menurut PBB merupakan etnis paling teraniyaya di dunia. Banyak dari mereka yang telah melarikan diri dari pertempuran etnis dan kezaliman pemerintah Myanmar. (an/tn/voa-islam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar